PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
SEKTE GOLOK IBLIS


__ADS_3

Sementara Thian Yi sedang gundah gulana di bawah sana.


Kim Kim dari balik Mega, diam diam dia memperhatikan keadaan kekasihnya.


Setelah menghela nafas sedih, untuk mengurangi beban kesedihan di hati nya.


Kim Kim akhirnya melesat meninggalkan tempat itu, meninggalkan telaga Tai Hu, meninggalkan Puncak Ming Yue Shan, yang penuh dengan kenangan kenangan indah.


Meninggalkan semua nya, termasuk derita kegagalan asmara yang pertama dalam kehidupan nya.


Sambil bergerak cepat meninggalkan semuanya, Kim Kim berkata pelan,


"Dari awal sudah tahu akan ada resiko seperti ini, mengapa kamu tidak menghindarinya.."


"Malah memilih terlibat lebih dalam.."


"Kamu pantas merasakan akibatnya.."


Sambil bergumam sendiri, Kim Kim melesat jauh menuju kearah selatan.


Kini dia hanya punya satu tujuan, kembali ke menara Pagoda tingkat 9 mencari sahabat tunggalnya.


Meminjam dada sahabatnya itu, untuk melepaskan seluruh himpitan kesedihannya dalam satu tangisan.


Dia hanya ingin menangis sepuas puasnya .


Di tempat lain nya, di istana Kerajaan Zhou, Zhang Shizheng terlihat sangat berduka setelah menerima kabar adik nya, yang paling kecil, kehilangan lengan kanan dan kini menjadi tawanan di ibukota Nan Jing.


Rasa sedih berubah menjadi amarah, amarah menjadi semakin meledak saat dia menerima kabar.


Ketua sekte lautan pedang Souw Chi Ming dan sesepuh andalan nya Thian Yi juga di kalahkan.


Souw Chi Ming tewas, sedangkan Thian Yi yang terluka parah kehilangan jejak.


Saat dia sedang memimpin sidang merencanakan siasat berikutnya.


Kembali masuk laporan terbaru yang membuat Zhang Shizheng sangat emosi.


Dia langsung membanting stempel kerajaan, yang ada di atas mejanya ke lantai.


Lalu dia segera meninggalkan ruangan sidang dengan wajah kusut.


Mood nya untuk memimpin sidang mencari solusi, untuk penahlukkan Nan Jing seketika hilang.


Saat dia menerima laporan terakhir yang mengabari nya bahwa Sekte Pedang Langit mengalami kehancuran dalam waktu tidak sampai satu malam.


Sekte pedang langit sudah musnah, siapa yang memusnahkan nya menjadi misteri.


Karena sisa anggota sekte pedang langit yang masih hidup, semuanya sudah berpencar membubarkan diri .


Tidak lagi ada yang terlihat masih tinggal di kota Su Zhou.


Setelah Zhang Shizheng pergi meninggalkan ruang sidang, perdana menteri kerajaan Zhou segera berkata,


"Saat ini pilihan tunggal ada di ketua sekte golok iblis .."

__ADS_1


"Bagaimana menurut saudara Kwee Sin..? apa saudara Kwee Sin sudah punya rencana untuk itu..?"


Tanya perdana menteri kerajaan Zhou serius.


Kwee Sin memberi hormat kearah perdana menteri kerajaan Zhou, dan berkata,


"Aku tidak berani memberikan janji.."


"Tapi aku akan berusaha pergi mengundang sesepuh sekte kami, yang tinggal di Shigong Dong, Gua Shigong.


"Baiklah,.. kalau begitu kami menunggu kabar baik dari mu, agar bisa kami laporkan ke Yang Mulia yang sedang galau pikirannya."


Ucap perdana menteri kerajaan Zhou berhati hati.


Kwee Sin mengangguk cepat, memberi hormat dengan menjura kearah semua, yang hadir di ruang sidang tersebut.


Setelah itu, dia segera mengundurkan diri dari ruangan sidang tersebut.


Sesaat setelah Kwee Sin pergi, sidang juga di bubarkan oleh perdana menteri Li Po.


Kwee Sin dengan sangat terburu-buru, segera meninggalkan istana raja, langsung menuju tepi danau Tai Hu .


Dari sana, Kwee Sin menggunakan perahu sekte nya , bergerak cepat menuju Shigong Shan.


