
Setelah melewati 7 kota kecil dan belasan desa tanpa hasil, Nan Thian akhirnya memutuskan untuk menunggu kedatangan Do Ku, di Kota Kai Feng.
Salah satu kota terbesar, yang sedikit lebih besar dari kota An Hui.
Kota ini merupakan kota besar basis militer Kerajaan Yuan, yang kedua di wilayah daratan tengah.
Sedangkan yang terbesar kini ada di kota Beijing, jauh di Utara sana.
Sebagai kota basis militer kedua, tentu kota ini otomatis memiliki pasukan yang sangat banyak.
Dengan jumlah jenderal besar andalan juga cukup banyak, Do Ku adalah salah satu dari 3 Jendral besar yang berasal dari kota ini.
Selain Do Ku masih ada Jendral Yo Ku yang di tugaskan pergi menghadang Lan Yu.
Orang terakhir yang menjadi Jendral di kota tersebut adalah YeSe Bu Hua, seorang Jendral wanita, sekaligus seorang putri kerajaan Yuan.
YeSe Bu Hua ini adalah adik perempuan nya Kubilai Khan, mereka sama sama keturunan pangeran ke 8 Tolui.
Setelah pendiri kerajaan Yuan Jenghis Khan wafat, pangeran ke 8 Tolui melanjutkan tahta ayahnya, menjadi raja berikutnya dinasti Yuan.
Setelah Tolui mengundurkan diri, posisi raja di turunkan ke Mongke Khan putra pertamanya.
Untuk melanjutkan tahta sebagai raja kerajaan Yuan.
Hingga Mongke Khan wafat dalam pertempuran Xiang Yang, Kubilai Khan adik ketiga nya, yang melanjutkan tahtanya menjadi raja hingga saat ini.
YeSe Bu Hua ini bukan lain adalah Ye Bu Hua yang pernah mengacau di Hoa San Pai.
Dia juga bersama almarhum kakaknya Mongke Khan, yang naik ke puncak gunung Hua. Membumi hanguskan perguruan Hoa San Pai, di bantu oleh tokoh tokoh sakti bayaran, yang bekerja pada pihak Mongolia.
Kini kota Kai Feng di percaya kan ke YeSe Bu Hua untuk mengaturnya .
Selain sebagai penguasa, YeSe Bu Hua juga memegang tampuk militer sebagai Jendral besar di kota Kai Feng, bersama dua jendral rekannya yang lain,
Jendral Do Ku dan Yo Ku.
Di kota Kai Feng YeSe Bu Hua juga memelihara beberapa tokoh sakti yang bekerja untuk nya.
Di antaranya adalah Zee Dewa Raja Utara, Musashi seorang samurai dari negeri timur laut sana.
Selain kedua tokoh lama, yang pernah mencelakai Fei Yang dan Xue Lian, Kakek dan Nenek guru Nan Thian .
Masih ada dua tokoh sakti misterius dari negeri Tibet dan tanah Jawa.
__ADS_1
Tanah Jawa merupakan salah satu wilayah kerajaan yang letaknya jauh menyeberangi lautan selatan sana .
Kerajaan tersebut, adalah suatu kerajaan penuh misteri, dan banyak memilki tokoh sakti legendaris, yang tidak kalah dari daerah daratan tengah.
Sumber ilmu mereka adalah berasal dari gabungan kerajaan India kuno, kerajaan daratan tengah kuno dan Persia.
Kini salah satu tokoh legendaris dari negeri misterius itu, berhasil di undang oleh Kubilai Khan untuk membantu kerajaan Yuan/ Mongolia.
Itulah sekilas dari situasi dan keadaan kota Kai Feng yang sedang Nan Thian tuju.
Sebuah tempat yang menjadi sarang Macan Gua Naga bagi Nan Thian .
Bila Nan Thian nekad beraksi di tempat tersebut sendirian, dia pasti akan menghadapi resiko yang tidak kecil.
Nan Thian setelah tiba di kota Kai Feng, dia langsung mengikuti antrian penduduk.
Ikut berbaris menunggu antrian pemeriksaan di depan pintu gerbang sana.
