Our Last Love

Our Last Love
V1 : Chapter 195 : I'm Win Georgino!


__ADS_3

.


.


.


Lucio menggebrak meja makan dengan keras membuat Selena langsung berdiri dari tempat duduknya dengan ekspresi menantang.


Lucio pias, bagaimana bisa gadis berumur 18 tahun bisa membuat emosinya tak terkendali seperti ini? Sial*n!! Ternyata gadis itu lebih menjengkelkan daripada yang dikatakan istrinya.


“Adakah yang salah dari ucapanku? Diantara ke-11 istrimu\, dan ke-15 anak-anakmu. Hanya Alice dan Lie yang lahir dalam pernikahan yang sah bukan? Meniduri wanita mana saja semau mu\, bukankah kau sama saja seperti seorang gigolo? Tabur benih sesukanya jika hamil tinggal dinikahi. Tak heran jika anak-anakmu meniru kelakuanmu\, kenapa tidak buat peternakan wanita dan anak saja? Atau buat saja harem seperti kaisar-kaisar terdahulu\, sekalian bawa pela*ur-pela*ur di club sebagai istrimu”


“Jaga ucapamu!! Atas dasar apa kau mengatakan hal itu?!” geram Lucio.


“Benar kan? Semua istrimu melahirkan anaknya diluar pernikahan yang sah. Aku jadi heran, bagaimana bisa kau memimpin keluarga Georgino dengan sifat burukmu itu? Ohhh…jangan-jangan…” pancing Selena.


Pyarrr!!


Tangan Daniel terkena lemparan gelas yang dilayangkan Yeni kepada Selena. Wanita gila itu! Untung saja Selena tidak terluka!.


“Tanganmu baik-baik saja?” tanya Selena menyentuh tangan Daniel yang digunakan untuk menghalau gelas yang seharusnya mengenai wajahnya.


“Aku baik-baik saja”


“Kau ini kudiamkan melunjak ya” kesal Selena.


“Kenapa?! Kau menyesal?! Cih! Entah kenapa aku terpikir untuk mengundangmu ke acara makan malam ini!” sinis Yeni.


“Karena kau ingin memermalukanku kan? Kau pikir siapa keluargamu sampai-sampai aku mau menghadirinya? Jika bukan ingin mencari masalah, aku tak akan datang” dingin Selena.


“Heh! Sekarang kau berbicara seperti kau orang terhormat! Padahal kau hanya seorang pela*ur yang diangkat menjadi istri oleh Tuan muda Iskandar!”


“Oh! Sekalipun aku seperti itu, martabatku jauh lebih tinggi darimu yang hanya seorang istri ke-4 yang dinikahi karena istri 1, 2 dan 3 mandul. Jadi jangan berperilaku…seperti wanita yang terhormat, karena kau…hanya dijadikan alat pembuat keturnan oleh Lucio, paham? Bitch…” sinis Selena.


“Tutup mulutmu!!!” teriak Lucio.


“Jaga ucapanmu didepanku Lucio!! Lancang sekali kau berteriak didepanku!” bentak Selena.


“Nyalimu benar-benar besar ya Selena” sinis Stefen tertawa.


“Heh, kenapa aku harus takut kepada keluarga yang demi masuk ke jajaran 5 keluarga besar mencuri stampel kemiliteran? Membuat Tuan besar mengirim ke-3 Jenderal ke perbatasan dan kalian disaat itu mencurinya. Hebat sekali ya kalian…bisa-bisanya masih punya muka setelah melakukan itu. Keluarga yang tidak tau cara berterima kasih, cih menjijikan” sinis Selena.


Degh!!


Semua anggota keluarga Georgino langsung terpaku di tempat mereka, Lucio menatap Selena. Sial*n!! Bagaimana wanita ini tau cara yang mereka gunakan untuk menerjang masuk ke jajaran 5 keluarga besar?!.


“Terkejut? Kenapa terkejut? Coba kalian pikir, jika sampai aku memasukkan kasus ini ke pengadilan. Kujamin, tidak ada satupun anggota keluarga Georgino yang bisa Selamat”


“Jangan macam-macam sial*n!!” bentak Lucio.


“Kenapa? Takut? Oh ya Yeni, ada satu yang tidak kau ketahui. Tapi sebelumnya, kau tau…aku putri dari siapa?”


