PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
BERPISAH JALAN


__ADS_3

Saat keluar dari istana kediaman Zhu Yuan Zhang, Nan Thian segera berkata,


"Kak saya mau ke menara, aku ada janji dengan Siao Hung takutnya dia menanti ku di sana ."


"Ok kita berpisah di sini saja, aku juga harus inspeksi ke kamp militer, untuk melihat pelatihan pasukan rekrutmen baru.."


Ucap Yue Lin.


Sesaat kemudian kedua kakak beradik itu, segera mengambil jalan masing masing.


Nan Thian saat kembali ke atas tembok benteng kota, dia langsung menemukan Siao Hung berdiri seorang diri termenung di sana.


Rambutnya yang tertiup angin berkibar kibar, menampilkan wajah dan lehernya yang putih mulus.


Membuat dia terlihat semakin cantik mempesona.


Nan Thian sesaat juga di buat terpesona.


Tapi sesaat kemudian setelah menyadari sikap nya yang tidak pantas.


Nan Thian langsung mengutuk pikirannya sendiri, yang sekarang suka ngawur dan liar.


Setelah menenangkan diri, Nan Thian segera menghampiri Siao Hung dan berkata,


"Adik Hung maaf membuat mu menunggu lama.."


Siao Hung begitu mendengar suara Nan Thian di belakangnya, dia segera di bawa kembali dari lamunannya.


Dia sambil tersenyum manis, segera berbalik menatap kearah Nan Thian dan berkata,


"Thian ke ke kamu sudah tiba.."


"Thian ke ke dari mana saja..?"


"Ini Siao Hung ada belikan daging panggang dan arak buat Thian ke ke.."


Nan Thian tersenyum, dan berkata,


"Ya aku baru tiba, maaf membuat mu menunggu lama."


"Aku tadi pagi bertemu Yue Lin kakak ku, bertemu secara kebetulan d sini.."


"Dia kemudian memberitahu ku, kota An Hui kini sudah jatuh ke tangan pihak Mongolia.."


Siao Hung terlihat sedikit kaget mendengar informasi tersebut, dengan wajah cemas dia berkata,


"Lalu apa yang bisa kita lakukan saat ini ?"


Nan Thian menjawab sambil menatap jauh kedepan,


"Selagi kami sedang berdiskusi, kami di panggil menghadap Yang Mulia.."


"Setelah mengadakan pembahasan cepat, akhirnya di putuskan."


"Setelah Kim Kim kembali, kami akan coba kembali ke An Hui, untuk merebut kota itu kembali..'"


Siao Hung langsung memotong nya,


"Thian ke ke aku ikut ya, tambah satu orang tambah satu tenaga.."


"Meski kemampuan ku biasa saja, tapi aku tetap ingin ikut berkontribusi.."

__ADS_1


Ucap Siao Hung sambil menatap Nan Thian dengan penuh harap.


Nan Thian menatap Siao Hung sejenak, melihat keseriusan gadis tersebut, dia tidak sampai hati menolaknya .


"Baiklah, nanti kamu bertindak melihat situasi saja.."


Ucap Nan Thian.


Siao Hung langsung tersenyum manis, begitu mendapatkan jawaban persetujuan dari Nan Thian .


Nan Thian melihat kearah bungkusan dan botol arak di tangan Siao Hung , dia pun berkata.


"Ayo kita keatas menara sana, kita makan sambil ngobrol tentu lebih nyaman ."


"Tapi kak sepertinya makanannya sudah dingin dan kurang enak lagi.."


Ucap Siao Hung dengan wajah sedikit menyesal, sambil menatap kearah guci arak dan sebungkus daging angsa bakar yang di beli nya sebelum datang ketempat ini.


Nan Thian tersenyum dan berkata,


"Itu bukan masalah.."


"Aku di sini juga ada sisa Pao untuk mu.."


"Ayo kita keatas sekarang.."


Siao Hung mengangguk gembira, dia yang memang belum makan dari pagi, sengaja menunggu Nan Thian untuk sarapan bersama.


Kini sudah hampir tengah hari, tentu perutnya agak lapar.


Dengan penuh semangat, dia segera mengikuti Nan Thian naik dan duduk di puncak menara pengawas.


