PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
KETUA SEKTE AIR LANGIT


__ADS_3

Petugas Arena Pertama memang tidak bermaksud menewaskan Hon Bu.


Serangan energi' nya sudah dia atur sedemikian rupa, sehingga hanya melumpuhkan tapi tidak sampai menewaskan Hon Bu.


Hon Bu masih berguna untuk misi sekte mereka, jadi dia tidak mungkin membunuhnya.


Sementara itu di arena kedua seperti nasib Hon Bu, nasib ketua sekte genk harimau hitam Di Hu juga tidak lebih baik.


Tidak butuh waktu lama, dia juga sudah di lumpuhkan oleh petugas arena kedua.


Dia pun di gotong keluar arena oleh anak buahnya untuk mendapatkan perawatan.


Di arena ketiga dan keempat yang sedikit berbeda.


Diarena ketiga Ketuanya yang seorang pria bukan wanita bukan, Dia dengan tarian dan langkah gemah gemulai dan langkah langkah membingungkan.


Membuat Petugas Arena Ketiga terlihat repot menjangkaunya,.meski sudah melepaskan berbagai macam pukulan dahsyat cahaya hijau mengejar nya.


Ketua sekte air langit yang di tangannya memegang sebuah botol porselen, mirip botol yang biasanya di bawa oleh Dewi Kwan Im Pu Sa .


Sejauh ini dia hanya menghindar, tidak membalas menyerang.


Hingga suatu ketika, dia merasa sudah bosan bermain main, dia baru membalas menyerang dengan menyentilkan jari tangan nya, yang menggunakan beberapa tetes air, yang di keluarkan dari dalam botol di tangannya.


Dalam pergerakan lambat terlihat lima tetes air tersebut dengan kecepatan tinggi hingga sulit diikuti oleh pandangan mata.


Tetesan air berhasil menembus energi pelindung Petugas Arena Ketiga.


Sehingga langsung mengenai lima titik penting di tubuh Petugas Arena Ketiga.


Satu mengenai dua sambungan pangkal lengan, dua lagi mengenai sambungan lutut.


Satu terakhir mengenai dada Petugas Arena Ketiga.


Petugas Arena Ketiga langsung terjengkang kebelakang, saat terkena serangan tersebut.


Tempat yang terkena tembakan air itu, langsung meledak, darah langsung menyembur.


Petugas Arena Ketiga, setelah terjatuh, langsung lumpuh tidak sanggup bangun.


Karena 4 titik penting di tubuhnya sudah di lumpuhkan oleh Sui Sian , ketua Sekte air Langit.


Dengan kemenangan ini, Sui Sian berarti otomatis berhak maju ke arena tengah berhadapan dengan Tin Siok.


Tin Siok yang sebelumnya di lukai cukup parah oleh Tek Hoat di tempurung kakinya.


Kini secara ajaib, dia sudah terlihat baik baik saja, dia sudah bisa kembali menyambut Sui Sian.


",Selamat datang Ketua Sui.."

__ADS_1


Ucap Tin Siok sambil menjura penuh hormat.


Tin Siok tidak tahu mau panggil saudara atau saudari, menghindari tamu tersebut tersinggung.


Dia menggantinya dengan panggilan ketua Sui.


Terbukti hal ini, membuat Sui Sian tersenyum puas atas sambutan Tin Siok ke dirinya.


Dia segera balas menjura dan berkata,


"Aku beruntung berhasil lolos dari arena ketiga, sekarang aku memberanikan diri untuk memohon petunjuk dari Tuan Tin ..."


Tin Siok tersenyum sopan dan berkata,


"Ketua Sui terlalu merendah, Tin Siok di sini hanya menjalankan tugas saja.."


Tin Siok orang tidak punya nama di dunia persilatan, siapa mengajar siapa hal ini jelas belum bisa di tentukan.."


"Jangan jangan seperti sebelumnya, Tin Siok hanya mempermalukan diri seperti saat berhadapan dengan Si jari maut.."


Ucap Tin Siok mengelak pujian dari Sui Sian sambil tersenyum.


Sui Sian mengangguk dan berkata,


"Baiklah kalau begitu kita mulai saja, agar ketua SIM tidak menunggu lama."


Sim Qiao juga sudah menyelesaikan pertarungan nya di arena keempat.


