PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
MENGOBATI LUKA YUE LIN


__ADS_3

"Lumayan lah luka luar sudah mengering, tidak begitu perih lagi.."


"Kini hanya tinggal luka dalam saja, nanti aku pelan pelan bisa menggunakan Ih Jin Cing Sin Fa menyembuhkannya sendiri.."


"Kamu tidak usah khawatir.."


Ucap Yue Lin lembut sambil membelai wajah istrinya.


"Tok..! Tok..! Tok..! Tok..!"


Tiba tiba terdengar suara ketukan pelan di depan pintu kamar.


Ying Mei segera menoleh kearah pintu dan berkata,


"Siapa..?"


"Saya Nyonya .."


Jawab sebuah suara berat yang berasal dari seorang pria setengah tua yang berpakaian seragam pelayan.


"Oh Paman Kam..!"


"Ada apa Paman malam malam kemari..,!?"


Tanya Ying Mei yang merasa sedikit heran.


Dia masih duduk sambil memegang telapak tangan suaminya.


Belum beranjak dari sana, untuk membuka pintu kamar nya yang terkunci dari dalam.


"Ini nyonya maaf menganggu, saya membawa Yue Nan Thian Ta Sia yang katanya ingin mengunjungi tuan besar.."


Ucap paman Kam, yang merupakan kepala pelayan di kediaman Yue Lin.


Yue Lin langsung tersenyum bersemangat menatap istrinya dan berkata,


"Sayang biarkan Thian er kemari, aku ingin berbicara dengan nya ."


Ying Mei mengangguk cepat, dia juga terlihat tersenyum bersemangat.


Ying Mei segera bergegas pergi membuka pintu kamar nya.


Begitu pintu kamar terbuka dari dalam.


Di belakang Paman Kam terlihat Nan Thian tersenyum lembut di sampingnya mengikuti Siao Hung yang tersenyum malu malu.


Ying Mei langsung membalasnya dengan senyum lembut dan berkata,


"Adik ipar, silahkan masuk kedalam.."


"Nona ini..?"


Nan Thian segera berkata cepat,


"Dia teman perjalanan ku, sama seperti Kim Kim.."


"Namanya Siao Hung.."


Ying Mei mengangguk dan tersenyum penuh arti kearah Nan Thian .


Nan Thian pura pura tidak melihatnya, dia tidak mau menanggapi godaan Ying Mei, atas Siao Hung.


Semakin di layani akan semakin panjang masalahnya.


"Silahkan adik ipar.. nona Siao Hung.."


Ucap Ying Mei sopan.


Ying Mei segera melangkah masuk kedalam lebih dulu, mempersilahkan Nan Thian dan Siao Hung mengikutinya masuk kedalam.


Nan Thian langsung melangkah masuk kedalam kamar.

__ADS_1


Dia langsung pergi menemui kakaknya, yang sedang duduk setengah berbaring di atas pembaringan nya.


Siao Hung menyusul di samping Nan Thian sambil mengangguk hormat kearah Ying Mei dan Yue Lin.


Ying Mei dan Yue Lin membalasnya dengan anggukan dan tersenyum penuh arti.


Nan Thian mencoba mengalihkan pembicaraan, agar tidak semakin berlarut larut dan semakin canggung.


"Kakak bagaimana keadaan mu..?"


"Bagaimana ceritanya..?"


Tanya Nan Thian sambil mengambil kursi dan duduk di hadapan kakak nya.


Melihat hal itu Ying Mei pun berinisiatif menghampiri Siao Hung.


Lalu Ying Mei mengajak Siao Hung untuk berbicara di ruang depan.


Agar tidak menganggu pembicaraan kedua kakak beradik itu.


Yue Lin menghela nafas panjang dan berkata,


"Luka luar hampir sembuh, hanya luka dalam yang sedikit bandel.."


"Tapi beberapa hari lagi juga akan sembuh.."


Yue Lin menatap Nan Thian dan berkata,


"Cerita nya sungguh memalukan dan tragis, kami maju dengan kekuatan imbang tapi berakhir kalah tragis.."


"Kami kurang waspada sehingga terkena racun dari Thian Tu, selain itu di pihak mereka ada Raja Pedang Selatan Kam Hong."


"Aslinya pun aku bukan tandingannya, apalagi setelah terkena racun.."


"Keadaan tentu menjadi semakin parah.."


"Kami berdua Xu Da kehilangan hampir seluruh pasukan yang kami bawa.."


