
Sementara itu di sisi kiri, Kim Kim yang berubah menjadi Naga Emas., Sambil mengeluarkan suara raungan keras.
Yang berhasil membuat pasukan baris depan, pada jatuh terguling menutupi lubang telinga mereka sendiri.
Kim.Kim juga memberikan semburan api biru menyapu barisan pasukan lawan yang berada di hadapan.
Kemanapun Kim Kim bergerak pasukan lawan pasti tewas terkepung api.
Belum lagi yang tertabrak terhempas oleh pergerakan Kim Kim yang terbang menabrak kesana kemari.
Sambil memainkan hantaman kibasan ekornya yang dahsyat, pasukan Zhang Shide sebelah kiri, juga mengalami porak poranda, yang tidak kalah buruk ketimbang sisi kanannya.
Zhang Shide yang dari kejauhan menyaksikan pasukannya tidak berdaya menghadapi Kim Kim dan Nan Thian.
Dia segera berkata,
"Mohon senior bertiga tentukan, siapa yang akan pergi menghadapi Pemuda rambut putih itu, Juga Naga Emas raksasa itu..?"
Sebelum ketiga orang jagoan itu menjawabnya, Li Po angkat bicara,
"Panglima, menurut ku, pemuda itu hanya bisa di hadapi oleh senior Kwee."
"Tentu bila membawa obat penambah kekuatan dari senior Thian Tu, akan lebih baik.."
"Sedangkan Naga Emas itu, aku rasa senior Kam Hong saja cukup.."
Belum selesai ucapan Li Po, Kwee Lun dan Kam Hong sudah menghilang dari sana.
Kwee Lun terbang kearah Nan Thian, sedangkan Kam Hong terbang kearah Kim Kim.
Masing masing langsung melancarkan serangan jarak jauh ke lawan masing-masing.
Setelah kedua rekannya pergi bertarung, Thian Tu menatap Li Po dan berkata,
"Lalu apa rencana perdana menteri Li untuk ku.."
Li Po tersenyum penuh arti dan berkata,
"Mayat pasukan Zhu Yuan Zhang di tepi sungai Wu Jiang cukup banyak.."
"Aku rasa sudah waktunya mereka di kembalikan ke kota asalnya.."
"Agar mereka tidak jadi hantu penasaran di tanah asing.."
Thian Tu tersenyum sadis dan berkata l,
"Baiklah aku mengerti, aku akan menambahkan sedikit oleh oleh buat mereka.."
"Agar kota itu beserta isinya akan lebih berwarna.."
Zhang Shide mengangguk kagum dan berkata,
"Ternyata ini maksud perdana menteri sebelumnya, yang meminta kami memindahkan sebagian mayat pasukan Ming ke kereta, untuk di bawa jauh jauh kemari.."
__ADS_1
Perdana menteri Li Po tersenyum tenang dan berkata,
"Tembok kota itu sulit di jangkau, juga sangat tebal.."
"Laporan mata mata mengatakan, di dalam sana setidaknya ada 300.000 pasukan pertahanan Zhu Yuan Zhang.."
"Bila memaksa menyerang benteng pertahanan tersebut, perkiraan ku, setidaknya kita harus punya pasukan 3 kali lipat darinya.."
"Selain itu akan ada kemungkinan, kita memerlukan waktu 6 bulan sampai satu tahun, baru bisa menahlukkan kota tersebut.."
"Ini terlalu boros, terlalu banyak menguras waktu tenaga dan materi kita.."
Ucap Li Po menjelaskan hasil pengamatan dan strateginya.
Zhang Shide mengacungkan jempol kearah Li Po dan berkata,
"Baiklah kalau begitu kita putuskan begitu saja,.segera di jalankan saja strategi kalian.."
Begitu Zhang Shide menyetujui usulan Li Po.
Beberapa waktu kemudian, mulai terlihat mesin pelontar batu di siapkan oleh kurang lebih 50 prajurit setiap unitnya.
Mereka beramai ramai mendorong mesin itu kira kira berjarak 200 langkah dari tembok kota Nan Jing.
Sesaat kemudian setiap mesin pelontar mulai di isi dengan 3 hingga 4 tumpukan mayat, yang sudah di beri racun mematikan oleh Thian Tu.
