Our Last Love

Our Last Love
V1 : Chapter 145 : Bebas!!


__ADS_3

.


.


.


******


Setelah selesai makan malam Leo, Selena, Daniel, dan Joe pergi menuju pengadilan untuk melihat keputusan hakim. Namun sebelum ke pengadilan Daniel terlebih dulu pergi ke bank untuk mengambil sejumlah uang.


“Berapa koper uang yang kau ambil?” tanya Leo yang melihat Daniel memasukkan beberapa koper dan tas kedalam mobilnya.


“Hanya 6 koper, aku juga harus membayar uang tutup mulut” jawab Daniel.


“Terima kasih atas bantuanmu Daniel”


“Tak masalah, Selena kan juga bagian keluargaku” jawab Daniel sembari tersenyum.


“Oh ya Selena, kemarin anak-anak bilang mau menyusulmu kemari. Pesawat mereka akan terbang nanti malam”


“Ha?! Kenapa tiba-tiba?!”


“Tidak tau, aku sudah tidak masuk beberapa hari”


“Hahhhhhh…aku sering absen, semoga tidak dapat hukuman” ucap Selena.


Leo mengacak rambut istrinya, nanti kalau dapat hukuman tinggal pindah saja. toh ia juga tidak akan bengkrut jika hanya untuk membelikan istrinya 1 University ternama saja.


“Sudah, keputusan akan disampaikan sebentar lagi. Ayo berangkat” ucap Daniel.


Leo menginjak gas menuju ke pengadilan. Saat sampai ternyata semua orang sudah berkumpul, Selena menatap suaminya dan duduk di tempatnya. Ia penasaran, apa ia akan dibebaskan dengan jaminan atau tidak.


Ketua hakimpun mengetukkan palu 3 kali.


“Ini adalah sidang pembacaan keputusan, dimohon untuk semuanya dengan cermat mendengarkan” ucap hakim ketua.


Joe menggenggam tangan Mamanya dengan begitu erat. Semoga Selena bisa bebas dengan jaminan.


“Setelah melalui banyak pertimbangan… Selena Yunki Leonardo sebagai terdakwa, akan dibebaskan dengan jaminan!”


“Yeahhhh!!!!!”


Joe dan teman-teman Daniel berteriak senang dengan keputusan hakim namun mereka langsung diam saat ditatap tajam oleh Hendrick.


Selena hanya tersenyum tipismendengar ucapan hakim…bagaimana bisa ia dipenjara jika namanya saja bukan Selena Yunki Leonardo? Apa Negara ini sedang bercanda dengannya? Dan juga ia ingin tau bagaimana reaksi hakim jika mengetahui nama aslinya. Apalagi dilihat dari segi manapun hakim ketua didepannya ini bukanlah orang baru.


Senyum tipis terukir dibibir Hans. Hakim setuju untuk membebaskan Selena? Syukurlah…ia tidak terlalu merasa bersalah jika seperti ini. Dan sekarang…sepertinya ia bisa lebih fokus untuk membunuh Jennifer.


“Hakim!!” saat Yeni berucap tidak terima hakim terlebih dulu memotong ucapan Yeni dengan mengatakan…


“Terdakwa Selena Yunki Leonardo akan dibebaskan dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Syaratnya diantara lain, 1. Membayar denda yang sudah ditetapkan, 2. Memberikan kompensasi kepada pihak keluarga, dan ke 3. Jika korban memiliki seorang anak masih bersekolah maka terdakwa harus membiayai sekolah mereka. Apakah terdakwa sanggup dengan syarat-syarat tersebut?” tanya hakim ketua.


“Saya menyanggupinya yang mulia”


“Dengan ini, saya nyatakan sidang ini ditutup” ucap hakim ketua mengetukkan palu sebanyak 3 kali.


Selena langsung berlari memeluk suaminya serta Daniel. Leo mencium puncak kepala istrinya dengan lembut, akhirnya…akhirnya hatinya lega.


Hans membenarkan dasinya, ia sudah lega karena Selena tidak dipenjara. Lebih baik ia pergi sekarang, ia harus kembali ke A.S hari ini juga.


“Selena!!! Wahhhh…aku takut jika sampai kau akan ditahan” ucap Joe berdiri memeluk Selena sembari menangis.


“Selena, aku akan pergi menemui hakim terlebih dulu. Kalian bawa uangnya” ucap Daniel kepada Sekretaris dan Assistant nya.

__ADS_1


Daniel pergi menemui hakim yang yang sudah undur diri dari persidangan, ia akan berbicara kepada hakim. Apa yang membuatnya mengambil keputusan ini dan juga kenapa tidak ada penahanan sama sekali terhadap keluarga Georgino?.


“Hakim, bisa saya meminta waktu anda sebentar saja?” ucap Daniel.


“Tuan muda Jasson? Mari…”


Ketua hakim pergi bersama Daniel ke ruang khusus.


