PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
PING PING SI GADIS NELAYAN


__ADS_3

Mulut Gua sudah tidak lagi terlihat, kini semua berubah menjadi reruntuhan bebatuan yang tumpang tindih menutupi seluruh tempat itu.


Di angkasa sana , kini hanya bayangan Nan Thian dan bayangan Samsara, yang masing masing mengeluarkan cahaya berkilauan, menerangi tubuh mereka masing masing.


Melihat efek yang di lepaskan oleh Nan Thian dalam jurus nya.


Samsara sambil tersenyum mengejek, di tengah udara.


Dia langsung melepaskan jurus pamungkas nya.


"Semua Buddha Iblis Kembali Keasal..!"


Kini bayangan Buddha Iblis sepenuhnya menyatu dengan tubuh Padri Setan.


Secara bersama sama mereka mendorongkan kedua tapak terbuka, kedepan.


Siap menyambut serangan Nan Thian dengan sebuah Bola Cahaya Hitam.


Saat pedang panca warna yang sarat dengan hawa jagad raya, bertemu dengan bola energi Kegelapan yang memilki kekuatan Buddha iblis.


"Blaaarrrr...!"


Kembali terjadi ledakan dahsyat di udara, saat kedua kekuatan dahsyat itu saling berbenturan kuat di udara.


Tubuh Samsara terlempar keluar dari balik hutan sebelah timur.


Seluruh area yang di lewati oleh tubuh Samsara , meninggalkan sebuah parit besar sepanjang 10 Li.


Sedangkan Nan Thian sendiri, dia juga mengalami nasib kurang lebih.


Setelah terpental sejauh belasan Li, tubuh Nan Thian yang bagaikan layang layang putus. akhirnya melayang keluar dari bibir tebing, di mana Siao Hung mengakhiri hidupnya.


Tubuh Nan Thian setelah terbang cukup jauh meninggalkan tepi tebing.


Akhirnya dia terjatuh kedalam sungai Yang Tze, yang sedang bergolak hebat.


Nan Thian langsung tertelan kedalam arus sungai Yang Tze yang sedang bergolak.


Tidak sampai sedetik tubuh Nan Thian sudah menghilang kedalam sungai.


Di tempat lain yang letaknya tinggal 2 Li dari Benteng pertahanan Kota Kai Feng.


Samsara terlihat tergeletak di atas rerumputan hijau, dia berusaha untuk bangkit.


Tapi dia gagal melakukannya, akhirnya dia pasrah tidur berbaring di sana.


Sambil menatap awan putih yang berarak tertiup angin melintasi langit biru diatasnya.


Samsara menghela nafas panjang dan berkata di dalam hati.


"Bocah busuk itu, ilmu pedangnya benar benar mengerikan."


"Aku harus cepat cepat merampungkan jurus ke 10 ku..bila ingin menahlukkan nya.."


"Bila tidak kedepan nya, bila kembali bertemu, aku pasti akan mati konyol.."

__ADS_1


Batin Samsara di dalam hati.


"Uhukkk..! Uhukkk..! Uhukkk..!"


"Uhukkk..! Uhukkk..! Uhukkk..!"


Samsara yang terbatuk batuk langsung menyemburkan darah segar keatas.


Sesaat kemudian pandangan nya langsung berubah menjadi gelap.


Dia sudah kehilangan kesadaran dirinya.


Tergeletak pingsan di sana, hingga di ketemukan oleh prajurit patroli Monggolia.


Guru Besar Negara Monggolia itupun langsung di bawa kembali ke istana YeSe Bu Hua untuk di rawat.


Sementara itu di tempat lain nya, setelah beberapa hari berlalu.


Di muara sungai Yang Tze, terlihat sebuah perahu nelayan yang berukuran kecil terombang ambing di tengah sungai luas.


Di mana air sungai Yang Tze, segera akan bergabung dengan laut kuning, kemudian mengalir menuju laut selatan.


Sebuah lautan bebas yang luas dan tidak bertepi.


Di atas perahu tersebut hanya terlihat seorang gadis muda yang berkulit sedikit gelap.


Karena sering terkena sinar terik matahari.


Gadis muda yang baru berusia sekitar 18 tahun tersebut, terlihat sedang menjaring ikan, di sekitar perairan yang terkenal banyak iklan berukuran besar.


Gadis ini biasanya bekerja bersama ayah dan kakeknya, tapi beberapa hari yang lalu.


