PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
MENGHADAP KUBILAI KHAN


__ADS_3

Di luar YeSe Bu Hua terlihat santai, padahal di dalam hati gadis itu sangat kalut.


Kakaknya meski sangat menyayanginya, tapi peraturan keluarga mereka yang sudah di tetapkan oleh Kakek nya Jenghis Khan sangatlah ketat dan tegas.


Tidak perduli itu adalah anak cucu ataupun saudara, bila gagal dalam menjalankan tugas, yang menyebabkan kerugian pada dinasti mereka.


Hukuman militer tetap akan di jalankan tanpa pilih bulu, bahkan tidak terkecuali dengan seorang kaisar sekalipun.


Bila dia salah mengambil keputusan sehingga menyebabkan kerugian pada dinasti.


Maka para anggota senior keluarga terdekat kerajaan, bisa mengadakan rapat keluarga.


Bila ringan terkena teguran, hingga terberat bisa di turunkan jabatannya dan statusnya sebagai kaisar.


Lalu di jebloskan kedalam penjara, menjalani masa tahanan yang di putuskan di dalam rapat tersebut.


Mongke Khan kakak nya, yang menjadi raja ketiga dari dinasti Yuan adalah salah satu contoh nyata.


Kakaknya Mongke Khan setelah mengalami berulang kali kekalahan berturut turut, saat mencoba merebut Xiang Yang dari kerajaan Song.


Dia yang di kabarkan gugur di Medan perang dalam rangka pertempuran merebut kota Xiang Yang.


Aslinya di mana merupakan rahasia tertutup keluarga kerajaan.


Mongke Khan tidaklah gugur di Medan perang, seperti kabar yang tersiar keluar selama ini.


Melainkan Mongke Khan diturunkan secara paksa dari jabatannya, di gantikan oleh adik keduanya Kubilai Khan.


Mongke Khan sendiri, sampai saat ini masih hidup, dia sedang menjalani masa hukuman nya di penjara.


Rapat keluarga memutuskan Mongke Khan harus menjalani hukuman penjara rahasia seumur hidup nya.


Kini YeSe Bu Hua kehilangan kota An Hui dan kota Kai Feng secara berturut turut.


Di mana kedua kota tersebut termasuk kota penting basis pertahanan wilayah selatan kerajaan Yuan.


Dengan hilangnya kedua kota penting itu, itu hanya berarti dinasti Yuan telah kehilangan dominasinya di wilayah selatan.


Dengan kesalahan fatal ini, YeSe Bu Hua di dalam hati juga tahu, meski kakaknya Kubilai Khan ikut membelanya.


Tapi bila rapat dewan keluarga sudah putuskan, kakaknya Kubilai Khan sendiri, juga tidak bisa apa-apa.


YeSe Bu Hua hanya berpura pura santai, agar bawahan dan pasukannya tidak mengalami kepanikan.


Di mana hal itu bila terjadi, bukannya membantu malah akan semakin mengacaukan situasi.

__ADS_1


Hal itu tidak akan mendatangkan keuntungan, hanya akan mendatangkan kerugian.


YeSe Bu Hua yang cerdas, dari kecil sudah mempelajari banyak ilmu strategi perang dan politik.


Tentu saja hal merugikan seperti itu tidak akan pernah dia lakukan.


Meski nantinya bakal di jatuhkan hukuman, setidaknya dia akan menjalaninya dengan terhormat.


Dia tidak mau mencoreng nama besar kakeknya ayahnya dan kakaknya.


Mereka harus bangga padanya, meski dia kalah kehilangan dua kota, tapi setidaknya dia masih berhasil mempertahankan dan berhasil membawa pulang kekuatan pasukan intinya lebih dari 70 %.


YeSe Bu Hua setelah mengeluarkan kata kata menenangkan buat Empu Ranubhaya.


Dia segera keluar dari dalam kereta, membiarkan Empu Ranubhaya melanjutkan pemulihan diri.


YeSe Bu Hua memilih melanjutkan perjalanan dengan menunggang kuda bersama Jendral Yo Ku, yang berada di garis terdepan.


Beberapa hari kemudian, saat keadaan Empu Ranubhaya sudah lebih baik, sedangkan semua pasukan sedang beristirahat makan siang.


Dia Empu Ranubhaya segera pergi menemui YeSe Bu Hua.


