Our Last Love

Our Last Love
V1 : Chapter 104 : Satu saja...berikan aku satu kesempatan lagi


__ADS_3

.


.


.


Selena dan Joe yang sudah kelelahan karena menyiapkan kamp menginap langsung tertidur. Ke-2 gadis itu tidur dengan posisi saling membelakangi. Senior Seo dan mahasiswa yang lain hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat itu, diantara ratusan mahasiswa yang ada. Hanya Selena yang berantusias dalam hal ini, tapi dipikir-pikir Selena memang selalu antusias dalam semua kegiatan yang dilakukan kampus.


“Kita juga istirahat, besok pagi-pagi. Kita harus pulang mengambil barang-barang yang dibawa kemari”


“Baiklah”


Pria-pria itu keluar meninggalkan Selena dan Joe yang sedang tertidur. Tak berselang lama Daniel masuk dan menghembuskan nafasnya, ini sudah jam 11 malam. Pantas saja Joe dan Selena tidak menghubungginya, ternyata sudah tidur.


Daniel dengan perlahan membangunkan Joe. Gadis itu tak bergeming sama sekali dalam tidurnya.


“Aku akan membawa Selena pulang, kau mau ikut pulang atau disini?”


Joe seketika langsung membuka matanya membuat Daniel tersenyum sinis, ternyata dengan menyebutkan nama Selena itu bisa menjadi alarm ampuh untuk membangunkan Joe.


“Jangan bangunkan Selena, kasihan dia”


“Aku juga tak punya niatan untuk membangunkannya”


Dengan hati-hati Daniel menggendong tubuh Selena dan keluar dari ruang istirahat mahasiswa. Joe dengan sempoyongan mengikuti Daniel dari belakang, matanya benar-benar mengantuk. Tapi ia tidak mau tidur di ruang istirahat itu, tempat tidurnya kecil.


Tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti didepan mereka membuat Joe langsung membuka matanya lebar-lebar dan mengambil persiapan.


Hans keluar dari mobil itu, ia menatap dingin Daniel yang tengah menggendong istrinya.


“Berikan Selena kepadaku”


“Kau pikir kau siapa? Kau bukan lagi suami Selena, kau tak berhak atas dirinya” dingin Daniel.


“Itu urusanku, tidak ada hubungannya denganmu” sinis Hans.


“Hans, kutegaskan. Jika kau berani menyakiti wanita yang kucintai, maka jangan harap aku akan melepaskan keluargamu”


“Heh, kau pikir keluargaku adalah keluarga kecil? Jangan bodoh Daniel, serahkan Selena sekarang juga!”


“Tidak akan!”


Selena membuka matanya dengan perlahan membuat Daniel langsung menurunkan tubuh kecil itu. Selena yang baru bangun mencoba mengumpulkan kesadarannya, ia menatap Hans dan Daniel bergantian. Kenapa ia ada disini? Kenapa juga 2 pria ini ada disini? Bukankah ia sedang tidur diruang istirahat tadi?.


“Hem? Kenapa…kalian disini?” tanya Selena dengan wajah bantalnya.

__ADS_1


“Masuklah kedalam mobil, kita kembali keapartement” ucap Daniel dengan lembut sembari mengusap pipi Selena.


“Hmmmhh Okey…”


Saat Selena hendak membuka pintu mobil Daniel, tangannya dicekal oleh Hans.


“Sebentar saja…aku ingin kita bicara, sebentar saja…setelah itu. Kau boleh pulang dengan Daniel” ucap Hans dengan suara rendahnya.


“Bicaralah sekarang” jawab Selena tanpa mau memandang wajah Hans.


“Tidak disini, ikut aku keruang rektor”


“Jangan melunjak Hans!” bentak Daniel.


“Setelah itu kau akan membiarkanku pergi?”


“…, iya”


Selena menganggukkan kepalanya dengan perlahan namun langsung ditolak mentah-mentah oleh Daniel. Daniel menarik tangan Selena masuk kedalam pelukannya, ia tak akan membiarkan Hans. Menyakiti wanitanya lagi.


“Kau pikir kau siapa? Kau masih punya nyali bicara dengan Selena huh?!” sengit Daniel.


Selena menepuk dada Daniel beberapa kali sembari tersenyum. Perlakuan Selena langsung membuat Daniel tak mampu berkutik sedikitpun. Selena terseyum, ini adalah cara ampuh yang sering ia gunakan kepada Leo.


“Aku akan baik-baik saja, aku janji”


“Ayo” ucap Selena.


Hans dan Selena menuju ruang rektor. Hans menatap Selena yang tengah duduk didepannya dan hanya menampilkan ekspresi dinginnya, sepertinya benar perkataan Jansen. Wanita didepannya ini, tidak boleh sembarangan diusik.


“Katakanlah ada apa”


“Kau…kenapa kau tidak mengatakan kepadaku, jika Selena Yunki Leonardo bukanlah nama aslimu?” tanya Hans dengan mata dinginnya menatap Selena.


“Hm? Maksudmu?” tanya Selena heran. Namun ucapan Hans membuat matanya seketika tidak mengantuk, hantu yang bergelantugan di kelopak matanya seketika menghilang begitu saja.


“Tunggu…jangan bilang kepadaku…kau tak tau nama asliku?” tanya Selena dan Hans hanya diam tanpa berkata apapun.


