PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
KEMBALI KE KOTA AN HUI


__ADS_3

Nan Thian malam itu juga langsung kembali lagi kekota An Hui.


Kini tujuan nya hanya satu, siapapun yang berani menghalangi langkahnya, pasti akan dia basmi tanpa terkecuali.


Dia akan rebut kembali kota An Hui dari pihak kerajaan Mongolia.


Bila pasukan Mongolia bersedia mundur, itu yang terbaik.


Bila tidak satupun tidak akan dia lepaskan.


Itulah tekad yang ada dalam pikiran Nan Thian saat ini.


Nan Thian melayang ringan melewati atap genteng menara pengawas yang terlihat lenggang.


Saat Nan Thian mendarat ringan di balik pintu gerbang kota An Hui.


Segera tempat tersebut di terangi oleh obor yang di siapkan oleh pihak kerajaan Mongolia, untuk menyambut kedatangan nya.


Orang pertama yang mendarat di hadapan Nan Thian adalah Husein dengan tongkat ular di tangan.


"Bedebah kamu akhirnya datang juga, aku sudah lama menantikan mu..!"


Bentak Husein dengan bahasa Han yang kaku.


Tapi Nan Thian masih bisa mendengarnya dengan jelas.


Nan Thian tersenyum dingin dan berkata,


"Bagus kamu tikus putih berjenggot,.. muncul sendiri.."


"Jadi aku tidak perlu repot pergi mencari mu."


"Banyak bacot..!"


"Lihat serangan..!"


Teriak Husein marah.


Dia langsung melesat maju menerjang kearah Nan Thian .


Saat berada di udara, tubuh nya langsung pecah menjadi belasan bayangan.


Semuanya bergerak cepat menusukkan tongkat kepala ular mengincar belasan titik di tubuh Nan Thian .


Nan Thian menghentakkan energi pelindung nya, kekuatan panca warna, segera muncul membentuk kubah perisai pelindung, melindungi seluruh tubuh Nan Thian dari serangan Husein.


Semua serangan Husein tertahan di udara, oleh perisai pelindung Nan Thian .


Nan Thian langsung membalas kontan dengan sebuah Tebasan Pedang Tanpa Wujud.


Khusus mengincar Husein yang bersembunyi, di balik belasan bayangan, yang datang menyerang Nan Thian .


"Trangggg...!"


Serangan Nan Thian tertahan oleh perisai cahaya hijau ciptaan Husein.


Baru saja melihat Nan Thian menggerakkan gagang pedang, Husein langsung mengantisipasinya dengan tangkisan perisai pelindung nya.


Nan Thian tentu tidak cukup puas, bila hanya berhenti disana saja.


Nan Thian segera mengerahkan tebasan pedang es surgawi mengincar tameng perisai energi Husein.


Begitu energi cahaya biru melintas lewat, seketika tameng perisai energi hijau milik Husein, segera di buat membeku jadi potongan es.

__ADS_1


Setelah di buat beku, kini Nan Thian langsung menyertainya dengan Tebasan Pedang Tanpa Perasaan.


"Singggg....!"


Suara berdesing tajam membelah udara, di sertai dengan melesatnya cahaya panca warna, mengincar tameng perisai energi Husein yang telah di beku kan.


Sebelum Husein sempat memperbaiki situasi. Perisainya, sudah meledak pecah hancur berantakan.


"Pyaaarrr...!"


Cahaya panca warna melesat cepat mengejar kearah Husein, yang sedang berusaha terbang mundur menjauh, sambil memutar tongkat kepala ular nya, menghalau kejaran energi pedang panca warna yang mengejarnya.


"Trangggg...!"


"Blaaarrrr...!"


Serangan Tebasan Pedang Tanpa Perasaan, berhasil di belokan oleh tangkisan Tongkat kepala ular di tangan Husein.


Tapi energi'pedang itu begitu gagal menemui sasaran nya, dia melesat balik, tetap mengejar Husein.


Selagi Husein sedang sibuk menangkis serangan Tebasan Pedang Tanpa Perasaan.


Nan Thian sudah menyusul tiba, berubah menjadi 8 bayangan. Lalu dia memberikan Tebasan Pedang Tanpa Keinginan dari 8 arah mengurung Husein.


"Singgg..!"


Singgg..!"


Singgg..!"


Singgg..!"


Singgg..!"


Husein yang terdesak, tidak ada jalan mundur. Dia segera membentuk kubah perisai cahaya hijau.


