PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
KEPUTUSAN ZHU YUAN ZHANG


__ADS_3

Yue Lin menghela nafas panjang dan berkata,


"Kota tersebut kini telah jatuh ketangan kerajaan Mongolia."


"Jendral Do Ku di bantu beberapa orang jagoan dari Persia, berhasil mengakhiri perlawanan dari pasukan kita, yang bertahan di sana.."


Nan Thian terdiam lemas, mendengar penjelasan dari Yue Lin.


Yang Nan Thian khawatirkan adalah nasib rakyat di An Hui, dia sudah sering dengar betapa kejam nya pihak pasukan Mongolia, bila berhasil menduduki kota kota yang mereka tahlukkan.


Bila menuruti keinginannya, ingin rasanya, dia mengajak Kim Kim berangkat kesana.


Menghancurkan Jendral Do Ku dan jago jago undangan mereka dari Persia .


Tapi saat ini dia tidak lagi bebas seperti dulu, dia harus dengarkan dulu apa pendapat Zhu Yuan Zhang, baru dia bisa bergerak bila sudah dapat ijin.


Nan Thian menatap kearah kakak nya dengan serius dan berkata,


"Lalu apa rencana kita selanjutnya..?"


"Apa yang mulia sudah memberi keputusan nya .?"


Yue Lin menggelengkan kepalanya, dan berkata.


"Belum tahu, aku juga baru mendengar informasinya barusan ini.."


"Mungkin saat ini Yang Mulia seharusnya sudah tahu tentang hal itu."


"Kita tunggu saja keputusan Yang Mulia baru bergerak.."


Nan Thian mengangguk pelan dan berkata,


"Kelihatan nya memang hanya bisa seperti itu.."


Baru saja Nan Thian selesai berkata, seorang prajurit datang menghadap ke Yue Lin.


Prajurit itu setelah memberi hormat, dia segera berkata,


"Lapor Jendral,.. Yang Mulia, memanggil anda pergi menghadap bersama Yue Ta Sia.."


"Baik terimakasih, kamu boleh kembali ke barisan mu.."


Jawab Yue Lin singkat.


Setelah itu dia segera bangkit berdiri, memberi kode ke Nan Thian agar mengikutinya pergi menghadap Zhu Yuan Zhang, ayah mertuanya.


Nan Thian mengangguk, lalu dia segera bergerak menyusul di samping kakak nya.


Mereka berdua segera bergerak meninggalkan menara pengawas, langsung menuju istana.


Yue Lin dan Nan Thian memasuki istana tanpa melalui banyak pemeriksaan.


Saat memasuki halaman bagian dalam istana, mereka segera di sambut oleh seorang Kasim muda.


Kasim muda tersebut dengan sikap sopan dan penuh hormat, segera mengantar Yue Lin dan Nan Thian menuju ruang kerja Zhu Yuan Zhang.


Setelah Kasim muda memberikan laporan ke penjaga pintu, Nan Thian dan Yue Lin pun diijinkan masuk kedalam ruang kerja Zhu Yuan Zhang.


Saat Nan Thian dan Zhu Yuan Zhang memasuki ruangan tersebut.

__ADS_1


Mereka berdua menemukan di dalam ruangan sudah terlihat Tang He, Zhang Yu Chun hadir di sana sedang berdiskusi dengan Zhu Yuan Zhang.


Melihat kedatangan Nan Thian dan Yue Lin .


Zhu Yuan Zhang langsung menghentikan pembicaraan nya dengan Tang He dan Zhang Yu Chun .


Dia sambil tersenyum lebar, segera melambaikan tangannya kearah Nan Thian dan Yue Lin.


"Kalian berdua sudah datang..?"


"Tak perlu peradatan, segeralah bergabung kemari.."


Nan Thian dan Yue Lin segera maju kedepan ikut bergabung dengan yang hadir.


Setelah berhadapan mereka hanya saling menjura berbasa basi sejenak.


Sebelum mereka kembali melanjutkan diskusi membahas jatuhnya kota An Hui ketangan pihak monggolia.


"Kalian berdua juga pasti sudah tahu bukan masalah di An Hui.."


Ucap Zhu Yuan Zhang membuka pembicaraan.


Nan Thian dan Yue Lin mengangguk pelan.


