PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
TIDAK PANTAS UNTUK ZI ZI


__ADS_3

Sesaat kemudian Siao Hung sudah kembali ke kamarnya sendiri.


Dia mencoba berbaring dan memejamkan matanya, di kasur super nyaman, yang belum pernah dia nikmati seumur umur hidupnya.


Tapi sialnya, mungkin karena terlalu nyaman dan wangi dia malah sulit tidur.


Setiap dia mencoba menutup matanya, malah selalu muncul wajah pemuda rambut putih yang sedang tersenyum lembut, tapi sinar matanya menyiratkan luka dan kesedihan mendalam.


Siao Hung memukul mukul kepalanya sendiri, lalu mencoba ganti posisi miring.


Tapi tetap saja wajah itu selalu muncul, begitu dia menutup matanya.


Setelah beberapa waktu bolak balik tetap sulit tidur, akhirnya Siao Hung memutuskan untuk tidak tidur.


Dia bangkit duduk ditepi ranjang sambil memegangi kedua pipinya yang terasa panas dan berkata sendiri,


"Siao Hung, kamu ini tidak tahu diri.."


"Memalukan, dia baik dengan mu karena kasihan, kamu malah berpikir kemana.."


"Sadarlah kamu Siao Hung.."


"Dia itu siapa? kamu siapa ? mana mungkin dia menyukai mu.."


"Jangan bikin malu diri sendiri kamu.."


Gumam Siao Hung menegur dirinya sendiri.


Setelah itu Siao Hung dengan uring-uringan pergi cuci mukanya sendiri.


Sesaat setelah merasa lebih segar dan tenang, Siao Hung pun memutuskan untuk keluar dari kamarnya.


Dia ingin mencari udara segar, di luar sana.


Kebetulan saat keluar dari kamar, Siao Hung menemukan bulan diatas sana bersinar terang, dan terlihat bulat sempurna.


Siao Hung dengan hati riang segera melanjutkan langkahnya meninggalkan kamarnya tanpa arah tujuan.


Dia hanya terus berjalan menyusuri taman yang sepi, penerangan dari cahaya bulan cukup membantu, menerangi setiap gerak langkah nya.


Sambil berjalan, Siao Hung merentangkan sepasang tangannya dengan kepala sedikit menengadah keatas menentang cahaya bulan.


Siao Hung menghirup nafas dalam dalam, menikmati hembusan udara segar di sekitar tempat tersebut.


Tiba tiba saat Siao Hung sedang asyik asyiknya menikmati udara segar.


Dia mendengar suara alunan suling yang sendu dan mendayu-dayu.


Siao Hung memiringkan, kepalanya, mencoba untuk mendengarkan dengan lebih jelas.


Suara suling yang terdengar sayup sayup.terbawa angin, sampai ketempat dirinya berdiri.


Siao Hung menangkap suara lagu yang di mainkan begitu pilu dan menyedihkan, seperti suara ratapan dari hati bagian terdalam yang begitu menyedihkan.

__ADS_1


Tanpa Siao Hung sadari, dia selangkah demi selangkah terus berjalan menghampiri asal suara tersebut.


Bagi yang mau tahu musiknya seperti apa, bisa cari ost semi God semi devil, Sen Se Liang Wang Ciang Hu Li, Hidup dan mati, mari lupakan perpisahan di dunia ini..


Akhirnya dia menemukan asal suara itu, ternyata berasal dari tempat peristirahatan di tengah kolam.


Di mana di sana terlihat pemuda berambut putih yang selalu menganggu pikirannya itu.


Sedang berdiri menghadap kearah rembulan, sambil meniup sebatang suling giok hijau yang menempel miring di bibirnya.


Siao Hung begitu terpesona, melihat pemandangan di hadapannya itu.


Hingga dia hanya berdiri mematung di sana seperti orang bodoh, terus menatap kearah Nan Thian tanpa berkedip.


Tiba-tiba terdengar suara Kim.Kim yang sedang duduk santai di atas atap Ting, dimana Nan Thian berada.


Dia duduk berselonjoran dengan kedua kaki tergantung kebawah, sambil di goyang goyang kan.


"Kakak sudahlah hari sudah larut bukannya pergi tidur.."


"Malah di sini main musik ganggu orang tidur, masih mending duduk diatas sini temani aku duduk minum arak.."