Di mana ada rombongan prajurit kerajaan Yuan/ Mongolia bertugas melakukan pemeriksaan orang orang, yang ingin masuk dan keluar dari kota Kai Feng .
Nan Thian bersikap sesantai mungkin mengikuti antrian.
Nan Thian tidak menyadari, kehadiran nya di sana, sudah menarik perhatian para prajurit jaga diatas pintu gerbang.
Penampilan Nan Thian yang muda gagah tampan, tapi seluruh rambutnya putih.
Parahnya lagi hampir di setiap tempat ada di tempel lukisan wajahnya.
Sebagai orang yang sedang di cari oleh kerajaan Yuan.
Di antara gambar gambar lukisan yang tertempel di dinding.
Pertama adalah wajah Zhu Yuan Zhang, Yue Lin, Xu Da, Zhang Yi Chun, Tang He, Lan Yu, dua lukisan terakhir adalah wajah Nan Thian dan Kim Kim.
Mereka semua adalah orang orang yang sedang di cari dan di awasi oleh seluruh wilayah kerajaan Yuan.
Masing masing dari mereka, di hargai dengan harga berbeda beda, tapi cukup fantastis.
Cukup bisa melaporkan keberadaan mereka saja, harga yang di terima adalah 1000 Tael perak.
Bila berhasil mendapatkan kepala orang orang dalam lukisan, akan di hargai dengan 5000 Tael emas tertinggi, terendah 1000 Tael emas.
Posisi tertinggi adalah kepala Zhu Yuan Zhang, kedua adalah Nan Thian , ketiga adalah Kim Kim.
__ADS_1
Keempat hingga orang terakhir, harga mereka kurang lebih.
Posisi harga terbawah adalah harga kepala Tang He.
Penjaga diatas pintu gerbang, yang awalnya curiga, setelah berbisik bisik kepada rekannya.
Mereka segera memberikan laporan ke komandan regu nya.
Saat Komandan regu datang melihat seketika kaget lah komandan regu tersebut.
Dia segera menurunkan perintah agar seluruh petugas pemeriksaan tidak boleh ada yang menganggu Nan Thian .
Setelah menurunkan perintah, dia sendiri buru buru pergi melapor keatasannya.
Pesan berantai dengan cepat sampai ke telinga YeSe Bu Hua di istana kediaman nya.
Begitu mendengar kabar tersebut YeSe Bu Hua yang curiga Nan Thian yang menjadi orang yang di cari cari pemerintah.
Sebenarnya adalah pemuda yang sama, yang pernah menarik perhatian nya di Hua San dulu.
YeSe Bu Wei segera bergegas meninggalkan istana nya, dengan di kawal oleh Zee dan Musashi.
YeSe Bu Hua segera keluar dari istana kediamannya, langsung menuju pintu gerbang selatan di mana Nan Thian sedang mengikuti antrian panjang untuk memasuki kota tersebut.
Sementara di dalam kota Kai Feng begitu heboh, terutama orang orang pemerintah kerajaan Yuan.
Nan Thian sendiri dengan polosnya, masih bersikap santai mengikuti antrian tanpa menyadari.
Keributan dan kepanikan yang sedang berlangsung di pihak kerajaan Yuan.
Bahkan Zee dan Musashi yang biasanya selalu cuek dan kurang perduli.
Kini kedua nya terlihat tegang dan jauh lebih serius.
Mereka sudah mendengar kabar, Nan Thian adalah ahli waris sang legenda dari barat.
Bahkan pedang Mestika sang legenda kini ada di tangan Nan Thian .
Mereka pernah menghadapi legenda dari barat itu, mereka tahu persis bagaimana berbahaya nya.
Jadi kini pun mereka tidak berani memandang remeh ahli warisnya itu.
Selain itu begitu banyak tokoh dari Su Zhou tewas di tangan nya, semua ini mereka juga ada dengar dari laporan mata mata YeSe Bu Hua.
__ADS_1
Nan Thian dengan wajah santai tanpa dosa mengikuti antrian, hingga tiba gilirannya.
Dia hanya mendapatkan pemeriksaan basa basi saja, setelah itu komandan jaga sendiri langsung ijinkan Nan Thian masuk, tanpa banyak cakap.