Kemudian Nan Thian berkata pelan,


"Kota An Hui di bawah ku, terjadi masalah seperti ini, "


"Ini adalah salah ku, aku siap bertanggung jawab.."


Zhu Yuan Zhang menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Bila Ping An Wang saat ini ada di An Hui, An Hui selamat tapi di sini hancur, itu sama aja, malah situasi bisa semakin parah.."


"Ini adalah posisi dan pilihan sulit, siapapun tidak bisa menghindari nya."


"Ini hanya masalah pilihan saja.."


"Saat ini yang harus kita pikirkan adalah bagaimana langkah kita selanjutnya..?"


Ucap Zhu Yuan Zhang bijak.


"Terimakasih atas pengertian Yang Mulia, Nan Thian akan mengikuti pengaturan Yang Mulia.."


Ucap Nan Thian sambil menjura kearah Zhu Yuan Zhang.


"Tai Ping Wang terlalu merendah,"


"Justru saat ini, kami sangat membutuhkan Tai Ping Wang berangkat ke kota An Hui."


"Kami berharap Tai Ping Wang, bisa membantu kami, merebut kembali kota tersebut secepatnya."


"Hal ini menjadi sangat penting, untuk menghindari terjadinya penindasan pihak Mongolia terhadap penduduk tak berdosa di sana."


"Bagaimana menurut Tai Ping Wang..?"


Tanya Zhu Yuan Zhang memberikan umpan balik.


Nan Thian mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Semua mendengarkan petunjuk Yang Mulia, setelah teman ku Kim Kim kembali, kami akan langsung berangkat ke kota An Hui."


"Bagus,.. kalau begitu kita tetapkan begitu saja.."


"Berapa kira kira pasukan yang Tai Ping Wang perlukan untuk merebut kembali kota An Hui..?"


Tanya Zhu Yuan Zhang hati hati.


Nan Thian menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak perlu, aku akan menangkap Do Ku, menghabisi tiga jagoan Persia.."


"Pasukan nya tidak akan jadi masalah.."


Zhu Yuan Zhang mengangguk dan berkata,


"Ide bagus, bila seperti itu kami juga akan berangkat pergi menahlukkan kota Wu Jiang, Zhang Za Gang, Tai Cang, Chang Su dan Wu Xi'an,. sebelum langsung menuju Su Zhou."


Zhang Yu Chun menatap kearah Nan Thian dengan serius dan berkata,


"Tapi untuk keamanan, bisakah Tai Ping Wang, bantu aturkan, agar pemuda yang bersama Kim Kim, ikut dalam misi kami.."


"Karena aku pribadi masih sedikit khawatir di Su Zhou masih ada jagoan tersembunyi.."


"Pulau Xishan di danau Tai Hu terlalu misterius dan terlalu banyak tokoh sakti, yang sulit di prediksi tinggal di sana.."


Nan Thian mengangguk dan berkata,


"Aku tidak berani janji, hubungan kami tidaklah akrab."


"Tapi aku akan berusaha lewat sahabat ku Kim Kim.."


"Bila dia setuju, maka semua jadi mudah.."


Zhu Yuan Zhang mengangguk paham, Zhang Yu Chun pun tidak banyak komentar lagi.


Tang He menatap kearah Zhu Yuan Zhang dan berkata,


"Lalu kita kapan berangkat ?"


"Begitu Lan Yu tiba, kita bisa langsung berangkat, prediksi ku Lan Yu saat ini mungkin sudah ada di Hang Zhou."


"Bila tidak ada halangan kemungkinan dua hari lagi, mereka akan tiba di Nan Jing.."


Ucap Zhu Yuan Zhang penuh keyakinan diri.


Semua yang hadir mengangguk patuh.


"Apa ada yang punya pendapat lain atau ada pertanyaan?"


Tanya Zhu Yuan Zhang ke semua nya.


Semua yang hadir langsung menggelengkan kepala.


"Baiklah bila tidak ada pertanyaan lagi, kita putuskan begitu saja.."


"Masing masing boleh kembali ke kediaman masing masing, "


"Bila waktunya tiba aku akan kabari kalian semua.."

__ADS_1


Semuanya segera memberi hormat ke Zhu Yuan Zhang, lalu masing masing segera meninggalkan ruangan tersebut.


__ADS_2