PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
MELAWAN LU WAN


__ADS_3

Setelah berhasil menghancurkan para pengepung nya, Nan Thian kembali mendarat di atas lantai batu, di halaman kediaman utama keluarga Chu.


"Wuttt...!"


"Dessss..!"


Tidak terlihat orang yang menyerang nya, tapi Nan Thian merasakan ada energi dahsyat, yang menghantam punggungnya.


Sehingga tubuhnya terdorong kedepan.


Belum juga Nan Thian sempat memperbaiki posisinya.


"Wutttt..!"


Lagi lagi Nan Thian merasakan ada kekuatan tidak kasat mata, muncul dari arah kiri menyerang nya.


Dengan menuruti insting, Nan Thian bergerak berputaran menghindari serangan tersebut.


Juga menghindari serangan berikutnya, yang datang menyusul dari arah kanannya.


Nan Thian yakin, serangan tersebut berasal dari keempat orang pengeroyoknya, yang mampu membuat tubuh mereka tidak terlihat dan sulit terdeteksi.


Nan Thian berulang kali hanya bisa menghindari serangan, yang datang mengikuti insting dan gerakan refleks nya saja.


Tapi saat dia berusaha membalasnya, pukulan udara kosong nya, selalu menemui tempat kosong.


Tidak ada yang berhasil mencapai sasaran.


Nan Thian akhirnya memutuskan memejamkan matanya, membiarkan insting dan pendengaran nya saja, yang bekerja.


Dengan cara itu Nan Thian bisa fokus mendeteksi asal serangan mereka.


Dengan mendengarkan pergerakan pukulan mereka, yang memecah dan bergesekan dengan udara


Dengan cara ini, akhirnya mulai muncul bayangan keempat orang itu, yang berseliweran di sekitar tubuh Nan Thian .


Secara bergantian mereka melakukan serangan mematikan kearah Nan Thian, dari tempat tempat tak terduga.


Nan Thian yang sudah bisa membaca arah posisi mereka berempat.


Dia masih berpura-pura tidak tahu, sambil menunggu kesempatan baik.


Untuk memberikan serangan balasan yang mematikan dan akurat.


"Wuttttttt..!"


Kesempatan akhirnya datang, serangan lawan lewat di samping Nan Thian .


Nan Thian yang sudah membaca dan melihat lewat mata batinnya, ada peluang di bagian punggung lawannya sedang terbuka.


"Brukkkk...!"


Nan Thian membalas menyarangkan tapaknya, yang sarat energi Qian Kun Im Yang Sen Kung, menghantam punggung lawannya.


Salah satu lawan Nan Thian itu, terpelanting menabrak tanah, hingga berguling guling.


Wujud aslinya kembali muncul.


Baru saja Nan Thian ingin menyusul memberikan serangan lanjutan, kearah orang yang sedang bergulingan itu.


"Wuttttttt...!"


Lagi lagi ada sebuah serangan tak kasat mata, dari jurusan samping kiri menerjang kearah kepalanya.


Nan Thian segera membatalkan niatnya, untuk mengejar lawan yang bergulingan.


Dia buru buru bergerak menghindar dengan memutar badannya di udara, seperti sedang melayang.

__ADS_1


Lalu dia menangkis serangan tersebut.


"Plakkkk...!"


"Dessss..!"


"Hekkkk..!"


Penyerang Nan Thian yang ulu hatinya terkena tinju dari Nan Thian .


Dia terpental tersungkur di atas lantai, dalam posisi berlutut dan meringkuk di sana dengan wajah pucat, sulit untuk bangkit berdiri.


Karena perutnya terlalu mules, hingga dia merasa sulit bernafas.


Untuk mencegah Nan Thian mengejar kearah temannya yang tidak berdaya.


Dua rekan mereka yang lain kembali datang menyerang Nan Thian dari dua jurusan berbeda.


Tapi Nan Thian yang kini sepenuhnya bisa menebak asal dari serangan, yang mereka lepaskan.


Nan Thian menjejakkan kaki keatas tanah, tubuhnya mumbul keatas.


"Wuttttttt..!"


Sehingga kedua serangan itu lewat di bawahnya.


Saat serangan mereka lewat di bawah kaki Nan Thian .


Nan Thian dengan cepat membalas dengan tendangan kedua kakinya yang berputaran di udara.


"Dessss..!"


"Dessss..!"


Kedua orang itu langsung jatuh tersungkur keatas tanah, dan kembali muncul dalam wujud aslinya .


Dengan hentakan energinya Nan Thian mengibaskan kedua tangannya berputaran.


Segera bebatuan itu melesat cepat menerjang kearah jalan darah penting, ditubuh keempat orang itu.


"Wusssh...!"


