
Siao Hung bergerak menghindar kebawah sambil memberikan satu Tebasan cepat kearah dua patung emas yang mencoba menyerangnya.
"Cranggg...!"
"Brakkk...!"
Dua patung emas langsung roboh terjengkang kebelakang, karena kedua kakinya telah patah di sambar pedang biru Siao Hung .
Roboh dua muncul empat datang menyerang Siao Hung , begitu seterusnya.
Hingga Siao Hung di kepung hampir 64 patung emas yang tidak tahu darimana terus bermunculan mengepung dan menyerang Siao Hung .
Siao Hung yang di kepung rapat bergerak cepat melepaskan tebasan kilat biru menyambar cepat kesegala arah.
Tidak sampai sepeminum teh, semua patung logam tumbang berserakan di hajar oleh cahaya pedang Siao Hung .
Setelah menghancurkan pasukan logam yang mengepungnya.
Siao Hung segera melesat menuju kursi kebesaran.
Melihat di sana tidak ada siapapun, Siao Hung mengambil jalan pintu samping.
Menyusul keruangan bagian dalam, di bagian dalam Siao Hung tidak menemukan satu bayangan pun.
Siao Hung mencoba memeriksa satu persatu ruangan lainnya, dengan satu tendangan ringan di pintu setiap kamar yang di temukan nya.
Siao Hung mengontak Abrik seluruh sekte itu, yang ternyata kosong.
Tidak ada satu orang pun yang berhasil dia temukan di sana.
Setelah melakukan pencarian hingga ke halaman belakang sekte tetap tidak menemukan keberadaan kakek itu, putranya, juga kedua lawannya tadi.
Dengan wajah kesal Siao Hung kembali ke ruangan utama di mana patung patung logam yang dia hancurkan tadi masih terlihat berserakan.
Siao Hung mencoba memeriksa ulang setiap jengkal tempat itu, dengan menghentakkan kakinya secara berulang ulang diatas lantai ruangan tersebut.
Juga mengetuk ngetik dinding di sekitarnya, untuk mencari bunyi suara dinding atau lantai kosong di baliknya.
Tapi setelah menghabiskan waktu cukup lama, tidak juga menemukan yang di cari Siao Hung mencoba berpindah ruangan dengan melakukan cara pemeriksaan yang sama.
Tepat di ruangan kamar ketiga di bawah meja di dalam kamar tersebut.
Saat Siao Hung mencoba menginjak lantainya dengan kuat.
Tiba tiba lantai tempat Siao Hung berpijak terbuka lebar.
Sebuah lorong gelap panjang segera menyambut tubuh Siao Hung yang meluncur deras kebawah.
Siao Hung dengan ilmu meringankan tubuhnya mencoba untuk terbang keluar dari dalam lubang tersebut.
__ADS_1
Tapi sebelum Siao Hung berhasil naik keatas, sebuah logam berbentuk persegi hampir sebesar lubang tepat Siao Hung jatuh.
Logam persegi itu jatuh dari atas langit langit, meluncur kebawah tepat menyambut tubuh Siao Hung yang hendak terbang naik keatas.
Siao Hung mencoba menggunakan pedang biru nya untuk menghancurkan logam besar yang jatuh menimpa ke dirinya.
Tapi potongan batu besar itu sangat kuat, pedang pusaka Siao Hung tidak berhasil membelahnya.
Saat Siao Hung mencoba menggunakan pukulan udara kosong untuk mendorong logam persegi itu naik keatas.
Dia tidak berhasil melakukannya, bukan hanya tidak bisa malah tubuhnya ikut terbawa meluncur semakin deras kebawah.
Tidak lama Siao Hung terjatuh pintu lantai yang terbuka menutup dengan sendirinya.
Sehingga seluruh lorong tempat Siao Hung meluncur kebawah langsung berubah menjadi gelap gulita.
Siao Hung yang tidak sanggup menahan benda itu, dia sengaja memukul keras benda itu.
Agar tubuhnya meluncur lebih cepat lagi ke bawah.
Begitu mendarat di dasar sana, Siao Hung langsung menggulingkan tubuhnya kesamping.
