PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
MUSASHI DAN ZEE


__ADS_3

"Aku sudah mengirim dua rekan kalian ke bawah sana, bila kalian ingin segera pergi menemui mereka.."


"Aku juga tidak akan berkeberatan.."


Zee sambil tersenyum sinis berkata,


"Anak muda, bicara jangan terlalu besar.."


"Nanti menyesal sudah terlambat ."


YeSe Bu Hua yang tadinya ingin mencoba berbicara baik baik.


Tapi melihat sikap songong Nan Thian yang semakin menjadi jadi.


Dia jadi berubah pikiran dan segera menepuk meja dan berkata,


"Brakkkk..!"


"Baik..! kami akan memenuhinya, mari kita bersulang dan habiskan arak ini.!."


"Setelah ini kita boleh memulainya dengan hati puas..!"


YeSe Bu Hua segera memenuhi 4 buah cawan di atas meja hingga penuh.


Kemudian dia mengangkat cawan di hadapannya bersulang ke Nan Thian .


Setelah itu dia segera menghabiskan isi cawan hingga tandas.


Setelah biti dia membalikkan cawan kosong ditangan nya kebawah.


Tanda isinya sudah habis, setelah itu dia segera membanting cawan itu keatas lantai.


"Prangggg..!"


Cawan tersebut langsung pecah hancur berkeping-keping.


Zee dan Musashi juga mengikuti YeSe Bu Hua melakukan hal yang sama.


Hanya Nan Thian yang tidak melakukan nya, dia tidak mau gegabah sembarangan minum arak musuh.


Dia sudah terjebak racun sekali, yang menghancurkan hidup Siao Hung , juga hidup nya sendiri.


Meski tubuhnya pada dasarnya kebal racun, tapi efek racun nya bisa saja menimbulkan hal tak terduga.


Jadi kini dia lebih memilih berhati hati, menanggapi tawaran YeSe Bu Hua.


Melihat sikap Nan Thian sambil tersenyum sinis YeSe Bu Hua melirik kearah cawan arak di depan Nan Thian dan berkata,


"Ternyata kamu begitu penakut, hingga tidak berani meminumnya.."


"Baik kamu tidak mau minum, biar aku yang wakili kamu minum.."


Selesai berkata, YeSe Bu Hua langsung menyambar cawan di hadapan Nan Thian .


Menghabiskan isi, nya sebelum kemudian dia banting keatas lantai.


"Pranggg..!"


Cawan yang tidak berdosa itu, kembali jadi korban YeSe Bu Hua untuk yang kesekian kalinya.

__ADS_1


Adalah pemilik restoran, yang mengintip dari ujung tangga, hatinya sangat sakit plus khawatir.


Sakit karena cawan antik nya di banting banting dan di hancurkan begitu saja.


Masih mending kalau di ganti, kalau tidak mabuklah dia.


Tapi bila berhadapan dengan penguasa atau pejabat, biasanya lebih banyak mabuknya.


Ditagih akan ada masalah di belakang, tidak di tagih jelas rugi.


Demi pencitraan dan harga diri di tagih pasti di ganti, tapi di belakang hari.


Mereka akan kembali mengerjai balik, dengan berlindung dalam peraturan, yang mereka buat. untuk membuat mu koyak kantong lebih besar lagi.


Jadi meski tidak rela, juga harus tetap merelakan nya.


Ini hanya berarti hidup sulit, mau hidup dari makan uang pejabat lebih sulit.


Bila suatu negara pejabat kaya raya, rakyat hidup menderita, maka perekonomian sulit maju.


Karena mau hidup mengandalkan makan duit pejabat tidaklah mudah.


Perekonomian hancur, semua ikut hancur.


Siap siap terjadi kudeta pemberontakan yang akhirnya kerajaan atau dinasti terpaksa berganti.


YeSe Bu Hua setelah selesai, dua bangkit berdiri, dan berkata,


"Ayo kita sambut tamu tidak di undang ini, di luar pintu gerbang selatan..!"


Selesai berkata, YeSe Bu Hua langsung melangkah melewati Nan Thian dengan senyum mengejek.


Nan Thian lebih memilih berlompatan ringan di atas genting rumah penduduk.


Sebelum kemudian dia terbang melampaui menara pengawas, lalu mendarat di bagian luar gerbang kota.


