
.
.
.
Daniel menatap datar dokter muda yang tengah berbicara panjang lebar didepannya ini. Ia ingin keluar dari ruangan ini dan pergi menemui Leo lalu membahas rencana mereka kemarin.
“Daniel! Tolong! Meskipun kau mencintai wanita itu tapi jangan sia-siakan nyawamu begini! Jika waktu itu Joe tidak mengabariku jika kau mendonorkan 3 liter darah kepada wanita itu maka kau tidak akan bisa bangun lagi! Untung saja ada stock darahmu di Jerman! Jangan melakukan hal gila seperti itu lagi!” ucapnya.
“Cih! Kau mengatakan hal itu karena kau tidak pernah jatuh cinta! Mampus jomblo!” sinis Daniel.
“Kau!”
“Sudahlah! Aku mau pergi! Aku sibuk!” kesal Daniel.
Daniel pergi begitu saja dari ruangan serba putih itu. Dokter muda itu mengepalkan tangannya akan sikap pasienya, jika waktu itu Joe tidak menghubungginya maka Daniel kemungkinan besar tidak akan bisa bangun. Kehilangan 3 liter darah…pria itu benar-benar berani melakukan hal besar seperti ini hanya demi menyelamatkan seorang wanita yang dia cintai.
Daniel menyetir dengan kecepatan penuh. Apapun akan ia lakukan agar Selena bisa baik-baik saja walaupun itu harus mengorbankan nyawanya sendiri.
Drttt drttttt
Ponsel Daniel berdering, Daniel menghentikan mobilnya dan mengangkat telfon yang berasal dari Leo itu.
“Ada apa?”
“Aku ada dirumah sakit, jika kau ingin bertemu denganku kemarilah” ~ Leo.
“Oh? Kau sedang ada dirumah sakit? Hans ada disana?”
“Iya, Hans ada disini. Kau tidak mau kemari?” ~ Leo.
“Hans ada disana, untuk apa aku kesana?”
“Maksudku jika kau mau kemari sekalian tolong belikan obat yang kemarin”~ Leo.
“Obat? Kau belum membelinya?”
“Jika sudah kubeli untuk apa aku memintamu membelinya?!” ~ Leo.
“Kalau begitu biar aku yang membelinya. Katakan saja di mana tempatnya”
“Akan kukirim lokasinya” ~ Leo.
“Okey, aku kesana sekarang”
Tut…
Daniel menghembuskan nafasnya. Obat…apa ia harus membeli obat laknat itu? Tapi jika ia tidak membeli obat itu maka masalah akan semakin rumit. Tapi jika ia membelinya, ia takut jika Selena nanti mengetahuinya. Masalah setiap hari semakin menumpuk, Hans masih menyimpan banyak rahasia.
“Maaf Selena, tapi ini untuk kebaikanmu”
*
__ADS_1
Daniel memberikan obat kepada Leo. Leo menatap obat itu, para bodyguard menelan ludah melihat botol obat ditangan Tuan mudanya.
“Kau serius dengan ini?”
“Ya, kita harus melakukan ini”
Leo memberikan obat itu kepada Alex, mereka sudah setujuuntuk melakukan ini. Ia pun sudah memberitau Joe tentang masalah ini, dan Joe menyetujuinya.
Alex menghancurkan sebutir obat dan mencampurkannya kedalam bubur yang akan menjadi makanan Selena. Ia membawa bubur itu kedalam ruangan Selena. Alex memberikan mangkuk bubur itu kepada Hans, Hans menerimanya.
“Setelah makan, istirahat”
Selena hanya menganggukkan kepalanya. Selena membuka mulutnya, Hans memasukkan bubur kedalam mulut istrinya. Alex yang melihat itu hanya bisa mengepalkan tangan sembari menggigit bibir bawahnya. Dalam lubuk hatinya, ia mengucapkan maaf kepada Selena. Tapi Daniel benar, ini demi kebaikan Selena sendiri.
“Besok kau sudah boleh pulang, tapi ingat untuk tidak melakukan hal-hal yang berbahaya”
“Iya...”
“Karena besok kau sudah boleh pulang, sebagai hadiahnya. Kau boleh melakukan apapun yang kau suka besok” ucap Hans sembari membelai lembut kepala istrinya.
“Apapun?!” ucap Selena tak percaya.
“Ya!”
Hans mencium pelipis mata istrinya dan kembali memasukkan bubur kedalam mulut istrinya.
“Nyonya! Mohon maaf! Anda tidak dipersilahkan untuk masuk!” ucap bodyguard mengejutkan Hans, Selena, serta Alex.
“Beraninya kalian mencegahku! Minggir! Aku ingin bertemu dengan wanita itu!”
“Hans…” lirih Selena dengan tubuh gemetar. Ia takut jika Yeni akan menyakitinya lagi.