“Heh, kau adalah anak haram dari Jennifer yang entah dari pria yang mana!” sinis Yeni.


“Salah, aku…putri Ruvelis. Pria…yang membuatmu tergila-gila hingga masih mau menikahinya disaat kau sudah punya Hans yang berumur 7 tahun”


Blarrrrrrr!!!


Yeni tersentak, anak Ruvelis?! Bukankah sebelum kedua kakaknya meninggal mereka sudah terlebih dulu membunuh anak Ruvelis yang baru saja lahir?! Lalu bagaimana bisa wanita ini mengaku anak dari Ruvelis?!.


“Jangan membual sial*n!! Kedua kakakku sudah membunuh anak Ruvelis sebelum mereka tewas”


“Tapi kenyataannya, kedua bajin*an itu lebih dulu mati ditangan Papaku sebelum membunuhku. Jadi perkenalkan, aku Selena…putri kandung dari Ruvelis dan Jenssica”


“Hahahahaha!! Kau pikir aku akan percaya?!”


“Kau harus percaya, karena wanita yang kau racuni di rumah sakit itu…bukanlah Mama kandungku. Melainkan…Bibi sekaligus kembaran dari Nyonya Jenssica yang terhormat”


Yeni dan Hans seketika terdiam ditempat mereka. Yeni menatap tak percaya Selena, a-apa? Jenssica punya kembaran? Dan kembaran itu adalah wanita yang ia bunuh dirumah sakit waktu itu?!.


Hans tercengang ditempat duduknya, jadi selama ini ia balas dendam kepada orang yang salah?.


“Jadi, dengan kasus mencuri stempel kemiliteran, mencoba masuk ke kamp militer dengan cara kotor, membunuh Nona muda keluarga Leonardo, merencanakan pembunuhan terhadap anak Ruvelis dan Jenssica, membunuh Nona keluarga Leonardo, membunuh anakku, kasus aborsi, pelecehan seksual, pemerkosaan, pembunuhan atas 67 wanita, bukti palsu, korupsi, pengedar narkoba, pencurian saham, menyabotase pesawat, tuntutan palsu, mengemudi saat mabuk, memperkosa gadis berusia 6 tahun, mencoba melakukan pembunuhan terhadapku, menyakiti dengan sengaja secara terus menerus dan juga…jual beli manusia. Jawablah, apa kalian bisa selamat?”


Ucapan Selena langsung memucatkan semua anggota keluarga Georgino tanpa terkecuali. Daniel bertepuk tangan, Selena akan menyeret semua kasus itu untuk membuat keluarga Georgino jera? Jika seperti itu hukuman mati pun tak akan bisa dibatalkan.


“Jika kalian pikir ini hanya gertakanku kalian salah, karena aku…punya semua bukti atas semua kejahatan yang kusebutkan tadi”


“Lusa, kutunggu kedatangan kalian di pengadilan militer”


“Selena!” ucap Hans berdiri dari tempat duduknya.


“Dan Hans, aku hanya akan memenjarakanmu atas kasus pemerkosaan terhadapku. Jadi jangan khawatir, kau hanya akan dipenjara selama 7 atau 8 tahun saja, anggap ini sebagai ganti rugi nyawa anak yang gugur waktu itu”


“Jangan berani-beraninya k-”


“Kenapa aku tidak berani? Rafindra, Dion, Jenderal besar Hendrick, Peter dan William. Mereka saja sudah cukup membuat kalian di hukum mati”


“Dan ya Lucio, karena kasus korupsimu sebelum mencuri stempel kemiliteran aku mengalami rugi US$ 7 triliun. Kediaman utama, hotel, dan juga perusahaanmu jika disita hanya akan membayar US$ 5 triliun saja. Jadi sisanya, tolong dibayar sekaligus dengan bunganya”


“Apa maksudmu sial*n!! Aku tak pernah-”


“Perusahaan yang dibuat rugi olehmu waktu itu…adalah perusahaan keluargaku. Dan ya, jika kalian bertanya-tanya kemana perginya Bellina, Rafindra sudah membunuhnya setelah menyinggung perasaanku”


“Kalian! Tangkap mereka semua!!”


Puluhan orang berpakaian hitam langsung dengan sigap menangkap keluarga Georgino yang hendak melarikan diri. Yeni memberontak dari cekalan pengawal Selena.


