
Zi Zi yang melihat Nan Thian meragu, dia pun kembali berkata,
"Nan Thian ke ke, kamu harus tahu.."
"Demi masalah ini, demi bersama mu, kita sudah mati satu kali.."
"Sebelum mati, aku dan kamu juga sudah menikah, kita telah sembahyang langit dan bumi..."
"Lihatlah pakaian mu, pakaian ku, kita sebenarnya sudah sah sebagai suami istri.."
"Kemudian kita di beri kesempatan oleh Thian, untuk hidup kembali.."
"Memulai lembaran kehidupan baru sebagai suami istri, seharusnya kita mensyukuri dan menerimanya, bukan menyesali nya.."
"Bila Nan Thian ke ke masih ada merasa bersalah dengan mereka, biarlah Dosa ini Zi Zi yang pikul dan ambil.."
"Kita menjadi suami istri toh semuanya Zi Zi yang lakukan."
"Dari awal hingga akhir.. Nan Thian ke ke,.. hanya mengikutinya saja, karena sedang koma waktu itu.."
"Jadi hal itu sama sekali, tidak ada kaitannya dengan Nan Thian ke ke.."
"Bila mau di persalahkan, biarlah mereka menyalahkan Zi Zi saja, Zi Zi siap mempertanggung jawabkan nya.."
Nan Thian yang mendengarkan semua ucapan Zi Zi, dia memejamkan matanya menenangkan guncangan perasaannya.
Sesaat kemudian dia baru membuka kembali sepasang matanya.
Nan Thian kini membalikkan badannya menghadap kearah Zi Zi .
Nan Thian menatap kearah sepasang mata indah Zi Zi lekat lekat dan berkata,
"Baiklah mulai detik ini aku tidak akan panggil kamu bibi kecil lagi.."
"Aku akan panggil kamu Zi Zi, ataupun istri ku, manapun yang kamu suka."
Zi Zi tersenyum lebar mendengar ucapan Nan Thian .
Dia balas menatap Nan Thian dengan lembut.
Dia menunggu Nan Thian berbicara, dia siap menjadi pendengar yang baik, dan berusaha memahami kesulitan, beban pikiran, dan beban perasaan yang Nan Thian tanggung .
Nan Thian masih menatap Zi Zi, dia melanjutkan berkata,
"Istri ku, mulai saat ini aku juga akan menjadi suami mu.."
"Aku akan bertanggung jawab penuh padamu, ."
"Aku akan berbagi dosa dan hukuman bersama mu, dalam hal ini aku tidak akan melepaskan kamu lagi dari sisi ku.."
"Suka duka, susah senang mari kita tanggung bersama.."
__ADS_1
"Biarlah kelak kita hadapi bersama ayah dan Sun er, menjelaskan kepada mereka.
Sampai kapan pun kita tidak akan terpisahkan bahkan oleh maut sekalipun..'
Zi Zi mengangguk penuh semangat, senyumnya semakin lebar.
Melihat hal ini hati Nan Thian serasa di robek robek hatinya, saat dia harus berterus terang tentang semua kejadian antara dirinya dengan Siao Hung .
Tapi bila tidak menjelaskan nya saat ini, takutnya tidak akan ada kesempatan lagi.
Bila masalah ini terus berlarut-larut, saat nanti suatu hari masalah ini muncul ke permukaan, tentu akan sangat tidak adil dan akan jauh lebih menyakitkan bagi Zi Zi.
Nan Thian tidak mau ada kejadian seperti itu, makanya hari ini.
Bagaimana pun cerita akhirnya, Nan Thian tetap harus bicara jujur ke Zi Zi, Keputusan itu sudah bulat.
Nan Thian masih terus menatap Zi Zi dengan serius, setelah menelan ludah dan mengambil nafas memberanikan diri.
Nan Thian pun akhirnya berkata,
"Zi Zi istri ku, aku akan bercerita sesuatu kepada mu, kejadian ini terjadi sebelum kita bertemu.."
"Hal ini sangat menganggu ku, bila aku tidak menceritakan nya pada mu.."
Zi Zi mengerutkan alisnya dan berkata,
"Apa masalah hubungan mu dengan gadis hitam tengil itu.."