YeSe Bu Hua yang sedang berada di dalam perkemahannya, sedang membaca buku strategi militer.


Segera menghentikan kegiatannya, dia buru buru bangkit dari tempat duduknya dan berkata dengan sopan,


Empu Ranubhaya tersenyum kecut, dia segera mengikuti pergerakan tangan YeSe Bu Hua, yang mempersilahkan dirinya, untuk duduk disebelah nya.


Empu Ranubhaya setelah duduk di sebelah YeSe Bu Hua, dia sambil tersenyum canggung berkata,


"Tuan Putri mengenai kedua murid ku yang di tahan oleh Raja Kubilai Khan kakak mu itu.."


"Kira kira bagaimana nasib mereka kedepannya, setelah kita mengalami kegagalan di Kai Feng..?"


"Maukah raja Kubilai Khan, mengampuni mereka berdua, melepaskan mereka berdua, dan membiarkan mereka berdua pergi ke negri ku, hidup dengan aman dan tentram di sana.."


"Biarlah aku saja yang mengabdikan diri untuk kerajaan Mongolia, selama nya."


"Biarlah aku tinggal di negeri ini, hingga matipun nanti, biar aku di kubur di negeri ini.."


YeSe Bu Hua menghela nafas panjang dan berkata,


"Empu kalau janji melepaskan mereka, terus terang aku tidak berani berjanji padamu,.."


"Tapi aku pasti akan melakukan yang terbaik, yang aku bisa untuk membebaskan pasangan murid empu itu.."

__ADS_1


Empu Ranubhaya mengangguk pelan dan berkata,


"Terimakasih banyak Tuan Putri, dalam hal ini aku benar benar mengandalkan mu."


YeSe Bu Hua tersenyum santai dan menganggukkan kepalanya.


Empu Ranubhaya segera bangkit berdiri memberi hormat kearah YeSe Bu Hua.


Setelah itu kakek tua tersebut, segera mengundurkan diri dari perkemahan YeSe Bu Hua.


4 hari kemudian rombongan pasukan besar YeSe Bu Hua akhirnya memasuki wilayah perbatasan Beijing.


Pasukan yang di bawa oleh Yo ku, tidak di ijinkan memasuki kota raja.


Pasukan mereka di persilahkan untuk bergabung dengan camp militer, yang terletak jauh di luar kota raja.


Hanya YeSe Bu Hua, Jendral Yo Ku, dan Empu Ranubhaya yang di ijinkan untuk masuk kedalam kota.


Kemudian mereka bertiga segera di antar menuju istana kerajaan Yuan.


Setelah melewati penjagaan berlapis lapis, mereka bertiga akhirnya tiba di tengah tengah ruangan aula sidang istana .


Di dalam ruangan sidang, hanya terlihat Kubilai Khan dan beberapa dewan agung perwakilan sesepuh keluarga besar kerajaan.


Mereka masing masing sudah menempati posisi tempat duduk mereka, yang terletak di bagian paling atas undakan anak tangga.


YeSe Bu Hua segera maju untuk berlutut, baru di ikuti oleh Jendral Yo Ku dan Empu Ranubhaya menyusul di bagian paling belakang .


"YeSe Bu Hua dan kedua rekan ku , hari ini kami datang untuk memberi salam, sekaligus hendak meminta maaf, atas kesalahan kami, yang gagal mempertahankan kota An Hui dan kota Kai Feng.."


"Salam Yang Mulia, semoga Yang Mulia panjang umur selalu.."


Ucap mereka bertiga kompak.


Kaisar Kubilai Khan melihat kepulangan adik perempuan kesayangan nya.


Dia segera berkata,


"YeSe Bu Hua kamu dan kedua rekan mu, berdirilah tak perlu peradatan.."


"Tolong ceritakan lebih jelas lagi, apa yang sebenarnya terjadi di An Hui dan Kai Feng."


YeSe Bu Hua sekali lagi memberi hormat kesemua yang hadir, lalu dia segera menceritakan semua permasalahan yang terjadi dengan detil, tanpa ada bagian yang terlewat.


Baik buruk semua dia ceritakan secara jujur.

__ADS_1


Setelah YeSe Bu Hua selesai bercerita, Kubilai Khan segera menoleh kearah 5 orang anggota dewan agung, yang duduk sejajar dengan nya.


__ADS_2