
Zi Zi sambil tersenyum gembira, dia maju menggandeng tangan kedua adiknya dan berkata,
"Jangan cemberut gitu nanti cepat tua ."
"Ayo temani kakak untuk menemui ayah dan Ibu di dalam sana.."
Fei Yung mengangguk dan kembali tersenyum, tapi Fei Lung dengan wajah penasaran dia menoleh kearah Nan Thian dan berkata,
"Kakak ipar bagaimana kamu bisa mengenali kami hanya dalam 3 jurus..?"
Nan Thian sambil tersenyum berkata,
"Fei Yung pasti yang memainkan ilmu Naga Es dan lebih banyak bertahan.."
"Sedangkan kamu pasti akan memainkan ilmu Phoenix api, yang berkarakter menyerang secara berapi api.."
"Lewat itulah aku menebaknya.."
Ucap Nan Thian jujur.
Fei Yung dan Fei Lung sama sama memandang kagum ke kakak ipar mereka yang pintar menganalisa masalah.
Mereka berempat segera bergerak beriringan memasuki hutan kecil.
Setelah melewati hutan kecil itu akhirnya mereka tiba di depan sebuah telaga yang di kelilingi oleh pohon buah persik dewa.
Tidak Jauh dari sana melihat ada beberapa bangunan pondok berdiri di sana.
Di halaman depan pondok yang paling besar yang terletak di tengah tengah, ada sebuah tempat bersantai terbuka.
Di sana Nan Thian dan Zi Zi berdiri terbelalak tak percaya, saat melihat siapa tamu yang hadir di sana.
Sedang berbincang bincang dengan Fei Yang Xue Lian dan Fei Hsia.
Hampir secara bersamaan, Nan Thian dan Zi Zi bergumam kecil secara serentak,..
"Li Sun.."
Pemuda berkepala botak plontos itu tiba tiba menoleh kebelakang.
Dia menatap kearah Nan Thian dan Zi Zi yang berdiri mematung di sana .
Pemuda kepala plontos yang memang bukan lain adalah Li Sun adanya.
Dia menatap kearah Nan Thian dan Zi Zi yang berdiri mematung di sana melihatnya.
Li Sun tersenyum lembut penuh welas asih, dia menaruh lengan kirinya dalam sikap Anjali, dia bangkit berdiri.
Kemudian memberi hormat kearah Nan Thian dan Zi Zi secara bergantian.
Lalu dia dengan gerakan tenang melangkah menghampiri Nan Thian dan Zi Zi.
Li Sun saat berada di hadapan Zi Zi dan Nan Thian dia berkata dengan suara lembut penuh welas asih.
"Apa kabar kakak Nan Thian ,.apa kabar adik Zi Zi.."
__ADS_1
"Li Sun disini meminta maaf bila di masa lalu ada ucapan dan sikap Li Sun yang tidak pantas."
Ucap Li Sun sambil menjura kearah mereka berdua sambil tersenyum penuh welas asih.
Tidak sedikitpun terlihat di wajah senyum ataupun tatapan matanya yang terlihat masih menyimpan amarah dendam ataupun penyesalan.
Dia seperti berubah menjadi seseorang yang baru terlahir kembali, sangat berbeda jauh dengan keadaannya saat pertemuan terakhir mereka dulu.
Nan Thian setelah tersadar dari kagetnya dia buru-buru maju kedepan memeluk Li Sun dengan penuh haru dan rasa sesal.
"Syukurlah kamu masih hidup.."
"Maafkan kakak Sun Er .. kakak lah yang bersalah padamu.."
"Kakak sungguh berdosa dan tidak pantas menjadi kakak mu.."
"Bila hari ini kamu datang ingin membalasnya, kakak akan berikan nyawa kakak untuk menebus segala dosa kakak.."
Ucap Nan Thian sambil meremas pundak kanan Li Sun yang kini kosong.
Hanya ada lengan bajunya saja, lengannya sendiri sudah tiada.
Zi Zi juga melangkah maju menatap kearah Lu Sun dengan wajah basah airmata.
"Maafkan aku Sun ke ke, akulah sumber dari segala masalah ini.."
"Bila Sun ke ke menginginkan nya, Zi Zi juga akan bayar dengan nyawa Zi Zi.."
