
Zi Zi berdiri diam di sana, dia terus menatap kearah Nan Thian dengan sepasang mata berkaca-kaca.
Dia juga mengigit bibirnya sendiri erat erat, berusaha menahan suara Isak tangisnya agar tidak terdengar keluar.
Zi Zi kini yakin sepenuhnya yang di hadapan nya adalah Nan Thian kekasihnya.
Dia sudah melihat cincin penyimpanan ayah'nya melingkar di jari Nan Thian .
Selain Nan Thian tidak mungkin ada orang lain yang bisa menggunakan cincin penyimpanan ayahnya itu.
Hanya saja apa yang terjadi dengan Nan Thian , dia masih kurang jelas.
Tapi Zi Zi tidak mau berpikir banyak, ini Nan Thian ke ke nya.
Apapun yang terjadi dia tidak akan mau melepaskan nya untuk kedua kalinya.
Dia akan memperjuangkannya, bila Nan Thian tidak menghendakinya lagi.
Dia juga tidak Sudi hidup sengsara seorang diri di dunia ini lagi.
Pilihan nya cuma dua, bersama atau dia mati.
Nan Thian sendiri terlihat heran melihat sikap Zi Zi, terutama saat melihat sepasang mata gadis itu, ada airmata yang mengambang di sana.
Zi Zi tiba tiba menghilang dari posisinya, dia menggunakan ilmu Wu Ying 72 Pian Pu. 72 Langkah Ajaib Tanpa Bayangan.
Ilmu itu membuat Zi Zi bisa muncul dan hilang sesuka hatinya.
Dia hanya terlihat seperti sebuah bayangan yang terbang di udara, tidak sampai sekejab mata.
Dia sudah muncul persis di depan Nan Thian dengan sepasang tangan terpentang lebar.
Melihat hal itu, Nan Thian yang mengira Zi Zi ingin menyerang nya.
Dia secara otomatis langsung mendorong sepasang telapak tangannya dengan jurus,
"Naga Meradang Berbalik Arah..!"
"Rooaaarrrrrrr...!"
Terdengar suara raungan Naga Emas marah, menyertai munculnya bayangan Naga Emas Raksasa menerjang ke arah Zi Zi.
Zi Zi tentu melihatnya, dia tidak berusaha menghindar ataupun menangkisnya.
Dia malah memejamkan matanya, sambil tersenyum sedih dan berkata pelan,
"Nan Thian Ke Ke, bila kematian ku bisa membuatmu merasa jauh lebih baik, tidak terbebani lagi.."
"Aku rela .. "
Saat menyadari ada keanehan pada pergerakan gadis itu, Nan Thian segera ingin membatalkan serangan nya.
Tapi sudah terlambat, serangan yang dia lepaskan tidak bisa dia tarik kembali.
Nan Thian bergerak hanya mengikuti insting, dia sama sekali tidak paham mengapa dia bisa melakukan gerakan tersebut.
Sehingga saat dia ingin menarik kembali ataupun membelokkan arah serangan nya.
__ADS_1
Dia justru tidak mampu melakukan nya, hal ini membuat Nan Thian hanya bisa terbelalak panik.
Melihat serangan yang dia lepaskan menerjang cepat kearah Zi Zi, di mana dia tidak mampu mencegah benturan tersebut.
Untungnya di saat kritis, Bing Han muncul menghadang di antara Zi Zi dan Nan Thian .
Begitu muncul, Bing Han sebelah tangan menarik pinggang Zi Zi masuk kedalam pelukannya.
Tangan yang lain, dia pergunakan untuk menyambut datangnya serangan Nan Thian .
"Cakar 9 Yin Peremuk Tulang...!"
Bayangan Naga Emas yang bertemu dengan bayangan cakar biru Bing Han .
Seketika membeku di udara, sedetik kemudian bayangan Naga Emas meledak hancur berkeping-keping.
Bayangan Cakar Biru terus bergerak mengejar kearah Nan Thian.
Nan Thian secara reflek langsung menyambut serangan tersebut dengan telapak tangan nya yang mengeluarkan cahaya panca warna.
"Blaaarrrr...!"
Terjadi benturan dahsyat cakar dengan tapak di udara.
Dengan kesudahan,
Bing Han terpental mundur, menjauh dengan Zi Zi selamat dalam pelukannya.