“Anda pasti ingin bertanya mengapa saya membebaskan terdakwa bukan?”


“Benar, saya pikir sebelumnya…”


“Tuan Hans menghubungi kami sore tadi, dia meminta agar Nona muda Selena dibebaskan dengan syarat itu. Nona muda Selena sekarang juga merupakan istri dari Tuan muda Iskandar, beliau adalah menantu keluarga Iskandar dan juga sedang mengandung. Dan juga tidak mungkin bukan seorang wanita biasa bisa menjadi menantu keluarga Iskandar, benarkan Tuan Daniel?” ucap hakim sembari tertawa.


Daniel ikut tertawa mendengar ucapan hakim tersebut, sebelum Selena disidang ia benar-benar tegang namun ia sedikit lega karena hakim yang menangani kasus ini adalah teman dekat dari Pamannya. Namun bagaimana jadinya jika pria dewasa didepannya ini tau bahwa Selena adalah pewaris keluarga Alexandra sekaligus anak dari Jenderal besar Ruvelis?.


“Sebenarnya mungkin tidak adil bagi kami untuk membebaskan Nona Selena apalagi dengan kasus   yang dibawa keluarga Georgino. Namun tidaklah pantas bagi kami juga untuk menahan seorang gadis yang notabenenya adalah menantu keluarga Iskandar. Nona Selena melakukan pembunuhan itu demi Ibunya dan mungkin saya juga akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi Nona Selena. Kami sudah melihat dari segi manapun, dan kami mengambil keputusan ini dikarenakan juga keluarga Georgino bukankah keluarga yang baik-baik…apalagi dari ucapan Nona Selena tadi, sepertinya hal ini sudah direncanakan oleh keluarga Georgino”


“Baik-baik, saya paham dengan yang anda bicarakan. Anda juga ingin mengambil keputusan yang resikonya terendah bukan?” ucap Daniel dan hakim itu menganggukkan kepala  sambil tertawa.


“Lalu, kenapa tidak ada penahanan kepada keluarga Chu maupun Georgino?”


“Karena sebagai gantinya, dia meminta agar keluarga Georgino tidak ditahan. Kami menyetujui setelah mempertimbangkan beberapa hal termasuk status terdakwa saat ini”


Daniel menganggukkan kepalanya paham dengan apa yang dimaksud hakim, jadi Hans meminta Selena dibebaskan dengan ganti keluarga Georgino tidak di tahan? Liciknya…lalu apa ia sekarang harus berterima kasih kepada Hans?.


“Lalu, bisakah saya bertanya sesuatu?”


“Silahkan”


“……”


Hakim yang mendengar pertanyaan Daniel tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


“……”


“Kalau begitu saya permisi, terima kasih atas waktu anda. Semoga lain kali kita bisa bertemu” ucap Daniel membungkuk dan pergi dari ruangan itu.


Daniel kembali menemui Selena dan Leo yang tengah berpelukan hangat dengan Leo sedangkan keluarga Georgino mengepalkan tangan mereka penuh kegeraman. Heh, ia yakin pasti keluarga itu kehilangan banyak uang demi hal ini.


“Kehilangan berapa miliar kalian? Mau kuganti?” tanya Daniel tertawa sinis membuat Selena serta Leo langsung menoleh kearah Daniel.


“Jangan ikut campur Tuan muda Jasson, urus saja wanita sial*nmu itu” sinis Yeni berdiri dari tempat duduknya.


“Hmph, seharusnya kau sadar diri. Jika ingin menjerat Selena, runtuhkan dulu pion-pionnya. Jika belum berhasil meruntuhkan pionnya, jangan menganggunya…paham?” bisik Daniel tepat ditelinga Yeni. Tubuh Yeni seketika gemetar menahan amarahnya.


“Beraninya kau…” Yeni mengangkat tangannya hendak menampar Daniel, namun saat itu hendak terjadi Selena terlebih dulu mencekal pergelangan tangan Yeni dan mencengkramnya dengan kuat.


“Akkhhhhh…” desis Yeni kesakitan.


“Jika kau berani menyentuh Daniel…jangan harap kedua tanganmu masih ada di tempatnya” dingin Selena menghempaskan tangan Yeni kasar.


“Dasar pela*ur sial*n!!”


Ucapan Yeni langsung membuat Selena mencengkram dengan kuat pipi Yeni menggunakan tangan kanannya. Yeni meringis kesakitan merasakan rahangnya yang akan segera patah oleh tangan Selena.


“Lepaskan! Apa yang kau lakukan hah?!” bentak Moses mendorong bahu Selena namun itu tidak membuat tubuh Selena bergerak sedikitpun.


“Anda mengatai saya pela*ur? Lalu bagaimana dengan putra-putra anda yang meniduri wanita manapun yang mereka mau? Bukankah…mereka juga sama seperti seorang gigolo?” bisik Selena seraya menghempaskan wajah  Yeni dengan kasar.


