
Sehingga pedang dan tameng E The Na Jin ikut terbawa berputaran di udara.
Mengikuti pergerakan pedang Xuan Yuan yang terus berputaran cepat.
Hingga pedang Xuan Yuan terlepas dari tempelan tombak dan perisai E The Na Jin.
Begitu terlepas, pedang Xuan Yuan yang mengeluarkan cahaya sinar lembayung, menusuk cepat kearah dada E The Na Jin.
Sedangkan telapak tangan Fei Yang yang terisi kekuatan petir yang berasal dari.langit turun kebawah, menyambar kearah Fei Yang dan terus terserap masuk memenuhi tubuh nya.
Lalu oleh Fei Yang lewat telapak tangan kirinya, dia menghantamkan kekuatan petir nya, menyambar kearah E The Na Jin.
Pedang Xuan Yuan yang menusuk dada E The Na Jin, tertahan oleh cahaya emas yang muncul melindungi bagian yang di tusuk oleh pedang Xuan Yuan.
"Tringgg..!"
Pedang Xuan Yuan membentur, cahaya emas yang melindungi dada E The Na Jin.
E The Na Jin hanya terpental berguling guling tubuhnya saat terkena sengatan petir langit tingkat 9.
Selagi E The Na Jin terpental berguling guling.
Fei Yang menyusul menyerang dengan sabetan tenaga petir, yang mirip seutas cambuk biru.
Terus bergerak cepat mengejar dan mencambuk E The Na Jin secara bertubi-tubi.
Dalam satu kesempatan sambil bergulingan menghindari cambukan petir dari Fei Yang .
E The Na Jin menggunakan tombak di tangan nya untuk menahan cambuk petir, membiarkan cambuk petir melilit di tombak cahaya nya.
Sehingga cambuk petir yang di mainkan oleh Fei Yang terkunci membelit di tombak energi E The Na Jin.
Saling betot adu kuat terjadi, masing masing berusaha mempertahan senjata masing masing .
E The Na Jin yang terus memutar tombaknya, sambil melakukan gerakan menarik.
Membuat Fei Yang terus tertarik maju mendekati E The Na Jin.
E The Na Jin sudang menyiapkan ujung tamengnya, untuk di tusukkan kearah Fei Yang bila Fei Yang mendekatinya.
Tiba-tiba Fei Yang sebelah tangan kanannya yang memegang pedang melakukan tebasan cahaya biru melesat cepat dari bawah keatas.
"Suittt..!
Rumput dan tanah di bawah sana, yang dilewati oleh tebasan pedang Xuan Yuan, langsung membeku.
Apapun yang di.lewati oleh energi pedang Xuan Yuan pasti membeku .
Rumput tanah di susul oleh E The Na Jin, dia mulai dari kaki terus menjalar keatas.
Akhirnya berubah menjadi sebuah patung es beku.
__ADS_1
Setelah E The Na Jin membeku menjadi patung es, Fei Yang langsung menarik kembali cambuk petir nya di putar putar di udara.
Sebelum dia sabet kan kearah kepala E The Na Jin, dengan maksud ingin memecahkan es beku itu terbelah dua.
Menamatkan perlawan E The Na Jin yang sangat perkasa.
Tapi sebelum rencana Fei Yang berhasil, E The Na Jin secara tiba-tiba meledakkan es yang membelenggunya.
Begitu bebas E The Na Jin yang mengubah Perisainya menjadi tombak energi lainnya.
Dua segera menggunakan tombak di tangan kirinya menyambut datangnya cambuk petir dari Fei Yang .
Sehingga tombak dan cambuk saling melilit menyatu di sana, masing masing berusaha saling tarik menarik.
Dalam satu kesempatan itu Fei Yang mengubah elemen tanah untuk membelenggu sepasang kaki E The Na Jin.
E The Na Jin yang merasa kaget, mencoba untuk menggerakkan kakinya ingin melepaskan diri.