"Kalau ya, aku tidak mau tahu, aku harus jadi yang pertama kamu milik ku.."
Ucap Zi Zi sedikit emosi.
Nan Thian menahan senyum, saat melihat reaksi Zi Zi terhadap Ping Ping.
Nan Thian sedikit bersyukur, untungnya dia dan Ping Ping tidak ada apa-apa, mereka hanya sebatas teman saja.
Bila tidak, tentu semuanya akan lebih rumit dan kacau lagi.
Nan Thian memegangi kedua telapak tangan Zi Zi dengan lembut dan berkata,
"Tidak Zi Zi, aku dan Ping Ping tidak ada hubungan apa apa.."
"Kalau hal itu, aku pastikan ke kamu, kamu akan jadi yang pertama dan terakhir.."
"Tidak ada yang lainnya.."
"Aku akan menceritakan hal lainnya, kamu boleh mendengarkan nya dengan lengkap dari ku.."
"Setelah ini, apapun keputusan mu, aku siap menerima segala konsekwensinya.."
Zi Zi kini menatap Nan Thian dengan serius, menunggu cerita Nan Thian dengan perasaan campur aduk.
__ADS_1
Setelah menarik nafas panjang dan menghembuskan nya.
Nan Thian pun mulai bercerita dari awal hingga akhir tentang hubungan nya dengan Siao Hung.
Hingga semua yang terjadi, dan Siao Hung akhirnya memutuskan bunuh diri melompat kedalam sungai Yang Tze setelah kejadian memalukan itu.
Sampai di sini, Nan Thian tidak berhenti. Dia terus menceritakan semua nya, termasuk pertarungan dahsyat terakhir dengan Samsara.
Sehingga dia terjatuh kedalam sungai lupa ingatan, tertolong oleh Ping Ping, hingga akhirnya bertemu dengan Zi Zi dan mengalami koma.
Nan Thian juga menceritakan semua yang terjadi di saat dia koma hingga hidup kembali.
Semua Nan Thian ceritakan dengan jelas dan detil dalam satu rangkaian cerita yang tidak ada putusnya.
Zi Zi juga hanya diam mendengarkan dengan perasaan campur aduk, tanpa berkata atau berkomentar apapun.
Hingga Nan Thian menyelesaikan keseluruhan cerita nya, dan berkata,
"Itulah ceritanya, hal itu pula yang selalu mengganjal pikiran ku, sehingga tadi kita..."
Sampai di sini, Nan Thian tidak sanggup melanjutkan nya, dia hanya menatap kearah Zi Zi, dengan tatapan mata penuh sesal dan merasa sangat bersalah.
Di luar dugaan Nan Thian, Zi Zi malah maju memeluknya dengan erat.
Zi Zi menarik kepala Nan Thian bersandar di dalam pelukannya dan berkata,
"Apapun yang terjadi, itu sudah berlalu, yang terjadi tidak mungkin bisa di rubah.."
"Bagi ku, yang penting adalah saat ini, apa yang akan menjadi pilihan mu saat ini.."
"Itu yang paling penting.."
"Kira kira apa yang akan Nan Thian ke ke pilih, bila dia masih hidup dan menuntut tanggung jawab dari Nan Thian ke ke..?"
Nan Thian terdiam, sesat kemudian Nan Thian berkata, dengan jujur
"Bila dia menuntut tanggung jawab dari ku, apapun itu aku bisa berikan, bahkan nyawa ku, bila dia kehendaki aku akan berikan.."
"Karena dalam hal ini, apapun itu alasannya, akulah yang lebih dulu bersalah padanya.."
"Tapi ada beberapa hal yang aku tidak akan pernah mungkin bisa penuhi ke dia, "
Ucap Nan Thian serius.
Zi Zi menatap Nan Thian dengan penasaran dan berkata,
"Apa itu..?"
Nan Thian menatap Zi Zi dengan serius dan berkata,
"Meminta aku mencintai nya, menikahi nya dan menerima nya sebagai istri,.."
__ADS_1
"Itu aku tidak bisa.."
"Meminta ku, melupakan mu, menjauhi diri mu, bila itu yang dia minta, itu juga tidak akan mungkin bisa.."