“Jangan mengusik orang-orang didekatku, atau kau…akan merasakan akibatnya. Daniel, ayo pergi” ucap Selena menarik tangan Daniel menjauh dari keluarga Georgino.


“Ternyata benar apa yang dikatakan Yeni, kau dan ibumu mirip. Sama-sama seorang murahan, kalian Ibu dan anak adalah seorang rendahan. Aku yakin, anak didalam perutmu…bukanlah milik keluarga Iskandar. Aku yakin itu pasti anak dari orang lain dan kau menjebak Tuan muda Iskandar agar dia mau bertanggung jawab terhadap anak yang bahkan tidak punya hubungan sedikitpun dengan Tuan muda Iskandar”

__ADS_1


“Kau cari mati ya?” ucap Selena membuat Deon dan Leo langsung menahan tangan Selena yang hendak memukul Tuan Chu.


“Tenang! Kita masih dipengadilan” bisik Deon.


“Mati saja kau!! Lepas!!” bentak Selena kepada Deon.


“Kenapa? Kau tak kan berani membunuhku” ucap Tuan Chu dengan senyum sinisnya.


“Heh? Tak bisa membunuhmu?! Pria yang tidak mempunyai kemampuan beladiri sepertimu tidak bisa kubunuh?! Apa kau tidak ingat jika pengawal pribadi keluarga Georgino mati ditanganku!! Membunuh orang idiot sepertimu bukanlah hal yang sulit! Sekali pukul retak kepalamu!!” bentak Selena memberontak dipelukan Deon.


“Coba saja” tantang Tuan Chu, wanita itu tidak akan berani melakukan apapun kepadanya didepan banyak orang seperti ini.


Para polisi yang ingin campur tangan tak berani berbuat apa-apa ketika Hendrick menggelengkan kepalanya. Apa hubungan wanita itu dengan Jenderal besar? Sampai-sampai Jnderal besar tak mau mereka ikut campur?.


“Kalau begitu cobalah lawan Selena, jika kau bisa menang. Kuakui kesombongamu” dingin Hendrick membuat Tuan Chu langsung menelan ludahnya dengan kasar.


Selena menginjak kaki Deon dan Leo dan langsung menancapkan sebuah pisau di bahu kanan Tuan Chu.


“Selena!!” ucap Daniel langsung memeluk Selena dari belakang dan menarik Selena menjauhi Tuan Chu.


“Akhhhhh, wanita sial*n ini…” geram Tuan Chu.


“Kenapa?! Kesini kalau berani?! Bajin*an sial*n!! Sudah tua bukannya berbuat baik malah menambah dosa! Mampus! Lepaskan aku Daniel!!” kesal Selena.


Semua orang yang berada di pengadilan itu ricuh seketika. Beberapa dokter datang dan mengobati luka Tuan Chu.


“Sekali lagi kau menghina keluargaku, kubantai semua keturunanmu!! Lepas Daniel!”


“Jika kau tidak tenang aku tak akan melepaskanmu!” tegas Daniel.


“Biar aku membunuhnya! Sudah hidup! Menjengkelkan pula! Kesini kau!!!”


“Ck”


Daniel melepaskan dasinya dan mengikat kedua tangan Selena dan langsung menggendong tubuh itu. Dan tentu saja Selena memberontak didalam gendongan Daniel.


“Diam atau kujatuhkan!” kesal Daniel.


“Ya jangan dijatuhkan! Nanti Ryu kenapa-napa bagaimana?!” kesal Selena seraya menatap sengit Daniel.


“Ya kau kalau tidak tenang dan memberontak lagi akan kujatuhkan!” ancam Daniel.


Selena memajukan bibirnya dengan kesal. Daniel memberikan Selena kepada Leo. Leo menggendong istrinya bak seorang koala agar pemberontakan istrinya tidak terlalu parah.


“Sudah ya, nanti kalau sakit bagaimana? Sudah dong kesalnya” ucap Leo mencium pipi istrinya.


“Dia membuatku kesal Leo! Kau melindunginya ya?”


“Aku tidak melindunginya, kau yang harusnya ku lindungi. Nanti kalau kenapa-napa bagaimana? Kasihan Ryunya juga sayang” ucap Leo sembari tersenyum.


Selena memajukan bibirnya dan memeluk erat leher suaminya, Selena menunjukan jari tengahnya kepada Daniel dan Tuan Chu sebelum ia dibawa pergi oleh Leo.


Daniel memijat kepalanya, kehadiran Selena membawa suasana baru dalam hidupnya. Dan tentu saja karena kehadiran gadis itu juga ia sering terkena darah tinggi. Ia jadi harus extra mengeluarkan tenaga meladeni tingkah gadis itu.


“Hehe, ajaranku digunakan juga ternyata”


“Oh, jadi kau yang mengajarinya kata-kata umpatan seperti itu?” ucap Jeff dengan senyum sinisnya.


Joe menelan ludahnya kasar, aduhhhh keceplosan pula…


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2