Markas besar sekte Golok iblis terletak di Shigong Shan.


Tapi setelah tiba di tepi telaga, yang berbatasan langsung dengan kaki gunung Shigong Shan.


Kwee Sin tidak mengambil jalur mendaki ke puncak gunung Shigong Shan.


Tapi untuk mencapai tempat tersebut, tidak lah mudah, Kwee Sin harus memasuki kawasan hutan liar, di sebelah barat kaki gunung Shigong Shan.


Dari sana, dia harus menggunakan sebuah rakit, menyeberangi rawa rawa, yang di penuhi berbagai macam mahluk beracun, yang tinggal di habitat tersebut.


Sepanjang perjalanan Kwee Sin harus mengandalkan taburan bubuk berwarna ungu, di sekitar rakit nya.


Untuk mencegah mahluk mahluk beracun, yang tinggal di rawa tersebut, tidak sampai naik keatas rakit menyerang nya.


Setelah berhasil menyeberangi rawa rawa yang cukup luas itu.


Kwee Sin kembali melanjutkan perjalanan menembus hutan pohon bambu.


Hingga tiba di bawah tebing curam, yang menjulang tinggi keatas.


Dari sini Kwee Sin harus mendaki tebing terjal itu, secara manual hingga tiba di puncak tebing.


Di sebuah halaman seluas 10 meter persegi, ada sebuah gua setinggi 3 meter.


Di situlah Shigong Dong yang ingin dia kunjungi berada.


Kwee Sin dengan hati hati berjalan menghampiri bagian depan pintu gua .


Dari sana Kwee Sin menatap kedalam gua, yang gelap gulita dengan sikap takut takut berkata,


"Sesepuh Kwee Lun,..!"

__ADS_1


"Aku ketua sekte yang ke 54 Kwee Sin datang berkunjung.."


"Apa senior bersedia menemui saya...?"


Sesaat kemudian dari dalam gua berjalan keluar seorang kakek berambut riap riapan berwarna merah.


Sepasang matanya bersinar kemerahan, sama persis dengan warna rambutnya.


Wajahnya penuh brewok dan kumis tak terurus, yang juga berwarna merah.


Dia hanya mengenakan celana pendek, yang terpotong sebatas lutut, tanpa mengenakan baju juga alas kaki.


Dia bertelanjang dada, memamerkan bagian dadanya yang berbulu merah, dengan warna kulit agak sedikit gelap.


"Kamu datang kemari, sebaiknya katakan sesuatu yang berguna.."


"Bila tidak kamu boleh menggelinding pergi dari sini.."


"Dan jangan pernah berani kembali lagi, atau aku akan memakan mu hidup hidup.."


Ucap Kwee Lun serius dan bukan sekedar mengancam.


Kwee Sin segera menjatuhkan diri berlutut di hadapan Kwee Lun, dan berkata dengan suara sedikit tergagap.


"Sesepuh..diluar sana,.muncul seorang tokoh muda berambut putih."


"Kabarnya dia adalah ahli waris dari Wu Ming Lau Jen.."


"Im Jian San Koai dari istana hantu di Piao Miao Shan, sudah pergi bertempur dengan nya.."


"Tapi mereka di kalahkan, bahkan sesepuh Thian Yi dari lautan pedang, juga kalah di tangannya.."


"Bila sesepuh tertarik ingin pergi mencobanya barangkali..?"


Ucap Kwee Sin berhati hati.


Dia tidak begitu yakin, sesepuh nya yang bertabiat aneh dan sulit di tebak itu bersedia atau tidak.


Dia hanya bisa mencoba coba saja, syukur bila mau bila tidak, dia juga tidak berani memaksanya.


Kwee Lun termenung di tempat cukup lama, akhirnya berkata,


"Kamu pergilah, aku akan mempertimbangkan nya."


"Bila berminat aku akan menghubungi mu nanti.."


Kwee Sin mengangguk patuh, setelah memberikan sembah sujud tiga kali.


Dia segera berangkat mundur meninggalkan tempat tersebut.


Sementara itu Nan Thian yang berada jauh dari Su Zhou, di kota Nanjing sana


Dia berdiri termenung seorang diri menatap kearah langit, yang penuh dengan bintang berkelap kelip.


Sesekali dia terlihat menghela nafas panjang.

__ADS_1


__ADS_2