“Tenang saja…aku akan bermain-main dengan kalian terlebih dulu sebelum menghukum kalian. Dan Yeni, jangan harapkan kematian yang mudah dariku”


“Lepas!!! Lepaskan aku sial*n!!! Kau!!! Dasar wanita tak tau balas budi!!! Putraku sudah memberimu makan dan ini balasan yang kau berikan?!!”


“Memberi makan? Selama kami bersama, tak pernah sepeserpun Hans keluarkan untuk makanan yang kumakan selama di rumahnya. Semua uang yang dikirimkannya kepadaku dikirim Merry ke rekeningmu dan Bellina. Selain tempat tinggal…dia aku tak berhutang apapun lagi kepadanya”


“Bawa mereka pergi! Penjarakan mereka di Mercusuar tengah laut! Jangan biarkan mereka mati sebelum pengadilan memutuskan hukuman mereka!”


“Siap laksanakan Nona besar!!”


Satu persatu keluarga Georgino di bawa pergi oleh pengawal pribadi Selena. Melihat keluarga Georgino yang dibawa seperti itu membuat semua tamu undangan langsung ricuh.


“Maaf” ucap Hans ketika melewati Selena.

__ADS_1


“Tunggu, Hans… kau pernah berharap kematian untuk suamiku bukan? Selamat…kau sukses besar”


Degh!!


Hans terdiam membatu, Leo…sudah tiada? Itukah alasan Selena mengalami keguguran dan juga tidak memakai cincin pernikahannya?.


“Bawa dia pergi”


Hans dibawa pergi, Selena merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan dan keluar dari ruang makan bersama dengan Daniel. Keluarnya mereka langsung membuat semua mata tertuju kepada keduanya.


“Maaf sudah mengganggu pesta kalian, tapi silahkan kalian kembali. Mansion ini, akan segera di tutup” ucap Selena.


“Apa?!”


“Pintu keluar ada disebelah sana, perlu kuantar?” tanya Selena.


Satu persatu tamu undangan mulai menghilang dari mansion Georgino. Selena menghembuskan nafasnya, lebih baik ia pulang sekarang…tapi lebih baik ia mengunjungi anak bungsunya terlebih dulu, jika tidak setelah persidangan ia akan langsung kembali ke Swiss.


“Mau pulang sekarang?”


“Iya”


*************


Selena duduk dikursi balkon, menghembuskan nafas dan menatap rembulan yang bersinar dengan terangnya. 4 orang pria masuk kedalam kamar tanpa izin dan membungkuk hormat kepada Selena.


“Kami memberi hormat kepada anda”


“Kau datang dengan cepat Charles” Selena menatap ke-4 tangan kanan kepercayaannya, orang-orang yang ia didik sendiri dan bahkan keluarganya tak tau mengenai mereka. Karena ia didik sendiri, jangan diragukan lagi bagaimana melunjaknya mereka saat dihadapannya.


“Paman Raf tidak mengetahui kalian kemari kan?”


“Tidak”


“Baiklah, jadi…katakan apa yang sudah kalian dapatkan”


“Little Boss, kami menemukan bukti lain tentang kejahatan keluarga Georgino?”


“Mengenai kematian nenek?”


“Benar”


Selena mengulurkan tangannya, Charles langsung memberikan berkas yang sebelumnya sudah ia tata sedemikian rupa agar Boss kecil dihadapannya ini tidak lagi menghukumnya.


Setelah membaca berkas itu dengan teliti Selena mengembalikannya. Hasil pekerjaaan Charles memang tak perlu diragukan lagi, pria ini adalah pria yang paling banyak membantunya mengumpulkan bukti perselingkuhan Hans. Yahhhhh meskipun ia merasa sedikit bersalah karena membiarkan mata pria itu ternodai karena melihat adegan live.


“Serahkan itu kepada pengacara dan Charles, kau bisa kembali ke posisimu”


“Baik”


“Little Boss!! Lalu bagaimana dengan saya?! Hukuman saya jauh lebih lama daripada Charles! Tapi kenapa dia dibebaskan dulu?!” seorang pria bernama Meeka berujar dengan kesalnya.


“Nanti kalau kau sudah berguna saja”


Jlep!


