
Gadis cantik itu tersenyum pahit dan berkata,
"Siapa nama ku, aku sendiri sudah lupa.."
"Kalau ada yang ingin tahu, siapa nama guru mu, katakan saja namaku Wu Ming Ni Jen, wanita tanpa nama..."
Siao Hung pernah mendengar cerita tentang guru Nan Thian yang katanya adalah manusia dewa yang penuh misteri.
Jangan jangan gurunya ini, adalah pasangan guru Nan Thian, Wu Ming Lao Jen.
Tapi pemikiran ini, tentu hanya ada dalam pikiran Siao Hung, dia tentu tidak berani pergi menanyakan nya.
Siao Hung mengangguk patuh, setelah memberi hormat dia segera mengundurkan diri dari hadapan guru nya.
Selanjutnya Fu Lao lah yang bertugas membimbing nya berlatih.
Pertama yang di minta oleh Fu Lao untuk Siao Hung latih, adalah melatih ilmu pernafasan kura kura.
Dengan ilmu itu, Siao Hung baru bisa mengumpulkan Chi dengan cara cepat.
Hanya dengan cara itu, Siao Hung baru bisa mengumpulkan Chi yang banyak dalam waktu singkat.
Selanjutnya Chi itu akan di pergunakan untuk membantu proses pelatihan pembentukan tubuh Siao Hung .
Seperti meningkatkan kualitas tulang, membersihkan darah dan Sum Sum, juga membuka seluruh titik meridian besar kecil.di dalam tubuhnya..
Semua itu baru bisa di lakukan bila Siao Hung, telah berhasil mengumpulkan Chi sampai tahapan tertentu.
Dua bulan Siao Hung berlatih, dia mulai merasakan ada kejanggalan dan perubahan di dalam perutnya.
Siao Hung yang merasakan keterlambatan palang merahnya, sudah berlangsung hampir dua bulan ini, belum datang juga.
Hatinya mulai cemas dan was was, di tambah lagi setiap pagi setiap bangu tidur dia sering merasa pusing dan mual.
Siao Hung akhirnya pagi itu datang menemui guru nya, dia berlutut di hadapan guru nya.
Menceritakan semua kejanggalan dan kecemasan yang dia alami saat ini.
Wu Ming Ni Jen mendengarkan dengan seksama cerita muridnya, setelah melakukan sesi tanya jawab selama beberapa waktu.
Wu Ming Ni Jen akhirnya memeriksa pergelangan tangan Siao Hung .
Sesaat kemudian dengan senyum prihatin Wu Ming Ni Jen berkata dengan suara lembut.
"Siao Hung meski anak ini datang di waktu yang tidak tepat.."
"Tapi bagaimana pun, dia adalah darah daging mu yang tidak berdosa..'
"Jadi jalankan lah takdir mu sebagai seorang ibu tunggal, besarkan lah dan rawatlah dia dengan baik.."
__ADS_1
"Biarlah Guru dan Fu Lao, yang akan membantu mu membesarkan nya."
"Guru harap kamu bisa menghadapi kenyataan ini dengan tegar.."
Ucap Wu Ming Ni Jen dengan serius.
Siao Hung tertunduk lesu,.mendengar ucapan dan penjelasan dari gurunya.
Dia benar benar tidak menyangka dirinya akan hamil benih Nan Thian akibat hubungan itu.
Siao Hung kini kini benar benar bingung menghadapi kenyataan tersebut.
Dimana dia akan melahirkan seorang anak tanpa ayah, dia akan menyandang gelar hamil tanpa suami .
Lebih parahnya lagi putranya akan terlahir sebagai anak haram yang tidak punya ayah.
"Ahhh mengapa dia harus menjalani takdir hidup yang begini kejam.."
Pikir Siao Hung dengan perasaan galau dan sedih.
Melihat sikap dan reaksi muridnya, Wu Ming Ni Jen merasa sangat kasihan dengan nasib malang yang menimpa muridnya tersebut.
Menyukai seorang pria yang tidak menyukainya, tapi justru pria itu yang telah merengut paksa kesucian nya.
Tapi tidak bersedia bertanggung jawab, kini parahnya lagi, muridnya harus menanggung beban hamil anak pria itu.
