PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
PENJELASAN THIAN YI


__ADS_3

Saat hendak pergi dari sana, Kim Kim, yang takut Nan Thian khawatir dengan nya.


Secara diam diam, tanpa sepengetahuan Thian Yi, dia mengirimkan pesan suara ke Nan Thian.


"Kakak aku mau pergi jalan jalan refreshing dulu beberapa hari .."


"Bila sudah bosan aku baru kembali lagi ke sini.."


Nan Thian yang sedang duduk bermeditasi di puncak menara Pagoda. Dia sedikit mengerutkan alisnya mendengar pesan suara Kim Kim.


Dia segera membalasnya,


"Jangan pergi jauh, musuh masih banyak.."


"Berhati hati lah.."


Kim Kim langsung membalasnya,


"Ya aku tahu, .. kamu tenang saja.."


Setelah menjawab singkat ke Nan Thian , Kim Kim langsung melesat pergi membawa Thian Yi di punggungnya.


Beberapa saat kemudian Kim Kim pun tiba di tepi sungai Wu Jiang.


Dia berhenti sejenak di sana dan berkata.


"Aku akan menyeberangi sungai ini, kamu duduk dan berpegangan yang baik.."


Thian Yi mengangguk pelan dan berkata,


"Terimakasih adik Kim Kim, kamu jangan risaukan aku."


"Kamu jalan saja, aku tidak apa-apa.."


Kim Kim mengangguk, lalu dia langsung melesat ringan kearah bagian tengah sungai, dari sana dia terus berlompatan ringan di atas sungai Wu Jiang.


Seperti seekor capung yang bisa terbang.


Kim Kim menyeberangi sungai Wu Jiang tanpa kesulitan.


Thian Yi semakin kagum dengan kemampuan Kim Kim, ada rasa bangga dan bahagia bisa begitu dekat bersama gadis seperti Kim Kim.


Tapi di saat bersamaan, dia juga merasa minder dengan keadaan nya sendiri.


Tapi dia akhirnya memutuskan tidak mau berpikir terlalu banyak, asalkan bisa bersama, meski pun itu hanya satu detik, dia sudah merasa cukup puas dan sangat bahagia .


Apalagi menuju Yue Ming Shan cukup jauh jaraknya, jadi waktu kebersamaan mereka cukup panjang.


Thian Yi diam diam tersenyum puas di dalam hati.


Thian Yi tidak tahu, apa yang sedang di pikirkan nya, di ketahui dengan jelas oleh Kim Kim.


Sehingga gadis nakal itu semakin sumringah dan bangga.


Sejak dia datang kedunia ini dan ikut bersama Nan Thian .

__ADS_1


Ini adalah kali pertama dia merasakan dirinya begitu di hargai kehadiran nya.


Tentu saja dia sangat gembira dan merasa bangga pada dirinya sendiri.


Dia merasa kepalanya sedikit mengembang membesar, oleh jalan pikiran Thian Yi.


Dengan mengikuti petunjuk dari Thian Yi, akhirnya mereka berdua tiba di tepi telaga Tai Hu.


Di sana Thian Yi mengarahkan Kim Kim naik keatas sebuah perahu milik sekte pedang lautan pedang.


Begitu mereka naik keatas perahu, pemilik perahu segera keluar menyambut mereka.


Belum sempat dia berbicara, Thian Yi langsung menunjukkan plakat kuasanya.


Pemilik perahu itu adalah anggota sekte Lautan Pedang, saat melihat plakat yang di tunjukkan oleh Thian Yi, wajahnya langsung pias.


Tanpa berani banyak bertanya, dengan penuh hormat, dia segera membawa pasangan itu menyeberangi telaga Tai Hu menuju kaki gunung Ming Yue Shan.


Kini diatas perahu, Kim Kim dan Thian Yi bisa duduk santai menikmati pemandangan indah dan ketenangan di telaga itu,


Kim Kim duduk di sebelah Thian Yi mendengarkan dengan serius semua cerita kisah hidup Thian Yi .


Termasuk kisah pertempurannya dengan Nan Thian dan dia jadi seperti saat ini .


Kim Kim hanya mendengarkan dengan penuh ketertarikan tanpa menyela sedikit pun.