Di saat bersamaan kini akar akar rotan dari pepohonan di sekitar sana, di bawah kontrol Fei Yang , semuanya di kerahkan untuk membelenggu sepasang tangan E The Na Jin.
Sepasang kaki dan tangan E The Na Jin terbelenggu tanah, Fei Yang masih merasa belum cukup.
Sehingga Fei Yang menambahkan dengan belenggu air maju membantu membelenggu bagian leher E The Na Jin.
Melihat E The Na Jin sepenuhnya terkunci, kini Fei Yang melesat maju dengan jurus,
"Api dan es penghancur semesta.."
"Blaaarrrr...!"
Terjadi ledakan dahsyat, E The Na Jin meledakkan diri, melepaskan semua belenggu yang mengunci pergerakan nya.
Dengan berani dia bergerak melesat keatas, menyongsong datangnya Tebasan Pedang Xuan Yuan dengan sepasang tombak energi'nya.
"Blaaarrrr...,!"
"Boooommm..!"
"Boooommm..!"
"Boooommm..!"
"Boooommm..!"
Pertemuan kedua kekuatan tersebut di udara, menimbulkan ledakan dahsyat di bawah sana.
Ledakan beruntun di atas tanah, muncul mengelilingi area pertemuan benturan keras di udara sana.
E The Na Jin meski seluruh tubuhnya sebagian terbakar sebagian membeku.
Dia juga terlihat terbaring diatas tanah, tapi dia masih belum menyerah.
__ADS_1
Sepasang tombak energi'nya masih menyilang diatas tubuhnya, menahan pedang Xuan Yuan dan Fei Yang yang menekan dari atas kebawah dan kini menggantung di udara.
E The Na Jin tiba tiba menggunakan sepasang kakinya melepaskan tendangan keras kearah perut dan dada Fei Yang .
Tendangan keras itu mengakibatkan Fei Yang terpental melewati tubuh E The Na Jin.
Fei Yang terpentang bergulingan, meski dada dan perut nya yang terlindung hawa api dan es tidak terluka sama sekali.
Tapi rasa nyeri terkena tendangan dan terbanting keras tetaplah ada.
Masing masing saling menjauh, mengambil posisi masing-masing.
Fei Yang melenting kan tubuhnya seperti seekor ikan Lee melompat keluar dari permukaan air.
Dengan cara akrobatik itu Fei Yang kembali berdiri dengan kedua kakinya dengan kuda kuda siaga.
Sedangkan E The Na Jin, dia menggunakan sepasang tangan nya yang memegang tombak memukul tanah di sampingnya.
Sehingga tubuhnya yang masih di selimuti oleh api dan es berhasil bangkit berdiri dengan posisi badan tegap sepasang tombak siaga di samping kiri kanan tubuhnya.
Begitu masing masing bangkit berdiri, mereka berdua segera bergerak maju saling menerjang dengan cepat.
"Trangggg..!"
"Tringgg..!"
"Trangggg..!"
"Tringgg..!"
"Trangggg..!"
"Tringgg..!"
Benturan senjata saling serang di udara terdengar memekakkan telinga.
Bunga api berpijar mewarnai serangan beruntun, yang membuat senjata mereka saling berbenturan di udara.
Setelah puluhan jurus berlalu saling serang dengan gerakan cepat.
Dalam satu tusukan pedang cepat yang Fei Yang lepaskan, E The Na Jin, berhasil menangkis dengan tombak kiri nya dan menghujamkan tombak kanannya menembus dada kiri Fei Yang.
E The Na Jin terlihat tersenyum puas, sebelum kemudian dia menjerit keras dan melompat mundur kebelakang.
Dari sepasang mata nya yang terpejam terlihat bercucuran darah yang berwarna biru terang.
E The Na Jin terlihat meraung kesakitan, sambil bergerak dengan langkah tidak beraturan kebelakang.
Sedangkan Fei Yang yang memiliki struktur jantung di kanan, dia berhasil keluar dengan selamat.
E The Na Jin tidak akan pernah menyangka lawannya punya struktur jantung yang aneh seperti itu .
__ADS_1