
Saat terhunus di tangan nya, Fu Lao menanggapinya dengan tenang.
Tiba-tiba Siao Hung melompat kedepan dengan pedang di tangan melesat menyerang Fu Lao dengan jurus pedang Tai Chi nya.
Bagi Siao Hung itu adalah gerakan tercepat dan terkuatnya, dari jurus pedang Tai Chi yang dia kuasai.
Tapi bagi Fu Lao gerakan itu tetap terlalu lemah dan pelan, tanpa melakukan gerakan apapun.
Dia hanya membuka mulutnya lebar lebar, sambil mengeluarkan suara raungan kerasnya.
"Raaarrrr...!"
Tubuh Siao Hung langsung di buat terpental melayang jauh kebelakang.
"Byuuur....!"
Siao Hung langsung di buat terpental hingga terjatuh kedalam kolam.
Siao Hung sedikit gelagapan saat mulutnya menelan beberapa teguk air.
Tapi saat tubuhnya mulai tenggelam, Siao Hung buru buru menggerakkan kaki tangan nya, sehingga tubuh nya kembali naik keatas permukaan kolam.
Lalu Siao Hung segera berenang ketepian dan berkata,
"Ayo kita ulangi lagi, tapi jangan gunakan suara jelek mu itu lagi..!"
"Tunjukkan kemampuan sejati mu..!"
Bentak Siao Hung kurang puas.
Fu Lao tertawa lepas,
"Ho..ho..ho..ho...!"
"Boleh,.. boleh,.. aku penuhi keinginan mu boneka kecil..!"
"Silahkan tunjukkan kemampuan mu.."
Siao Hung segera menghimpun hawa Qian Kun Im Yang Sen Kung, yang pernah di ajarkan oleh Nan Thian .
Setelah kekuatannya terhimpun Siao Hung pun melepaskan serangan nya.
"Phoenix Api dan Naga Es Membelah Gunung...!"
"Singggg...!"
"Rooaaarrrrrrr..!"
"Yikkkkkk...!"
Sepasang Naga es dan Phoenix api melesat menerjang kearah Fu Lao.
Fu Lao tertawa dan berkata,
"Boneka cantik, ilmu ini boleh juga..!"
"Sayang nya Chi mu masih terlalu lemah, kamu harus banyak banyak berlatih lagi..!"
Sambil berbicara Fu Lao, menggunakan kedua telapak kaki depan maju menyambut serangan Naga es dan Phoenix Api yang datang mengincarnya.
Tubuh Fu Lao terlihat melayang di udara, terbang kedepan menyambut serangan dari Siao Hung .
__ADS_1
Kedua kaki depan Fu Lao yang mengeluarkan angin berpusar kuat.
Segera menghisap dan membuyarkan serangan pertama Siao Hung .
Melihat hal ini, Siao Hung kembali melepaskan serangan jurus kedua.
"Singgg...!"
"Phoenix Api dan Naga Es Membelah Laut.."
Pasangan Phoenix Api dan Naga Es kembali melesat mengejar kearah tubuh Fu Lao yang masih melayang di udara.
Tapi Fu Lao kembali menyambutnya, menggulungnya lalu dia membuyarkan serangan tersebut.
Siao Hung tentu tidak mau mengalah dia melepaskan jurus ketiganya.
"Singggg...!"
"Phoenix Api dan Naga Es mengacau langit dan bumi..!"
Terlihat Naga es dan Phoenix Api, berputaran di udara, sebelum mereka bergerak menerjang kearah Fu Lao.
Fu Lao tetap bersikap tenang, setelah tubuhnya mendarat di atas tanah.
Dia melompat menghindari serangan jurus ketiga Siao Hung .
"Blaaarrrr...!"
"Blaaarrrr...!"
Serangan Siao Hung hanya meledakkan tanah di mana Fu Lao tadi berdiri.
Sedangkan Fu Lao sendiri kini sedang bergerak kearah Siao Hung dengan serudukan tanduk di kepalanya .
"Byuuur...!"
Siao Hung kembali di buat terpental dan terjatuh kedalam kolam.
Fu Lao menggunakan lidahnya yang terulur kedepan, melilit tubuh Siao Hung yang sedang terjatuh kedalam kolam.
Sekali sentak, Siao Hung sudah tertarik keluar dari dalam kolam, lalu di jatuhkan di hadapan Fu Lao.
