PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
WABAH MULAI MUNCUL


__ADS_3

Zhang Shide dan Perdana menteri Li Po yang sudah berhasil mengirimkan wabah berbahaya ke kota Nan Jing.


Tentu saja mereka tidak mau ambil resiko yang akan membahayakan diri mereka dan pasukannya.


Apalagi dengan kekalahan kedua jagoan nya, sudah tidak ada lagi daya tarik, yang bisa membuat mereka mau tetap tinggal di sana.


Mereka tak perlu repot menyerang kota Nan Jing, sebentar lagi Zhu Yuan Zhang dan seluruh penghuni di sana juga akan musnah dengan sendirinya.


Nan Thian yang melihat lawan bergerak mundur, dia diam diam sedikit menghela nafas lega.


Bila lawan memaksa, tentu saja dia tidak mungkin tinggal diam.


Dia terpaksa harus maju menghabisi pasukan Zhang Shide, membongkar barisan agar bisa menangkap Zhang Shide dan memaksa nya menyerah.


Untuk itu korban yang berjatuhan tentu tidak akan sedikit, belum lagi bila sahabatnya Kim Kim ikut beraksi.


Bisa bisa 500.000 orang itu, ajar roh nya bisa di telan oleh Kim Kim semua.


Dan bila itu terus berkembang, Nan Thian justru khawatir suatu hari sahabatnya itu tersesat jalan.


Malah berbalik menjadi lawan, maka saat itu tentu akan benar benar repot.


"Hei pengecut kenapa mundur,..!?"


"Hei kalian mau kemana..!?'


Teriak Kim Kim melepaskan rangkulan Thian Yi.


Lalu bergegas mengejar kearah pasukan Zhang Shide yang sedang bergerak mundur.


Pergerakan Kim Kim terhenti oleh Nan Thian yang mendarat di hadapannya dan berkata,


"Orang sudah mundur,.. kamu mau kemana..?"


Kim Kim tersenyum canggung, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dia berkata,


"Hi..hi..hi..! kakak tak perlu serius begitu.."


"Aku hanya bercanda, untuk menakut nakuti mereka,.tiada maksud lain.."


Nan Thian menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tak perlu, ayo kita kembali ke dalam kota menghadap Yang Mulia, "


" Sekaligus memastikan barang yang kita kawal, aman sampai ketempat tujuan.."


Kim Kim mengangkat kedua bahunya dan berkata,


"Terserah kakak, kalau begitu aku tidak ikut.."


"Aku lebih baik bersama dia menikmati keindahan kota Nan Jing saja.."


Nan Thian mengangguk pelan dan berkata,


"Begitu juga baik, aku pergi dulu melihat keadaan Siao Hung."


Selesai berkata Nan Thian langsung melesat terbang melewati menara pengawas, langsung masuk kedalam kota.


Sedangkan Kim Kim dua bergerak menyusul bersama Thian Yi ikut masuk kedalam kota.

__ADS_1


Nan Thian langsung pergi menemui Siao Hung, yang sedang menanti dirinya di balik pintu gerbang kota Nan Jing, bersama para pengikutnya yang bertugas mengendalikan kereta kuda, yang memuat peti barang berharga.


Kedatangan Nan Thian langsung di sambut hangat, oleh senyum manis Siao Hung .


"Bagaimana Thian ke ke, apa sudah beres..?"


"Mana kakak Kim.,?"


Tanya Siao Hung sambil mencari cari.


"Tak perlu di cari, dia tidak ikut dengan kita.."


"Ayo kita langsung saja menuju istana, mengantar barang barang ini.."


Ucap Nan Thian cepat.


Siao Hung mengangguk, tapi masih dengan wajah heran dia berkata,


"Thian ke ke,.. sebenarnya kemana kakak Kim, mengapa dia tidak ikut dengan kita.."


Nan Thian tersenyum sabar dan berkata,


"Dia sedang ada urusan pribadi, nanti kalau sudah bosan, dia pasti akan menyusul kita ke istana.."


"Ayo kita jalan tak usah perdulikan dia.."


Ucap Nan Thian sambil memberi kode pada pengikutnya untuk mulai bergerak menuju istana.


Para pengikut Nan Thian tidak berani membantah, mereka segera mengikuti instruksi Nan Thian bergerak menuju istana .


