Our Last Love

Our Last Love
Chapter 23 : Apa yang harus kulakukan?


__ADS_3

.


.


.


Selena berjalan di trotoar dengan pendangan sendu. Mobil yang berlalu lalang tidak dihiraukan nya walaupun beberapa taxi sudah lewat.


Selena berjalan tak tentu arah hingga tanpa disadarinya ia sudah sampai di tepi sebuah sungai yang indah. Selena menatap sendu pasangan-pasangan yang tengah menunjukan keromantisan mereka.


Kata-kata dari ibu Hans benar-benar menancap sempurna di dadanya. Tanpa disadarinya air mata Selena mulai keluar tanpa aba-aba.


Selena berjongkok ditepi sungai itu dan menangis pelan. Hans sudah punya tunangan yang harus dinikahinya secepat mungkin, ia hanya istri kontrak. Kenapa dunia ini benar-benar tidak adil untuknya?.


Beberapa pasang mata tampak menatap Selena, beberapa wanita tampak mendekati Selena. Sepertinya wanita ini sedang patah hati.


“Hei Nona, kenapa penampilanmu seperti ini? Ayo ikut kami untuk ganti baju”


“Ah tidak perlu, aku hanya sebentar disini”


“Wah cantik!” guman wanita-wanita itu.


Wanita-wanita itu menatap wajah Selena tanpa berkedip sedikitpun. Ini pertama kalinya mereka melihat wanita secantik ini.


“Dimana rumahmu, mau kami antar?”


“Nona-Nona sekalian, bisa tolong berikan kami jalan?”


Selena berdiri mendengar suara yang ia kenal. Ia menatap Alex dan Eugene yang tiba-tiba bisa disini. Jika sampai kedua orang itu mengadu kepada Daniel kondisinya saat ini, ia yakin. Ia bisa mendapat pencerahan dari Mama dan Papanya.


Dokter Eugene melepaskan jaz dokternya dan memasangkannya dibahu Selena.


“Wah dokter, apa gadis ini pacar anda?”


“Bu-bukan!” ucap Selena.

__ADS_1


“Haha, maaf ya. Pacar saya memang pemalu, ayo pergi sayang” kata dokter Eugene membawa Selena pergi dari tempat itu dan menuju mobilnya.


Dokter Eugene menghembuskan nafasnya. Ia heran dengan Assistantnya ini, tadi izin mau pulang tapi kenapa malah ada didekat sungai?. Dengan penampilan kotor pula, benar-benar seperti kucing liar.


“Kenapa kau ada disini? Kau mau kami adukan Daniel?”


“Ja-jangan”


“Alex! Sudahlah, kita cari toko baju. Kau harus membersihkan penampilanmu”


Selena hanya menganggukkan kepalanya. Eugene dan Alex adalah teman dekat Daniel, itulah yang membuatnya akrab dengan kedua atasannya ini. Tapi ya begitu, kedua atasannya itu suka sekali mengadukannya kepada Daniel. Sampai Daniel pernah mengatainya kucing liar sampai bocah tengil.


Setelah membersihkan diri Selena diajak kedua dokter itu itu makan direstaurant didekat toko baju.


“Kau kenapa? Tidak biasanya seperti ini”


“Aku baik-baik saja”


Eugene dan Alex saling memandang. Benar apa yang dikatakan Daniel, Selena suka menutupi penderitaannya dengan sebuah senyuman yang tidak bisa dibedakan antara tulus atau palsu.


“Eugene, kau antar Selena pulang. aku ada urusan sebentar”


Alex menjauh dari restaurant, ia menelfon Daniel untuk memberitaukan kondisi Selena.


“Apa kau?!!” ~ Daniel.


“Hei hei hei! Kenapa kau marah kepadaku?! Aku membawa berita penting idiot!”


“Apa? Cepat katakan” ~ Daniel.


“Adikmu, sepertinya sedang sedih”


“Ha???  Sebentar, yang kau bicarakan Joe atau Selena?” ~ Daniel.


“Selena! Ya kali bocah liar itu merasa sedih!”

__ADS_1


“Oh Selena…” ~ Daniel.


“APA KAU BILANG?!!!!!” ~ Daniel.


Alex menjauhkan ponselnya dari telinganya mendengar teriakan Daniel yang sepertinya bisa menembus telinganya.


“Aku menemukan Selena di dekat sungai, ada tumpahan kopi dibajunya serta tamparan dipipinya. Kau yakin adikmu yang satu itu baik-baik saja?”


Tut…


Alex menetap geram ponselnya. Selalu saja, selalu saja Daniel mematikan telfon mendadak seperti ini. ia kan belum mengatakan semuanya. Entah kenapa rasanya menyenangkan melihat Daniel yang sedang mengomeli Selena.


Eugene menyentuh tangan Selena membuat gadis itu mendongkakan kepalanya.


“Jika kau ada masalah, jangan ragu menceritakannya. Memendam penderitaan sendirian bisa merusak mentalmu”


“Saya ragu menceritakannya. Entah bagaimana reaksi anda nanti jika tau permasalahan saya”


“Hmmmmm....coba kutebak, kau menyukai suami orang?”


“Tidak”


“Kau menyukai psychopath?”


“Tidak”


“Kau menyukai Mafia?”


“Tidak”


“Aku menikahi tunangan orang lain. Harga diriku seperti ditelan bulat-bulat oleh bumi” Selena berbicara dalam hati. Ia sudah tidak punya harga diri lagi.


Eugene menghembuskan nafasnya, ia bingung dengan permasalahan yang sedang dihadapi Selena saat ini. Selena tak mau jujur, itu yang membuatnya khawatir tentang kondisi mental Selena jika terus berlanjut. Ia harus membicarakan ini dengan Daniel jika perlu dengan psikolog sekalian.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2