
Sesaat kemudian terlihat Kim Kim sudah melesat menyusul kearah kepergian Nan Thian .
Nan Thian sendiri tiba lebih dari prajurit yang di utus pergi mengundang nya tadi.
Nan Thian segera berjalan dengan langkah terburu-buru, pergi menemui Wu Nan yang menantinya di menara pengawas diatas pintu gerbang Utara.
Saat tiba di ruangan menara pengawas, Nan Thian menemukan Wu Nan berdiri di tepi tembok pembatas, menatap kearah jauh kedepan dengan wajah cemas.
Nan Thian segera menghampiri Wu Nan dan berkata,
"Jendral Wu apa yang terjadi..?"
Wu Nan tanpa menoleh dan berkata, dia menunjuk kedepan kearah Utara.
Di mana terlihat pergerakan barisan pasukan yang sedang bergerak mendekati Nan Jing.
Lampu obor mereka yang berkelap kelip terlihat dari kejauhan memanjang bagaikan ular yang memanjang.
Nan Thian ikut memperhatikan kearah yang di tunjuk oleh Wu Nan.
Sepasang matanya yang jauh lebih tajam, bisa melihat lebih jelas pergerakan pasukan yang sedang bergerak menuju kearah mereka.
"Dari yang terlihat kelihatan nya, pasukan yang datang tidak kurang dari 20.000.."
Ucap Nan Thian sambil terus mengamati kearah barisan pasukan, yang terus bergerak mendekat kearah mereka.
Wu Nan mengangguk dan berkata,
"Benar sekali, mata mata kita juga sudah melaporkan itu, pimpinan pasukan nya adalah Zhang Shiyin adik terkecil Zhang Shizheng."
"Tapi menurut laporan awal, Zhang Shiyin datang dengan 50.000 personil dan sudah berkemah di tepi sungai Wu Jiang beberapa waktu yang lalu.."
"Kini dia hanya datang dengan kekuatan 20.000 personil, ini agak sedikit tidak masuk akal.."
"Apalagi setelah beberapa waktu lalu, kita baru saja menewaskan Lu Zhen dan menghancurkan barisannya.."
"Aku khawatir dia sudah membagi pasukan nya untuk menyerang dari jurusan lain.."
"Jumlah pasukan kita yang hanya 5000 tidak memungkinkan kita membagi menjaga gerbang kota tiga sisi yang lain nya.."
Ucap Wu Nan yang semakin terlihat cemas.
Nan Thian kini paham dengan yang di khawatirkan Wu Nan.
Bagaimana pun hebatnya dia, dia tidak mungkin bisa membelah diri muncul di 4 jurusan secara bersamaan.
Sedangkan kekuatan pasukan penjaga kota Nan Jing memang sangat terbatas.
Sulit di bagi ataupun sulit untuk bertahan dari gempuran pasukan lawan yang jauh lebih banyak.
Nan Thian diam diam mengeluh di dalam hati, sekali ini kelihatannya selain dia harus membuka pantangan membunuh secara masal.
Dia juga terpaksa mengerahkan Kim Kim untuk membantunya, hanya Kim Kim yang bisa membantunya mengatasi situasi ini dengan cepat.
Nan Thian mengangkat kepalanya kearah langit langit ruangan dan berkata,
"Kim Kim mau sampai kapan kamu bersembunyi di atas sana ?"
__ADS_1
"Turunlah kebawah sini, sekali ini aku membutuhkan tenaga bantuan mu.."
Kim Kim langsung melayang turun, mendarat di hadapan Nan Thian dan Wu Nan.
Kemunculannya yang tiba tiba sedikit mengagetkan Wu Nan.
Wu Nan. itu buru menjura kearah Kim Kim penuh hormat.
"Nona Kim Kim terimalah salam hormat dari ku.."
Kim Kim tertawa nakal dan berkata,
"Tidak berani,.. tidak berani.."
"Nanti akan ada orang yang kembali menginjak kaki ku ."
Nan Thian tahu Kim Kim sedang balas dendam menyindirnya.
Dia hanya menanggapinya dengan senyum masam, tidak berkata apa-apa.
Sesaat kemudian dia baru berkata,
"Kim Kim situasi sedang genting, gerakan mu lebih cepat, kamu bantulah aku awasi 3 gerbang lainnya dari udara sana."
