
Kim Kim tidak gentar sedikitpun, dia dia adalah Naga Alam Semesta.
Dia tidak mungkin takut dengan burung legenda di bumi, sekalipun di tambah Souw Chi Ming.
Dia tetap tidak menganggapnya sama sekali.
Tebasan Pedang Souw Chi Ming, dengan mudah dia hindari dengan gerakan tubuh, yang meliuk liuk gesit di udara.
Sebelum Souw Chi Ming sempat melepaskan serangan kedua, Kim Kim sudah muncul kibasan ekor Kim Kim sudah tiba.
"Wuuusshhh..!'
Souw Chi Ming menggunakan pedangnya membentuk perisai pelindung untuk menahan serangan tersebut.
Karena dia sudah tidak punya waktu untuk menghindar, jarak mereka berdua terlalu dekat.
"Boooommm...!"
Terjadi Ledakan kuat, saat bagian ekor Kim Kim bertabrakan, dengan perisai biru. Berbentuk lingkaran dengan tulisan tulisan kuno di tengah nya.
Efek dari ledakan tersebut Souw Chi Ming terpental hingga menabrak dan menghancurkan sebagian atas wuwungan menara pengawas kota Nan Jing.
"Brakkkk...!"
""Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
""Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
""Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
""Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
Panah panah berhamburan menyambut tubuh Souw Chi Ming, yang sedang melayang di udara seperti sehelai daun kering.
Semua anak panah ini berasal dari pasukan penjaga diatas tembok, yang melepaskan tembakan anak panah, mengikuti arahan Jendral Wu Nan.
Souw Chi Ming sedikit kelabakan, dia buru buru memutar pedang di tangan nya.
Untuk menghalau anak panah yang berhamburan kearahnya.
"Tringgg.! Tringgg.! Tringgg.!"
"Tringgg.! Tringgg.! Tringgg.!"
"Tringgg.! Tringgg.! Tringgg.!"
"Tringgg.! Tringgg.! Tringgg.!"
Panah panah itu berhasil dia pukul runtuh, dengan putaran pedangnya yang sangat rapat.
"Creeebbb..!"
Hanya satu batang anak panah yang berhasil lolos dari tangkisan nya.
Anak panah itu berasal dari sebuah mesin pemanah, yang di tembakkan oleh pasukan penjaga di atas benteng secara beruntun.
"Arggghhh..!"
Jerit Souw Chi Ming tertahan sambil berusaha melayang mundur menjauh dan melepaskan serangan balasan nya.
"Singggg..!"
Souw Chi Ming melepaskan satu tebasan energi pedang kearah pasukan penjaga di atas tembok kota.
"Sraattt..! Sraattt..! Sraattt..!"
"Sraattt..! Sraattt..! Sraattt..!"
"Arggghhh..!"
"Sraattt..! Sraattt..! Sraattt..!"
__ADS_1
"Arggghhh..!"
"Sraattt..! Sraattt..! Sraattt..!"
"Arggghhh..!"
Tebasan cahaya biru, berhasil melukai sebagian pasukan penjaga di atas benteng kota.
Sambil mengeluarkan teriakan kesakitan, satu persatu pasukan penjaga itu bertumbangan.
Melihat hal itu, Wu Nan buru buru memerintahkan mereka untuk menyingkir dari sana dan mencari tempat perlindungan.
Untungnya situasi di tempat lain Burung Hong Thian Yi sedang dalam bahaya.
Pekik kesakitan nya yang keras, membuat Souw Chi Ming setelah mencabut anak panah di pundak nya.
Dia langsung melesat meninggalkan barisan pasukan penjaga benteng kota.
Souw Chi Ming terpaksa memilih tidak melanjutkan pembalasannya, karena situasi rekannya sedang membutuhkan pertolongan nya.
Di tempat terpisah saat Souw Chi Ming terpental sebelumnya.
Kim Kim mendapatkan serangan semburan api,. cengkraman kuku cakar burung Hong, dan serangan Patukan paruh yang tajam dan runcing.
Tapi Kim Kim tidak gentar, serangan semburan api merah, dia balas kontan dengan semburan api biru, yang jauh lebih kuat.
Api biru menekan balik hingga menyambar kearah Burung Hong dengan ganas.
"Wusssshhh...!"
Burung Hong sempat melakukan manuver dengan cepat, sehingga berhasil menghindar dari serangan api biru Kim Kim.
Burung Hong hanya bagian ekornya yang panjang saja yang hangus tersambar api biru Kim Kim.
"Yikkkkkk...!"
