Our Last Love

Our Last Love
V1: Chapter 102 : Kelemahan seorang Joe


__ADS_3

.


.


.


At Royal Night Apartement!


.


.


Selena tersenyum lucu melihat Joe yang tengah menangis merengek memeluk Daniel agar tidak masuk lusa. Daniel menggelengkan kepalanya untuk kesekian kali, kenapa Joe takut kepada orang dari kemiliteran? Dengan Selena saja biasanya Joe melunjak.


“Kan masih lusa, untuk apa kau menangis seperti ini?” tanya Daniel mendorong tubuh Joe dengan perlahan, sejak dulu ia risih dengan wanita yang menempel kepadanya, tapi ia suka jika bersama dengan Selena. Entah bagaimana bisa itu terjadi.


“Huwaaaaa…kakak…kemampuan menembak, memanah, dan berkuda ku kan masih minus…aku bisa malu nanti” ucap Joe.


Daniel menepuk dahinya, entah bagaimana bisa ia mendapatkan adik seaneh ini. Selena saja tenang-tenang begitu, untuk apa Joe sampai memohon begini kepadanya? Toh ia juga tidak memegang saham di Royal University, ia tak bisa berbuat apapun dan juga tak mau berbuat apapun.


“Kau ini!! Selena…tolonglah aku…bilang kepada dosen untuk membatalkannya. Dosen pasti akan mendengarkanmu” ucap Joe memeluk lengan Selena.


“Joe…ini… “ ucap Selena tak tau


harus berbuat apa.


Selena menghembuskan nafasnya melihat Joe yang terus merengek kepadanya. Ini pertama kalinya ia melihat Joe yang seperti ini.


“Sudah, jangan dituruti…jika dituruti tidak akan mau belajar nanti” ucap Daniel menarik kaki Joe agar Joe melepaskan Selena.


“Hah…Joe…kan masih lusa, besok kan ada waktu untukmu latihan. Toh pasti tidak semua akan ditunjuk menunjukan kemampuannya kan? It’s okay…ada aku, aku tak akan membuatmu malu lusa” jawab Selena sembari tersenyum membuat mata Joe langsung berbinar semangat. Benar…Selena kan putri Jenderal besar. Kemampuannya dibidang itu pasti bukanlah masalah besar.


“Tapi kau harus tetap belajar”


“Apa?! Huwaaa…aku tidak mau…”


Selena dan Daniel sama-sama tertawa menikmati wajah frustasi Joe.


“Oh ya Selena…bukankah kau ingin menuntut keluarga Chu?”


“Hm? Darimana kau mendengarnya Daniel?”


“Kau tidak perlu tau, jika kau butuh bantuanku. Aku akan membantumu”


“Tidak perlu, aku bisa menyelesaikannya sendiri”


“Baiklah, kau dan Leo itu memang benar-benar pasangan sejati ya. Entah bagaimana bisa sifat kalian sama begini” jawab Daniel.


Selena hanya tertawa mendengar ucapan Daniel. Sejak ia kecil ia selalu bermain dengan Leo, bahkan dulu jika Papanya mendapat tugas diluar jangkauan ia dititipkan dikeluarga Iskandar.

__ADS_1


Selena mengambil remote dan menghidupkan televisi. Ia menatap fokus berita yang sedang disiarkan.


“Eoh? Berita apa ini?”


“Apa-apaan ini?! Kenapa keluarga Chu melakukan ini?!” bentak Joe tak terima.


“Bagi siapapun yang bisa menemukan tersangka berinisial ‘S’ maka keluarga Chu dan Georgino akan memberikan imbalan besar. Berikut adalah ciri-ciri yang dicari oleh keluarga Georgino…”


Sudut bibir Selena terangkat melihat berita yang disiarkan didepannya ini. Keluarga Chu…benar…jika ia tidak segera membereskan keluarga itu maka ia akan terlibat masalah lain dikemudian hari. Mereka sudah bergerak, ia tidak bisa duduk santai seperti ini.


“Sekarang, apa yang akan kau lakukan?” tanya Daniel.


“Wah!! Beritanya langsung menjadi trending topic nomor 1!” ucap Joe membuka ponselnya, gawat jika sampai seseorang menyadari ciri-ciri yang dibutkan reporter tadi.


“Kau tak perlu khawatir Joe…” ujar Selena.


Tak berselang lama saluran televisi lain menampilkan berita yang membuat mata Daniel, Selena, dan Joe melotot seketika. Bahkan Selena yang sedang meminum air langsung menyemburkan air itu kewajah Daniel.


