
Setelah Li Suin Hoan pergi, kini hanya tersisa 3 petinggi sekte Diatas langit masih ada langit yang hadir di tempat itu .
Melihat salah satu dari mereka berhasil menghalau serangan pisau terbang Li Suin Hoan yang ganas dahsyat dan mengerikan.
Jelas membuktikan ketiga orang itu ilmu yang mereka kuasai tidak sederhana.
Seorang pria berpakaian hitam yang di atas alis matanya ada goresan memanjang kearah mata.
Dia berkata,
"E The Na Jin, kamu tangkap yang bermata biru itu hidup atau mati.."
"E The Na Sen, kamu urus yang bermata coklat itu.."
"Aku akan mengurus yang botak ini.."
Ucap E The Na Han.
Yang di maksud bermata biru oleh E The Na Han, jelas adalah Fei Yang.
Sedangkan yang bermata coklat, jelas adalah Nan Thian .
Dia sendiri akan menghadapi Li Sun yang berkepala plontos.
E The Na Jin dan Sen mengangguk cepat, lalu mereka masing masing melesat kearah Fei Yang dan Nan Thian .
E The Na Jin seperti kilat cahaya melesat menyerang Fei Yang dengan sebatang tombak cahaya energi di tangan nya.
Begitu dia bergerak, tubuhnya langsung muncul di hadapan Fei Yang .
Tombak energi emasnya dengan cepat luar biasa langsung menikam kearah kening Fei Yang .
Fei Yang menotolkan kakinya keatas tanah, tubuhnya otomatis terbang mundur, menghindari ancaman tusukan tombak energi. E The Na Jin.
Pedang Xuan Yuan yang dia pinjam dari Xue Lian sudah terhunus di tangan nya.
Sementara Fei Yang mulai diserang oleh E The Na Jin, di tempat lain LiSu. dan Nan Thian juga sudah menghadapi serangan E The Na Han dan E The Na Sen.
Masing masing sibuk dengan lawan mereka yang setimpal, sehingga tidak waktu, untuk saling membantu ataupun saling mengawasi keadaan rekan mereka.
Masing masing harus fokus penuh pada lawan mereka yang berilmu aneh dan sangat kuat.
Fei Yang menggunakan langkah ajaib dan ilmu ringan tubuh yang membuatnya bebas terbang bebas kesana kemari menghindari serangan tombak cahaya emas yang bergerak sangat cepat terus mengejarnya.
Dalam sekejab saja arena pertempuran Fei Yang telah berubah menjadi kabut debu yang menghalangi pandangan mata.
Hal ini di sebabkan oleh ledakan berulang ulang dari tombak energi E The Na Jin yang selalu kehilangan sasaran nya, secepat apapun dia menyerang.
__ADS_1
Fei Yang tetap masih mampu meloloskan diri.
Melihat hasil ini, E The Na Jin dengan kesal, kembali meningkatkan kekuatan serangannya lebih cepat lagi untuk menekan Fei Yang.
Dalam sekejab mata, Fei Yang melayani E The Na Jin bergerak terbang kesana kemari dengan bebas di angkasa.
Secepat apapun E The Na Jin menyerang dan mengejar Fei Yang , secepat itu pula Fei Yang meladeni kecepatan nya.
Mereka berdua benar benar terus beterbangan di udara, seperti gravitasi bumi sudah bukan lagi halangan bagi mereka berdua.
Fei Yang setelah beberapa waktu terus mempelajari pergerakan ilmu tombak lawan.
Kini sambil menyelinap cepat, diantara kelebatan tombak energi E The Na Jin.
Fei Yang mulai memberikan serangan balasan berupa serangan pukulan totokkan ataupun tinju lengan kirinya yang memunculkan energi kuat menerjang kearah E The Na Jin.
Tapi tidak terlihat cahaya ataupun wujud serangan Fei Yang , tahu tahu sudah meledak saat tiba di sasaran.
