
"Mohon antarkan kami untuk bertemu dengan Tai Ping Wang secara langsung.."
"Tidak bisa, mau titipkan..!"
"Tidak silahkan pergi dari sini..!"
Bentak salah satu prajurit dengan nada tinggi.
Sun Jian terlihat tidak berdaya, dia memandang kearah putrinya.
Putrinya memberi kode dengan gelengan kepala.
Di saat Sun Jian hampir mundur dari sana, sambil mencoba untuk memikirkan jalan lain, agar bisa mengembalikan kantung uang itu kembali ketangan yang berhak.
Tiba-tiba Kim Kim datang dengan sepasang tangan penuh dengan Ping Tang Hu Lu, sejenis permen gulali jaman China kuno.
Melihat perdebatan yang terjadi di depan pintu gerbang, dan dia mengenali Sun Jian dan Siao Hung.
Dia segera berjalan menghampiri mereka berdua dan berkata,
"Apa yang terjadi, ? ada apa ribut ribut di sini..?"
Melihat kedatangan Kim Kim keempat penjaga itu buru buru berlutut dan memberikan laporan ke Kim Kim.
"Lapor Yang Mulia Tai Ping Kung Cu, kedua orang ini bernama Sun Jian dan Sun Siao Hung."
"Mereka ingin memohon ijin masuk kedalam istana, untuk menemui Tai Ping Wang dan mengembalikan sesuatu ke Yang Mulia Tai Ping Wang.."
"Kami minta mereka titipkan ke kami barangnya, tapi mereka tidak bersedia.."
"Jadi kami pun menolaknya.."
"Itulah kronologi yang terjadi barusan.."
Ucap salah satu prajurit menjelaskan.
Kim Kim sambil tersenyum santai berkata,
"Kalian semua berdirilah, mengapa begitu repot.."
"Antarkan saja kan beres, buat apa kalian mempersulit orang.."
"Ya sudah biar saya yang antar saja kedalam.."
Tegur Kim Kim.
Keempat prajurit itu mengangguk patuh, lalu mundur memberi jalan.
Meski didalam hati mereka ingin berbantah demi keamanan.
Tapi mereka tidak ada yang berani berbicara, mereka hanya bisa menelan saja Omelan Kim Kim.
Kim Kim setelah memberikan teguran ke bawahannya, dia segera menoleh kearah Sun Jian dan Siao Hung.
Lalu dia berkata cepat,
__ADS_1
"Ayo,.. kalian ingin masuk kedalam kan ? untuk menemui kakak ku.."
"Ayo ikut dengan saya, biar saya yang antar kalian menemui kakak ku.."
Ucap Kim Kim santai dan ramah.
"Terimakasih Tai Ping Kung Cu.."
Ucap Sun Jian dan Sun Siao Hung cepat, sambil menjura kearah Kim Kim penuh hormat.
Kim Kim tersenyum ramah dan berkata,
"Ayo ikut dengan ku, mari kita kedalam, tak perlu sungkan.."
Sun Jian dan Sun Siao Hung mengangguk cepat, dengan wajah gembira.
Mereka segera mengikuti Kim Kim masuk kedalam, melewati keempat penjaga, yang kini hanya tertunduk diam tidak berkutik, saat mereka berdua lewat.
Setelah mereka berdua mengikuti Kim Kim masuk, mereka baru paham ternyata untuk bisa menemui Tai Ping Wang sangatlah tidak mudah.
Untuk bisa mencapai komplek kediaman Tai Ping Wang saja, mereka harus berulang kali melewati beberapa pintu gerbang, yang di jaga dengan ketat.
Tembok tembok tinggi di kanan kiri jalan membatasi pergerakan mereka.
Mereka hanya ada dua pilihan jalan maju atau mundur, maju ada gerbang yang di jaga ketat, begitupula bila ingin mundur.
Jalan yang mereka tempuh mirip labirin perangkap tikus.
Untungnya ada Kim Kim yang menjadi penunjuk jalan, sehingga mereka berdua bisa masuk kedalam istana dengan lancar.
Kim Kim langsung membawa mereka menuju taman kolam ikan.