Tiba tiba sungai tersebut bergolak hebat hingga perahu mereka terbalik.


Kakeknya terselamatkan oleh rekan rekan nelayan lain, yang kebetulan tidak terlalu jauh dari lokasi kejadian.


Tapi ayah nya tidak, ayahnya tenggelam di lokasi kejadian, terbawa pusaran air.


Saat di ketemukan oleh nelayan lain, ayahnya sudah menjadi mayat.


Ibunya sudah lama meninggal sejak kecil si gadis hidup di besarkan oleh kakek dan ayahnya.


Kini ayahnya pergi, kakek karena terlalu sedih jatuh sakit.


Mau tidak mau untuk kelanjutan kehidupan keluarganya.


Juga untuk membayar hutang keluarganya dan biaya pengobatan kakeknya.


Mau tidak mau gadis belia, yang hitam manis itu, harus turun melaut mencari ikan.


Agar bisa mendapatkan hasil yang banyak, dia nekad datang ke wilayah, yang menjadi pantangan bagi para nelayan, untuk menangkap ikan disana.


Karena arus pertemuan air sungai dan laut ditempat ini sangat tidak bersahabat.


Di tempat ini ombak besar, cuaca tidak menentu, arus juga sangat kuat dan banyak pusaran air yang bisa muncul secara tiba-tiba.

__ADS_1


Tempat ini terlalu berbahaya dan beresiko, tapi tempat ini saat cuaca sedang tenang dan baik seperti pagi ini.


Tempat ini adalah tempat pusatnya ikan ikan besar kecil berkumpul.


Di sini sangat mudah memancing ataupun ingin menjala ikan.


Gadis hitam manis yang bernama Ping Ping itu, saat ini dia sedang sibuk menarik jala ikan nya, yang kemasukan sesuatu.


Hingga perahunya sedikit oleng tertarik oleh hasil tangkapan jala nya.


Melihat hal itu, dengan wajah penuh semangat dan perasaan di penuhi kegembiraan .


Ping Ping terus mencoba sedikit demi sedikit menarik jalannya, hingga tangkapan berhasil tertarik kepermukaan.


Alangkah terkejutnya Ping Ping, saat melihat kenyataan.


Bahwa tangkapan besarnya ternyata bukanlah seekor ikan besar seperti bayangan nya.


Ternyata tangkapan di dalam jala nya adalah seekor duyung berambut putih bagaikan kepompong ulat sutra.


"Hufff..!"


Sambil mengeluh, Ping Ping menghapus keringat di kening dan lehernya dengan lengan bajunya.


Setelah itu dia baru kembali melanjutkan pekerjaan beratnya, mengangkat sosok yang terjaring oleh jala nya itu.


Perlahan tapi pasti akhirnya Ping Ping dengan seluruh tubuh basah kuyup oleh keringatnya sendiri.


Dia berhasil menarik hasil tangkapan besarnya keatas perahunya.


Saat jala yang melilit seluruh tubuh ikan duyung itu di lepaskan.


Ping Ping segera di buat kaget oleh sosok pria tampan berambut putih yang hadir didepan mata nya.


"Ahh ternyata manusia asli, bukan ikan duyung.."


Gumam Ping Ping seorang diri.


Ping Ping kemudian mencoba memeriksa nafas pemuda tampan berambut putih itu.


Dengan meletakkan jari telunjuknya di depan hidung pemuda itu yang mancung.


Hasilnya membuat Ping Ping sedikit kecewa, karena pemuda tampan yang ditariknya dari laut dengan susah payah, ternyata sudah tidak bernafas.


Tapi Ping Ping belum menyerah, dia kembali mencoba memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan pemuda itu.


Beberapa saat, dia menggelengkan kepalanya dengan ragu.


Lalu dia kembali mencoba memeriksa denyut nadi di bagian leher pemuda itu.


Sekali ini Ping Ping mengerutkan alisnya yang hitam panjang dan lentik.


Ping Ping kemudian mencoba, menempelkan telinganya di dada kiri Nan Thian .


Sekali ini ekspresi wajah nya terlihat gembira, dengan bersemangat Ping Ping segera bangun.

__ADS_1


Sambil berlutut di sisi tubuh Nan Thian .


Ping Ping segera menekan nekan dada Nan Thian dengan kuat sambil melakukan hitungan.


__ADS_2