Begitupula energi pedang Xuan Yuan saat di gunakan oleh Fei Yang.
Serangannya juga tidak ada wujudnya, tidak bisa di lihat di dengar, hanya bisa di rasakan saat sudah mencapai sasaran.
E The Na Jin sempat berulang kali terpental kesana kemari terkena serangan balik Fei Yang yang unik itu.
Tapi semua serangan itu meski berhasil mengenai sasaran tapi E The Na Jin tetap baik baik saja.
Karena repot menghadapi kepungan serangan dari Fei Yang ,
E The Na Jin mulai mengeluarkan senjata andalan nya yang lain, untuk melindungi dirinya dari serangan Fei Yang .
E The Na Jin mengeluarkan sebuah perisai energi di lengan kirinya, untuk membantu menahan serangan energi tanpa wujud dari Fei Yang .
Setiap tangan dan kaki Fei Yang bergerak, dia akan langsung mengangkat tameng energi'nya untuk menangkis.
Lalu dia menusukkan tombak energi nya untuk menyerang balik dengan cepat.
"Trangggg..!"
"Tringgg..!"
"Trangggg..!"
"Tringgg..!"
"Trangggg..!"
"Tringgg..!"
__ADS_1
Setiap kali serangan energi tanpa wujud Fei Yang mengenai Perisainya E The Na Jin.
Suara benturan energi berdentingan seperti benda keras logam beradu segera berkumandang di sekitar area pertarungan mereka berdua.
Sebaliknya bila E The Na Jin menyerang balik, sebagian besar akan menimbulkan suara hiruk pikuk ledakan di mana mana.
Karena Fei Yang jarang menyambut langsing, dia lebih sering menghindar.
Hanya sesekali Fei Yang membiarkan pedang Xuan Yuan beradu dengan tombak E The Na Jin, memaksa tombak menjauh darinya.
Pertarungan Fei Yang dan E The Na Jin yang sebelumnya di lakukan di udara.
Kini berlanjut di tanah datar, mereka masih saling serang.
"Trangggg...!"
Dalam satu pertemuan keras pedang dan tombak, kedua senjata mereka menempel di sana.
Adu saling dorong pun terjadi, Fei Yang sambil bertahan dengan pengerahan energi api dan es semesta.
Sepasang kakinya bergerak melakukan serangan kearah paha dan lutut E The Na Jin.
Sehingga E The Na Jin yang tadinya fokus dengan tombak dan tameng berusaha mendorong mundur Fei Yang .
Kini dia terpaksa membagi perhatiannya, menghindar atau menahan serangan dari bawah yang Fei Yang lakukan.
Fei Yang sambil bertarung, dia terus mengisi tubuhnya dengan kekuatan alam semesta tanpa batas.
Sehingga kekuatannya yang datang bagaikan gelombang samudra seolah olah tiada habis habisnya.
E The Na Jin juga tidak kalah, dia memiliki kekuatan dan daya tahan diatas orang normal.
Dia melakukan tehnik rahasia cara mengolah energi yang berbeda.
Tapi menghasilkan khasiat yang sama dengan tehnik yang Fei Yang lakukan.
Sehingga E The Na Jin juga memilki kekuatan yang tiada habisnya.
Dalam pertempuran jarak dekat senjata saling dorong kaki saling serang, Fei Yang tetap tidak berhasil mencuri keuntungan untuk itu.
Fei Yang tiba tiba menyerang dengan suara bentakan kerasnya di depan wajah E The Na Jin.
Hingga angin keras yang keluar dari tenggorokan dan mulut Fei Yang .
Membuat E The Na Jin terdorong mundur menjauhinya, karena E The Na Jin merasakan pendengarannya agak sakit dan terganggu oleh bentakan suara Fei Yang .
Selain merasa kesakitan E The Na Jin juga merasa pandangan matanya menjadi sedikit kabur.
__ADS_1
Memanfaatkan situasi itu Fei Yang melakukan gerakan memutar pedangnya dengan cepat.