Sehingga sepersekian detik, Siao Hung akhirnya berhasil merapatkan dirinya ke bagian tepi , berdiri mepet ke tembok.
Sebelum benda logam berat itu jatuh menimpa ke dasar ruangan sempit itu.
Siao Hung yang berada di celah sempit antara tembok dengan benda logam berat itu.
Siao Hung dengan ilmu ringan tubuh nya, dia mencoba untuk melayang naik keatas permukaan benda logam tersebut.
Tanpa kesulitan Siao Hung berhasil naik keatas permukaan benda logam berat yang di gunakan oleh lawan untuk menggencet nya.
Saat Siao Hung berhasil naik ke atas permukaan benda logam tersebut.
Meski kondisi tempat itu gelap gulita, sepasang mata Siao Hung yang dapat bersinar seperti mata kucing dalam kegelapan.
Dia bisa melihat dengan jelas keadaan di tempat tersebut.
Tempat itu terdiri dari sebuah ruangan seluas 3x3 meter persegi.
Dengan sekeliling di kelilingi oleh dinding tembok tebal.
Setelah Siao Hung melakukan pemeriksaan secara teliti, tempat itu ternyata di kelilingi oleh dinding tembok tebal padat yang sangat kuat dan tidak berongga di balik tembok.
Siao Hung mencoba untuk terbang naik keatas,. dengan bantuan pedangnya yang di tancapkan ke tembok.
Tubuh Siao Hung terus meluncur naik keatas, setahap demi setahap.
Hingga akhirnya dia tiba juga di permukaan dinding lantai yang kini sudah menutup rapat.
__ADS_1
Sehingga Siao Hung tidak berhasil untuk kembali naik keatas permukaan.
Saat Siao Hung sedang mencoba membongkar penutup lantai, yang menjadi jalan keluar satu satunya bagi Siao Hung, bila ingin keluar dari tempat jebakan ini.
Siao Hung justru menemukan dari arah bawah sana ada kabut asap yang bergulung gulung naik membumbung keatas menyusul kearah nya.
Dari bau wangi kabut yang membikin pusing kepala yang menciumnya.
Siao Hung pun sadar bahwa kabut tersebut tentunya adalah kabut obat bius, yang memiliki daya kerja yang sangat kuat.
Siao Hung terburu-buru menggunakan seluruh kekuatannya untuk memukul penutup lantai yang berada di atas kepalanya.
"Dungggg..!"
Pukulan dahsyat Siao Hung saat berbenturan keras dengan benda penutup diatasnya.
Langsung menimbulkan suara ledakan gema dahsyat memenuhi seluruh ruangan tersebut.
Meski terjadi ledakan dahsyat hingga pintu lantai bergetar hebat.
Tapi pintu lantai yang terdiri dari logam yang sangat keras, berhasil menahan serangan Siao Hung.
Pukulan keras Siao Hung hanya membuat penutup.lantai bergetar, tapi tidak mampu membuatnya terbuka.
Melih asap yang terus bergerak cepat naik keatas menyusulnya.
Siao Hung sadar waktunya tidak banyak.
Siao Hung kembali mencobanya dengan tebasan kuat pedang biru nya .
"Cranggg...!"
Bunga api berpijar, tapi pintu tetap tidak berhasil di belah.
Ternyata penutup lantai memang di sengaja,.di buat dengan logam khusus yang sangat kuat.
Sehingga pedang pusaka sekelas pedang Siao Hung sekalipun tidak mampu membelah lempengan logam penutup lantai.
Setelah mencoba berulang kali tidak juga berhasil, Siao Hung akhirnya pasrah membiarkan asap naik hingga keatas menutupi seluruh tempat itu.
Sedangkan Siao Hung dia membiarkan dirinya meluncur turun kembali ke bawah sana.
Siao Hung saat terjatuh kebawah, dan kemudian mendarat keras diatas permukaan logam di dasar lubang.
Siao Hung terlihat tergeletak lemah di bawah sana.
Dia terlihat tergeletak diam dengan sepasang mata terpejam rapat.
Dari tempat rahasia pimpinan sekte ketiga yang bisa melihat keadaan Siao Hung .
__ADS_1