PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
NAN THIAN MELAWAN IM JIAN SAN KOAI


__ADS_3

Melihat keadaan tersebut, Sui Koai segera membentuk dinding perisai air untuk melindungi diri nya.


Tapi dinding air setinggi 10 meter itu, dengan ketebalan tak terukur.


Mampu di belah oleh Naga es dan Phoenix Api yang Nan Thian lepaskan dengan mudah.


Melihat keadaan tersebut, Sui Koai segera merubah dinding air menjadi arus pusaran air yang berpusar seperti angin tornado.


Naga Es dan Phoenix Api segera terhisap dan terseret dalam kekuatan pusaran air yang di ciptakan oleh Sui Koai.


Dengan cara tersebut, Sui Koai akhirnya berhasil menetralisir kekuatan energi Naga Es dan Phoenix Api yang ganas dan kuat.


Setelah berhasil memusnahkan serangan Nan Thian , Sui Koai kembali mengerahkan air bah yang berjumlah lebih banyak, membentuk pedang air, melesat menerjang kearah Nan Thian.


Nan Thian segera menyambutnya dengan tebasan pedang panca warna memainkan jurus,


"Naga Es dan Phoenix Api bersatu padu menantang semesta.."


Seekor mahluk gabungan dari Naga Es dan Phoenix Api segera menerjang kedepan.


Menyambut kedatangan pedang air yang datang nya, bagaikan air bah yang tumpah.


"Bressss...!"


Mahluk gabungan tersebut berhasil menghancurkan pusat serangan, membentuk sebuah lubang di tengah tengah, terus meluncur deras menuju Sui Koai yang berlindung di balik gelombang pedang air itu.


Sisa pedang air lainnya terus meluncur mengancam kearah Nan Thian.


Melihat keadaan tersebut, Nan Thian segera mengerahkan energi api surgawi memenuhi pedang panca warna .


Sebelum dia tebaskan kedepan, untuk membelah datang nya pedang air gelombang kedua, yang datang menerjang kearahnya.


Seberkas sinar merah yang berbentuk bulan sabit merah raksasa, langsung bergerak membelah gelombang pedang air menjadi dua bagian.


"Bressss...!"


Gelombang pedang air, segera terbelah menjadi dua bagian melewati tubuh Nan Thian.


Menerjang lewat di samping kiri kanan Nan Thian.


Menghajar dan menghancurkan apapun yang berada di belakang Nan Thian .


Di tempat lain Sui Koai juga harus menghadapi serangan mahluk gabungan yang sedang mendekatinya.


Sui Koai kembali menghisap air dari parit, yang mengelilingi tembok pertahanan kota Nan Jing.


Untuk di tembakkan kedepan, guna menyambut datangnya serangan mahluk gabungan itu.


"Blaaarrrr...!"


Serangan tembakan Canon air, berhasil menahan serangan mahluk gabungan Nan Thian .


Serangan Nan Thian tertahan di udara, segera terjadi saling dorong satu sama lainya.


Tapi hal itu tidak bertahan lama.

__ADS_1


Saat tebasan cahaya bulan sabit merah tiba.


Canon air kembali terbelah dua.


Kini dua kekuatan serangan Nan Thian, bergabung melesat bersamaan menerjang kearah Sui Koai .


Sui Koai mencoba membentuk gulungan air untuk menahan serangan Nan Thian.


Tapi sekali ini, dia gagal mengantisipasi nya.


Sui Koai terpental mundur oleh serangan yang Nan Thian lepaskan.


Sambil terbang mundur, Sui Koai tiba tiba hilang, berubah menjadi kabut putih.


Sehingga serangan Nan Thian kehilangan sasaran.


"Brakkkk...!"


Akibatnya serangan Nan Thian menghantam tembok pertahanan kota Nan Jing.


Hingga bagian tersebut terbelah dan dindingnya ambruk meluruk ke bawah.


Sui Koai sendiri setelah menghilang menjadi kabut putih.


Dia saat muncul lagi, terlihat sedang menyarangkan sepasang tapaknya, yang mengeluarkan cahaya putih.


Menyerang bagian punggung Nan Thian yang terbuka.


Tapi saat Sui Koai muncul di belakang Nan Thian, Nan Thian sendiri sudah melirik kearah tempat munculnya Sui Koai.