"Tahu tidak, gara gara musik konyol mu itu, "


"Kamu kembali tebar pesona, hingga seorang gadis polos kembali terkena panah asmara, ?"


"Dari tadi hanya berdiri diam disana.."


"Menatap seperti orang bodoh yang terkena guna guna..?"


Dengan wajah merah padam dan agak gugup, dia buru-buru ingin pergi dari sana.


Dia langsung membalikkan badannya tanpa melihat lagi dia mau langsung melangkah pergi dari sana secepat mungkin.


Tapi dia tidak sadar, sedang berdiri di posisi jembatan yang berkelok, bukan jalan lurus.


Sehingga dengan langkah terburu-buru tanpa melihat, dia malah menabrak pagar pembatas jembatan, kemudian terjungkal kedalam kolam.


"Aihhhhh..!"


Teriak Siao Hung kaget, karena dia akan segera jatuh tercebur kedalam kolam yang air nya terlihat hitam kelam menyeramkan.


Siao Hung terlalu kaget, hingga selain berteriak dia hanya bisa memejamkan mata pasrah dengan apa yang akan terjadi.


Yang jelas dia akan terlihat semakin memalukan dan kehilangan muka di hadapan pria yang selalu menganggu pikirannya itu.


Ditempat lain, Nan Thian yang sedang asyik bermain suling, melepaskan semua beban perasaan dan kesedihannya, lewat alat musik yang menjadi teman penghibur hatinya itu.


Saat mendengar celoteh Kim Kim, pada awalnya dia cuek menanggapi ucapan Kim Kim yang mengeluh dan meminta nya menemani dia minum arak.


Tapi kalimat kedua, segera membuat dia langsung menghentikan tiupan sulingnya.


Menoleh kebelakang untuk melihat kebenaran ucapan sahabatnya yang suka ngawur klo bicara.

__ADS_1


Tepat dia berbalik, dia malah melihat Siao Hung sedang panik dan tergesa gesa ingin pergi.


Sehingga malah menabrak pagar pembatas dan terjungkal kearah kolam.


Nan Thian segera menghilang dari posisinya, dengan Wu Ying Thian Shang Fei.


Di mana dengan ilmu meringankan tubuh ini, dia bisa langsung hilang dari tempatnya.


Lalu muncul tepat waktu di mana Siao Hung sedang terjungkal kebawah.


Nan Thian langsung menyambut pinggang Siao Hung yang langsing.


Hanya dengan satu tendangan kecil.


"Plakkk..!"


Terdengar bunyi pelan suara kecipak air, Nan Thian sudah terbang menyeberangi jembatan mendarat di tepi telaga buatan itu.


Siao Hung yang merasa heran tubuhnya tidak tercebur kedalam air, malah seperti melayang di udara.


Dia segera membuka matanya, untuk melihat apa yang terjadi.


Tapi begitu sepasang matanya terbuka, melihat siapa yang berada di sisinya.


Merangkul pingangnya dengan lembut, membawanya terbang melayang ketepi telaga.


Siao Hung sesaat merasa jantungnya seperti jungkir balik, berhenti berdetak.


Sepasang matanya seolah olah enggan berkedip, terus menatap wajah yang begitu halus putih dan sangat tampan itu.


Dia seperti takut bila berkedip, mimpi indahnya tersebut akan sirna.


Hingga ada suara teguran halus dari Nan Thian terdengar olehnya, dia baru seperti di tarik kembali dari alam khayalnya.


Nan Thian ,


"Nona Sun kamu tidak apa apa bukan,? apa ada yang terluka..?"


Dengan wajah merah padam Siao Hung buru buru melepaskan pelukannya menjauhi Nan Thian dan berkata dengan cepat.


"Tidak aku tidak apa apa.."


"Terimakasih.."


Setelah itu, tanpa berani bertatapan dengan Nan Thian lagi.


Dia langsung berlari secepat mungkin meninggalkan tempat tersebut.


Dia benar benar merasa sangat malu, bila ada lubang rasanya dia ingin melompat untuk menyembunyikan wajahnya di dalam sana.


Setelah Siao Hung menghilang, Kim Kim malah mendarat di samping Nan Thian dan berkata,


"Lihat kamu kembali dalam masalah.."

__ADS_1


"Dasar payah..terkadang aku benar benar merasa kasihan dan merasa tidak pantas untuk Zi Zi yang begitu percaya dan mencintai mu.."


__ADS_2