“Hahahahaha!! Kau sedang bercanda denganku Hans?! Kau pikir nama asliku Selena Yunki Leonardo?! Jangan-jangan nama itu juga yang kau gunakan untuk mengikatku?” ucap Selena sembari tertawa.


Hans mengerutkan keningnya akan tingkah Selena. Waktu itu ia yang ceroboh, ia hanya meminta Selena menandatangani kontrak pernikahan tanpa membiarkan Selena membacanya secara keseluruhan.


“..., Ya”


“Hahahaha, kau membuat perutku sakit Hans. Hans…apa yang kau pikirkan sampai-sampai kau berpikir aku bermarga Leonardo?”

__ADS_1


“Kau tak perlu tau Selena” jawab Hans.


“Hmph, itu berarti…kontrak pernikahan kita sudah bisa diakhiri bukan?”


“Tidak! Aku tidak akan pernah mengakhirinya!” tegas Hans berdiri dari tempat duduknya.


“Lalu? Yang bersanding dengan namamu bukanlah nama asliku. Hans…kau Direktur Georgino corp. Tak kusangka kau tak tau identitasku, pantas saja…perlakukanmu kepadaku seperti itu” ejek Selena membuat Hans seketika mengepalkan tangannya.


“Apa maksudmu Selena?!” geram Hans.


“Heh, Hans…aku adalah Nyonya muda pertama keluarga Iskandar. Jika kau pikir pernikahanku dan Leo adalah ilegal dan tidak sah maka kau salah besar Hans. Leo menikahiku…menggunakan nama asliku, jadi pernikahan kami. Sah dalam agama maupun Negara. Dan yang seharusnya ilegal itu…hubungan kita”


“Jangan kata-katamu Selena!” bentak Hans.


“Apa yang salah dari kata-kataku Hans? Apa yang kukatakan itu benar adanya”


Hans langsung berjalan maju dan mencengkram kedua bahu Selena.


“Kenapa? Kenapa kau memperlakukanku seperti ini? Apa karena aku tidak memperlakukanmu dengan baik selama pernikahan kita? Apa itu alasan kau tidak mau membuka dirimu padaku?” tanya Hans sembari menyembunyikan wajahnya dibahu sempit Selena.


“Aku akan merubah sikapku kepadamu, maka dari itu…kembali kepadaku ya?”


Selena tertegun sesaat mendengar ucapan dan perlakuan Hans.


Selena mendorong tubuh Hans dengan perlahan, Hans menatap sendu wanita didepannya ini. Dia adalah, satu-satunya wanita yang berhasil membuatnya tak berdaya sampai seperti ini.


“Hans…pernikahan kita, tidaklah sah. Kau ternyata menggunakan nama palsuku untuk menikah kontrak denganku. Kupikir kau tau identitas asliku maka dari itu kau berani melakukan hal itu kepadaku. Tapi tak kusangka, pria sepertimu. Bisa tidak tau identitasku sebenarnya. Lebih baik kita akhiri ini sekarang sebelum terlambat. Aku sudah menikah dengan Leo, Leo suamiku. Dan kuharap…kau bisa menemukan wanita yang bisa mengisi hatimu” ucap Selena sembari tersenyum.


“Setelah kau memberikanku rasa nyaman yang begitu besar dan kau harap ingin aku mengakhiri ini semua? Tidak! Aku tidak akan mengakhiri ini semua walaupun pada akhirnya hal ini akan menyakitkan untukku! Aku akan mengikatmu disisiku! Aku tak akan pernah melepaskanmu!” tegas Hans sembari mencengkram bahu kecil Selena.


“Lalu? Kau akan mengikatku disisimu dan memberikanku gelar simpanan Tuan muda Georgino? Jangan gila Hans, carilah wanita lain yang bersedia berada disisimu. Karena aku…tak bersedia kembali ke sisimu lagi”


“Kenapa?! Aku tau sikapku begitu buruk kepadamu! Tapi aku ingin merubahnya! Berikan aku kesempatan satu kali lagi…kumohon…” lirih Hans.


“Hans…aku sudah menjadi istri Leo. Tak pantas bagimu dan bagiku berbicara mengenai hal ini, Leo sangat mencintaiku melebihi apapun. Itulah yang kubutuhkan selama ini, aku membutuhkan pria yang bisa mencintaiku dengan segala kekuranganku”


“Sesaat Hans…pernah sesaat aku berpikir bisa mencintaimu. Tapi terima kasih…kau sudah menghancurkan benih cinta itu sebelum tumbuh…aku melepaskanmu dengan wanita lain…maka dari itu, lepaskan aku juga okey?”


Selena melepaskan tangan Hans dan keluar dari ruang rektor. Hans mengacak rambutnya frustasi, ia tak ingin kehilangan Selena. Ia tak ingin kehilangan wanita yang selama ini menemani hari-harinya dan memberikan kehangatan kepadanya. Ia harus apa?!!! Ia harus melakukan apa sekarang?!!!.


“Arghhhhhh!!!! Kau idiot Hans!!!” teriak Hans menjambak rambutnya dengan kuat.


.


.

__ADS_1


.


Hallo semuanya, ada yang nungguin Chapter di mana Selena tau isi kontrak perjanjian Hans, Jennifer sama gimana reaksi Hans kalo tau anaknya gugur?.


__ADS_2