PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
TERBANG MENEMBUS AWAN


__ADS_3

"Pyaaarrr..!"


Dayung di pukulkan keatas air, oleh Ping Ping untuk melampiaskan kekesalannya.


Sambil kembali mengomel,


"Masih berani pulang lagi, pake bawa bawa si Sundal itu pulang.."


"Dasar tikus putih, tidak berbudi.."


"Pyaaarrr...!"


Sekali lagi dayung kembali dia hantam keatas air, hingga air naik menyiprat wajahnya sendiri.


Melihat aksi cucunya kakek Ping Ping hanya menggelengkan kepalanya.


Tapi dia tidak menegurnya, sebagai orang berpengalaman, dia sekali lihat juga tahu.


Kenapa cucunya terlihat uring uringan.


Untungnya sebelum dayung di tangan Ping Ping patah, perahu mereka telah merapat kearah pantai.


Kakek Ping Ping, segera melemparkan tali perahunya kearah pantai.


Lalu dia melompat turun dari atas kapal, hendak pergi kepantai, menarik perahu mereka naik keatas daratan.


Di luar dugaan, Nan Thian langsung maju menyambut tali itu, lalu dengan entengnya.


Nan Thian membantu menarik perahu itu hingga naik ke darat, menjauhi tepi sungai.


Nan Thian juga dengan sigap membuat tiang pancang, untuk mengikat perahu.


Saat Ping Ping dan Kakeknya sampai ditepi pantai.


Nan Thian yang sudah menyelesaikan pekerjaannya.


Dia segera menghampiri Ping Ping dan kakeknya.


"Ping Ping maaf ya, tempo hari saat aku pergi ambil obat ke kota."


"Obat gak di bawa pulang, aku malah menghilang.."


Ping Ping dengan wajah bersungut sungut berkata,


"Terus kenapa sekarang kembali lagi..?"


Nan Thian tersenyum canggung dan berkata,


"Maaf Ping Ping, aku tahu menjelaskan alasan apapun, dalam hal ini aku tetap salah.."


"Jadi aku datang khusus untuk berpamit pada kalian dan meminta maaf.."


Ping Ping tersenyum sinis dan berkata,


"Sudah tidak perlu, lupakan saja.."


"Lebih baik kamu urus gadis cantik mu saja.."


"Di sini matahari panas menyengat, kalau dia terus berdiri menunggu di sana, nanti kulitnya bisa gosong, dan berubah menjadi jelek..."


Nan Thian menangkap ucapan sinis dari Ping Ping, dia tahu Ping Ping temannya itu sedang marah padanya.


Tapi sesaat Nan Thian juga tidak tahu bagaimana cara menjelaskan nya.


Sehingga dia hanya berdiri diam di sana sambil tersenyum canggung.

__ADS_1


Melihat Ping Ping pergi menyusul kearah kakeknya dengan wajah kesal.


Nan Thian menatap bayangan punggung Ping Ping, lalu berkata,


"Hahhh sudahlah, bila aku datang hanya bikin dia kesal.."


"Lebih baik pergi saja.."


Zi Zi terlihat berjalan menghampiri suaminya, sambil menahan tawa dia berkata,


"Dia bukan kesal dengan mu, dia kesal karena kehadiran ku.."


"Ya sudah,.. kamu pergi temui lah dia di rumahnya.."


"Aku menunggu mu di mulut desa sana..."


"Pamit dan jelaskan lah semuanya baik baik.."


"Biar tidak ada salah paham lagi.."


"Aku kedepan dulu.."


Ucap Zi Zi sambil mendorong punggung suaminya pergi menyusul Ping Ping yang sedang ngambek.


Nan Thian menatap wajah istrinya dengan tatapan mata tidak enak hati.


Zi Zi tersenyum memberi kode, agar Nan Thian segera pergi menyusul Ping Ping.


Nan Thian akhirnya mengangguk, lalu dia segera berlari menyusul kearah Ping Ping pergi tadi.


Nan Thian yang baru saja berlari puluhan meter, dia sudah menemukan Ping Ping.


Ternyata gadis itu tidak ikut pulang dengan kakeknya, melainkan sedang berdiri di tepi sungai sambil melempar batu kearah sungai.


Membiarkan batu itu terbang berlompatan di atas sungai, sebelum kemudian tenggelam.


Kini Ping Ping merasa sebelum mengenal Nan Thian hidupnya cukup baik, meski banyak susah nya.


