PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
PERTANDINGAN 3


__ADS_3

Tapi baru saja dia mendarat, bayangan Naga yang meleset dari sasaran bergerak kembali kearah Ma Liang mengumpulkan energi yang jauh lebih dahsyat.


Lalu bergerak dengan sangat cepat membalik untuk kembali menyerangnya.


Dengan kekuatan dua kali lipat yang jauh lebih dahsyat.


Tidak di beri peluang menghindar, petugas arena pertama terpaksa memasang kuda kuda setengah berjongkok.


Lalu dia menghimpun kekuatan nya, untuk di salurkan ke sepasang lengannya.


Sebelum telapak tangan yang penuh dengan cahaya kuning, dia dorongkan kedepan.


Menyambut datangnya serangan bayangan Naga emas yang datang menyerangnya.


"Blaaarrrr...!"


Terjadi.ledakan dahsyat yang membuat mimbar arena bergetar hebat seperti mau roboh.


Angin kencang menerjang Ma Liang dan petugas arena pertama secara bersamaan.


Hingga mereka sama sama harus memicingkan mata mereka.


Akhirnya Ma Liang kalah kuat dalam adu tenaga dalam, tubuhnya terpental mundur hingga hampir terdorong keluar dari arena.


Tapi Ma Liang tidak kehabisan akal, dengan menjejakkan kedua kakinya keatas lantai, tubuhnya melesat keatas.


Sehingga daya dorong kekuatan tenaga cahaya emas dari petugas arena pertama melesat melewati bagian bawah tapak kaki Ma Liang .


Sambil melayang di angkasa, Ma Liang melakukan serangan balasan dari udara, kearah petugas arena pertama yang terdorong mundur dua langkah kebelakang oleh benturan dahsyat tadi .


Ma Liang dari udara berteriak,


"Dunia tanpa anjing,...!"


Ma Liang memutar mutar tongkat nya melakukan serangan dari udara .


Sehingga muncul energi sinar hijau terus menembak kearah petugas arena pertama.


Sinar hijau datang seperti hujan yang mengeluarkan cahaya hijau menerjang kearah petugas arena pertama.


Serangan tersebut menimbulkan ledakan dahsyat di seluruh area, di mana Petugas arena pertama berada


Petugas arena pertama, dengan cepat, memberikan serangan balasan dengan memberikan satu bentakan dahsyat, yang langsung mentalkan semua cahaya hijau yang datang mengurungnya.


Tubuhnya kemudian melesat keangkasa, membawa sebuah bola cahaya kuning.


Di dorongkan mengejar kearah Ma Liang.


Ma Liang juga mendorongkan tapak nya yang kembali memunculkan suara raungan Naga dan bayangan Naga cahaya emas.


"Naga Terbang Di Angkasa..!'


Bayangan Naga emas melesat pergi menyambut datangnya bola cahaya dari petugas arena pertama.

__ADS_1


"Blaaarrrr...!"


Kembali terjadi benturan yang jauh lebih keras, Hingga terlihat bayangan Naga Emas, hilang tak berbekas di libas oleh bola cahaya kuning dari petugas arena pertama .


Bola cahaya tanpa bisa di cegah membentur keras kearah Ma Liang yang sedang melayang di udara.


Ma Liang langsung terpental jauh bagaikan layangan putus.


Saat mendarat keatas tanah, seluruh pakaian di tubuh Ma Liang terlihat hancur compang camping.


Ma Liang sendiri terlihat berada dalam posisi berlutut dengan kaki sebelah. Tangan kanan menopang tanah, tangan kiri memegangi dadanya sendiri yang terasa nyeri seperti mau meledak.


Akhirnya Ma Liang lewat mulutnya memuntahkan beberapa teguk darah segar.


Dia segera menghapus bibirnya yang masih ada sisa darah segarnya.


Setelah itu sambil tersenyum lebar, Ma Liang sambil memegang tongkat Giok hijau ditangan, dia menjura kearah petugas arena pertama dan berkata,


"Ma Liang mengaku kalah, anda luar biasa,.."


"Ma Liang bukan tandingan mu..!"


"Kami partai pengemis memohon diri.."


Ucap Ma Liang sambil memberi hormat.


Tiba tiba wanita yang duduk melayang di udara berkata, dengan suara logat Han yang kaku.


"Sesuai dengan yang tertera di kartu undangan, yang berhasil dapat hadiah.."


"Apa ketua lupa akan ini..?"


