
Saat perjamuan sedang berlangsung, di mana suasana akrab dan kegembiraan, semua terlihat jelas di wajah semua peserta yang hadir di dalam ruangan tersebut.
Termasuk Kim Kim dan Nan Thian mereka juga terlihat tersenyum senyum mendengar candaan Zhang Yi Chun dengan cerita cerita lucunya.
Tiba-tiba seorang prajurit penjaga berlari masuk kedalam ruangan dengan wajah pucat.
Dia segera berjalan dengan langkah terburu-buru menghampiri Zhu Yuan Zhang.
Dia menyampaikan sesuatu dengan cara berbisik bisik di samping telinga Zhu Yuan Zhang.
Agar tidak menganggu suasana pesta yang sedang berlangsung.
Tapi kehadiran nya yang secara tiba tiba dengan mimik wajah seperti itu.
Bagi Nan Thian Kim Kim dan Jenderal Wu Nan yang selama beberapa waktu ini, tidak sehari pun mereka bisa menikmati ketenangan.
Mereka segera menatap curiga kearah prajurit pengawal yang sedang berbisik bisik di samping Zhu Yuan Zhang.
Jendral Wu Nan yang tidak bisa mendengar apa yang di laporkan oleh pengawal itu.
Dia yang terlihat paling cemas, apalagi saat dia melihat perubahan yang terjadi pada wajah Zhu Yuan Zhang, setelah menerima laporan.
Wu Nan terlihat semakin gelisah dan penasaran.
Nan Thian dan Kim Kim yang miliki pendengaran tajam, mereka bisa mendengarkan semua nya dengan cukup jelas.
Sehingga mereka berdua bisa bersikap lebih tenang, mereka hanya tinggal menunggu instruksi apa, yang akan keluar dari mulut Zhu Yuan Zhang .
Sebelum ada perintah, dari Zhu Yuan Zhang. Mereka tentu tidak berani bertindak sembarangan.
Mereka berdua hanya duduk diam menunggu perkembangan situasi.
Setelah pengawal yang membawa kabar informasi pergi, Zhu Yuan Zhang segera berdiri dari posisi duduknya dan berkata,
"Saudara sekalian, tolong dengarkan aku.."
Suasana yang tadinya berisik penuh canda tawa, kini tiba tiba berubah hening.
Semuanya menunggu apa yang kira kira, akan di sampaikan oleh Zhu Yuan Zhang.
Zhu Yuan Zhang menyapukan pandangannya sejenak sebelum dia buka suara lagi,
"Hadirin yang terhormat, barusan ada kabar darurat militer dari mata mata kita.."
"Mata mata kita menginformasikan Zhang Shizheng dengan kekuatan penuh 300.000 pasukan sedang bergerak meninggalkan Su Zhou.."
"Saat ini kemungkinan sudah berada di tengah sungai Wu Jiang."
Kemungkinan besar besok pagi Zhang Shizheng, bersama kedua adik laki laki nya.
Zhang Shiyi dan Zhang Shide."
"Mereka akan memimpin pasukan besarnya tiba di seberang sungai Wu Jiang.."
"Kemungkinan besar bila tidak esok lusa atau mungkin besok malam, mereka akan melakukan serangan kemari.."
"Bagaimana menurut pendapat kalian semua nya..?"
Yue Lin segera bangkit berdiri, dia memberi hormat kearah Zhu Yuan Zhang dan berkata,
__ADS_1
"Yang Mulia menurut ku, daripada menunggu di sini.."
"Lebih baik ijinkan aku berangkat ke tepi sungai Wu Jiang menyambutnya.."
Zhu Yuan Zhang mengangguk dan berkata,
"Baiklah kalau begitu, biar Zhang Yu Chun dan Tang Le ikut serta membantu mu.."
"Saat ini pasukan kita yang terlatih ada 200.000, yang baru bergabung ada 300.000."
"Terserah,.. menurut kalian perlu bawa berapa personil..?"
Yue Lin kembali memberi hormat dan berkata,
"Terimakasih Yang Mulia, bantuan Kakak Zhang dan kakak Tang tentu akan meringankan tugas ini.."
"Aku tidak perlu membawa banyak pasukan yang hanya akan memboroskan ransum, 50.000 cukup.."
Ucap Yue Lin penuh percaya diri.