Bila Fu Lao ingin memangsanya, dia tinggal membawanya kedalam mulut beres.
Tapi dia tidak melakukan nya, karena dia selain kagum dengan keberanian Siao Hung , dia juga merasa kasihan dengan nasib gadis itu.
Fu Lao tanpa menghiraukan Siao Hung yang masih tergeletak di atas tanah.
Dia langsung membalikkan badannya dan berkata,
"Kamu bila ingin terus menjadi orang lemah, kamu boleh terus menangis sesuka mu.."
"Aku katakan pada mu, hal itu tidak berguna, kamu hanya akan semakin terlihat menyedihkan dan tidak berguna."
"Tidak akan ada yang perduli dan mengasihani mu, termasuk dia itu, Yue apa itu.."
"Dia juga tidak akan tahu dan perduli, mungkin saat ini dia justru sedang bersenang senang dengan wanita lain.."
"Pria di dunia tidak ada satupun yang baik.."
Ucap Fu Lao sambil berjalan meninggalkan Siao Hung, dia langsung masuk kembali kedalam Goa nya.
__ADS_1
Di tempat itu hanya tersisa Siao Hung yang tidur terlentang dengan tubuh dan wajah basah kuyup.
Rambut acak acakan, dia lebih mirip wanita gila cantik, ketimbang dirinya yang asli dulu.
Ucapan Fu Lao menjadi renungan Siao Hung beberapa waktu, sebelum akhirnya dia bergumam pelan,
"Fu Lao benar, aku harus menjadi kuat, tidak boleh lemah.."
"Aku harus memulai kehidupan baru ku lagi.."
"Dengan demikian aku baru tidak menyia nyiakan harapan ayah ku yang bersusah payah membesarkan ku.."
"Nan Thian ke ke adalah kamu yang tidak menghendaki ku, aku tidak akan menyesal dan menangis untuk mu lagi.."
"Suatu hari nanti, saat aku keluar dari tempat ini, kamu lah yang harus menyesalinya..."
Gumam Siao Hung dalam hati.
Setelah itu dengan tatapan mata penuh tekad, Siao Hung meninju tanah di sampingnya.
Lalu dia segera melompat bangun berdiri dan berlari menyusul Fu Lao masuk kedalam Goa .
Saat masuk kedalam Goa, Siao Hung segera menemukan Goa yang luas dan panjang seperti terowongan yang terus bergerak menuju perut bumi itu.
Ternyata di dalam sana tidaklah segelap yang terlihat dari luar sana.
Di dalam Goa hampir setiap 10 meter, pasti ada terpasang sebutir mutiara besar cahaya malam.
Siao Hung terus melangkah memasuki terowongan yang terus bergerak menurun, semakin lama semakin sempit.
Saat tiba di bagian penghujung Goa, Siao Hung menemukan sebuah ruangan 6x6 meter persegi.
Di mana di dalam ruangan tersebut terlihat kosong melompong.
Fu Lao juga tidak terlihat berada di tempat tersebut.
Siao Hung menatap heran kearah sebuah cermin yang memancarkan cahaya biru.
Bagian tengah cermin terlihat beriak, seperti gelombang air kecil, yang sedang bergerak mengalir tiada henti .
Tiba tiba terdengar suara Fu Lao dari balik cermin itu,
"Boneka cantik, masuklah kemari, jangan ragu.."
Siao Hung segera mendekati cermin ajaib itu, lalu dia tanpa berpikir dua kali, langsung melompat masuk kedalam cermin.
Setelah melewati cermin tersebut, Siao Hung muncul di suatu tempat gelap yang di penuhi bintang kecil berwarna warni.
Siao Hung terus terhisap menuju satu titik cahaya, kemudian dia terhisap masuk kedalam pintu portal cahaya tersebut .
Saat keluar dari pintu portal cahaya tersebut, Siao Hung telah berada di dunia lain.
Di dunia baru itu, yang terlihat adalah hamparan es luas sejauh mata memandang
Fu Lao terlihat sedang menanti Siao Hung di tempat itu.
Fu Lao segera berkata,
"Selamat datang boneka cantik, naiklah ke punggung ku.."
"Aku akan membawa mu mengunjungi tempat kediaman rahasia guru ku, yang nantinya juga akan jadi guru mu juga.."
__ADS_1
"Ayo naiklah.."
Ucap Fu Lao sambil memberi kode dengan pergerakan kepalanya.