Belum lama Nan Thian mendarat YeSe Bu Hua, di temani oleh kedua pengawal nya, juga menyusul ikut mendarat di hadapan Nan Thian .


Nan Thian tidak bersungkan lagi, dia langsung mengeluarkan pedang panca warna di tangan bersiap untuk melepaskan serangan.


Zee berkata pelan,


"Tuan putri sebaiknya kamu mundur menjauh, mengambil jarak.."


"Bila perlu panggillah mereka kemari.melindumgi mu.."


Selesai berpesan Zee langsung menerjang kedepan dengan sepasang tinju nya, yang mengeluarkan cahaya biru.


Sedangkan Musashi tanpa banyak bicara, dia langsung mencabut pedang panjang satu mata sisi.


Lalu dia segera berlari cepat dengan pedang diangkat tinggi tinggi di atas kepala.


Dalam satu teriakan keras, dalam waktu singkat puluhan tebasan pedang sudah dia layangkan mengincar seluruh tubuh Nan Thian .


Nan Thian menggunakan langkah ajaib menghindari serangan tinju beruntun yang di lepaskan oleh Zee.


Sekaligus bergerak menangkis serangan serangan tebasan pedang mematikan dari Musashi.


Begitu duel pecah, masing masing berubah menjadi 3 bayangan yang saling berkelebat kesana kemari.

__ADS_1


Saking cepatnya, YeSe Bu Hua sampai pusing mengikutinya.


Dia hanya melihat tiga bayangan saling berbelit kemudian berpisah.


Kemudian kembali menyatu, lalu berpisah.


Suara benturan keras telapak tangan kaki, juga suara benturan pedang menghiasi seluruh area pertarungan mereka bertiga.


Dalam satu kesempatan dalam gerakan lambat, terlihat Zee menyarangkan tinjunya kearah wajah Nan Thian .


Tapi saat tangan Nan Thian terpancing menangkis keatas.


Tinju Zee berbelok menyerang kebawah terarah kepada Nan Thian .


Di saat bersamaan tebasan pedang satu mata sisi Musashi juga datang menyerang leher Nan Thian dari arah belakang.


Nan Thian dalam gerakan cepat, hingga sulit diikuti oleh pandangan mata.


Dia menangkap pergelangan tangan Zee, lalu lengan Zee, dia gunakan untuk menahan tebasan pedang dari Musashi.


"Breeet..!"


"Aihhh...!"


'Sialan..!


Teriak Zee, dan dia segera mengerahkan kekuatan nya, untuk melindungi pergelangan tangan nya dari tebasan pedang Masashi.


"Trangggg..!"


Pergelangan tangan Zee yang terlindung oleh lapisan es tebal, berhasil menangkis tebasan pedang temannya sendiri.


Di saat bersamaan, kedua orang itu merasakan dada mereka masing masing, seolah olah menerima serangan keras, seperti di hantam.palu Godam, penghancur tembok.


"Bukkkk..!"


"Bukkkk..!"


Mereka berdua sama sama terlempar mundur, dengan goresan tapak sepatu mereka, yang tertinggal menghiasi lantai keras di bawah sana sejauh belasan meter.


Setelah berhasil memukul mundur mereka berdua menjauhinya, Nan Thian langsung memberikan Tebasan Pedang Tanpa Wujud.


Zee dan Musashi sama sama menyadari bahaya yang siap membunuh mereka.


Meski tidak terdengar bunyi atau cahaya dan suara apapun datang menyerang.


Kedua orang itu yang satu langsung menggunakan sepasang tinjunya membentuk perisai es, untuk menyambut serangan tebasan Nan Thian .


Orang kedua menggunakan pedang satu mata sisi, untuk menangkis serangan energi pedang tanpa wujud, yang datang menyerangnya.


"Blaaarrrr..!"


"Trangggg..!"


Serangan Nan Thian, berhasil memaksa mereka berdua terpental mundur menjauh dari nya.


Memanfaatkan situasi tersebut, Nan Thian segera melesat kedepan menjadi 8 bayangan.


Memberikan 8 Tebasan Pedang Tanpa Perasaan, menyerang Zee dan Musashi.

__ADS_1


Membuat kedua orang itu terkurung oleh energi pedang Panca Warna yang tidak berhenti mengejar mereka, meski sudah di tangkis berulang kali oleh Masashi dan Zee


__ADS_2