"Creebbb..! Creebbb..!" Creebbb..!"


"Creebbb..! Creebbb..!" Creebbb..!"


"Creebbb..! Creebbb..!" Creebbb..!"


"Creebbb..! Creebbb..!" Creebbb..!"


"Arggghhh..!"


Keempat orang itu menjerit tertahan, saat jalan darah penting mereka tertembus oleh serangan batu dari Nan Thian .


Mereka berempat langsung jatuh tergeletak, kehilangan nyawa, setelah menerima serangan dahsyat Nan Thian


Tapi baru saja Nan Thian menewaskan mereka.


Tiba tiba keempat tubuh yang tadinya terkapar kaku diatas tanah, diam tidak bergerak.


Secara tiba tiba tubuh mereka membal keatas, kemudian bangkit berdiri.


Dengan wajah menyeringai seram, keempat orang yang sudah tidak bernyawa, tapi terlihat seperti mayat hidup kerasukan.


Mereka segera bergerak terbang menerkam kearah Nan Thian, dengan kedua tangan terjulur kedepan.


Siap menusuk ataupun mencekik leher Nan Thian .

__ADS_1


Nan Thian bergerak ringan menghindar, sambil memberikan serangan balasan dengan tendangan kakinya.


Tendangan kaki Nan Thian sambil bergerak menghindar, mengenai telak dada salah satu penyerang nya.


Hingga penyerang nya terpental, jatuh terkapar diatas tanah.


Tapi lawannya yang terpental itu, segera mumbul keatas tubuhnya, dia kembali bangkit berdiri.


Seolah olah tidak merasakan kesakitan atas pukulan keras yang di terima nya .


Dia kembali lagi terbang menyerang kearah Nan Thian , menyusul rekan rekannya, yang lain yang berusaha menyerang Nan Thian .


Sesaat Nan Thian di buat bingung oleh jurus mayat hidup, yang tidak takut sakit tidak takut mati itu.


Tapi hal itu hanya berlangsung sedetik, sedetik kemudian Nan Thian, segera menghentakkan energi api surgawi untuk menyerang mereka.


"Plakkk..!" "Plakkk..!" "Plakkk..!"


"Plakkk..!" "Plakkk..!" "Plakkk..!"


"Plakkk..!" "Plakkk..!" "Plakkk..!"


"Plakkk..!" "Plakkk..!" "Plakkk..!"


Setiap tubuh mereka terkena serangan Nan Thian, langsung hangus terbakar menjadi abu, yang beterbangan di udara tidak bersisa lagi.


Dengan cara menghancurkan jasad mereka secara total inilah, akhirnya Nan Thian berhasil menghancurkan barisan mayat hidup yang terus mengepungnya.


Setelah berhasil menghancurkan keempat lawannya, kini Nan Thian beralih kearah Lu Wan yang berdiri agak jauh di sana.


Lu Wan inilah yang tadi menggunakan mayat keempat muridnya, untuk dia kendalikan dari jarak jauh menjadi mayat hidup menyerang Nan Thian .


Kini setelah media nya sudah tidak ada lagi, dia kini terpaksa harus menghadapi Nan Thian langsung.


Begitu mereka berhadapan, Lu Wan langsung mengeluarkan suara melengking menggetarkan seluruh tempat itu.


Kemudian dia segera menghilang menjadi sebuah kabut asap hijau, menerjang kearah Nan Thian .


Nan Thian langsung menyambutnya dengan pukulan Naga es dan Phoenix api menyatu menuju keabadian.


Seekor mahluk gabungan segera melesat menerjang kearah kabut asap hijau.


"Blesss..!"


Kabut asap hijau terbelah dua, tapi Lu Wan tidak berada di sana.


Nan Thian segera menyadari, dia kembali sudah tertipu oleh ilusi Lu Wan.


Tapi sadarnya Nan Thian sedikit terlambat, sepasang telapak tangan Lu Wan yang mengeluarkan cahaya hijau.


Sudah mendarat di punggung nya.


Roh roh hantu penasaran yang gentayangan juga ikut membantu menguatkan Kekuatan serangan Lu Wan.


"Bressss..!" "Bressss..!"


Tubuh Nan Thian terpental puluhan meter kedepan, sebelum dia sempat jatuh mendarat diatas tanah.


"Bressss..! "Bressss..! "Bressss..!"


"Bressss..! "Bressss..! "Bressss..!"


"Bressss..! "Bressss..! "Bressss..!"


Tubuh Nan Thian kembali menjadi bulan bulanan, tubuhnya terlihat terpental kesana kemari.


Seperti sebutir bola, yang terus di pukul tanpa henti, tidak di berikan kesempatan, untuk menghindar, melawan, ataupun mendarat diatas tanah.

__ADS_1


__ADS_2