Hanya beda selisih waktu saja dengan Sui Sian.


Jadi setelah menerima hadiah, dia terpaksa kembali duduk dulu di bangku penonton menunggu giliran.


Setelah saling berbasa basi sejenak Tin Siok dan Sui Sian segera terlibat saling serang dengan kecepatan tinggi.


Tubuh mereka berdua hilang dalam bayangan yang muncul hilang muncul hilang, ditempat tempat berbeda.


Tapi masih berada di dalam lingkaran arena.


Angin berderu di sertai suara ledakan dahsyat, mewarnai pertandingan mereka berdua.


Setelah beberapa waktu berlalu, Sui Sian mulai menggunakan air di dalam botolnya untuk menyerang kearah Tin Siok .


air ajaib yang datangnya bagaikan hujan, langsung di sambut oleh Tin Siok dengan pusaran energi yang bagaikan angin topan.


Menggulung semua air, terhisap kedalam gulungan pusaran energi berwarna putih.


Kemudian semua oleh Tin Siok di retur kembali kearah Sui Sian.


Sui Sian melakukan gerakan berputaran menangkis gerakan yang datang .

__ADS_1


Sambil berputaran, dia bergerak cepat mengelilingi Tin Siok dan melancarkan serangan beruntun menggunakan air suci miliknya.


Tin Siok yang tidak mungkin berputar putar menghadapi serangan beruntun dari Sui Sian.


Dia segera membentuk energi pelindung kubah putih, untuk menangkis semua serangan dari Sui Sian.


Begitu ada kesempatan, Tin Siok segera menghujani Sui Sian dengan serangan energi merah, biru, hijau, dan kuning secara berganti gantian.


Sui Sian yang di kepung oleh serangan energi cahaya, dia terpaksa menghentikan serangannya mengelilingi Tin Siok .


Dia harus memilih untuk bertahan menghindari serangan serangan Tin Siok yang tidak boleh dianggap remeh.


Bila tidak dia kemungkinan besar akan celaka di tangan Tin Siok .


Sambil bergerak menghindar kesana kemari seperti orang menari.


Sui Sian selalu membalas menyerang, dengan dorongan tapaknya, yang mengontrol titik-titik air di gunakan untuk menghujani titik titik penting di seluruh tubuh Tin Siok .


Tin Siok yang selalu gagal menyerang Sui Sian, dia akhirnya mengerahkan ilmu simpanannya.


Tin Siok melancarkan serangan dengan dorongan sepasang telapak tangan nya kedepan.


Mendorong sebuah bola cahaya putih, bergerak menerjang kearah Sui Sian.


Sui Sian seperti biasa, begitu melihat ada serangan datang, dia segera bergerak menghindar dengan langkah dan tarian ajaibnya.


Tapi sekali ini bola cahaya putih Tin Siok mampu membelah diri dan terus membelah diri mengurung dan mengintimidasi Sui Sian.


Sui Sian jadi tidak bisa bergerak kemana mana, karena bola putih itu bergerak cepat mengepungnya.


Setiap dia mencoba menghancurkan bola cahaya putih yang menghadang pergerakan nya.


Dia selalu gagal, karena menghadapi daya tolak yang luar biasa dari bola cahaya putih yang mengurung nya.


Bola cahaya putih itu setiap saling bertemu, dia akan membentuk dinding kubah putih, hingga akhirnya Sui Sian, dia jadi terbungkus di dalam sebuah kubah cahaya putih.


Terperangkap di dalam sana, mau bergerak meloloskan diri dia tidak bisa.


Tidak meloloskan diri, dia tahu kebebasan pergerakannya sedang di batasi oleh Tin Siok .


Benar sesuai dugaan Sui Sian, setelah Sui Sian terperangkap.


Tin Siok mulai bergerak masuk kedalam kubah.


Dia kembali mulai menyerang Tin Siok dengan energi cahaya nya, yang terkadang berbentuk bulan sabit, terkadang berbentuk Golok, pedang, juga ada tombak."


Semua berseliweran di sekitar tubuh Sui Sian.


Hingga suatu ketika, Sui Sian gagal menghindar karena terdorong balik oleh kubah cahaya putih yang mengurungnya.

__ADS_1


__ADS_2