
Souw Chi Ming menjura dengan penuh hormat saat pemuda tampan itu muncul di hadapan nya.
Meski wajahnya terlihat muda, tapi sebenarnya dia tidak lah semuda yang terlihat.
Usia aslinya tidaklah di bawah ketiga kakek Im Jian San Koai, mereka berasal dari jaman yang sama.
Pemuda tampan ini, bernama Souw Thian Yi, dia adalah orang paling berbakat sepanjang masa, dari sekte lautan pedang yang berusia ratusan tahun.
Dia bisa tetap terlihat awet muda dan berumur panjang semua ini, berkat keajaibannya semasa muda dulu.
Secara tidak sengaja dia pernah mengkonsumsi ginseng dewa dalam pertualangan nya semasa muda dulu.
Selain itu dia juga menguasai tenaga sakti Ming Yue Sen Kung, yang membuat kulit di tubuh dan wajah nya selalu bersinar cemerlang.
Ilmu andalan nya, adalah seperti ciri khas nama sektenya, yaitu pedang.
Senjata andalan nya adalah pedang Ming Yue Cien sebatang pedang pusaka, yang dia temukan juga secara bersamaan dengan ginseng dewa yang di konsumsi nya.
Sepanjang hidupnya dalam pelbagai pertarungan besar kecil, dia belum pernah sekalipun terkalahkan.
Makanya sorot matanya terlihat memiliki kepercayaan diri nya, yang begitu tinggi.
Thian Yi menatap kearah Souw Chi Ming dan berkata,
"Dia mampu mengalahkan si sombong Fang La dan para sesepuh nya, itu tidak perlu di buat heran.."
"Sekte itu hanya pandai bersombong saja, kenyataan dan nama sekte jauh dari kata sesuai.."
"Tapi dia juga mampu mengalahkan Im Jian San Koai, kelihatannya aku memang harus pergi menemuinya.."
Ucap Thian Yi dengan suaranya yang sulit di tangkap, apa yang jadi pemikiran nya.
Thian Yi terlihat menoleh kearah angkasa, kemudian dia mengeluarkan sebuah suara siulan nyaring memecah keheningan di atas puncak Ming Yue Shan, yang sedang tertutup kabut halimun.
Tidak lama kemudian terdengar suara sahutan pekik nyaring dari jarak yang cukup jauh.
Tapi dalam sekejap saja, sudah terlihat seekor burung Hong, sedang terbang mendekati puncak Ming Yue Shan.
Dengan mencekal lengan Souw Chi Ming, Thian Yi langsung membawanya terbang keatas.
Sesaat kemudian mereka berdua sudah duduk di atas punggung burung Hong, yang membawa mereka beterbangan berputaran di atas puncak Ming Yue Shan.
Thian Yi dengan suara tenang dan lembut berkata,
"Chi Ming kemana arah kita sekarang.."
"Beritahukanlah pada Feng Huang Xiong.."
"Jadi dia tahu kemana harus mengantar kita.."
"Kearah selatan, kota Nan Jing.."
"Di sana orang itu berada.."
Jawab Souw Chi Ming cepat.
__ADS_1
Burung Hong yang di panggil Feng Huang Xiong, itu seperti mengerti bahasa manusia.
Dia segera menjawabnya dengan pekik nyaring nya, dan mulai bergerak terbang kearah selatan.
Dengan menunggangi burung Hong, Thian Yi dan Souw Chi Ming, dua orang yang berbeda angkatan.
Seorang muda dan seorang tua, tapi yang muda memanggil yang tua kakek guru.
Keadaan yang terasa janggal, tapi nyata.
Tidak butuh waktu lama kedua manusia aneh itu, sudah mulai mendekati ibukota Nan Jing.
Dari kejauhan Souw Chi Ming menunjuk kearah pagoda raksasa, yang berdiri gagah di ibukota Nan Jing.
"Di sana,.. menurut kabar informasi dari mata mata kita, pemuda berambut putih itu ada di sana, di temani oleh seorang gadis yang bisa menjelma jadi Naga Emas."
Ucap Souw Chi Ming memberikan informasi nya.
Thian Yi mengerutkan alisnya dan berkata dengan agak heran,
"Gadis yang bisa berubah jadi Naga Emas..?"