Untuk melindungi dirinya, sekaligus mengalihkan serangan yang mendekatinya kearah lain.


Dia seolah olah sedang melakukan gerakan menyambut, kemudian memindahkan energi serangan Nan Thian, dia pindah pindahkan ketempat lain.


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


Terjadi ledakan beruntun di mana mana, setiap serangan energi pedang Nan Thian berhasil di pindahkan oleh Husein.


Ilmu ini adalah ilmu rahasia sekte api suci di Persia, sangat afektif untuk mengcounter. Sekaligus meretur serangan kemanapun pemilik ilmu ini suka.


Termasuk meretur kembali kepada lawan yang menyerang nya.


Husein tidak meretur balik ke Nan Thian , karena dia sempat mencobanya.


Tapi Nan Thian malah menghisap balik energi nya, lalu dia kembali melontarkan tebasan baru yang jauh lebih kuat dan ganas.


Nan Thian setelah merasakan berulang kali, serangannya selalu berhasil di pentalkan kesana kemari oleh Husein.


Dia segera menarik kembali seluruh kekuatan serangan, yang di lepaskan nya.

__ADS_1


Setelah semua terkumpul terserap kembali ke tubuh Nan Thian .


Dengan menghimpun energi kekuatan jagad raya.


Nan Thian melesat keangkasa, lalu dia meluncur turun dengan pedang Panca Warna memainkan Jurus Pedang Tanpa Nama.


Tubuhnya meluncur turun tegak lurus, mengincar kearah ubun-ubun kepala Husein, dengan pedangnya langsung.


Energi pedangnya tidak di lepaskan oleh Nan Thian , melainkan menyatu menyelubungi pedang Panca Warna ditangannya.


Melihat datangnya tekanan kuat dari atas, Husein segera mengangkat perisai pelindungnya keatas, untuk menyambut datangnya serangan Nan Thian .


Dia berusaha menahan tekanan dahsyat dari atas sebelum.nantinya akan kembali di alihkan ke tempat lain.


Setelah itu, dia akan bergerak menyusul mencuri menyerang Nan Thian , di saat Nan Thian serangan nya sedang terpental.


Tapi rencana Husein tersebut kandas di tengah jalan, karena Nan Thian tiba tiba menghilang.


Kekuatan tekanan itu hanya bayangan semu nya saja.


Kekuatan asli Nan Thian muncul dari tempat tak terduga, yaitu dari bagian tengah tengah diantara kedua kakinya, yang sedang terpentang lebar, memasang kuda kuda untuk menyambut serangan dari atas.


"Crashhh...!"


Tubuh Husein yang bagian bawahnya tidak terlindung, dengan mudah berhasil di tembus oleh pedang Panca Warna, yang bergerak tegak lurus memotong keatas dengan sangat cepat.


Begitu Nan Thian muncul di angkasa.


Di bawah sana tubuh Husein langsung meledak, terbagi menjadi dua bagian.


Terpental ke kanan kiri, seperti tubuh yang terbelah dua, akibat ditarik oleh dua ekor kuda yang berlari kedua arah secara berlawanan.


Potongan tubuh Husein jatuh tergelatak diatas tanah bersimbah darah.


Embun darah memenuhi udara di bawah sana.


Tubuh Nan Thian yang sedang melayang di angkasa.


Tiba-tiba berpindah arah, saat muncul lagi, dia sudah mendarat di tempat yang agak jauh, dari embun darah Husein, yang beterbangan di udara.


Setelah Husein terbunuh di tangan Nan Thian, Pasukan Monggolia dalam jumlah besar segera di kerahkan untuk menyerang Nan Thian .


"Serbu....!"


"Serbu....!"


"Serbu....!"


"Serbu....!"


Terdengar teriakan membahana dari semua komandan pasukan Mongolia secara serentak.


Agar seluruh pasukan mereka bergerak mengerubuti Nan Thian, yang terlihat dari atas seperti seekor belalang di kerubuti oleh pasukan semut,


Di mana pasukan semut, memiliki jumlah yang sangat banyak.


"Hyaaahhh...!"


"Hyaaahhh...!"


"Hyaaahhh...!"


Terdengar suara teriakan pasukan Mongolia membahana di seluruh kota An Hui.

__ADS_1


Untuk memacu semangat dan keberanian mereka, saat maju mengerubuti Nan Thian yang terkenal sakti luar biasa.


__ADS_2