Kim Kim menatap kearah Nan Thian dan berkata,
"Tuan Yue yang hebat, kamu sedang berbicara dengan ku..?"
"Maaf yang rendah ini kurang pengalaman, pendengaran juga sudah kurang baik, jadi bila ada sedikit lambat tangkap, mohon di maklumi saja."
Nan Thian tahu Kim Kim sengaja ingin mempermainkan nya, karena posisinya saat ini sedang di atas angin .
Nan Thian menghela nafas panjang mencoba untuk sebisa mungkin bersabar, menghadapi kelakuan sahabatnya itu.
Nan Thian mencoba untuk tidak menanggapi ucapan Kim Kim yang sengaja mempermainkan nya.
"Kim Kim situasi sangat mendesak, harap jangan main main lagi.."
"Serius lah sedikit, kamu harus segera berangkat untuk membantu mengawasi keamanan di tiga pintu gerbang lain nya."
Kim Kim menatap Nan Thian dengan wajah di buat seserius mungkin dan berkata,
"Maaf tuan besar Yue, aku sudah sangat serius mendengarkan nya dari tadi."
"Maaf bila aku yang bodoh kurang pandai memahami maksud perkataan tuan Yue.."
"Mungkin maksud tuan besar Yue, tuan sedang memohon pada ku, untuk membantu mu menjaga tiga pintu gerbang selatan barat dan timur.."
"Bukan begitu..?"
Ucap Min Min pura pura pilon.
Nan Thian sambil menahan kesal, mengangguk perlahan dan berkata,
"Kira kira seperti itu lah.."
Kim Kim sambil tersenyum nakal berkata,
__ADS_1
"Begini tuan besar Yue, sebenarnya aku kurang tertarik dengan permintaan mu.."
"Aku yang bodoh dan kurang pintar, takut salah langkah, sehingga membuat tuan besar Yue kurang senang, atau bahkan menyalahkan aku nanti nya.."
Nan Thian mulai tidak sabar dengan sikap Kim Kim yang bertele-tele dan semakin menyebalkan.
Dia pun berkata dengan suara kesal,
"Katakan saja, apa syarat mu cepat tidak usah bertele tele, aku tidak punya waktu banyak.."
Kim Kim sambil menahan senyum kemenangan berkata,
"Ohh begitu ya, maaf kebodohan ku, telah membuang waktu tuan besar Yue yang berharga.."
"Begini saja, singkat saja.."
"Asal tuan Yue berjanji membantu ku untuk bisa menjadi nenek bibi guru mu yang ketiga.."
"Aku tentu akan segera pergi menjalankan tugas itu.."
"Bagaimana..?"
Nan Thian langsung menangkap maksud ucapan Kim Kim yang semakin kelewatan.
Meminta nya membantu dia jadi istri kakek paman gurunya Li Fei Yang.
Ini tentu saja adalah permintaan yang sangat mustahil dan agak sedikit kelewat batas.
Nan Thian sudah tidak bisa bersabar lagi, dia segera mendengus kesal dan berkata,
"Lupakan saja, kamu boleh kembali ke menara atau kemana pun kamu suka.."
"Aku bisa menanganinya sendiri.."
"Ayo Jendral Wu, kita pergi kedepan sana, untuk membuat perencanaan lain ."
Melihat Nan Thian yang akhirnya sewot juga.
Meledaklah suara tawa Kim Kim.
Beberapa saat setelah dia puas menertawai Nan Thian , dia baru berkata,
"Aku hanya bercanda dengan mu, jangan terlalu serius.."
"Aku tentu saja akan pergi membantu mu.."
"Tapi mengenai permintaan ku tadi harap di pertimbangkan lagi, itu juga bukan hal yang buruk buat dia.."
Ucap Kim Kim sambil tertawa, lalu dia langsung melesat pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Jangan mimpi kamu,..! tidak akan pernah itu..!'
Balas teriak Nan Thian kesal.
Tapi Kim Kim hanya membalas menanggapinya, dengan suara tertawa panjang nya.
Wu Nan berusaha menahan tawa, melihat candaan kedua pemuda pemudi yang sakti itu.
__ADS_1
Tapi kini hatinya menjadi lega, setelah Kim Kim menyanggupi untuk pergi membantu mengawasi 3 pintu gerbang lainnya.