"Hanya satu permintaan Zi Zi, harap Sun ke ke, mau ampuni nyawa putri kami yang tidak berdosa.."
Ucap Zi Zi dengan wajah memelas .
Li Sun perlahan mundur dua langkah kebelakang dan berkata,
"Kakak Nan Thian dan adik Zi Zi jangan salah paham.."
"Kedatangan ku, bukan untuk urusan lama itu.."
"Bagiku urusan lama itu adalah suatu jodoh dak takdir, semua sudah berlalu.."
"Sebagai seorang biksu yang sudah meninggalkan keduniawian.."
"Aku sudah melihat jelas semua nya, aku sudah melepaskan semuanya.."
"Yang lalu itu adalah suatu jodoh, jodoh dimana aku harus bertemu dengan kakak Nan Thian dan adik Zi Zi.."
"Jodoh agar aku bisa menebus karma hutang piutang ku di masa lampau ke kalian berdua.."
"Agar aku bisa lepas dari lingkaran karma ku di kehidupan sekarang ini..'
"Semua nya sudah berjalan sesuai hukum kesunyataan, jadi aku sudah bisa melihatnya dengan jelas.."
"Kakak Nan Thian dan adik Zi Zi juga harus bisa melihat dan menerima semua kenyataan ini dengan baik.."
"Tak perlu lagi ada penyesalan dan duka.."
__ADS_1
"Lepaskan dan relakan semuanya.."
Ucap Li Sun sambil tersenyum penuh welas asih.
Nan Thian langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Li Sun, Zi Zi pun menyusul nya.
Nan Thian dan Zi Zi benar benar terharu oleh ketulusan Li Sun, yang bisa menerima semua kenyataan itu.
Li Sun sambil tersenyum tulus, dia segera membungkuk membantu kedua nya untuk berdiri.
"Kakak Nan Thian adik Zi Zi kedatangan ku saat ini, di karenakan ada hal yang sangat penting yang harus aku bahas dan bicarakan dengan kalian semuanya.."
"Ayo kita bicarakan di dalam sana bersama Paman Fei Yang dan bibi Xue Lian.."
Nan Thian dan Zi Zi mengangguk mengikuti saja permintaan Li Sun.
Mereka berdua merasakan kini Li Sun memiliki suatu kharisma dan wibawa.
Di mana setiap ucapan dan ajakan nya, membuat mereka berdua tunduk tidak bisa menolaknya.
Hawa lembut yang terpancar dari seluruh tubuh Li Sun juga sangat aneh dan membuat mereka semua merasa nyaman dan sangat tentram.
Nan Thian yang sebelumnya hatinya penuh dengan kegundahan dan beban.
Kini dia merasa semuanya telah jauh berkurang dengan sendirinya.
Keadaannya saat ini terasa jauh lebih tenang.
Nan Thian dan Zi Zi terlebih dulu bersujud di depan kaki Fei Yang Xue Lian dan Fei Hsia.
Setelah memberi penghormatan, mereka semua baru duduk bersama.
Mendengarkan apa yang di sampaikan oleh Li Sun.
Mereka hanya diam mendengarkan dengan serius tanpa menyela nya sama sekali.
Baru setelah Li Sun selesai menjelaskan Fei Yang berkata,
"Aku sudah lama mengundurkan diri, tidak ingin campur dengan urusan duniawi.."
"Selama mereka tidak mengacau sampai ketempat penuh ketenangan hidup ini.."
"Aku juga tidak akan pernah keluar dari sini pergi mencampuri urusan di luar sana.."
"Aku rasa saat ini yang paling tepat adalah menyerahkan semua masalah ini untuk di tangani oleh angkatan muda seperti kalian.."
"Perebusan kekuasaan dan pertempuran aku sudah jenuh dan tidak tertarik.."
"Sebaiknya Thian er,.. Sun er,.. kalian wakili saja aku menanganinya.."
Ucap Fei Yang menyatakan sikapnya.
"Blaaarrrr...!"
Tiba-tiba mereka semua yang hadir di sana, dikagetkan oleh dahsyat yang menggetarkan seluruh alam dimensi tersebut.
__ADS_1