
Siao Lung yang terjebak tidak punya jalan mundur lagi
Sekali lagi, dia kembali menggunakan energi cangkang kura-kura hijau untuk melindungi dirinya.
Perisai energi ini benar benar kuat, dari manapun Tin Siok bergerak menyerangnya dengan tenaga penuh.
Serangan Tin Siok tetap saja kandas, tidak berarti apa-apa.
Tin Siok tetap saja gagal untuk menembus pertahanan Siao Lung .
Setelah cukup lama hanya bertahan, membiarkan Tin Siok bebas menyerangnya.
Kini Siao Lung berteriak,
"Cukup sekarang giliran ku..!"
"Waspadalah paman..!"
Bentak Siao Lung sambil mulai bergerak memainkan jurus jurus serangannya dari balik cangkang perisai kura kura Hijau nya.
Tidak terlihat ada cahaya suara ataupun angin berkesiur, ataupun udara terbelah.
Semua terlihat seperti Siao Lung sedang bermain akrobat sendiri.
Tapi hal berbeda justru di rasakan oleh Tin Siok langsung, Tin Siok jelas terlihat sangat sibuk, bergerak kesana kemari.
Membentuk perisai cahaya emas dengan kedua tangannya menangkis kesana kemari seperti orang sedang bersilat sendiri .
Tin Siok muncul menghilang kesana kemari sambil terus bergerak menangkis serangan, dia terlihat sedang terdesak hebat dengan seluruh tubuh bermandikan keringat.
Setiap kali perisai pertahanan Tin Siok bergerak selalu ada ledakan cahaya.
Hanya itu yang menunjukkan bahwa Tin Siok memang benar sedang di serang.
Dia tidak sedang bermain Opera monyet seorang diri.
Hingga satu ketika, Siao Lung tiba tiba melesat keluar dari dalam bayangan pertahanan nya.
Bocah itu dengan sepasang telunjuk dan jari tengah di rapatkan bergerak dengan sangat cepat hingga tidak terlihat.
Tahu tahu dia sudah muncul di belakang punggung Tin Siok.
Tin Siok jadi berdiri diam di sana, tak mampu bergerak.
Tiba-tiba dari seluruh titik nadi utama Tin Siok meledak menyemburkan darah.
Beberapa detik kemudian setelah beberapa nadi utama Tin Siok meledak.
Tin Siok akhirnya jatuh berlutut diatas tanah dengan rambut acak acakan dan tubuh lemas.
Ini adalah kekalahan kedua kali bagi Tin Siok, tapi kekalahan kedua ini adalah yang paling parah .
Dia sampai tidak melihat bagaimana proses dirinya di kalahkan.
Tahu tahu seluruh pembuluh darah nadi utamanya telah meledak oleh energi Siao Lung yang meledak di dalam tubuhnya.
Untungnya Siao Lung tidak berbuat membunuhnya, bila tidak dia bahkan tidak tahu bagaimana dia bisa mati, tahu tahu sudah mati.
__ADS_1
Kejadian Siao Lung mengalahkan Tin Siok ini, bukan hanya Tin Siok saja.
Bahkan ketiga pimpinan sekte juga tidak melihatnya dengan jelas.
Begitupula semua orang yang berada di bangku penonton, terkecuali Siao Hung dan Nan Thian tentunya.
Hanya mereka berdua yang bisa melihat dengan sangat jelas bagaimana proses Siao Lung mengalahkan Tin Siok.
Dalam tayangan yang sedikit di perlambat terlihat Siao Lung melesat cepat menjadi sebuah bayangan yang bisa muncul dan menghilang dengan cepat.
Saat berada di hadapan Tin Siok, Siao Lung langsung membelah dirinya menjadi 49 bayangan mengepung Tin Siok.
Setiap bayangan memberikan satu totokkan di jalan darah utama Tin Siok.
Semua itu di lakukan dalam waktu serentak, sebelum 49 bayangan tubuh Siao Lung, kemudian kembali menyatu jadi satu, tepat saat dia muncul di belakang punggung Tin Siok .
Tin Siok yang duduk mendeprok lesu diatas lantai segera berkata,
"Siao Lung kamu hebat, pilihlah salah satu senjata yang kamu suka.."
"Ambillah satu, sedangkan sumberdaya mu sudah di siapkan oleh bawahan ku.."
"Setelah turun dari sini kamu boleh mengambil semuanya.."
