PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
KEKUATAN KWEE LUN MENINGKAT PESAT


__ADS_3

Kim Kim menjadi sangat marah dengan Kam Hong, yang datang menganggu kesenangan nya, mengumpulkan kekuatan roh manusia yang di bunuhnya.


"Rooooaarrr...!"


Sambil melepaskan raungan penuh kemarahan, Kim Kim kembali melesat meliuk liuk menerjang kearah Kam Hong.


Melihat kedatangan Kim Kim Kam Hong segera melepaskan tebasan tebasan hawa pedang yang jauh lebih kuat lagi menyerang Kim Kim.


"Cuiiit..! Cuiiit..! Cuiiit..! Cuiiit..!"


"Cuiiit..! Cuiiit..! Cuiiit..! Cuiiit..!"


"Cuiiit..! Cuiiit..! Cuiiit..! Cuiiit..!"


"Cuiiit..! Cuiiit..! Cuiiit..! Cuiiit..!"


Terdengar suara bercuitan dari hawa pedang Kam Hong yang membelah udara menyerang Kim Kim.


Tapi Kim Kim yang bergerak meliuk kesana kemari melenggang lenggok dengan sangat cepat.


Serangan yang Kam Hong lepaskan tidak ada satupun yang berhasil menyentuh nya


Semua serangan Kam Hong meleset, menghantam kearah tembok benteng kota.


"Sraaat..! Sraaat..! Sraaat..!"


"Sraaat..! Sraaat..! Sraaat..!"


"Sraaat..! Sraaat..! Sraaat..!"


"Sraaat..! Sraaat..! Sraaat..!"


Serangan yang gagal menyentuh Kim Kim, menjadikan tembok kota sebagai sasaran.


Menimbulkan bekas gores pedang yang cukup dalam disepanjang dinding tembok kota.


Dinding tembok kota yang menjadi korban serangan Kam Hong.


Terlihat berguguran pasir batu dan debu saat terkena serangan hawa pedang Kam Hong.


Kim Kim yang tidak tersentuh oleh tebasan pedang Kam Hong, tahu tahu sudah muncul di hadapan Kam Hong.


Kim Kim langsung menggunakan cakar depannya yang mengeluarkan cahaya emas.


Untuk mencengkram dan mencakar Kam Hong, Karena sudah begitu dekat.


Kam Hong hanya bisa menggunakan pedangnya untuk menangkis dan menahan serangan cakar Kim Kim yang datang.


"Cringggg...!"


Bunga api berpijar, di ikuti oleh bunyi memekakkan telinga, saat pedang dan cakar beradu.


Begitu cakar kanan tertangkis, cakar kiri pun kembali datang menyerang.


"Cringggg...!"


Lagi lagi pedang dan cakar beradu, bunga api kembali terdengar.


Suara menyakitkan telinga kembali terdengar .


"Wuttttttt..!"


Kim Kim menyerang dengan Ekor nya, mencoba menghajar Kam Hong dengan kibasan Ekor nya yang kuat.

__ADS_1


Tapi serangan ini tidak berhasil, Kam Hong yang memilki ukuran tubuh jauh lebih kecil, jelas lebih lincah dan lebih cepat pergerakan nya.


Hal ini membuat serangan Kim Kim terlihat lamban, tidak dapat menjangkau Kam Hong sama sekali.


Kam Hong memanfaatkan serangan Kim Kim yang gagal, dia memberikan tebasan pedang dari bawah keatas.


Menyerang kearah bagian perut Kim Kim.


"Singgg..,!"


Suara berdesing di ikuti oleh bayangan pedang putih transparan melesat cepat.


Menghantam bagian perut Kim Kim.


"Bresss...!"


"Rooaaarrrrrrr...!"


Kim Kim meraung marah, saat dia lagi lagi di buat terpental oleh serangan hawa pedang Kam Hong.


Tapi belum juga Kim Kim sempat memperbaiki posisinya.


Kam Hong kembali datang menerjangnya dengan tebasan pedang yang jauh lebih dahsyat lagi.


"Bresss..!"


"Brakkkk..!"


Kim Kim jatuh menabrak tanah, sekali ini Kim Kim merasakan tubuhnya sakit sakit dan ada darah menetes dari bagian perutnya yang terluka.


Kam Hong memberikan serangan dua kali di tempat yang sama, ditambah lagi serangan kedua di lakukan.


Setelah tadi dia dengan cepat mengkonsumsi ramuan peningkat tenaga dalam dari Thian Tu.


Tentu saja kekuatan serangan nya,.menjadi tidak main main.


Sudah muncul untuk menebaskan pedangnya kearah kepala Kim Kim.


