
Begitu tangan Fei Lung terulur kesana, sepotong ranting kering yang tergeletak di atas tanah, tidak jauh dari bawah pohon tersebut.
Langsung terbang sendiri masuk kedalam telapak tangan Fei Lung.
Fei Lung dengan memegang sebatang ranting kering di tangan dia berkata,
"Silahkan senior.."
Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu, terlihat meragu dan berkata,
"Anak muda kamu serius, ingin menghadapi aku dengan sepotong ranting kering itu.."
Fei Lung tersenyum penuh percaya diri dan menganggukkan kepalanya.
"Aku rasa ini Ranti g cukup baik, tidak ada salahnya aku menggunakan ini.."
Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu menghela nafas panjang dan berkata,
"Kalau begitu aku juga akan melawan mu dengan senjata yang sama."
Selesai berkata, Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu dengan gerakan cepat menyimpan pedangnya kembali kedalam sarungnya.
Lalu dia melayang ringan kearah sebatang pohon yang berada terdekat dengan nya.
Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu mematahkan sebatang cabang ranting dari pohon tersebut.
Lalu dia mengayun ayunkan ranting tersebut.
Saat dia merasa ranting itu cukup kuat dan cukup memadai.
Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu dia segera melayang kembali kehadapan Fei Lung.
"Ayolah anak muda kita mulai saja.."
"Ini baru terlihat lebih adil.."
Fei Lung diam diam salut dan kagum dengan sifat yang di tunjukkan oleh Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu.
Di mana dia tidak mau ambil keuntungan atas keunggulan senjatanya.
Dia lebih memilih mencari senjata yang imbang, meski untuk itu dia jelas akan membayarnya dengan sangat mahal.
Karena Fei Lung adalah putra seorang legenda hidup, kemampuan Fei Lung sudah ada di tahap sulit di cari tandingannya.
Tapi meski begitu demi keadilan Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu, dia tetap nekad.
__ADS_1
Fei Lung yang kagum dengan karakter yang di tunjukkan oleh Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu.
Dia tiba-tiba berubah menjadi sopan dan baik.
Tidak seperti sebelum sebelumnya yang selalu bertingkah ugal ugalan sesuka hati mengerjai lawan lawannya.
Fei Lung membalas menjura sopan ke Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu dan berkata,
"Maaf junior menyinggung sedikit.."
Selesai berkata, Fei Lung langsung memutar mutar ranting di tangannya, yang berubah menjadi puluhan bayangan, bergerak menyerang kearah wajah Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu.
Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu berdiri tenang menunggu hingga ujung ranting Fei Lung terlihat jelas mau menyerang kemana.
Dia baru menempelkan ujung rantingnya di ujung ranting Fei Lung.
Lalu dia membuat gerakan menyeret ranting Fei Lung, mengikuti arah dorongan kekuatan serangan dari Fei Lung.
Sehingga ranting Fei Lung otomatis ikut terseret dalam arus pola yang di bentuk oleh Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu.
Setelah Fei Lung kehilangan kontrol karena mengikuti arus pergerakan Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu.
Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu baru memberikan serangan balasan cepat mengetuk pergelangan tangan Fei Lung yang memegang rantingnya.
Harusnya sesuai perkiraan Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu, itu akan berhasil dan Fei Lung akan segera kehilangan senjata.
Tapi kenyataan di luar prediksi, saat punggung tangan Fei Lung hendak di ketuk.
Fei Lung justru melepaskan pegangan pada ranting nya. Dia memilih menarik kembali tangannya, menyelamatkan tangannya.
Membiarkan ranting terlepas dari pegangan tangannya.
Tapi ranting yang terlepas dari pegangan tangan kanannya tidak sepenuhnya hilang dari tangan Fei Lung.
Karena tangan Fei Lung yang lain sudah menyambutnya, sehingga saat Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu hendak melancarkan aksinya, menyerang tengkuk Fei Lung.
Ujung ranting di tangannya yang lain melakukan gerakan menusuk kearah ketiak Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu.
Bila Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu, meneruskan serangannya, sebelum serangannya mengenai sasaran.
Jalan darah di ketiaknya akan tertotok oleh ranting Fei Lung, Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu akan kehilangan ranting di tangannya, serangannya sudah pasti gagal.
Tangan nya tidak akan sanggup mempertahankan rantingnya, apabila jalan darah di ketiaknya tertotok oleh Fei Lung.
Hal ini memaksa Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu, mau atau tidak mau harus melompat mundur dan membatalkan serangannya.
__ADS_1
Semua rencananya hancur hanya dalam satu gebrakan.
Gebrakan berikutnya menjadi lebih sulit, karena ranting Fei Lung yang menerjangnya seperti membawa angin badai.
Melakukan beberapa tulisan di udara kosong sangat sulit di tebak arah geraknya.
Tapi setiap gerakan ujung tongkatnya adalah gerakan. berbahaya yang mengincar jalan darah penting.
Sekali terkena, berakhirlah sudah pertempuran mereka.
Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu,dalam sekejab sudah terkurung oleh permainan ranting di tangan Fei Lung.
Dia bahkan tidak sempat menyerang, selain terus memutar rantingnya ditangannya untuk bertahan.Tapi sehebat apapun dia melakukan usaha untuk bertahan.
Akhir nya di sela sela kesibukan nya, menghadapi serangan ranting Fei Lung yang melakukan Corat coret di udara.
Tiba-tiba dia tanpa sempat dia sadari, terkena satu totokkan tanpa wujud dari Fei Lung.
Totokan tersebut seketika membuat Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu berdiri mematung tidak dapat bergerak.
Fei Lung dengan gerakan cepat memasukkan sesuatu kedalam mulut Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu dan berkata dengan penuh hormat..
"Maaf senior, ini harus di lakukan demi kebaikan dan kesadaran anda..."
Selesai berkata Fei Lung segera menggendong Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu, untuk di kumpulkan dengan orang orang yang dia kalahkan sebelumnya.
Setelah Ketua Wu Dang Pai, Ji Lian Cu roboh, kini yang maju menggantikan nya adalah Khong Sim He Shang dari Shaolin Pai.
Biksu tua itu menjura di hadapan Fei Lung dan berkata,
"Maaf yang tua ini datang untuk turut meramaikannya.."
"Sehingga membuat pendekar muda, bisa melihat lelucon dari orang tua yang hampir mati ini.."
Fei Lung membalas menjura kearah Khong Sim He Shang dari Shaolin Pai.
"Ketua anda terlalu menyanjung ku dan merendahkan kemampuan diri sendiri.."
"Mari kita mulai saja..."
Ucap Fei Lung mulai bergerak dengan dengan sepasang tangan kosong nya yang melesatkan Phoenix Api dan Naga Es menerjang kearah Khong Sim He Shang dari Shaolin Pai dengan serangan jarak jauh.
Khong Sim He Shang dari Shaolin Pai, segera membentuk energi perisai pelindung.
Sebuah bayangan Genta Emas raksasa segera muncul melindunginya dari serangan Fei Lung.
__ADS_1
Sepasang Naga Es dan Phoenix Api yang mencoba menyerang dengan kekuatan penuh, tertahan oleh bayangan Genta Emas.