Saat Thian Yi mengakhiri ceritanya, perahu terlihat mulai merapat di tepi telaga, yang berbatasan langsung dengan kaki gunung Ming Yue Shan.


Kim Kim kembali membantu Thian Yi naik ke punggung nya.


Kim Kim akhirnya tiba di depan bangunan altar, yang merupakan pintu masuk menuju tempat kediaman rahasia Thian Yi.


Kim Kim berhenti di sana dan berkata,


Kakak Yi,.. selanjutnya kemana kita.


Thian Yi segera berkata,


"Adik Kim Kim, tuas pintu rahasia nya, terletak di sebelah timur."


"Injak dengan pelan lantai yang ada huruf Lautan Pedang.."


"Pintu akan terbuka otomatis.."


Kim Kim mengangguk patuh, dia segera berjalan menuju tempat yang di tunjuk oleh Thian Yi.


Dengan mengikuti petunjuk dari Thian Yi, sebuah pintu rahasia pun terbuka lebar.


Kim Kim segera melangkah menghampirinya, dengan mengikuti undakan tangga, yang menurun ke bawah.


Kim Kim membawa Thian Yi di punggungnya bergerak menuruni tangga tersebut.


Saat mereka tiba di pertengahan tangga, pintu di atas tertutup kembali secara otomatis.


Keadaan di dalam sana kini di terangi oleh mutiara mutiara malam, yang berukuran besar, dan mampu mengeluarkan sinar menerangi seluruh ruangan bawah tanah tersebut.

__ADS_1


Mengikuti petunjuk dari Thian Yi, setelah menempuh perjalanan melewati beberapa ruangan yang terhubung oleh lorong lorong panjang berkelak kelok.


Akhirnya mereka keluar dari sebuah pintu gua alam yang luas.


Saat keluar dari mulut gua, di hadapan Kim Kim terlihat berdiri sebuah istana tua yang megah.


Tapi istana sebesar itu, terlihat sepi, tidak ada satu pun orang yang terlihat di sana.


Kim Kim berhenti sejenak di sana melihat kesana kemari, tapi tidak menemukan ada orang yang hadir di sana.


Dia menoleh kearah Thian Yi dengan tatapan penuh tanda tanya.


Thian Yi yang berada di punggung Kim Kim pun berkata,


"Jangan heran, istana ini begitu sepi."


"Karena tanpa ijin dari ku, tidak ada murid sekte pedang yang boleh datang kemari.."


Kim Kim melangkah membawa Thian Yi menaiki undakan tangga, menuju ke ruangan depan, yang merupakan ruangan aula pertemuan yang luas.


Kim Kim menyapukan pandangannya, mengagumi keindahan dan kemegahan ruangan dan perabot di dalam ruangan tersebut.


Kim Kim berkata dengan sedikit penasaran,


"Kakak Yi,.. bila tempat ini begitu misterius dan rahasia, lalu siapa yang merawat dan membersihkan ruangan sebesar ini..?"


"Jangan bilang selama ini, kamu melakukannya sendirian..?"


Thian Yi sambil tersenyum berkata,


"Tentu tidak adik Kim Kim, sebulan sekali murid pilihan sekte lautan pedang akan kemari, untuk merawat dan membersihkan nya."


Kim Kim menatap Thian Yi dan berkata,


"Tadi kamu bilang tempat ini rahasia dan terlarang bagi siapapun kecuali kamu.."


"Tapi bila mereka datang bersih bersih sebulan sekali, bukankah tempat ini tidak lagi menjadi rahasia..?"


Tanya Kim Kim penasaran.


Thian Yi tersenyum dan menjawabnya. dengan penjelasan pelan,


"Saat mereka di bawa kemari mata mereka di tutup, begitu pula saat mereka selesai bertugas, dan akan meninggalkan tempat ini, mata mereka akan kembali di tutup.


Hingga mereka kembali lagi ke asrama sekte lautan pedang, penutup mata mereka baru kembali di buka.."


"Begitulah ceritanya.."


Ucap Thian Yi sambil tersenyum.


"Ohh begitu.."


Jawab Kim Kim mengerti, lalu dia melanjutkan langkahnya.


Melewati ruangan aula.

__ADS_1


__ADS_2