
Tiga hari berlalu dengan cepat,Mo Kui Shan mulai ramai di kunjungi oleh orang orang dunia persilatan, baik dari aliran putih hitam hingga netral.
Mulai dari tokoh sakti hingga tokoh dari tingkatan rendah dengan kemampuan pas pasan.
Semuanya terlihat hadir di sana berbaur menjadi satu, pihak Mo Kui Shan memang tidak menyediakan tempat duduk khusus.
Mau itu ketua partai, tokoh sakti terkenal, hingga kalangan perguruan silat jalanan ataupun tukang pukul dan pengawal perusahaan ekspedisi.
Semua tidak ada di beda bedakan, mereka di persilahkan untuk duduk berbaur sesuka hati.
Tapi meski tidak di atur, posisi tetap terjadi dengan sendirinya.
Seperti dari golongan putih mereka berkumpul di Susi timur dan Utara.
Murid murid dan jagoan tingkat rendah, mereka mundur dengan sendirinya.
Barisan terdepan masing masing di tempati oleh Ketua Shaolin dan tiga tetua nya, Ketua Wu Tang yang juga datang dengan tetua partainya.
Ketua Khong Tong dan wakilnya juga terlihat hadir, Ketua Thian San, Xue San, Hua San, mereka juga hadir dengan murid murid utama mereka.
Di pihak golongan hitam mereka menempati posisi sebelah barat, sama seperti situasi di sebelah timur.
Di sini juga seperti itu, posisi terdepan di tempati oleh ketua ketua sekte besar, seperti Kelompok Naga Hijau, Kelompok harimau terbang, Kelompok ular Hijau, Kelompok Beruang Hitam,Sekte air langit, Sekte Lima Racun, Partai Pasir Hitam, dan terakhir partai paling berkuasa saat ini Partai Takdir Langit..
Tempat duduk barisan depan pun sangat kentara, semakin kuat partai, sekte, kelompok, ataupun aliran mereka posisi yang mereka tempati akan lebih dekat ke arena pertarungan, yang terletak di tengah dan agak kebawah sana.
Dari pihak netral posisi terdepan tidaklah banyak, hanya di isi oleh ketua partai pengemis, 4 serangkai , tiga pendekar wanita, Pendekar empat Alis dan si jari maut, perwakilan lembah hantu.
Sisanya semua menempati kursi belakang bercampur baur dengan pengunjung dari kalangan kelas rendah.
Kelompok netral mereka menempati posisi sebelah selatan arena.
Baik Nan Thian maupun Siao Hung mereka menempati posisi sebelah selatan, di tempat aliran netral.
Tapi mereka di sebelah selatan menempati posisi berlawanan arah saling berjauhan.
Nan Thian di temani oleh Zi Zi, sedangkan Siao Hung di temani oleh Siao Lung putranya dan Ying Ying putri Nan Thian dan Zi Zi.
Setelah semua pengunjung hadir lengkap, dari balik istana diatas langit masih ada langit melayang 5 orang ke pusat arena.
Sedangkan Tiga orang terakhir yang keluar dari dalam bangunan istana, mereka terlihat duduk melayang di udara dalam posisi bersila .
Lima yang melayang ketengah arena mereka semuanya adalah pria.
__ADS_1
Sedangkan 3 yang melayang di udara, 2 adalah pria satu adalah wanita.
Dari pihak sekte diatas langit masih ada langit, mereka semua mengenakan topeng penutup wajah.
Mereka hanya bisa di kenali pria atau wanita lewat bentuk badan yang mengenakan pakaian hitam ketat dan ringkas.
Sehingga wajah mereka, umur mereka, asal usul mereka, tidak ada yang bisa mengetahuinya .
Semua yang hadir di sana terlihat terkejut dengan kemampuan tiga orang pemimpin sekte diatas langit masih ada langit itu.
Orang yang mampu terbang melayang bebas di udara seperti itu, di dunia persilatan dewasa ini mungkin hanya Pendekar Api dan Es Surgawi seorang.