"Apa itu Siluman Naga Emas ? atau seorang gadis yang memilki ilmu tenaga sakti Naga Emas..?"
"Ini semakin menarik.."
Ucap Thian Yi yang terlihat sedikit penasaran.
Burung Hong tunggangan mereka tidak perlu diarahkan, dia seperti sudah tahu kemana harus menuju .
Nan Thian yang sedang duduk melamun menatap rembulan, melihat ada burung besar terbang melintas.
Sepasang mata nya yang tajam, segera bisa melihat dengan jelas. Burung apa yang sedang terbang lewat, dan kedua penumpang yang duduk diatas punggung burung itu, juga terlihat jelas oleh nya.
Nan Thian segera berkata,
"Kim Kim,.. kelihatannya masalah baru datang lagi.."
"Tidak di sangka Su Zhou ternyata menyimpan begitu banyak orang sakti.."
Kim Kim berjalan menghampiri pinggiran pagar pembatas, lalu berkata.
"Burung sombong itu, melihatnya saja,.. langsung bikin sebal. "
"Harus di beri pelajaran.."
Ucap Kim Kim.
Belum selesai ucapan nya, dia sudah berubah menjadi Naga Emas, lalu melesat mengejar kearah Burung Hong, yang sedang terbang berputaran di angkasa.
Nan Thian tanpa di minta, dia juga sudah ikut melesat keangkasa. Sedetik kemudian, dia sudah duduk manis di punggung Kim Kim.
"Rooaaarrrrrrr...!"
Kim Kim langsung mengeluarkan suara raungannya, yang memecah kesunyian malam.
__ADS_1
Burung Hong yang merasa ada mahluk yang berani menantang nya.
Dia juga mengeluarkan pekik marah, kemudian melesat cepat menerjang kearah Kim Kim.
Kim Kim tentu saja tidak mau kalah, sambil bergerak meliuk liuk di udara.
Dia juga melesat menerjang kearah burung Hong itu, dengan sepasang cakar dan moncong nya terpentang lebar.
Siap merobek robek dan mencabik cabik tubuh dan leher penantang nya.
Saat kedua mahluk legenda itu hampir bertabrakan di udara.
Thian Yi yang duduk di punggung burung Hong nya. Sambil berdiri gagah, dia melepaskan dua Tebasan Pedang Ming Yue Cien menerjang kearah Kim Kim.
Kim Kim tidak gentar dengan serangan tebasan pedang Ming Yue Cien, yang mengeluarkan cahaya berbentuk bulan sabit raksasa. Terlihat bergerak horisontal menyambut kedatangan nya.
Di saat bersamaan Nan Thian yang berada di punggung Kim Kim, yang tidak ingin melihat sahabatnya terjadi sesuatu.
Dia juga langsung melepaskan tebasan pedang, yang mengeluarkan cahaya panca warna bergerak cepat menyambut serangan Thian Yi.
"Singggg..!"
"Singggg..!"
"Blaaarrrr...!'
"Blaaarrrr...!'
Terjadi ledakan benturan energi di udara.
Kedua Tebasan energi pedang, yang di lepaskan oleh Thian Yi dan Nan Thian. Sama sama sirna tak berbekas, setelah bertemu dan meledak di udara.
Sejauh ini kekuatan mereka berdua masih berimbang.
Thian Yi segera melesat meninggalkan punggung burung Hong tunggangan nya, untuk menyerang Nan Thian dengan pedang nya.
Nan Thian tentu saja tidak tinggal diam, dia juga ikut melesat meninggalkan punggung Kim Kim.
Untuk menyambut tikaman pedang Ming Yue Cien, yang di lepaskan oleh Thian Yi, dengan disertai dukungan Ming Yue Sen Kung.
"Trangggg..!"
Trangggg..!"
Trangggg..!"
Trangggg..!"
Trangggg..!"
Benturan pedang beruntun terjadi di udara, hanya terlihat dua bayangan yang berkelebat kesana kemari.
Bunga api terlihat berpijar pijar di udara, selain itu juga terdengar suara benturan senjata logam keras, memenuhi udara.
Di posisi lain, Souw Chi Ming juga sudah menghunus pedang nya, terbang kearah Kim Kim, membantu burung tunggangan nya, menyerang Kim Kim, secara keroyokan.
__ADS_1