Baru setengah jalan, terlihat Thian Yi dan Kim Kim dengan wajah panik berlari menghampiri kereta rombongan Nan Thian .


Nan Thian dan Siao Hung yang sedang duduk santai di dalam kereta.


"Kakak celaka..di depan sana lihat..!'


"Ayo cepat keluar lihat..,!"


"Kakak hentikan dulu bercumbu nya, ayo keluar lihat sini..!'


Suara teriakan terakhir Kim Kim segera membuat wajah Siao Hung semburat merah.


Sedangkan Nan Thian tersedak air ludahnya sendiri, terbatuk batuk.


Setelah batuknya mereda,Nan Thian buru buru berkata,


"Jangan perdulikan dia, ayo kita lihat keluar..."


Ucap Nan Thian sedikit canggung.


Siao Hung dengan wajah masih merah mengangguk pelan.


Sesaat kemudian mereka berdua sudah keluar dari dalam kereta.


"Apa yang terjadi, ?"


Tanya Nan Thian setelah mendarat ringan di samping Kim Kim dan Thian Yi.


Di belakang menyusul Siao Hung, yang wajahnya masih terlihat sedikit merah dan agak salah tingkah.

__ADS_1


"Untungnya Kim Kim sedang serius dengan situasi lain, sehingga dia kurang fokus terhadap perubahan yang terjadi pada tingkah laku Siao Hung.


Bila tidak mereka berdua pasti akan menghadapi ledekan yang jauh lebih sadis lagi.


"Kakak kamu coba lihat, di depan sana ada kerusuhan..!"


Ucap Kim Kim cepat sambil menunjuk kearah depan.


Nan Thian melihat kerumunan orang berjalan dengan gaya aneh sedang bergerak kearah mereka.


"Apa yang terjadi ?"


Tanya Nan Thian heran.


Kim Kim menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak tahu kak, mereka seperti kesurupan menerkam siapa saja tanpa pilih bulu.."


"Mau pria wanita tua muda, bahkan anak kecil pun tidak luput dari serangan orang orang kesurupan itu.."


"Anehnya lagi, siap yang terkena serangan gigitan dan cakar mereka.."


"Tidak lama kemudian akan mengikuti mereka, menjadi ikut kesurupan..."


Ucap Kim Kim menceritakan apa yang dia tahu.


Nan Thian segera berkata,


"Ayo kita lumpuhkan mereka dengan totokkan.."


"Aku rasa mereka mungkin terjangkit racun berbahaya."


"Kemungkinan besar berasal dari mayat mayat, yang di lemparkan dengan mesin pelontar kedalam kota, oleh barisan pasukan Zhang Shide sebelumnya.."


Selesai berucap, Nan Thian langsung melesat cepat kedepan menyelinap kesana kemari, melumpuhkan orang orang yang terjangkit wabah tersebut.


Kim Kim, Thian Yi, Siao Hung, mereka bertiga segera bergerak menyusul Nan Thian .Ikut membantu melumpuhkan orang orang kesurupan itu.


Tapi pekerjaan itu menjadi tidak mudah dan sedikit melelahkan, saat orang orang yang kesurupan semakin lama semakin banyak.


Hampir di mana mana, di penuhi dengan orang orang yang kesurupan.


Bahkan para pasukan Zhu Yuan Zhang, termasuk para jenderal kepercayaannya juga Zhu Yuan Zhang sendiri juga ikut terjangkit wabah aneh tersebut.


Akhirnya hampir seluruh penghuni kota tersebut pada terjangkit penyakit aneh tersebut.


Melihat keadaan semakin parah, Nan Thian segera berkata,


"Kim Kim bawa mereka berdua terbang menjauh dari sini..!"


"Baik kak,..!"


Selesai berkata, Kim Kim langsung berubah menjadi Seekor Naga Emas, terbang keangkasa, sambil membawa Siao Hung dan Thian Yi duduk diatas punggung nya.


Setelah memastikan ketiga temannya sudah pergi, Nan Thian segera mengerahkan tenaga Hawa Es Surgawi.


Untuk di lepaskan kearah lantai di bawahnya,


"Boooommm...!"

__ADS_1


Segera terbentuk lapisan es tipis, menyelimuti seluruh lantai di bawah sana.


Kemudian dengan cepat segera merembet kesegala arah.


__ADS_2