Ma Liang menghela nafas panjang, dia tadi berpura-pura lupa dan tidak tahu apa apa.


Tapi dia kini kembali diingatkan, tiada cara lain, bila hari ini dia menolak untuk patuh.


Mungkin hari ini dia dan semua anggotanya yang ikut kemari, akan di musnahkan.


Selanjutnya partai pengemis di seluruh kota dan desa yang tersebar di seluruh penjuru .


Yang anggotanya mencapai puluhan ribu nyawa, akan ikut terkena imbas di hancurkan semua nya.


Berpikir sampai di sini, Ma Liang mau tidak mau, dia akhirnya menjatuhkan diri berlutut, diikuti oleh seluruh anggota yang di bawanya.


Dengan kepala tertunduk Ma Liang berkata,


"Mulai saat ini kami partai pengemis, sepenuhnya tunduk di bawah sekte Diatas Langit Masih Ada Langit..."


Wanita itu mengangguk dan berkata,


"Baiklah Ma Liang kamu boleh kembali dulu ketempat duduk mu.."


"Sambil menunggu instruksi lebih lanjut ."

__ADS_1


Ma Liang tanpa bisa berkata apa-apa, dia memberi hormat lalu bergerak mundur.


Di arena kedua sendiri, saat pertarungan dahsyat antara Ma Liang dan petugas arena pertama berlangsung .


Di sana si Flamboyan Lu Siao Fung juga sedang bertarung seru melawan petugas arena kedua yang terus bergerak menyerangnya dengan pukulan cahaya merah.


Lu Siao Fung sendiri meski terlihat pontang panting kesana kemari menghindari serangan petugas kedua.


Tapi sebenarnya dia sedang memainkan ilmu langkah ajaib dan ilmu meringankan tubuhnya yang sangat baik.


Dia seperti sehelai kapas, yang sulit di jangkau dan di serang oleh petugas kedua.


Meski dia terlihat terkurung habis habisan hingga terkadang kadang harus bergulingan kesana kemari.


Tapi aslinya pendekar Flamboyan yang cerdas itu, sedang menjalankan strategi menguras energi Petugas Arena Kedua yang mengurung nya, dengan pukulan cahaya merah.


Tapi Petugas Arena Kedua sama seperti Petugas Arena Pertama, dia juga merupakan seorang tokoh Kosen yang kenyang asam garam pertarungan.


Dia tidaklah semudah itu tertipu oleh akal bulus Lu Siao Fung, dia justru menyadari siasat Lu Siao Fung .


Jadi dia sengaja terus menerus mempergencar serangannya, hingga satu titik.


Dia perlahan lahan mulai mengendorkan serangan nya, menampilkan pukulan nya melemah.


Dia semakin jarang melepaskan pukulan jarak jauhnya.


Nafasnya mulai terlihat memburu, pergerakannya semakin lama semakin kacau .


Menimbulkan banyak celah dan kelemahan.


Tindakan dari Petugas Arena Kedua segera mengundang Lu Siao Fung .


Untuk memulai menjalankan aksi nya, dalam satu kesempatan.


Lu Siao Fung sehabis menghindar.


Dia langsung bergerak cepat maju balas menyerang dan mendesak Petugas Arena Kedua .


Sehingga Petugas Arena Kedua terlihat terdesak dan pergerakan nya jadi kacau.


Melihat Petugas Arena Kedua pergerakannya makin kacau, Lu Siao Fung makin bergerak bebas menekan menyerang dengan sepasang jari tengah dan telunjuknya, yang mengeluarkan cahaya putih.


Itulah salah satu ilmu andalan Lu Siao Fung , si jari sakti yang mampu memotong pedang apapun dengan jari sakti tersebut.


Totokan Lu Siao Fung pun sangat ajaib, orang yang tertotok oleh jarinya.


Jangan pernah berharap bisa melepaskan diri dari totokkan nya.


Tanpa mendapatkan bantuan dari Lu Siao Fung orang itu tidak akan bisa bergerak dan berbicara selama 2 kali 24 jam.


Jari Lu Siao Fung bercuitan mengejar titik jalan darah Petugas Arena Kedua, yang terus bergerak mundur .


Hingga satu ketika totokkan jari Lu Siao Fung berhasil mengenai jalan darah di bagian jantung Petugas Arena Kedua .

__ADS_1


"Tukkkkk...!"


Totokan jari sakti Lu Siao Fung tepat bersarang di sasarannya.


__ADS_2