
E The Na Han terlihat seluruh tubuhnya terlindungi oleh Cahaya biru yang memancar dari seluruh tubuhnya.
Sekeras apapun Li Sun menyerangnya dengan jurus jurus tapak dahsyat nya.
Dia selalu tertahan dan tertolak mundur oleh cahaya biru yang melindungi seluruh tubuh E The Na Han .
Sebaliknya E The Na Han yang juga menggunakan sepasang tinjunya yang mengeluarkan cahaya biru terang menyerang Li Sun.
Dua juga tidak berhasil menembus pertahanan Genta titanium Li Sun.
Sekuat apapun dia menyerang hingga meledakkan apapun yang di lewati oleh tinjunya.
Tapi saat bertemu dengan Genta titanium semuanya jadi melempem tak berguna.
E The Na Han yang penasaran kini menggunakan sepasang matanya yang dapat mengeluarkan sinar laser biru menembaki Li Sun yang berlindung di dalam Genta Titanium nya.
Saat terkena sinar laser biru dari sepasang mata E The Na Han yang super dingin.
Li Sun dan Genta titanium nya segera di buat membeku.
Beku semakin lama semakin tebal, Li Sun di dalam Genta Titanium nya pun, di buat ikut membeku.
E The Na Han setelah membekukan Li Sun dan Genta titanium nya menjadi es tebal.
Kini dia meluncur datang, menyerang kearah Li Sun, dengan sebuah palu titanium di tangannya.
Palu itu mampu menarik energi petir dari luar angkasa, untuk mengisi Kekuatan serangan palu tersebut.
E The Na Han sambil terbang diudara dipenuhi oleh cahaya petir yang menyambar nyambar memenuhi angkasa.
E The Na Han mengayunkan palu di tangan nya dengan kuat menghantam Genta titanium Li Sun yang telah berubah menjadi potongan es beku raksasa.
"Boooommm...!"
Satu hantaman membuat, es yang menyelimuti Genta titanium mengalami retak-retak hebat.
Genta titanium di dalam sana juga ikut mengalami retak-retak.
Hantaman kedua di ulang dengan kekuatan sepasang tangan memegang palu, yang dipenuhi energi petir. Berlangsung 4 kali jauh lebih dahsyat dari hantaman pertama.
"Blaaarrrr..!"
"Boooommm...!"
"Boooommm...!"
"Boooommm...!"
"Boooommm...!"
Hantaman kedua bukan hanya meledakkan batu es yang menutupi Genta titanium tapi juga meledakkan Genta titanium itu sendiri.
__ADS_1
Kemudian di ikuti oleh ledakan beruntun di sekitar area pertempuran akibat petir yang menyambar kesegala penjuru.
Li Sun terlihat terlempar mundur keluar meninggalkan arena pertempuran.
Sudut bibirnya terlihat meneteskan darah segar.
Pergerakan tubuhnya yang terpental mundur kebelakang baru berhenti. Saat punggung nya menabrak roboh puluhan batang pohon besar, di tambah dengan sebuah batu besar segede bukit ikut hancur berantakan.
Li Sun yang terlihat terluka,.melesat terbang keangkasa.
Menghindari serangan susulan lontaran palu yang E The Na Han lepaskan dari jarak jauh.
Palu petir yang melesat dari sasaran, setelah meledakkan sebuah batu besar.
Palu titanium itupun terbang kembali kedalam telapak tangan E The Na Han .
Sedangkan Li Sun yang sudah melayang ke udara menghindar dari serangan palu.
Kini dia melayang di angkasa, dengan sepasang kaki telanjang, menapak di sebuah bayangan bunga teratai raksasa yang berputaran di udara.
Di belakang Li Sun muncul Bayangan Buddha Ru Lai raksasa yang mengeluarkan cahaya emas berkilauan.
Sepuluh senjata Buddha yang sempat berputaran mengelilingi Li Sun.
Kini Semua nya menyatu jadi satu, membentuk senjata Buddha ke 11 yang muncul menggantikan lengan kanan Li Sun yang kosong.
Dari ketinggian sana terdengar suara Li Sun melantunkan dia, Om Mani Padme Hum berulang ulang dan berkata,
"Semua Bentuk Rupa Warna adalah kosong..!"