Tapi kini setelah bertemu Nan Thian semuanya berubah.


Hidupnya menjadi jauh lebih baik, perekonomiannya jauh lebih lancar..


Dia pun merasa tidak kesepian, ada teman yang bisa di andalkan dan bisa menemaninya menjalani hidup yang lebih berwarna.


Tapi sayangnya semua itu berjalan singkat, kini semuanya berubah.


Dia kini malah merasa jauh lebih sepi dan sangat bosan menjalaninya.


Nan Thian berjalan pelan menghampiri Ping Ping , dia tidak berkata apa-apa selain berdiri diam di belakang Ping Ping .


Dia hanya berdiri di sana mengamati semua gerak gerik yang Ping Ping lakukan.


Beberapa saat kemudian, saat Ping Ping ingin mengambil batu di atas tanah.


Dia akhirnya melihat ujung sepatu Nan Thian yang berdiri di belakang sana.


Ping Ping segera melihat keatas, saat di lihatnya yang ada di sana hanya Nan Thian seorang.


Hatinya langsung gembira, tapi di luar dia masih tetap bersikap ketus.


"Ada apa kamu kemari..?"


"Mana bidadari kecil mu itu..?"


"Kamu sembarang meninggalkan nya, apa kamu tidak takut dia di culik orang..?"

__ADS_1


Tanya Ping Ping bersikap seolah olah sambil lalu dan tidak terlalu perduli.


Nan Thian tersenyum sabar dan berkata,


"Itu kamu tidak perlu khawatir, dia itu bibi guru ku.."


"Tentunya dia sangat punya kemampuan untuk melindungi diri..nya.."


"Aku kemari juga dia yang suruh, jadi kamu tenang aja.."


Mendengar ucapan Nan Thian bahwa Ping Ping adalah bibi guru nya.


Seketika hati Ping Ping menjadi berbunga bunga, dia segera membalikkan badannya menghadap kearah Nan Thian dan berkata,


"Ehh kamu serius dia itu bibi guru mu, ? padahal dia masih begitu muda.."


"Dan kamu bisa mengenalinya, apa ingatan mu sudah pulih..?"


Nan Thian tersenyum dan berkata,


"Kamu benar, ingatan ku memang sudah pulih,.."


"Dia itu benar adalah bibi guru ku, karena ayahnya adalah Kakek paman guru ku.."


Ping Ping menatap kearah wajah Nan Thian dengan penasaran dan berkata,


"Lalu siapa nama mu ?"


"Dari mana asal mu, ? kenapa kamu bisa muncul di batas laut dan muara sungai sana..?'


Nan Thian mengambil tempat duduk di hadapan Ping Ping , lalu dia menunjuk tempat duduk di sebelahnya dan berkata,


"Duduklah, aku akan menceritakan semua nya untuk mu, dari awal hingga akhir.."


Setelah melihat Ping Ping duduk di sampingnya, tidak lagi marah marah dan kesal.


Nan Thian pun berkata,


"Nama ku Yue Nan Thian , aku berasal dari Xu San,.."


"Sebelum bertemu dengan mu, aku adalah seorang pejuang yang membantu Zhu Yuan Zhang, membebaskan rakyat Han dari penjajah Mongolia yang kejam.."


"Dalam pertempuran terakhir ku, aku terluka parah, hingga terjatuh kedalam sungai dan mengalami lupa ingatan.."


Ping Ping mendengarkan semua cerita Nan Thian dengan serius, dia terlihat sangat tertarik.


Dengan hati hati Nan Thian mulai menceritakan semua kehidupannya, bahkan hubungan nya dengan Zi Zi yang kini sudah menjadi istrinya.


Beberapa jam kemudian, Nan Thian terlihat sudah kembali ke mulut desa menyusul Zi Zi yang sedang menantikan dirinya di sana.


Begitu tiba, Zi Zi pun langsung bertanya,


"Bagaimana ?"


"Sudah selesai semuanya..?"


Nan Thian tersenyum dan mengangguk pelan, lalu dia maju merangkul pinggang istrinya dan berkata,


"Ayo kita berangkat.."


"Aihhh...!'


Jerit Zi Zi kaget.


Sesaat kemudian Zi Zi terlihat tertawa bahagia, sambil merangkul suaminya.

__ADS_1


Dia terlihat sedang di bawa terbang menembus awan, oleh Nan Thian.


__ADS_2