"Singggg...!"


"Brakkkk..!"


Sebelum tebasan Kam Hong berhasil bersarang di kepalanya.


Kim Kim sempat menggerakkan tanduknya, untuk menyambut serangan dahsyat dari Kam Hong.


"Brakkkk..!"


Kepala Kim Kim di paksa membentur tanah oleh kekuatan serangan Kam Hong.


Tanduk di bagian kepala Naga Emas patah sebelah.


Kepala Naga Emas terbanting keras menghantam tanah hingga debu batu beterbangan.


Sebelum debu yang memenuhi udara hilang, tebasan pedang Kam Hong yang tidak kalah dahsyat, di banding sebelumnya kembali datang.


"Singggg...!"


"Brakkk...!"


Kim Kim yang sedang tergeletak diatas tanah, karena kepalanya masih terasa pusing.


Akibat menerima hantaman keras yang membuat tanduk di kepalanya patah.

__ADS_1


Dia kembali di buat terpental keluar dari posisinya, oleh hantaman berikutnya yang datang.


Tubuh Kim Kim terpental menabrak tembok Kota, hingga melesak kedalam.


Membentuk retakan besar di sekitarnya.


Kim Kim jatuh tak berdaya di atas tanah, kembali kebentuk nya sebagai manusia.


Saat berusaha bangun Kim Kim memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Wajahnya terlihat sedikit pucat, darah mengalir turun dari kepala melewati kening nya, menetes kebawah.


Matanya terpaksa sedikit di kedipkan, untuk mengusir tetesan darah, yang mengalir kebawah menganggu pandangan matanya.


Kam Hong yang sedang melayang di atas ketinggian sana,.sambil tersenyum penuh kemenangan.


Dia kembali mengangkat pedang nya tinggi tinggi di atas kepala, mengumpulkan dan memusatkan kekuatan nya.


Hingga memunculkan seberkas cahaya menembus langit, sesaat kemudian dengan gerakan sadis tanpa ampun.


Kekuatan tersebut ditebaskan kebawah, tepat dia arahkan ke Kim Kim.


Kim Kim di bawah sana tersenyum pasrah sambil memejamkan matanya, dia berkata pelan.


"Selamat tinggal Thian Yi ke ke, Nan Thian ke ke.."


"Maaf..!"


Di tempat lain Nan Thian tentu melihat semua kejadian ini, dia berulang kali ingin pergi kesana.


Tapi Kwee Lun selalu menghalanginya, kini pun Kwee Lun sedang mengajaknya beradu kekuatan.


Pedang dan golok saling menempel, saling tekan masing masing harus mengerahkan kekuatan puncak untuk saling dorong.


Siapapun yang mundur duluan pasti akan terluka parah, bahkan mungkin mengalami kematian tragis.


Akibat tenaga sendiri yang membalik di tambah dengan kekuatan serangan lawan.


Jadi Nan Thian benar benar tidak berdaya pergi membantu sahabatnya yang sedang dalam bahaya.


"Blaaarrrr...!"


Cahaya putih membentuk bayangan pedang jatuh dari langit, menghantam kearah posisi Kim Kim berada.


Menimbulkan ledakan dahsyat, yang membuat debu pasir batu berterbangan naik keatas menutupi pandangan.


Sehingga apa yang terjadi di balik debu pasir batu yang membumbung keudara.


Tidak ada yang bisa melihatnya dengan jelas.


Nan Thian sangat marah, akan situasi yang menimpa sahabatnya.


Dia menghentakkan kekuatan gabungan cahaya panca warna dengan kekuatan gabungan api dan es surgawi.


Seluruh tubuhnya memancarkan cahaya panca warna, juga bagian luarnya di selimuti cahaya energi hitam putih yang saling melingkar, hingga membentuk gambar Tai Chi.


Hentakan pengendalian kekuatan alam semestanya tanpa batas, membuat Kwee Lun harus mengakui dirinya masih kalah unggul dari Nan Thian .


Kwee Lun terlihat terpental mundur bagaikan layangan putus, menjauhi posisi Nan Thian .


Tapi sambil bergerak mundur, Kwee Lun mengeluarkan sesuatu dari sakunya,. dia mengikuti jejak Kam Hong.


Minum ramuan dari Thian Tu untuk memacu kekuatannya, sampai melampaui batas puncak yang tidak mungkin bisa di capai nya dalam keadaan normal.

__ADS_1


Segera setelah dia meminumnya kekuatan Kwee Lun meningkat berkali kali lipat.


Terjadi hentakan energi, sehingga muncul bola merah transparan menyelimuti seluruh tubuh Kwee Lun di dalam sana.


__ADS_2