Ucap Yue Lin sambil tersenyum pahit.


Sesaat kemudian dia baru kembali tersenyum dan menepuk bahu Nan Thian ,


"Untungnya kamu datang, bila tidak bahkan kota inipun sulit di pertahankan..'


Nan Thian tersenyum dan berkata,


"Semua serba kebetulan saja, tujuan ku kemari sebenarnya hanya ingin antar setoran upeti.."


"Tidak di sangka malah bertemu dengan mereka di sini.."


Yue Lin menatap Nan Thian dan berkata,


"Mengapa kamu sampai harus turun tangan sendiri urus antaran upeti..?"


"Mana Liu Cong Kuan..?"


Nan Thian tersenyum pahit dan berkata,


"Liu Cong Kuan mengalami penghadangan, aku sedikit terlambat tibanya.."


"Sehingga Liu Cong Kuan dan anak buahnya, semuanya gugur dalam tugas.."


Yue Lin mengangguk pelan kemudian dia berkata,


"Gadis itu,..? apa kalian..?"


Nan Thian menghela nafas panjang, dengan wajah serba salah dia berkata,


"Gadis itu dan ayahnya seharusnya ingin kemari mengabdi pada Yang Mulia.."


"Tapi sialnya mereka dalam perjalanan kemari mengikuti Liu Cong Kuan.."

__ADS_1


"mereka jadi ikut terseret dalam masalah, yang menyangkut tugas Liu Cong Kuan."


"Dalam pertempuran melawan perampok, ayahnya gugur.."


"Sebelum pergi, ayahnya ngotot menitipkan dia pada ku.."


"Aku tidak berdaya menolaknya, jadi lah dia kini bagian dari pertualangan ku, bersama Kim Kim."


Ucap Nan Thian menjelaskan dengan mimik wajah tak berdaya.


Yue Lin tersenyum dan berkata,


"Adik kakak tahu kamu sudah dua kali mengalami kegagalan masalah asmara.."


"Zi Zi sampai saat ini, juga tidak ada kabar berita apa masih hidup atau telah tiada.."


"Kulihat gadis ini juga cukup cantik dan baik, sepertinya dia juga sangat menyukai mu.."


"Mengapa kalian tidak ..?"


Nan Thian menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak kak, kami hanya teman tidak lebih dari itu.."


"Masalah Zi Zi sebelum aku memastikan langsung, dia dan Sun er benar benar telah tiada.."


"Aku tidak akan pernah menyerah.."


"Kalau pun suatu hari Zi Zi benar tiada, masalah mengusir Mongolia dari tanah air kita selesai.."


"Aku mungkin akan ikut dengan kakek paman guru tinggal di alam rahasia ciptaan nya.."


Yue Lin menghela nafas panjang dan berkata,


"Semoga saja jangan ada hari seperti itu.."


"Kakak benar benar ingin melihat mu menikah hidup bahagia, punya anak, punya keluarga kecil, hidup normal penuh kebahagian seperti orang biasa lainnya..'


Nan Thian tersenyum pahit dan berkata,


"Semoga saja, semoga mereka berdua baik baik saja.."


"Kakak sudahlah, daripada membahas hal yang tiada jalan keluarnya.."


"Lebih baik saat ini biar saya bantu kakak, agar luka dalam nya, cepat pulih kembali.."


Yue Lin tersenyum dan berkata,


"Boleh saja, tapi bukannya kamu hari ini juga baru habis menghadapi pertempuran berat.."


"Juga harus membantu seluruh penghuni kota ini agar terbebas dari wabah kesurupan,.. ?"


Nan Thian tersenyum lembut dan berkata,


"Kakak tenang saja, aku baik baik saja.."


"Berkat buah dan air langka di kediaman rahasia kakek paman guru.."


"Kondisi ku sangat baik, tidak merasa lelah sama sekali.."


"Mari kak saya bantu.."


Yue Lin mengangguk dia lalu bangkit duduk bersila saling berhadapan dengan Nan Thian .


Telapak tangan mereka berdua, saling menempel dan menggantung di udara.


Nan Thian segera menyalurkan Chi lembut mengikuti aturan Ih Jin Jing membantu memulihkan luka dalam yang di derita kakak nya.


Tahapan penguasaan Ih Jin Jing Nan Thian yang telah mencapai tingkat kesempurnaan.


Membuat proses pengobatan itu menjadi jauh lebih mudah.

__ADS_1


__ADS_2