“Anda ini masih saja suka membully saya” pria itu langsung memasang wajah murungnya.


“Kau kan masih belum berguna” tambah pria lainnya.


“Mereka tidak salah” jawab Selena.


Meeka langsung berjongkok lemas, membuat ke-3 pria lainnya tertawa. Selena hanya diam memandangi itu, mereka ber-4 memiliki hobi yang sama membully Meeka hingga membuat pria itu ingin kabur, tapi pria itu pasti akan kembali lagi dalam 15 menit.


“Hei, tak kusangka ya…bisa-bisanya Boss kecil kita mencoba melakukan bunuh diri hanya karena Leo” bisik Meeka, Selena menatap dingin pria itu…mulai lagi jiwa gosipnya.


“Iya, padahal dulu Boss kecil tidak mau menetap pada satu pilihan”


“Iya, begitu banyak pria yang mengantri. Mempunyai kekuasaan, martabat, kekayaan, ketampanan dan perhatian…ditolak demi Hans”


“Wahhh, aku jadi iba kepada Mafia itu”


“Charles” panggil Selena.


“Siap menerima perintah!”


“Seret mereka ber-3 pergi, mereka menjengkelkan”


“A-apa?! Boss kecil!! Jangan usir kami!! Mau tidur di mana kami malam ini?! Setidaknya biarkan kami menginap satu malam saja!” ucap Charlie.


Tok tok tok


“Selena? Kau belum tidur? Ada siapa didalam?”


Charles langsung membawa ke-3 rekannya pergi ketika mendengar suara seseorang diluar kamar Boss mereka. Gawat jika sampai mereka ketahuan.


“Boleh aku masuk?”


“Masuk saja”


Daniel membuka pintu dan menatap sekeliling kamar Selena. Aneh…jelas-jelas ia mendenga suara seorang pria tadi, atau ia yang salah dengar. Tapi sekalipun ia salah dengar tak mungkin jika suara Selena yang tengah mengobrol terdengar jelas.


“Ada apa?”


“Tidak ada, aku hanya memastikan. Tidurlah, jangan sampai sakit. Selamat malam”


“Malam juga untukmu”


Daniel keluar dari kamar Selena, ke-4 pria itu kembali datang melalui balkon. Selena duduk kembali di kursinya dan menuang teh.


“Wah, apa itu tadi Daniel dari keluarga Jasson?”


“Kenapa kau bertanya Charlie?”


“Saya hanya penasaran, diantara begitu banyak pria yang mencintai anda. Kenapa anda tidak mencoba membuka hati lagi? Bukankah pesta Alexandra akan segera dilaksanakan? Anda harus punya pasangan”


“Kau menyutuhku menikah lagi sial*n?”


“Pria tadi terlihat cukup bisa diandalkan, anda tidak mau?”


“Aku belum tertarik mencari pengganti Leo, biar seperti ini saja. Aku tak ingin jatuh lagi”

__ADS_1


Ke-4 pria itu saling menatap satu sama lain, dulu Boss kecil mereka ini dekat dengan banyak pria yang notabenenya adalah Tuan muda dari keluarga berpengaruh. Boss mereka lebih banyak mempunyai teman laki-laki daripada perempuan, itulah mengapa semua yang pernah dekat dengan Boss mereka pasti pernah jatuh cinta kepada Boss mereka ini, dan itulah kenapa Boss mereka dijuluki ‘Pelatih profesional’. Boss kecil mereka adalah gadis yang tidak punya kepekaan, itulah kenapa banyak pria yang diam-diam jatuh cinta tanpa diketahui si empu itu sendiri.


“Aku akan terbang ke Swiss, ASI untuk Ryu sepertinya sudah habis”


“Anda ingin terbang tengah malam seperti ini?!”


“Hn, siapkan helicopter”


Selena memakai coat panjang sertas syal, ia akan menemui Ryu sebelum menemui keluarga Georgino. Entah kenapa melihat wajah bayi itu bisa membuat pikirnanya sedikit jerih, bahkan terkadang jika teringat akan wajahnya amarahnya bisa menyuruh begitu saja.


“Kubilang apa? Ada orang kan dikamarmu”


Daniel yang tiba-tiba membuka pintu langsung mengejutkan semuanya. Sebelum pria-pria itu hendak pergi Daniel terlebih dulu menahan kerah baju mereka agar tidak pergi.