Setelah semuanya siap, maka mengikuti instruksi dari jendral, yang memimpin pasukan alat pelontar.
Segera mayat mayat di lontarkan kearah kota Nan Jing.
Kemudian semua mayat itu jatuh ke balik dinding pertahanan kota.
Zhu Yuan Zhang dan bawahannya hanya bisa menatap heran, dengan apa yang sedang di lakukan oleh pihak Zhang Shide.
Karena mereka mengenali, yang di lontarkan kearah mereka, justru adalah mayat mayat anggota pasukan mereka sendiri.
Tidak butuh waktu lama, kota Nan Jing mulai di penuhi dengan mayat mayat, yang jatuh berserakan di dalam kota tersebut.
Pasukan Zhu Yuan Zhang, bekerjasama dengan rakyat kota Nan Jing.
Mereka semua mulai di terjunkan bahu membahu, bekerja sama membantu membereskan mayat mayat itu.
Mayat mayat yang berserakan, dengan darah berceceran, mulai diangkut. Untuk di kumpulkan menjadi tumpukan tubuh manusia yang membukit.
Setelah itu untuk menghindari wabah penyakit menular. atas instruksi dari Zhu Yuan Zhang
Mayat mayat itu mulai di bakar.
Dalam waktu singkat asap pembakaran mulai menyelimuti seluruh kota Nan Jing.
Tidak ada yang menyadari tindakan ini justru mempercepat wabah virus, yang di tanamkan oleh Thian Tu di mayat mayat itu.
Awalnya yang terkena wabah, hanya mereka yang bertugas memindahkan mayat, dan yang membersihkan darah mayat mayat yang berserakan di jalan..
__ADS_1
Tapi begitu di bakar mayat nya, asap yang tersebar kesegala penjuru.
Terhisap lewat udara oleh semua penghuni kota tersebut, dengan cepat virus itu menyebar secara merata .
Tanpa mereka sadari, tidak ada yang terkecuali.
Mereka semua telah terkontaminasi wabah yang di sebarkan oleh Thian Tu.
Inilah bahayanya Thian Tu, pada pertempuran Yue Lin dan Xu Da melawan pasukan Zhang Shide begitu mudah di kalahkan.
Salah satu faktor nya juga adalah ulah Thian Tu, dia menyebarkan racun bius dengan mengikuti arah angin yang bertiup kearah darat.
Begitu racun terhisap oleh pasukan pertahanan Yue Lin dan Xu Da.
Mereka menjadi lemas, kehilangan tenaga.
Sehingga saat pasukan Zhang Shide di kerahkan untuk datang menyerang.
Tanpa perlawanan berarti, mereka dengan mudah menahlukkan pasukan Yue Lin dan Xu Da.
Pasukan Zhang Shide bekerja membabat pasukan Yue Lin dan Xu Da seperti membabat rumput liar.
Sehingga Yue Lin dan Xu Da mengalami kekalahan telak di tepi sungai Wu Jiang.
Bahkan saat mundur, Xu DA dan Yue Lin yang berusaha melindungi pasukannya dari pembantaian.
Mereka selain terluka oleh tebasan pedang Kam Hong, mereka juga mencicipi paku beracun yang di lepaskan oleh Thian Tu.
Menyerang mereka secara menggelap.
Sehingga memperparah kondisi luka di tubuh mereka berdua.
Sementara di kota Nan Jing belum ada yang menyadari, mereka semua terjangkit wabah.
Di posisi kiri arena pertarungan di depan benteng kota.
Kim Kim sang Naga Emas, kini sedang menghadapi serangan tebasan pedang Kam Hong, yang datang bertubi tubi berseliweran mengejarnya.
"Tranggg..! Tringgg..! Tranggg..!"
"Tranggg..! Tringgg..! Tranggg..!"
"Tranggg..! Tringgg..! Tranggg..!"
"Tranggg..! Tringgg..! Tranggg..!"
Serangan Kam Hong dengan hawa pedangnya.
Berhasil memaksa Kim Kim terdorong mundur.
Tapi sampai saat ini belum ada serangannya yang mampu melukai Kim Kim.
Karena seluruh tubuh Kim Kim selain terlindungi oleh cahaya emas yang terpancar dari tubuhnya.
__ADS_1
Juga di lindungi oleh sisik Naga, yang keras dan sulit di tembus.