“Tuan muda dari keluarga Jasson tertangkap sedang berkencan dengan seorang wanita di café Yours. Sosok wanita cantik itu adalah pasangan Tuan muda Jasson yang diumumkan beberapa bulan yang lalu saat pesta keluarga”


“Hm? Bukankah itu saat kita akanmenonton bioskop 1 bulan yang lalu?” tanya Joe.


Daniel dan Selena langsung tertawa canggung dibuatnya. Mereka tak menyangka ada wartawan yang membuntuti mereka sampai-sampai mendapatkan foto mereka berdua. Jika Leo ada disini, pasti pria itu langsung marah-marah kepada Daniel.


“Bagus!! Berita yang dikeluarkan keluarga Chu langsung tertutupi dengan berita kalian! Ini bagus! Selena bisa aman!” ucap Joe langsung mendapatkan lemparan sepatu dari Daniel.


“Bukankah itu semakin baik? Semakin melawanku, semakin berat juga hukuman mereka dari kemiliteran” jawab Selena dengan senyumannya.


Daniel menghembuskan nafasnya, bagaimana bisa Selena masih setenang ini? Keluarga Chu didukung oleh keluarga Georgino, jika Selena tidak turun tangan maka mereka akan semakin berani kedepannya. Ia penasaran dengan apa yang sedang dipikirkan Nyonya muda Iskandar ini.


“Sudah sore, kalian mandilah. Mau menginap?” tanya Selena.


“Tidak menginap siapa yang akan menjagamu?! Nanti kalau kau tiba-tiba kabur dan membunuh orang bagaimana?!” kesal Daniel.


“Hehe…kalau begitu aku akan naik dulu, ada 3 kamar kosong lain disini”


“Okey” jawab Joe.


“Wah Daniel, Leo benar-benar kaya ya. Memberikan seluruh gedung apartement ini kepada Selena” ucap Joe mengejek kakaknya.


“Dih, bilang saja kau mau juga!” sinis Daniel.


“Hehe, belikan ya?”


“Tidak! Tapi jika nilaimu bisa melampaui Selena, aku akan memberikan apartement yang ada di pusat kota untukmu”


“Kau tau? Sampai aku bunuh diripun nilaiku tidak akan bisa melampaui Selena” jawab Joe dengan wajah kesalnya.


Daniel tertawa mendengar ucapan Joe. Enak sekali mau minta apartement, Joe mungkin adiknya. Tapi sudah menjadi peraturan keluarga bahwasannya yang berhak menerima property darinya hanyalah istri dan anaknya. Jadi ia tidak bisa leluasa memberikan apa yang Joe mau, walaupun ia sanggup memberikannya.

__ADS_1


Selena yang sudah kamar kembali keluar dan menuruni tangga lalu mencari sesuatu membuat Daniel dan Joe mengerutkan kening mereka.


“Kau mencari apa?”


“Daniel, kau bawa charger? Aku lupa meletakkan chargerku di mana”


“Oh, ini” jawab Daniel memberikan charger ponselnya.


Selena mencharger ponselnya dikamar, sejujurnya ia penasaran apa yang akan diumumkan dosen besok pagi mengenai kedatangan orang dari kemiliteran. Jika hanya untuk mengetes kemampuan pasti tidak mungkin, pasti ada hal lain yang akan dilakukan nanti. Dan ia juga penasaran, apa Hans akan datang lusa? Semoga saja pria itu tidak datang, jika tidak. Iblis ditubuhnya bisa keluar lagi nanti.


Drtttttt drtttttt…


Ponsel Daniel berdering, Daniel langsung mengangkatnya karena itu berasal dari Mamanya.


“Ya ma?”


“Mama dengar kampus Joe dan Selena akan kedatangan orang dari kemiliteran, itu benar Daniel?”


“Iya, bagaimana Mama tau itu?”


“Jangan banyak tanya kau, bilang kepada Joe dan Selena. Jika mereka bisa mendapatkan pengakuan dari orang kemiliteran, Mama akan memberikan kalian ber-3 liket liburan”


“Benarkah?!”


“Iya, Mama dan Papa sedang liburan ke Swiss. Jaga adikmu baik-baik”


“Iya ma…aku akan menjaga Joe dan Selena, terutama anak bungsu Mama itu”


“Iya, kau harus lebih memperhatikan Selena. Jangan sampai keluarga Georgino berhasil menyentuhnya”


“Okey”


Tut…


“Ada apa? Itu tadi Mama?” tanya Joe.


“Iya”


“Ada apa?”


“Besok kuberitau”


“Dih?!”


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2