Muridnya harus melahirkan seorang anak tanpa suami, kelak anaknya harus menerima kenyataan dia lahir tanpa ayah.
Wu Ming Ni Jen menatap kearah muridnya dengan penuh simpati.
Wu Ming Ni Jen menggapai kepala Siao Hung agar bersandar dalam pangkuan nya.
Dia dengan penuh simpati membelai lembut kepala Siao Hung .
Melihat nasib tragis Siao Hung , tanpa sadar Wu Ming Ni Jen juga teringat nasib tragis masa mudanya sendiri.
Sehingga tanpa sadar dia juga ikut menitikkan air mata, di wajahnya yang cantik.
Beberapa saat berlalu saat keadaan mereka masing masing sudah lebih tenang.
Wu Ming Ni Jen baru kembali berkata,
"Untuk sementara waktu selama sebulan kedepan, kamu kurangi latihan yang banyak pergerakan fisik.."
"Kamu lebih baik fokus dengan ilmu melatih pernafasan dan membentuk tubuh mu saja.."
"Nantinya 6 bulan kedepannya, kamu baru boleh melatih ilmu gerak sedikit demi sedikit, tapi tidak boleh terlalu di paksa.."
"Kamu harus jaga dan perhatikan kandungan mu dengan baik.."
__ADS_1
"Anak ini tidak berdosa, yang berdosa adalah ayahnya.."
"Jadi bila kamu ingin melampiaskan kebencian dan kemarahan mu.."
"Ingatlah selalu jangan ke anak malang yang tidak di minta untuk di lahirkan ini.."
"Siao Hung kamu mengertikan maksud guru.."
Siao Hung mengangguk pelan, dia kemudian menengadah menatap kearah gurunya dengan wajah yang sangat menyedihkan.
Sesaat kemudian kedua wanita cantik itu, terlihat saling berpelukan.
Mereka sama sama kembali menangis pilu, atas nasib yang mempermainkan hidup mereka sedemikian rupa.
Hari hari berlalu dengan cepat, Siao Hung terus berlatih dengan rajin.
Mengikuti petunjuk gurunya yang kini turun tangan sendiri melatihnya.
Gurunya sepenuhnya meninggalkan meditasi nya, demi membantu melatih merawat dan menjaga muridnya dan kandungan nya.
Siao Hung mengalami perkembangan ilmu tenaga dalam yang pesat.
Yang belum bisa dia latih dengan maksimal hanya ilmu meringankan tubuh, langkah ajaib dan jurus jurus simpanan gurunya.
Berkat perawatan dari Wu Ming Ni Jen dan Fu Lao, akhirnya Siao Hung di tempat dunia lain yang terpisah dari dunia luar.
Dia berhasil melahirkan seorang bayi laki laki yang tampan dan sangat sehat.
Bayi lelaki itu oleh Wu Ming Ni Jen, di beri nama Siao Lung, karena bayi itu terlahir dengan dua tato naga dilengan kanan kirinya.
Selanjutnya hari hari Siao Hung, dia lewatkan dengan hanya berlatih dan berlatih, sambil membesarkan dan mendidik anak tunggalnya Siao Lung.
Waktu berlalu dengan sangat cepat, tanpa terasa saat Siao Hung berhasil merampungkan semua pelatihan nya dengan sempurna.
Putra tunggalnya pun sudah berusia 6 tahun.
Siao Lung tumbuh menjadi seorang bocah yang sangat tampan dan gagah.
Anaknya pendiam tapi berhati lembut dan baik, dia sangat peka dengan perasaan ibu nya.
Siao Lung sangat berbakti menyayangi ibunya gurunya juga Fu Lao, melebihi dia menyayangi dirinya sendiri.
Siao Lung juga sangat berbakat dalam hal ilmu silat, mungkin hal ini karena dia mewarisi gen Nan Thian yang juga sangat tampan dan sangat berbakat, pendiam dan berhati lembut.
Siao Hung sendiri setiap melihat putranya, diam diam dia sering menangis sedih di dalam hati.
Karena sikap wajah tutur kata, dan semua pola tingkah laku Siao Lung.
Seolah olah adalah jiplakan satu cetakan yang sama persis.
__ADS_1
Sehingga selalu mengingatkan Siao Hung , akan ayah kandung anak malang yang terlahir tanpa ayah itu.