PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
MELAKUKAN PENGEJARAN


__ADS_3

Nan Thian yang di halang halangi, menjadi marah,


"Kalian pengecut, rasakan..!"


Nan Thian membelah diri menjadi 6 bayangan.


Tiga mengurung Sesam tiga lagi menerjang kearah Samoke.


Setiap bayangan langsung melepaskan satu jurus tebasan pedang tanpa nama .


Tebasan Pedang Tanpa Perasaan dan Tebasan Pedang Tanpa Keinginan, lalu ditutup dengan tebasan Pedang Tanpa Nama.


Masing masing di mainkan oleh 6 bayangan menyerang Sesam dan Samoke dengan kekuatan tiga energi surgawi.


Samoke segera di buat sibuk, Tameng dan tombak nya tidak bisa lagi di pergunakan untuk menghalangi pergerakan Nan Thian .


Dia harus berkonsentrasi melindungi diri dari kejaran serangan Nan Thian yang datang bertubi tubi tiada putus.


Apa yang di rasakan Samoke juga di rasakan oleh Sesam, golok cahaya merah di tangan nya, juga tidak bisa di gunakan untuk menyerang Nan Thian .


Kini dia hanya bisa memutarnya dengan cepat, mengelilingi tubuhnya sendiri.


Dengan membentuk gulungan cahaya merah, Sesam terus berusaha menahan serangan Nan Thian yang tiada putus menyerang nya.


Baik Sesam maupun Samoke meski berhasil menahan serangan Nan Thian .


Tapi mereka di buat terpental kesana kemari, menjadi bulan bulanan ledakan kekuatan serangan Nan Thian yang dahsyat.


Di posisi lain Nan Thian setelah berhasil membuat keduanya sibuk, Nan Thian segera bergerak mengejar kearah tiga orang itu pergi.


Tapi kedatangan Nan Thian terlambat, dia hanya menemukan Paman Jiang tewas tergeletak di dekat kereta kuda nya.


Di sana ada beberapa bekas pertempuran, tapi Zi Zi tidak terlihat.


Nan Thian dengan perasaan campur aduk, segera menghilang dari sana, dia terbang mengejar kearah bekas jejak pertempuran.


Di balik sebuah tebing, menyaksikan apa yang terjadi di sana Nan Thian langsung berteriak keras dan menghambur kearah di mana posisi istrinya jatuh tergeletak diam tak bergerak.


"Zi Zi ohhh tidak jangan...!!"


"Ya tuhan....jangan...jangan..ambil istri ku tidak..tidak...!"


Teriak Nan Thian panik dan cemas.


Dia segera berlutut di samping istrinya, memeriksa keadaan Zi Zi.


Setelah beberapa saat melakukan pemeriksaan dan menyalurkan hawa dewa nya, mengisi tubuh istrinya.


Saat melihat sepasang mata istrinya mulai kembali terbuka, nafasnya kembali teratur.


Nan Thian yang tadi nya ketakutan dan cemas, kini dia sudah bisa bernafas lega.


Zi Zi begitu sepasang matanya terbuka, melihat Nan Thian sedang berada di hadapannya.


Dengan suara lemah dia langsung berkata,


"Maafkan aku Thian ke ke,..aku terlalu tidak berguna.."

__ADS_1


"Mereka membawa putri kita,.. selamat Ying Ying Thian ke ke.."


"Selamatkan putri kita Ying Ying dia masih kecil kasihan dia.."


Ucap Zi Zi dengan suara lemah dan airmata membasahi wajahnya.


Nan Thian hanya bisa mengangguk dan menghapus airmatanya yang juga ikutan runtuh tak tertahankan.


Dia ingin berkata menghibur istrinya, sayang nya suaranya tercekat di tenggorokan tidak bisa keluar.


Nan Thian belum berhenti menyalurkan hawa dewanya untuk membantu pemulihan keadaan Zi Zi.


Nan Thian menemukan ada beberapa titik Meridian di sekitar lengan hingga ke dada ada yang rusak.


Akibat benturan kuat dan ledakan energi dahsyat.


Nan Thian saat ini tidak mungkin bisa pergi menolong putrinya.


Keduanya sama penting, dan harus di selamatkan, satu pun tidak boleh terjadi sesuatu.


Tapi saat ini dia terpaksa korbankan putri nya dulu, bila keadaan Zi Zi sudah stabil.