Selagi mereka berdua sedang asyik makan minum sambil ngobrol.


Tiba tiba dari angkasa terdengar suara Kim Kim,


"Wah di cari kemana mana, ternyata sedang pacaran di sini.."


"Wah ada makanan gak ngajak ngajak.."


Suara belum hilang, Kim Kim dan Thian Yi sudah mendarat ringan di menara pengawas.


Nan Thian tanpa menoleh berkata,


"Ayo bergabung, di sini masih ada sisa dua Pao, daging angsa bakar juga masih ada.."


"Hanya arak saja sudah habis, nih minum nya air putih aja.."


Ucap Nan Thian sambil melempar kantung kulitnya kearah Kim Kim.


Kim Kim menyambut nya, membuka penutupnya, kemudian dia sodorkan ke Thian Yi.


Thian Yi tanpa ragu langsung meminumnya, setelah itu dia baru kembalikan ke Kim Kim.


Kim Kim menyusul minum seteguk, kemudian tanpa sungkan dia mengambil sebutir Pao membaginya jadi dua.


Setengah buat Thian Yi, setengah lagi buat dirinya sendiri, lalu Kim Kim mulai mengambil daging angsa bakar buat Thian Yi dan dirinya sendiri.


Sambil makan Kim Kim berkata,


"Apa langkah kita selanjutnya..?"

__ADS_1


"Pulang atau ikut menahlukkan Su Zhou..?"


Nan Thian menatap mereka berdua dengan serius dan berkata,


"Pulang tentunya, tapi kita harus bekerja keras merebut kota An Hui kembali.."


"Sedangkan dia bila tidak berkeberatan, tinggallah untuk membantu Yang Mulia menahlukkan Su Zhou.."


"Di sini memerlukan tenaga nya.."


Kim Kim menoleh kearah Thian Yi dan berkata,


"Bagaimana menurut Yi ke ke..?"


Thian Yi terlihat serba salah, dia menatap kearah kekasihnya dan berkata,


"Kamu saja yang putuskan.."


Kim Kim menatap kearah Nan Thian dengan senyum canggung dia berkata,


"Kak boleh tidak aku tidak ikut ke An Hui.."


"Biar kami bantu Yang Mulia di sini..?"


Nan Thian terdiam sejenak menatap kearah sahabatnya, kemudian dia akhirnya berkata,


"Boleh saja, tapi bertindak nya harus ikuti pengaturan kakak ku Yue Lin.."


"Kamu tidak boleh sembarangan bertindak.."


Ucap Nan Thian mengingatkan.


Kim Kim langsung mengangguk gembira dan berkata,


"Baik itu bukan masalah.."


Nan Thian mengangguk pelan dan berkata,


"Baiklah kalau begitu kita berpisah di sini saja.."


"Ayo Siao Hung, kita ke menara ambil buntalan pakaian mu, setelah itu kita bisa segera berangkat."


Siao Hung mengangguk cepat, dia segera mengikuti Nan Thian bergerak meninggalkan menara pengawas.


Mereka berdua bergerak dengan berlompatan ringan, sebentar saja sudah tidak lagi terlihat.


Mereka langsung menuju menara pagoda tempat mereka bermalam kemarin.


Setelah Siao Hung mendapatkan buntalan barang bawaannya, Nan Thian segera membawa Siao Hung, ikut dengan nya meninggalkan kota Nan Jing.


Sementara itu Kim Kim dan Thian Yi setelah menyelesaikan makan, mereka berdua langsung pergi ke rumah Yue Lin.


Mereka mengikuti permintaan Nan Thian, yang meminta mereka untuk mengikuti pengaturan di bawah Yue Lin.


Kedatangan kedua tamu istimewa tersebut, tentu saja di sambut dengan baik oleh Yue Lin dan Ying Mei.


Sementara Kim Kim dan Thian Yi ikut menumpang tinggal di rumah Yue Lin, hingga waktu keberangkatan tiba.


Di tempat lain Nan Thian dan Siao Hung sudah bergerak meninggalkan kota Nan Jing.


Begitu mereka memasuki hutan disebelah barat kota, Nan Thian segera mengerahkan ilmu ringan tubuhnya, bergerak melesat cepat sambil membawa Siao Hung di sisinya.

__ADS_1


__ADS_2