Tapi keberadaannya yang seperti seekor Naga sakti sangat sulit di tebak.
Dia sudah lama menghilang dari dunia persilatan.
Apalagi selama hampir 5 tahun terakhir ini, Pendekar tersebut seolah olah hilang di telan bumi.
Namanya sudah lama tenggelam tidak pernah terdengar lagi.
Banyak orang beranggapan pendekar tersebut setelah berhasil membantu dinasti Ming mengusir penjajah Mongolia.
Beliau sudah mengundurkan diri dari dunia ramai, sama seperti pendekar pendekar legenda pada umumnya.
"Bila ada yang ingin mencoba peruntungan silahkan maju..!"
"Bagi yang berhasil melewati ujian 4 arena di bawah saya.."
"Kami akan berikan satu dari beberapa sumber daya berharga seperti ginseng 1000 tahun, Jamur Ling Che merah yang langka, Teratai salju 1000 tahun, buah persik dewa, dan masih banyak hadiah langka lainnya.."
"Bagi yang berhasil melewati aku, kalian selain akan mendapatkan semua sumber daya di bawah sana, satu jenis dua buah.."
"Kalian akan di beri kesempatan memilih satu dari lima senjata pusaka ini.."
Ucap orang itu sam il mengibaskan tangannya.
Sehingga di hadapan nya muncul 5Jenis senjata pusaka, ada tombak, busur dan anak panah, Gelang, Golok dan terakhir pedang.
Dari cahaya yang terpancar dari senjata pusaka tersebut, dapat terlihat dengan sangat jelas semua senjata itu adalah senjata pusaka yang jarang ada dua nya.
Terbukti begitu kelima senjata itu di munculkan pedang di tangan Nan Thian dan Siao Hung langsung bergetar di dalam sarung mereka.
Mereka seperti menemukan lawan tanding, penasaran ingin mencobanya
__ADS_1
Tapi masing masing pedang itu, saat di sentuh oleh pemiliknya. kedua pedang itu langsung diam tunduk tidak. berani berisik lagi.
Sosok di tengah arena, seolah olah bisa merasakan kehadiran senjata pusaka lainnya, di tangan Siao Hung dan Nan Thian .
Dia segera sambil menyimpan kelima senjata pusaka nya, dia menatap kearah bangku tempat duduk di sebelah selatan sana.
Tapi dia hanya bisa merasa, tapi tidak bisa memastikan, di mana keberadaan kedua orang yang juga memilki senjata pusaka itu.
Sesaat setelah menyimpan senjatanya, dia kembali melanjutkan berkata,
"Bila diantara kalian ada yang beruntung, berhasil menerima 5 jurus dari salah satu pimpinan kami diatas sana.."
"Maka akan akan di ijinkan untuk melihat kitab pusaka tanding perguruan kami.."
"Nah sekarang silahkan maju, siapapun yang berminat boleh maju.."
"Di sini bebas, siapapun boleh maju, tidak ada peraturan mengikat.."
"Semua yang hadir punya hak yang sama.."
Begitu acara pertandingan di buka, beberapa orang terlihat mulai melayang kertas mimbar.
Mereka mulai saling bertarung sengit dan mati matian di sana.
Sedangkan petugas berbaju hitam di arena tersebut mereka memilih berdiri diam di pinggir.
Memberikan kesempatan kepada peserta yang saling berebut , untuk saling serang sendiri.
Keempat arena tempat bertarung, semuanya di penuhi oleh orang orang dunia persilatan yang saling serang.
Ada beberapa peserta yang memutuskan tidak mau saling serang.
Mereka dengan kompak, melompat langsung menerjang dan mengeroyok tuan rumah.
Senjata mereka berhamburan mendekati petugas berbaju hitam bertopeng setan yang berdiri di pinggiran arena.
Begitu senjata mereka mendekat, sebuah cahaya kuning transparan muncul melindungi pria berbaju hitam itu.
Lalu dengan satu tangan dia memberikan kibasan ringan.
"Singggg..!"
8 pengeroyoknya langsung terpental keluar dari arena.
__ADS_1