Sambil berteriak marah burung Hong menerjang kearah Kim Kim dari sisi lain dengan cakar dan Patukan paruhnya.
"Cringggg...!"
"Cringggg...!"
"Cringggg...!"
Terdengar bunyi suara nyaring, seperti logam beradu, saat cakar dan paruh burung Hong membentur sisik keras Kim Kim.
Bunga api juga terlihat berpijar, saat terjadi benturan.
"Crakkkk..! Crakkkk..!"
Sebelum burung Hong hilang kagetnya melihat kekerasan sisik yang melindungi tubuh Kim Kim.
Sepasang sayapnya sudah masuk dalam cengkraman sepasang cakar Kim Kim yang kuat luar biasa.
"Yikkkkkk..!"
Burung Hong berteriak kesakitan, sekaligus berusaha meronta menendang dengan kedua kakinya di udara dengan panik.
"Krekkk..!"
"Krekkk..!"
Terdengar bunyi sambungan tulang patah.
"Yikkkkkk...!"
Burung Hong menjerit kesakitan, seluruh kekuatan sayap nya lumpuh sekarang.
Dia benar benar terlihat menderita dan sangat menyedihkan keadaannya.
Burung Hong kini terlihat terkulai lemah sambil menatap kearah Kim Kim dengan penuh ketakutan.
__ADS_1
Kim Kim sambil menyeringai menggunakan moncongnya untuk mengendus kepala Burung Hong.
Burung Hong berusaha memberikan perlawanan dengan mematuk, menggunakan paruh nya.
Tapi Kim Kim lebih cepat menarik mundur kepalanya kebelakang.
Sehingga Patukan paruh Burung Hong menemui sasaran kosong.
Karena maju mematuk, bagian lehernya yang sedang terulur kedepan jadi terbuka.
Kim Kim langsung membuka moncongnya lebar lebar, dan langsung bergerak maju untuk mengigit bagian leher burung Hong yang sedang terbuka lebar.
Bila serangan Kim Kim mengenai sasaran, Burung Hong pasti tamat riwayatnya.
Tulang lehernya akan di patahkan dengan mudah oleh Kim Kim.
Untungnya di saat kritis, Souw Chi Ming muncul di sana, melepaskan serangan lautan pedang menerjang kearah moncong Kim Kim yang sedang terbuka lebar.
Kim Kim di detik detik akhir, terpaksa menutup kembali moncong nya.
Kepalanya bergerak menyamping, sehingga serangan lautan pedang Souw Chi Ming dia tahan dengan bagian lehernya yang terlindungi oleh sisik keras dan energi pelindung tubuh Naga Emas.
"Cringggg..! Cringggg.! Cringggg.!"
Cringggg..! Cringggg.! Cringggg.!"
Cringggg..! Cringggg.! Cringggg.!"
Cringggg..! Cringggg.! Cringggg.!"
Semua serangan Souw Chi Ming tertahan di sana oleh sisik keras Kim Kim.
Kim Kim tentu saja tidak hanya sekedar menahan serangan saja, lebih dari itu.
Dia kembali mengibaskan ekornya untuk balas menyerang kearah Souw Chi Ming.
"Wuttttttt...!"
Selain memberikan kibasan ekor balas menyerang, Kim Kim juga menarik lepas kedua sayap burung Hong yang malang itu.
Lalu kedua patahan sayap itu di gunakan oleh Kim Kim untuk menumpuk kearah Souw Chi Ming.
"Wuttttttt...!"
"Wuttttttt...!"
Sedangkan tubuh burung Hong yang terluka parah, di biarkan begitu jatuh berputar putar meluncur ke bawah dengan deras.
Di tempat lain Thian Yi yang sedang bertarung sengit dengan Nan Thian.
Dia sempat melihat kejadian yang menimpa burung kesayangannya itu.
Dia segera melepaskan sebuah tebasan kuat menyerang Nan Thian , memaksa Nan Thian bergerak mundur dari nya.
"Singggg..!"
Seberkas cahaya kuning berbentuk bulan sabit, menerjang kuat kearah Nan Thian .
Memaksa Nan Thian harus bergerak mundur menjauh dan menepis serangan tersebut dengan pedang panca warna.
"Trangggg..!"
Membelokkan serangan tersebut kearah lain.
"Boooommm...!"
Serangan yang di belokan, menabrak tanah di bawah sana, sehingga menimbulkan ledakan dahsyat, debu batu beterbangan ke udara.
Memanfaatkan situasi itu, Thian Yi melesat cepat pergi menolong sahabat setia nya.
Burung Hong yang nyawanya sedang kritis.
__ADS_1