Zhu Yuan Zhang menatap menantunya dengan serius dan berkata,
"Kamu jangan meremehkan lawan mu, mereka datang dengan kekuatan penuh.."
"Bawalah 100.000 untuk berjaga jaga.."
Yue Lin mengangguk dan berkata,
"Baiklah bila Yang Mulia khawatir, biarlah Jendral Xu Da membawa 50.000 personil."
"Untuk memberikan dukungan kepada ku, bila sesuatu yang tidak sesuai harapan terjadi.."
"Bagaimana pendapat Yue Ta Sia dan Nona Kim Kim..?"
Nan Thian segera bangkit berdiri memberi hormat dan berkata,
"Maaf Yang Mulia, dalam pertempuran dan mengatur pasukan.."
"Lebih baik aku mengikuti pengaturan dari para jendral .."
"Aku tidak berpengalaman dalam hal itu.."
Kim Kim sambil tersenyum di tempat duduknya, dia berkata,
"Aku mengikuti saja apa kata kakak ku.."
Zhu Yuan Zhang mengangguk dan berkata,
"Baiklah kalau begitu acara terpaksa kita tunda sampai di sini saja.."
"Setelah kalian semua kembali, kita baru lanjutkan lagi.."
"Siap Yang Mulia.."
Jawab semua yang hadir kompak.
Mereka segera membubarkan diri meninggalkan ruang pesta perjamuan.
Masing masing segera pergi mengatur barisan bersiap untuk berangkat.
__ADS_1
Di ruangan kini hanya tersisa Kan Yu yang belum beranjak dari sana.
"Yang Mulia aku.."
Belum selesai ucapan Lan Yu.
Zhu Yuan Zhang sudah mengangkat tangan menyetop nya.
"Tak perlu katakan lagi, aku sudah tahu .."
"Saat ini kamu lebih baik fokus dengan luka mu.."
"Hal lain jangan di pikirkan, kelak tugas mengusir Mongolia dari tanah air kita, aku masih harus mengandalkan mu.."
Lan Yu terpaksa menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Baiklah Yang Mulia,.. Kan Yi paham.."
"Lan Yu pamit permisi.."
Zhu Yuan Zhang mengangguk sambil tersenyum, mempersilahkan Lan Yu meninggalkan ruangan tersebut.
Di luar ruangan pesta, Nan Thian dan Kim Kim langsung bergerak menuju gerbang Utara.
Mereka berdua adalah orang yang paling pertama tiba di depan pintu gerbang tersebut.
Mereka menunggu Yue Lin dan yang lainnya untuk berangkat bersama menuju tepi sungai Wu Jiang.
Pagi itu di tepi sungai Wu Jiang, saat matahari mulai terbit.
Di bagian atas puncak bukit sebelah timur, yang menghadap ke bagian landai tepi sungai Wu Jiang.
Di mana bagian landai itu adalah bagian yang paling tepat untuk mendarat, bagi kapal kapal yang ingin merapat di sana.
Sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju kota Nan Jing.
Diatas bukit tersebut terlihat barisan pasukan yang di pimpin oleh Yue Lin, Tang He, dan Zhang Yu Chun.
Berbaris rapi bersiap untuk menyambut kedatangan pasukan besar Zhang Shizheng, yang hampir mendarat kapal kapal nya.
Dari atas bukit terlihat banyak sekali kapal kapal besar dengan muatan penuh.
Membawa pasukan kerajaan Zhou, yang di pimpin langsung oleh Zhang Shizheng dan kedua adiknya Zhang Shiyi dan Zhang Shide.
Mereka sedang bergerak menghampiri tepi sungai landai, yang akan menjadi tempat pendaratan pasukan besar mereka.
Kwee Sin terlihat hadir di sebelah Zhang Shizheng, tapi sesepuh undangannya tidak terlihat hadir di sana.
Tepat saat kapal pasukan pembukaan yang di pimpin oleh Zhang Shide mulai mendarat.
Yue Lin dari atas bukit sana, segera memberi perintah agar pasukan panah bersiap siap.
"Pasukan panah bersiap lah...!"
Teriak para komandan serentak, kepada bawahan yang berada di regu mereka masing masing.
Pasukan Kerajaan Ming, segera memasang anak panah dan merentangkan busur.
Bersiap siap melepaskan tembakan kearah pantai.
__ADS_1