
Sebelum akhirnya jatuh tergeletak menjadi dua onggok daging, di dua sudut yang saling berjauhan.
Embun darah merah, bergerak turun membasahi bumi.
Orang ketiga yang merupakan jagoan paling sakti dari Persia bernama Husein.
Dia sangat sedih melihat nasib saudara keduanya Abidal, dia segera berkata,
"Jose aku akan tahan dia, kamu cepat tangkap gadis yang bersamanya itu.."
Jose mengangguk, dia segera memutar mutar tongkat yang berujung batu permata sebelum dia melesat mengejar kearah Siao Hung .
Sedangkan Husein, dia sudah bergerak lebih dulu menghadang di depan Nan Thian .
Husein memegang sebatang tongkat dengan ujung depan berbentuk kepala seekor ular sanca.
Sedangkan bagian ujung belakangnya berbentuk ekor ular yang bisa mengeluarkan suara berderik, saat tongkat di tangan nya di putar ataupun di gerakkan.
Kegunaan bagian ini adalah untuk menutupi suara pergerakan tongkatnya saat membelah udara menyerang lawan.
Melihat pergerakan Jose, yang kemampuannya jelas diatas Siao Hung .
Nan Thian hendak pergi mencegahnya, tapi pergerakan nya di cegat oleh Husein.
Sehingga bila Nan Thian tidak menyingkirkan Husein yang berada di hadapan nya.
Dia tidak mungkin bisa pergi menolong Siao Hung yang sedang dalam bahaya.
Hal ini membuat Nan Thian murka, dia tidak punya banyak waktu untuk melayani Husein.
Karena keselamatan temannya sedang terancam.
"Bedebah licik kamu pantas mampus, setan tua..!"
Bentak Nan Thian marah.
"Tebasan Pedang Tanpa Wujud..!"
"Tebasan Pedang Tanpa Perasaan..!"
"Tebasan Pedang Tanpa Keinginan..!"
Nan Thian sekaligus melepaskan 3 jurus Tebasan Pedang Tanpa Nama mengejar kearah Husein.
Serangan pertama tidak menimbulkan suara atau cahaya, tiba tiba sudah berada di hadapan Husein.
Berhasil Husein tangkis dengan tepat berdasarkan Indra keenamnya.
Serangan langsung di belokan menghantam kearah lain.
"Brakkkkk...!"
Lantai batu yang menjadi sasaran, langsung meledak hancur berantakan.
Terbang berhamburan ke udara, tapi kedua jagoan yang sedang bertarung tidak sempat memperhatikan hal itu.
Karena mereka sudah harus kembali terlibat dalam saling serang.
__ADS_1
Terutama Husein, baru saja dia menangkis serangan pertama Nan Thian .
Kini serangan kedua yang mengeluarkan cahaya pelangi sudah tiba.
Husein tidak berani berayal, karena barusan jurus inilah, yang telah berhasil menewaskan saudara keduanya.
Satu hal yang dia tahu, adik keduanya itu, tidaklah lemah, bila jurus ini mampu membuat nya terbunuh secara tragis.
Itu hanya berarti jurus ini sangat dahsyat, tidak boleh dipandang ringan.
Husein segera memutar tongkat ularnya dengan kecepatan tinggi, hingga muncul sebuah perisai energi berwarna hijau dengan bagian tengah membentuk lingkaran terisi rune kuno, yang bisa bergerak gerak.
Selain itu seluruh tubuh Husein juga terlindung oleh cahaya pelindung berwarna hijau, yang membentuk sebuah kubah, untuk melindunginya dari serangan lawan.
Cahaya pedang panca warna, tertahan oleh perisai rune kuno milik Husein.
"Trangggg...!'
Energi pedang pancawarna tiada henti terus menabrak kearah perisai pelindung Husein.
"Trangggg...!'
"Trangggg...!'
"Trangggg...!'
"Kreekkk..!"
Perlahan-lahan perisai energi cahaya hijau mulai mengalami retakan halus .
Saat energi pedang ketiga, yang memancarkan cahaya pelangi dengan kekuatan yang jauh lebih dahsyat tiba.
Sekali ini perisai cahaya pelindung Husein hancur berantakan, tidak mampu menahan serangan jurus ketiga Nan Thian .
Husein meski kaget, tapi sebagai seorang senior kenyang dengan pengalaman bertarung.
Dia bersikap tenang menanggapi serangan Nan Thian .