“Daniel, lepaskan mereka”


Daniel mematuhi ucapan Selena, Daniel melepaskan ke-4nya dan berjalan menghampiri Selena.


“Besok pagi saja ke Swissnya, sekarang kau istirahat dulu”


“Aku ingin terbang sekarang”


“Jangan keras kepala”


“Jangan mengekangku”


“Haih…baiklah, tapi aku ikut”


“Siapa yang menjaga kembar jika kau ikut?” tanya Selena.


“Ada Tuan dan Nyonya, Rafindra, dan juga mereka bukankah mempunyai tampang Baby sister?” ucap Daniel melirik pria-pria dibelakangnya.


“Apa?! Tidak mau!!”


“Mereka bawahanku, bukan bawahan keluarga. Kau tetap disini saja”


“Kalau begitu aku akan terus disini”


Selena menghembuskan nafasnya, sekarang ia menyadari betapa keras kepalanya pemuda dihadapannya ini. Lebih baik ia menyetujuinya agar pria itu tidak mengganggunya lagi.


“Heh?! Ada pawang baru kah?!” batin ke-4 bawahan Selena.


Selena memasukkan ASI-ASI kedalam ice pack, ia mengambil pena dan sebuah catatan. Jika dipikir-pikir ASI ini hanya akan cukup untuk 2 hari, sepertinya setelah persidangan keluarga Georgino ia akan langsung terbang ke Swiss.


“Kenapa Ryu tidak di bawa saja lusa? Kau kan jadi tidak perlu bolak balik”


“Tidak bisa, tinggu 2 bulan lagi baru bisa di pindahkan. Dokter bilang Ryu lebih rentan daripada Leon dan Ivy”


“Hahhhhh…terserahmu saja lah, aku tak bisa mengubah keputusanmu”


Drtttt drttttttt…


Ponsel Selena berdering, Selena menatap layar ponselnya yang tertera nama Ray disana. Tumben pria ini menghubunginya.


“Ada apa Said”


“Hei!! Istriku sudah melahirkan!! Aku dapat putra lagi!!”


“Terus?”


“Tepati janjimu! Kapan kau kemari?!”


“Entah”


“Cih, dasar penipu! Kau bilang kau akan datang!”


“Mungkin setelah persidangan keluarga Georgino”


“Apa?! Kau sudah memenjarakan mereka?! Kapan sidangnya?! Aku akan datang melihat!”


“Lusa”


“Azizah, lusa aku ketempat Selena ya? Aku mau lihat persidangan keluarga Georgino”


“Ikut! Aaaaaa mau ikut…”


“Kau baru saja melahirkan, jangan. Nanti kukasih rekamannya saja”


“Selena…aku mau ikut…boleh ya?”


“Jangan, kau baru melahirkan. Pulihkan tubuhmu dulu, jarak pengadilan dan rumah sakit terlalu jauh. Jika kau kenapa-napa itu akan membahayakan dirimu sendiri”


“Aku janji akan baik-baik saja! ya? Boleh ikut ya?”


“Tidak”


“Dengan Merisa dan Melissa, boleh ya…please”


“Hahhhhh…baiklah”


“Yeyyyyyyy!!!”


Tiba-tiba tangisan bayi yang begitu nyaring terdengar, Selena segera mematikan telfonnya dan bergegas ke kamar putra dan putrinya. Ia menatap Leona yang tengah menangis keras di gendongan Rafindra. Wajah Rafindra terlihat begitu panik membuat Selena langsung mendekati bayi itu.


“Nona…”


“Berikan kepadaku”


Rafindra memberikan Leona kepada Selena dengan hati-hati, tangisan bayi itu dengan perlahan berhenti. Selena menatap botol susu Leona yang masih tersisa setengah. Tumben sekali tidak habis.


“Jika dipikir-pikir…ini pertama kalinya aku menggendongmu” ucap Selena, selama ini ia hanya menggendong Leon…ia bukan tak mau menggendong Leona, ia hanya takut bayi kecil itu terjatuh jika ia yang menggendongnya.


“Ada apa? Tumben sekali Leona menangis” ucap Daniel.


“Ya, dia jarang menangis sampai kupikir dia cacat mental”


“Ucapanmu kejam sekali ya”


“Dapat dari Said”


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2