Dia baru akan melakukan pengejaran sambil membawa Zi Zi ikut bersama nya.


Nan Thian sudah memutuskan, dia tidak akan pernah pergi mengejar penculik anaknya, dengan meninggalkan istrinya di sana .


"Thian ke ke, cepat pergilah tolong putri kita.."


"Dia lebih membutuhkan pertolongan mu."


"Cepatlah putri kita lebih penting.."


"Tinggalkan saja aku disini, aku bisa merawat luka ku sendiri.."


Ucap Zi Zi dengan suara panik dan cemas.


Nan Thian menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak sayang, kalian berdua adalah potongan daging di hati ku.."


"Bagi ku kalian sama penting.."


"Satupun tidak boleh ada yang terjadi sesuatu..'


"Kamu tenanglah fokus sembuhkan diri mu, setelah ini kita bersama sama cari putri kita.."


Mendengar ucapan tegas dari Nan Thian, yang jarang membantahnya.


Zi Zi tahu keputusan suaminya sudah bulat, tidak bisa di ganggu lagi.


Dia tahu benar sikap Nan Thian yang lembut di luar tapi sangat keras di dalam sana bila sudah memutuskan sesuatu.


Zi Zi terpaksa memejamkan matanya, menerima bantuan energi untuk penyembuhan lukanya.


Beberapa waktu berlalu, Zi Zi kembali membuka matanya dan berkata,


"Cukup Thian ke ke, aku sudah pulih 80%.."

__ADS_1


"Kita harus pergi menolong putri kita. "


Nan Thian mengangguk pelan dan berkata,


"Baiklah, kamu naik lah ke punggung ku.."


"Pejamkan saja mata mu.."


Ucap Nan Thian mengingatkan.


Zi Zi mengerti dia dengan cepat langsung melompat kepunggung suaminya.


Begitu Zi Zi sudah duduk di punggungnya Nan Thian langsung melesat terbang bagaikan kecepatan cahaya melesat melakukan pengejaran kearah Kun Lun San.


Dengan kecepatan pergerakan nya yang seperti cahaya kilat.


Nan Thian akhirnya berhasil melihat tiga orang yang sedang berlari cepat di bawah sana.


Salah satunya, terlihat sedang berlari cepat sambil menggendong seorang anak kecil di dalam kempitan nya.


"Itu mereka ada di bawah sana .."


"Beruntung masih sempat.."


Ucap Nan Thian, sambil menunjuk kearah tiga titik hitam yang sedang bergerak cepat di bawah sana.


Zi Zi terlihat berbinar gembira sepasang matanya, saat melihat mereka belum sampai kehilangan jejak.


Masih sempat mengejar tiga penculik yang sudah kabur cukup lama itu.


Nan Thian melesat turun dari angkasa meluncur turun kebawah bagaikan meteor jatuh ke bumi.


Ketiga penculik sangat kaget, saat melihat Nan Thian sambil menggendong Zi Zi di punggungnya.


Dia sudah berhasil mendarat menghadang perjalanan cepat mereka.


Mereka bertiga bersyukur tidak membantah usulan dari Sesam dan Samoke, yang berhasil menyusul mereka beberapa waktu yang lalu.


Bila tidak tugas ini pasti akan gagal total.


"Lepaskan putri ku, kalian boleh pergi..!"


Ucap Nan Thian dengan suara dingin.


Tiba tiba pria yang pernah memberikan undangan Ke Nan Thian .


Dia membalikkan badannya, kemudian melempar tubuh yang ada di dalam kempitan nya dengan sekuat tenaga.


Hingga tubuh anak kecil itu melesat bagaikan kecepatan anak panah terbang kearah timur.


Melihat hal itu, Nan Thian langsung menghilang dari posisinya.


Melesat kedepan melakukan pengejaran, agar putrinya tidak sampai jatuh terbanting keatas tanah.


Dalam satu kali gerak, Nan Thian berhasil menangkap tubuh bocah itu, dan membawanya turun dengan selamat keatas tanah.


Tapi alangkah terkejutnya,Nan Thian saat menyadari bocah yang di tolong nya itu .

__ADS_1


Tubuh anak itu telah dingin dan mulai kaku, Nan Thian bisa merasakan anak itu sudah tidak bernyawa.


__ADS_2