Hans memeluk tubuh istrinya erat, sebenarnya apa yang membuat istrinya setakut ini kepada Mamanya melebihi rasa takutnya dulu kepada dirinya? Apa Mamanya sudah melakukan hal diluar batas kepada istrinya?.
“Percayalah kepadaku, aku tak akan membiarkan Mama menyakitimu” Hans mencium pipi Selena lalu menarik tangan Alex masuk kedalam kamar mandi. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Mamanya bersikap kepada istrinya.
Brakkkk!!
Yeni membuka pintu ruangan Selena dengan kasar. Tanpa basa-basi Yeni langsung mencengkram tangan Selena dan menariknya keluar dari ruangan. Hans mengapalkan tangannya melihat itu, dengan langkah hati-hati ia mengikuti kemana Mamanya membawa istrinya pergi bersama dengan Alex.
Hans dan Alex masuk ke lift lain bersama dengan Daniel dan Joe.
Yeni mendorong tubuh Selena masuk kedalam ruangan ke-4 putranya. Moses, Kyler, dan Stefen menatap geram kearah Selena. Gara-gara wanita itu mereka mengalami hal seperti ini.
“Kau!! Dasar wanita sial*n! Aku akan membuatmu merasakan akibatnya!” ucap Moses geram.
“N-nyonya…tolong biarkan saya pergi…” ucap Selena ketakutan.
“Pergi? Anak-anakku ingin merasakan bagaimana kakak iparnya. Layani putraku dengan baik, setelah itu akan kubiarkan kau pergi” dingin Yeni.
“Tidak…saya tidak mau…”
“Jika waktu itu Moses, Kyler, dan Stefen berhasil melecehkanmu. Maka kujamin! Kak Hans akan membuangmu!” ucap Arion, adik dari Kyler.
__ADS_1
“Apa maksudmu Arion?” Hans berucap dengan nada dingin.
Yeni, Moses, Kyler, Stefen, dan Arion langsung tersentak kaget mendengar ucapan dingin Hans. Moses, Kyler, dan Stefen menelan ludah kasar. Sial*n! Mereka bisa mati jika begini!.
“Ha-hans, ba-bagaimana kau bisa disini?” tanya Yeni.
“Bagaimana bisa aku disini? Istriku dirawat disini, tentu saja aku ada disini. Dan bisa Mama jelaskan…apa maksud perkataan Arion barusan?”
“Hans…i-ini…”
“Ini apa ma? Moses, Kyler, dan Stefen hampir melecehkan istriku? Kalian ber-3! Jawab pertanyaanku sekarang juga!” ucap Hans.
“Hans! Kau ingin memarahi adik-adikmu karena wanita ini?! Apa yang membuatmu begitu membela wanita ini Hans?! Aku ibumu! Seharusnya kau bersikap sopan kepadaku dan adik-adikmu!”
Joe menendang salah satu bodyguard milik Yeni masuk kedalam ruangan. Ia mengikat mati kedua tangan pria itu dan mengarahkan pisau keleher pria itu.
“Mulut-mulut itu tak akan berkata jujur Hans, lebih baik kau bertanya kepada pria ini”
“Katakan yang sejujurnya, atau…kau mati hari ini juga” sinis Hans.
“Saya akan mengatakannya! Tapi tolong lepaskan saya setelah itu!”
“Tutup mulutmu sial*n!! Kau ingin menjadi pengkhianat?!” ucap Yeni dengan wajah paniknya.
“Untuk apa Mama panik seperti itu jika memang ke-3 anak Mama tidak bersalah?”
“I-ini…”
“Aku akan mengampuni nyawamu jika kau mengatakan yang sejujurnya. Dan kujamin, keluarga Georgino tak akan berani menyakitimu ataupun keluargamu” ujar Hans datar.
“Aku akan membunuhmu jika kau berani mengatakan sepatah katapun!” bentak Arion.
“Kau lebih tidak bermain-main dengan kesabaranku. Kesabaran seorang Joe, tidak bisa dipermainkan”
“Saya akan mengatakannya!! Beberapa hari yang lalu Tuan muda Moses, Kyler, dan Stefen datang ke-kediaman Tuan muda Hans! Mereka membuat pingsan semua bodyguard! Saat Nyonya muda pulang mereka hendak melecehkan beliau! Namun seseorang menyelamatkan Nyonya muda! Hanya ini yang saya ketahui! Tolong ampuni saya Nona…” ucapnya.
“Akkhhhh” Selena menjerit saat Kyler berhasil mencengkram tangannya saat ia hendak berlari kearah Hans.
“Sekarang kakak mau apa?! Jika kakak berani bergerak! Aku akan melecehkan istri kakak sekarang juga!”
.
.
.
Udah Chapter 60 aja, padahal prediksi Thor Novel ini bakalan tamat di Chapter 60 - 65. Tapi kayaknya meleset banyak ya...Btw kalian tim mana?
Hans x Selena?
Leo x Selena?
Atau malah....
__ADS_1
Joe x Selena?