"Kosong melahirkan hampa..!"
"Hampa melahirkan tiada..!"
"Tiada melahirkan Buddha Manjusri, datang menyinari Alam Semesta..!"
Sambil membacakan mantra Li Sun melesat turun dengan tangan kanan yang berubah menjadi senjata Buddha ke 11, yang mengeluarkan kekuatan maha dahsyat.
E The Na Han di bawah sana pun bisa merasakan nya.
Sebelum kekuatan itu tiba, tanah di sekeliling E The Na Han sudah meledak duluan, seperti terkena bom C4.
Tapi E The Na Han dengan penuh percaya diri, dua menjejakkan kedua kakinya keatas tanah hingga menimbulkan suara ledakan dahsyat yang membuat tanah tempat dia berpijak melesak kebawah, membentuk sebuah kawah kecil di bawah sana.
Sedangkan tubuh E The Na Han melesat cepat terbang ke angkasa, untuk menyongsong kedatangan kekuatan maha dahsyat yang di bawa oleh Li Sun.
Palu titanium yang di kelilingi oleh kekuatan petir,teracung keatas, siap menyambut senjata Buddha ke 11 yang ada ditangan Li Sun.
"Blaaarrrr...!'
Akhirnya terjadi tabrakan dahsyat di udara, yang menimbulkan ledakan besar melebihi 3 kali lipat kekuatan bom nuklir.
__ADS_1
Ledakan dahsyat itu langsung menghancurkan seluruh alam dimensi yang Fei Yang ciptakan.
Seluruh alam dimensi musnah, Fei Yang dan keluarganya, mereka selamat duduk diatas punggung Siao Huo.
Di mana Siao Huo membawa mereka terbang keluar dari dalam jurang, dan mendarat dengan aman di depan pondok pekarangan rumah Nan Thian dan Zi Zi.
Sedangkan Nan Thian dan E The Na Sen mereka masih melanjutkan pertempuran mereka di dasar jurang sana.
Sedikit terpental jauh dari pusat ledakan, di mana E The Na Han berbenturan keras lawan keras dengan Li Sun.
Di pusat ledakan sendiri, saat ledakan dahsyat berlangsung.
Terlihat palu titanium meledak hancur berkeping-keping dengan petir menyambar menyebar kesegala penjuru.
Menyusul meledaknya palu titanium lengan E The Na Han terlihat memelintir, kemudian menyusul meledak.
Sedetik kemudian menyusul wajah E The Na Han yang melintir, sebelum akhirnya E The Na Han meledak hancur berkeping-keping.
Dengan serpihan daging dan tulang di ikuti serpihan baju, melayang masuk ke dalam jurang tak berdasar.
Sedangkan Li Sun sendiri,. terlihat terpental keluar dari dalam jurang.
Lalu dalam keadaan tidak sadarkan diri, pakaian compang camping.
Li Sun terlihat melayang jatuh ke depan halaman rumah Nan Thian dan Zi Zi.
Zi Zi meninggalkan Ying Ying di jaga oleh si kembar, dia melesat keangkasa menyambut tubuh Li Sun kakaknya yang terlihat menyedihkan.
Pakaian compang camping, lengan kanan tiada, wajah terlihat pucat pasi, seperti orang mati.
Zi Zi membawa Li Sun di dalam gendongannya melayang turun di halaman depan rumah nya.
"Sun ke ke jangan mati..!"
"Bangunlah..! ayo bangun Sun Ke ke..!"
"Sun ke ke..! bertahanlah..!"
"Kamu harus hidup..!"
Teriak Zi Zi sambil memeluk Li Sun erat erat dengan airmata bercucuran membasahi wajahnya yang cantik
Zi Zi sambil berteriak histeris dan panik, dia terus terus mengguncang guncang tubuh Li Sun dengan keras.
Hingga akhirnya Li Sun terbatuk batuk.
"Uhukkk..!"
"Uhukkk..!"
"Uhukkk..!"
__ADS_1
"Zi Zi, .. aku.. bisa mati benaran..kalau kamu terus menggencet dan menguncang ku seperti ini.."
Ucap Li Sun sambil menahan senyum, menatap Zi Zi .