Selesai berkata, Tin Siok segera memenuhi janjinya memunculkan senjata pusaka berderet-deret di hadapan Siao Lung .
Tanpa ragu ragu Siao Lung langsung maju memegang senjata pusaka ketujuh, yaitu batu giok putih, berbentuk bulat panjang.
Di mana Siao Lung juga tidak mengerti apa fungsinya tongkat sepanjang 20 cm tersebut.
Tin Siok segera menyimpan kembali susa 6 senjata pusaka Sekte nya.
Setelah tugasnya selesai, Tin Siok segera bangkit berdiri, kemudian dengan langkah sedikit terhuyung-huyung dia meninggalkan arena.
Karena tugas selanjutnya bukan lagi wewenang nya, dia sudah kalah.
Kini yang menjadi lawan Siao Lung selanjutnya adalah ketiga pimpinan sekte mereka.
Wanita yang menjadi ketua ketiga sekte melayang turun dari angkasa.
Dia berdiri di hadapan Siao Lung sambil menggendong kedua tangannya sendiri di depan dada.
"Bocah cilik apa kamu berani menerima tantangan untuk menerima lima jurus dari ku..?"
"Bila kamu berhasil melewati tantangan, maka kamu akan di bawa mengunjungi ketempat rahasia penyimpanan ilmu pusaka terhebat sekte kami yang tiada tandingannya."
"Kamu berhak untuk mempelajari, meneliti ataupun membaca dan menghapal semuanya.."
"Dengan tanpa batas waktu.."
"Bagaimana apa kamu bersedia mencobanya..?"
Siao Lung langsung mengangguk gembira tanpa berpikir panjang.
Rasa penasaran mengalahkan logika berpikirnya.
Wanita itu mengangguk dan berkata,
__ADS_1
"Baiklah kita boleh memulainya sekarang.."
"Waspada lah aku akan memulainya, resikonya kamu paham sendiri.."
"Berhasil atau mati, tergantung kemampuan perubahan mu.."
Ucap wanita itu.
Dia mulai menghimpun energi alam semesta terus menerus memasuki tubuhnya.
Di tempat lain Siao Hung tiba-tiba membuka sepasang matanya, lalu dia melesat terbang menuju arena tengah sambil berteriak dingin.
"Jangan berani ganggu putra ku..!"
"Akulah lawan kalian..!"
Bentak Siao Hung dengan pedang biru terhunus di tangan.
Selain Siao Hung Nan Thian juga ikut terbang maju dari sisi berlawanan dengan pedang pancawarna di tangan.
Orang pertama sekte muncul menghadang di depan Nan Thian .
Sedangkan orang nomor dua sekte muncul menghadang di depan Siao Hung .
"Adik cepat selesaikan tugas mu..!"
"Kedua orang ini biar kami yang menahan nya.."
Ucap orang pertama sekte dengan suara kaku.
Wanita itu mengangguk, dia segera melesat maju dengan sepasang cakarnya yang mengeluarkan cahaya lembayung.
"Cakar iblis pemusnah jurus pembuka..!"
Bentak wanita itu, langsung menyerang kearah Siao Lung dengan ribuan bayangan cakar bergerak mengurung dan sekaligus menyerang Siao Lung .
Merasakan daya tekan yang begitu kuat, Siao Lung tidak berani berlaku lambat.
Dia segera mengerahkan energi perisai cangkang kura kura hijau untuk melindungi dirinya dari serangan bayangan cakar wanita bercadar itu.
Semua cakar wanita itu berhasil di tangkis oleh perisai energi Siao Lung .
Wanita itu meningkatkan serangan nya, kini dari cakar cakarnya terlihat muncul kuku kuku panjang dan tajam.
"Cakar iblis pemusnah jurus kedua..!"
Sekali ini kuku kuku tajam dan kuat dari bayangan cakar berhasil membenam dan menembus perisai energi Siao Lung .
Siao Lung berusaha mati matian mengempos semangat mempertahankan diri.
Sedangkan wanita itu bayangan cakar cakarnya mulai berusaha merobek perisai energi cangkang kura-kura hijau Siao Lung .
"Cakar iblis pemusnah jurus ketiga...!"
Sinar sinar lembayung muncul dari ujung kuku yang menembus perisai.
Seperti virus yang menyebar dan menggerogoti perisai energi.
__ADS_1