Sedangkan Nan Thian terdorong mundur 5 langkah ke belakang, dengan seluruh tubuh di selimuti cahaya biru merah membara membungkus tubuhnya.
Seluruh tubuhnya terlihat gemetaran, seperti sedang menahan penderitaan dan siksaan yang sulit di ungkapkan.
Bing Han sendiri, setelah menurunkan Zi Zi keatas tanah, dengan tatapan marah ke Nan Thian .
Dia segera meluncur kearah Nan Thian dengan sepasang cakar yang mengeluarkan cahaya kebiruan.
"Cakar Peremuk Tulang Iblis dan Dewa..!"
Seketika muncul pusaran angin badai hujan es menyertai serangan Bing Han .
Zi Zi begitu turun keatas tanah, dia langsung meronta kuat, melepaskan pelukan Bing Han .
Dia juga ikut melesat mendahului Bing Han .
Zi Zi muncul menghadang di depan Nan Thian, dia menggunakan sebuah suling giok hijau.
Bersilat seperti orang sedang menulis sesuatu di udara, untuk menghalau serangan Bing Han .
Cahaya pelangi mewarnai, setiap garis tulisan yang di buat oleh Zi Zi.
"Han Ke Ke..! tolong jangan ikut campur urusan kami..!"
"Zi Zi mohon..!"
Ucap Zi Zi setengah berteriak.
Bing Han yang melihat hal itu, dia segera membatalkan serangan nya.
__ADS_1
Lalu membuang diri mundur kebelakang menjauh dari Zi Zi.
Selama ini bergaul, Bing Han tidak pernah menganggap serius kemampuan Zi Zi.
Tapi hari ini, dia akhirnya menyadari, ternyata Zi Zi selama ini memang sengaja menyimpan kemampuan asli nya dari dia.
Terbukti saat ini, di mana demi melindungi Nan Thian, pemuda berhati tega, yang dengan kejam hampir menewaskan nya.
Tapi justru Zi Zi memilih berdiri keluar, untuk melindunginya.
Sehingga Zi Zi terpaksa mengeluarkan kemampuan sejatinya, yang ternyata tidak di sebelah bawah kemampuan Bing Han.
Bukan hanya tidak berada di sebelah bawahnya, bahkan kemampuan unik menggunakan jurus menulis di udara, dengan energi cahaya pelangi nya.
Zi Zi mampu memaksanya mundur menjauh dari nya dan Nan Thian yang di lindunginya.
Sementara itu, Nan Thian yang melihat semua kejadian, yang berlangsung di depan matanya.
Walaupun dia merasa heran dan penasaran dengan aksi gadis cantik, yang sulit dia pahami itu.
Di mana gadis cantik itu bukan nya, datang menyerangnya, gadis itu malah datang melindunginya.
Tidak hanya sampai di sana, gadis itu malah, memilih memukul mundur rekannya sendiri, demi dirinya.
"Apa sebenarnya hubungan dirinya dengan gadis itu di masa lalu..?"
Batin Nan Thian bingung.
Dalam keadaan tersiksa akibat hawa api dan es surgawi kembali lepas kontrol menyerang balik ke dirinya.
Di tambah dengan situasi membingungkan yang di hadapannya saat ini.
Membuat dia jadi bertanya tanya, apa dia punya hubungan khusus dengan gadis muda dan cantik seperti bidadari itu..?
Pikiran seperti itu, kembali menyeret dia berpikir siapa dirinya, dari mana asalnya.
Lagi lagi pikiran Nan Thian jadi terganggu, kepalanya kembali mengalami kesakitan hebat.
Rasa sakit luar biasa tak tertahankan, yang kembali mendera kepalanya.
Membuat Nan Thian akhirnya berteriak keras, sambil memegangi kepalanya.
"Arggggghhh...!"
Nan Thian berteriak kesakitan seperti orang gila, sesaat tubuhnya mengalami kejang kejang hebat.
Lalu tanpa bisa dia cegah, Nan Thian jatuh berlutut di belakang Zi Zi.
"Arggghhh...!!"
Sekali lagi Nan Thian berteriak keras, sebelum sepasang bola mata hitam nya mendelik ke atas.
Lalu perlahan-lahan tubuh Nan Thian terguling roboh keatas tanah, kehilangan kesadaran.
"Nan Thian Ke ke...!"
Teriak Zi Zi kaget, saat melihat keadaan Nan Thian .
__ADS_1