Dua memperkuat kubah pelindung nya untuk menahan dua energi pedang yang sedang menerjang kearahnya.
Sambil memperkuat pertahanan, Tongkat ular, yang tidak sempat pergunakan.
Dia lemparkan kearah Nan Thian , setelah dia membaca jampi jampi aliran kepercayaannya.
Tongkat kepala ular segera melesat kearah Nan Thian, memberikan serangan balasan.
"Trangggg...!"
"Trangggg...!'
"Trangggg...!'
"Trangggg...!'
"Trangggg...!'
Nan Thian memutar pedangnya untuk menangkis serangan beruntun dari tongkat kepala ular yang sudah di beri jampi jampi oleh Husein.
__ADS_1
Jampi jampi itu selain berfungsi untuk meningkatkan kekuatan serangan, juga berfungsi untuk menggandakan bayangan tongkat ular, setiap kali tongkat tersebut di tangkis oleh lawan.
Tongkat itu, akan secara otomatis menghisap tenaga tangkisan lawan.
Kemudian memecah diri dengan energi kekuatan tangkisan lawan.
Semakin kuat energi tangkisan lawan, maka akan semakin kuat pula tongkat ular yang tercipta.
Nan Thian segera di buat repot oleh Tongkat kepala ular, yang semakin lama semakin banyak mengurungnya.
Nan Thian sambil menangkis kesana kemari di bawah kurungan tongkat kepala ular yang tidak ada habisnya.
Dia melirik kearah Siao Hung sahabatnya.
Nan Thian sangat terkejut, saat melihat Siao Hung berulang kali di buat terpental, pontang panting di kejar kejar sinar biru, yang melesat dari batu permata di ujung tongkat Jose, yang juga sudah di beri jampi jampi.
Sehingga bisa menembakkan cahaya biru mengejar Siao Hung, bila terserempet apalagi terkena cahaya tersebut.
Siao Hung akan langsung di lumpuhkan oleh Jose.
Karena cahaya itu sebenarnya mengandung energi listrik dan racun pelemas otot.
Siao Hung awalnya tidak tahu, dia hanya menangkis dan menghindari serangan tersebut, tanpa sempat membalas.
Tapi setelah melihat serangan nyasar Jose, mengenai prajurit Monggolia yang sedang melakukan pengepungan.
Prajurit sial tersebut mengalami kejang kejang, lalu tergeletak lemas tidak mampu bergerak.
Siao Hung yang cerdik, segera menyadari bahaya dari serangan tersebut, bila dia sampai terkena serangan tersebut.
Untuk itu Siao Hung, selalu berusaha menghindar, mengandalkan ilmu langkah ajaib yang dia pelajari dari Nan Thian .
Sesekali bila dia melihat peluang, dia baru melancarkan tebasan pedang Tai Chi, di tambah dengan tebasan pedang Phoenix Api dan Naga Es yang hanya dia kuasai sebanyak dua jurus.
Jose yang awalnya sempat meremehkan Siao Hung , dia sempat di buat beku oleh terjangan Naga Es.
Tapi karena kekuatan tenaga dalam Jose jauh lebih tinggi dari Siao Hung .
Dia hanya perlu satu hentakan ledakan energi nya, maka meledaklah seluruh kepungan es yang ingin mengunci pergerakan nya.
Setelah kejadian itu, dia lebih bersikap waspada dan hati hati, bila Siao Hung memainkan jurus tesebut menyerang nya.
Setelah beberapa saat melayani Siao Hung, Jose segera menyadari.
Ilmu pedang Phoenix api dan Naga Es meski sangat dahsyat, tapi sangat menguras energi internal Siao Hung.
Karena energi internal Siao Hung masih sangat lemah.
Jadi Siao Hung tidak mungkin sembarang menggunakannya, bila dia tidak sedang dalam posisi terdesak hebat.
Hal ini membuat Jose semakin bersemangat, menyerang Siao Hung dengan serangan cahaya biru nya.
Di saat Siao Hung sedang pontang panting ini lah, tepat Nan Thian melihatnya.
Nan Thian yang merasa repot oleh kepungan tongkat kepala ular Husein.
Akhirnya dia mengeluarkan kekuatan pengendali tenaga Jagad Raya.
__ADS_1
Semua serangan tongkat kepala ular di hisapnya, kemudian dia gulung dalam satu arus pusaran kuat sebelum dia ledakan.
"Boooommm..!"