Dia menunggu hingga pukulan Sui Koai hampir menyentuh punggung nya.


Di detik detik akhir serangan tiba, tiba-tiba Nan Thian menggeser langkahnya.


Sehingga serangan tersebut menemui tempat kosong, di saat hampir bersamaan Nan Thian juga menghilang dari posisinya.


Saat muncul lagi pedang Panca Warna Nan Thian sudah berada tepat di atas ubun ubun kepala Sui Koai.


Sui Koai buru buru merubah pukulan sepasang tapaknya, untuk menyambut dan menjepit badan pedang panca warna.


Mencoba menahan serangan tersebut sambil terbang mundur menjauh.


Tapi Nan Thian tidak mengendurkan serangan nya, dia terus terbang mendesak maju.


Bila posisi tersebut terus di lanjutkan, cepat lambat Sui Koai pasti akan tertembus tubuhnya oleh pedang Panca Warna Nan Thian .


Untung nya sebelum hal itu terjadi, Thian Koai dan Ti Koai muncul membantunya.


Mereka berdua yang satu melepaskan cahaya biru yang lainnya melepaskan cahaya hitam kecoklatan menerjang kearah dua sisi dada Nan Thian .


Nan Thian terpaksa, menggunakan tangan kirinya yang bebas untuk menepis dan menangkis kedua serangan itu dengan gerakan secepat kilat.


"Blaaarrrr..!"


"Blaaarrrr..!"

__ADS_1


Tubuh Nan Thian terpental mundur puluhan meter, oleh daya ledak serangan Thian Koai dan Ti Koai.


Sambil terbang mundur, Nan Thian melakukan gerakan bersalto diudara beberapa kali, untuk mematahkan daya dorong serangan Thian Koai dan Ti Koai.


Nan Thian sambil terbang mundur, dia juga mengatur pernafasan untuk menenangkan goncangan di organ tubuhnya.


Agar dirinya tidak sampai terluka oleh serangan Thian Koai dan Ti Koai.


Dengan hadirnya Thian Koai dan Ti Koai, Sui Koai pun akhirnya terbebas dari mara bahaya yang hampir saja melukai nya dengan parah.


Thian Koai orang pertama Im Jian San Koai akhirnya buka suara,


"Bocah berambut putih ini terlalu berbahaya bila di hadapi satu lawan satu.."


"Ayo kita serang bersama sama..itu akan lebih punya peluang.."


"Jangan biarkan dia lolos, hawa murni dan darah nya, akan sangat berguna bagi kita, untuk menuntaskan ilmu tapak hantu sesat abadi."


Ti Koai dan Sui Koai mengangguk setuju.


Mereka bertiga segera melesat dari 3 arah menerjang kearah Nan Thian.


Sui Koai datang dari samping kanan, dengan tapak mengeluarkan cahaya putih berkilat.


Ti Koai datang dari samping kiri dengan tapak mengeluarkan cahaya hitam kecoklatan.


Thian Koai datang dari jalur tengah dengan tapak mengeluarkan cahaya biru.


Nan Thian buru buru memutar pedang Panca Warna dengan dukungan energi es dan api surgawi.


Dia mengeluarkan jurus pedang,


"Naga Es dan Phoenix Api menyatu mencapai keabadian."


Kedua mahluk itu segera menyatu membentuk seekor mahluk gabungan, berputaran di seputar tubuh Nan Thian untuk menyambut ketiga serangan yang datang.


Nan Thian juga mengimbangi permainan pedang nya, dengan melancarkan serangan Tapak Naga Emas.


"Tapak Naga Emas menembus langit.."


Seekor Naga Emas melesat keluar dari tapak kiri Nan Thian , melesat ke angkasa.


Menyerap kekuatan langit, meliuk liuk udara.


Kemudian menerjang cepat kearah ketiga kakek itu secara bergantian, sambil mengeluarkan suara raungan dahsyat nya.


"Rooaaarrrrrrr..!"


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


Terjadi ledakan dahsyat benturan keras di udara.

__ADS_1


Baik Nan Thian maupun ketiga kakek itu, mereka sama sama terdorong mundur puluhan meter kebelakang.


Serangan mereka bertiga sama sama kandas di tengah jalan, setelah terjadi benturan dahsyat tadi.


__ADS_2