Dari kejauhan, mereka bertiga sudah bisa melihat dengan jelas keberadaan Nan Thian yang sedang berdiri menyamping kearah mereka.
Nan Thian terlihat sedang memberi makan ikan ikan emas, yang pada berkumpul di sana.
Sedang menunggu taburan makanan dari Nan Thian.
Untuk mencapai kearah posisi Nan Thian mereka harus melewati koridor jembatan panjang yang berbelok belok.
Siao Hung sangat terkejut, saat mengetahui Tai Ping Wang yang mereka ingin temui.
Ternyata adalah pemuda tampan berambut putih, yang membuat dia kagum sekaligus heran itu.
Karena tidak bisa menahan rasa penasaran nya, akhirnya Siao Hung berjalan merendengi Kim Kim dan berkata,
"Kakak cantik, kenapa dengan rambut kakak tampan ?"
"Kakak tampan masih muda kenapa rambutnya sudah putih semua..?"
Sun Jian langsung terbatuk batuk tersedak ludahnya sendiri, saat mendengar pertanyaan putri nya, yang kurang sopan.
Dia benar benar merasa sungkan dan tidak enak hati di buatnya.
Nan Thian yang berpendengaran tajam, dari jauh dia bisa mendengar dengan jelas pertanyaan Siao Hung dan suara batuk Sun Jian.
__ADS_1
Sejak mereka datang memasuki kawasan taman, bersama Kim Kim.
Nan Thian sudah mendeteksi kehadiran mereka, dia hanya berpura pura tidak tahu dan tidak perduli saja.
Sun Jian yang merasa sungkan sedikit kaget, saat mendengar Kim Kim justru menanggapi pertanyaan putri nya yang kurang pantas itu.
Kim Kim dengan wajah polos tanpa bersalah langsung menjawabnya sesuka hati.
"Ohh itu,.. itu karena kakak ku terlalu banyak menelan ulat sutra.."
"Jadi rambut di kepalanya, berubah jadi seperti kepompong ulat sutra ."
"Coba perhatikan baik baik mirip kan.."
Ucap Kim Kim tanpa merasa bersalah.
Nan Thian yang bisa mendengarnya dengan jelas, dia langsung mengerutkan sepasang alisnya yang tebal.
Dia menghentikan aktivitasnya sejenak, lalu mengirim pesan suara kearah Kim Kim.
"Kamu kalau tidak bisa menjaga mulut ember mu.."
"Percaya tidak aku akan pergi ke Yue Ming Shan, merobek mulutnya.."
Mendengar ancaman Nan Thian , Kim Kim langsung meleletkan lidahnya.
Lalu dia tidak banyak bicara lagi, dia langsung menunjuk kearah Nan Thian dan berkata,
"Tai Ping Wang ada di sana, silahkan kalian kesana saja sendiri.."
Lalu Kim Kim segera mengambil langkah seribu kabur dari sana.
Sebaliknya Sun Jian dan Siao Cui yang mengira ucapan asal Kim Kim sepenuhnya benar.
Mereka berdua setelah berpisah dari Kim Kim dan tiba di hadapan Nan Thian .
Mereka berdua tanpa sadar terus mengamati kepala Nan Thian .
Nan Thian tentu saja jadi risih dan serba salah, di dalam hati dia mengutuk habis mulut sahabatnya yang seperti ember itu.
Kalau bicara jarang di saring dengan otaknya.
Untuk mengurangi kecanggungan, Nan Thian pun sambil tersenyum ramah berkata dengan sopan.
"Paman nona silahkan duduk, "
"Paman dan nona bersusah payah datang kemari pasti ada hal yang penting.."
"Bila ada sesuatu sampaikan saja, tak perlu sungkan.."
"Bila Nan Thian bisa bantu tentu Nan Thian akan membantu nya.."
Siao Cui di dalam hati berkata,
"Ahh ternyata namanya Nan Thian , keren amat sama dengan penampilan nya, kecuali kepalanya yang mirip kepompong ulat sutra..itu agak jelek.."
__ADS_1
Nan Thian tersenyum Canggung saat menyadari Siao Cui masih terus saja mengamati kepalanya.
Seperti seorang profesor sedang meneliti benda asing yang langka.