
"Blaaarrrr...!"
"Boooommm...!"
"Boooommm...!"
"Boooommm...!"
"Boooommm...!"
"Boooommm...!"
Akibat tabrakan Naga Puspa dan Naga Langit di udara, diatas tanah sekitar area pertempuran mengalami ledakan di mana mana.
Naga Puspa yang kalah energi sejati, akhirnya berhasil di hancurkan oleh Naga Langit Nan Thian .
Tidak cukup sampai di sana, Naga Langit kini mengejar kearah Empu Jayabaya .
Tapi Empu Jayabaya tidak terlihat gentar, dia dengan tangan kanan nya, yang penuh dengan kekuatan Brajamusti.
Dia melakukan tamparan tepat kearah bagian kepala Naga Langit yang sedang bergerak menyerangnya.
"Bresss...!"
Naga Langit terbelah dua, menguap dari hadapannya.
Tepat dia menghancurkan Naga Langit, dia merasakan ada hawa tajam yang tidak kasat mata datang menyerang nya.
Hawa itu berasal dari Tebasan Pedang Tanpa Wujud yang Nan Thian lepaskan sebagai serangan susulan.
Nan Thian yang menyadari kakek itu meski tua tapi tidak pernah letih, kehabisan tenaga.
Tapi semakin lama semakin kuat, seolah olah ada hawa dari alam semesta yang tiada habisnya terus menyokong kakek itu.
Di tambah lagi dia juga memilki ilmu yang sangat beragam, rata rata adalah ilmu kelas tinggi.
Nan Thian segera merubah keputusan nya, cara bertempur nya Nan Thian ubah.
Nan Thian ingin secepatnya mengakhiri pertarungan ini. di belakang kakek ini masih ada dua Padri tua yang tidak tahu Thian Yi dan Kim Kim mampu tidak menghadap mereka.
Jadi Nan Thian juga harus menyimpan tenaganya buat berjaga-jaga.
Bila ada perubahan yang di luar perkiraan nya, setidaknya dia bisa membantu mereka.
Dengan berbagai pertimbangan ini, Nan Thian mulai melepaskan jurus andalannya untuk mengakhiri pertarungan tersebut
Empu Jayabaya yang menyadari bahaya, dia tidak berani ambil resiko menyambutnya begitu saja, mulutnya berkomat Kamit muncul sebuah keris yang mengeluarkan cahaya biru di tangan nya.
Dengan keris yang dia dapatkan dengan hasil bertapa, Empu Jayabaya berhasil menangkis serangan Pedang Tanpa Wujud dari Nan Thian.
"Trangggg...!"
"Boooommm...!"
Energi pedang tanpa wujud berhasil tertangkis dan di alihkan kearah lain.
Sehingga meledakkan tanah di tempat yang di lewati oleh kekuatan Tebasan Pedang tersebut.
Melihat serangan jurus pertamanya gagal, Nan Thian memutuskan memberikan serangan jurus Kedua nya.
"Tebasan Pedang Tanpa Perasaan.."
"Singggg...!"
Seberkas cahaya energi pedang putih hitam, yang terbalut dalam cahaya panca warna.
Melesat mengejar kearah Empu Jayabaya,
"Trangggg...!"
"Tringgg..!"
__ADS_1
"Wuttttttt..!"
"Trangggg...!"
"Tringgg..!"
"Wuttttttt..!"
"Trangggg...!"
"Tringgg..!"
"Wuttttttt..!"
Kemanapun Empu Jayabaya menangkis ataupun menghindar, Energi pedang itu yang tidak dapat dia hancurkan terus mengejarnya tanpa henti.
Empu Jayabaya sudah menggunakan ilmu Saipi Angin menghilang kesana kemari, tapi tetap saja Energi pedang Nan Thian terus mengejarnya.
Berulang kali keris cahaya biru menahan dan membelokkan serangan energi pedang Nan Thian .
Tapi sama saja, energi pedang itu seperti bernyawa terus mengejarnya.
Celaka nya lagi tebasan pedang itu tidak hanya satu tapi susul menyusul terus Nan Thian lepaskan.
Sehingga satu belum beres, yang lain sudah tiba.
Empu Jayabaya yang terdesak akhirnya berteriak keras,
"Kamu pikir aku takut...!"
"Ha..ha...ha..ha...!"
"Ayo kemarilah..!"
"Biar kamu tahu siapa lawan mu..!"
Teriak Empu Jayabaya sambil menerima energi pedang Nan Thian yang menembus tubuh nya.
Sebuah bayangan pohon beringin dalam posisi terbalik dengan akar akarnya menghadap keatas membayang di belakang tubuh kakek ompong itu.
Kedua Padri Tua yang berdiri di kejauhan sana, terlihat kagum dengan ilmu dan kemampuan yang di tunjukkan oleh Empu Jayabaya yang sombong.
Padri Ananta berkata pelan ke saudaranya,
"Dia pantas sombong kemampuannya memang menakjubkan.."
"Ilmu ini mirip ilmu Memindahkan Hawa Memusnahkan Arwah, juga mirip dengan Ilmu Penghisap Bintang ."
"Bila kita yang menjadi lawannya, aku tidak yakin, kita mampu mengalahkan nya.."
"Pemuda itu akan dalam masalah besar kita lihat saja.."
Ditempat lain Thian Yi yang di punggung Kim Kim juga terlihat terbelalak kaget dan berkata,
"Gawat, ilmu itu mirip dengan Ilmu yang telah menghilang ribuan tahun yang lalu.."
"Ahh kenapa bisa terjatuh ketangan kakek konyol itu.."
"Tapi sepertinya cara dia memperoleh ilmu itu beda.."
"Hanya efek nya saja yang mirip.."
Ucap Thian Yi ke Kim Kim.
Kim Kim tidak menyahutnya, dia hanya terus menatap cemas kearah Nan Thian .
Dia sudah bersiaga melesat pergi membantu Nan Thian bila Nan Thian dalam bahaya.
Diarena pertarungan Nan Thian yang melihat serangan jurus kedua nya di serap oleh kakek itu.
Dia melanjutkan dengan serangan jurus ketiga dan keempat susul menyusul di lepaskan kearah Empu Jayabaya .
__ADS_1
"Tebasan Pedang Tanpa Keinginan..!"
"Tebasan Pedang Tanpa Nama..!*
"Singggg..!"
"Singggg..!"
"Singggg..!"
"Singggg..!"
"Singggg..!"
"Singggg..!"
Enam tebasan dengan rapalan jurus berbeda, sekaligus Nan Thian lepaskan kearah Empu Jayabaya .
Empu Jayabaya terlihat sambil tertawa keras, berkata,
"Bagus anak anak anak kemarilah datang lah, bergabung dengan ayah mu..!"
"Ha.ha..ha..ha..!"
"Ha.ha..ha..ha..!"
"Bresss...!"
"Bresss...!"
"Bresss...!"
"Bresss...!"
"Bresss...!"
"Bresss...!"
Enam tebasan Pedang yang Nan Thian lepaskan, semuanya dia terima dengan sepasang tangan terbuka .
Dia tidak berusaha menghindar ataupun menangkisnya, semuanya dia terima dan hisap kedalam cahaya hijau terang yang membungkus dirinya.
Hasilnya dia tidak terbelah ataupun mampus, sebaliknya, dia malah terus tertawa gembira dan terlihat semakin kuat.
Tiba-tiba Empu Jayabaya menghilang dari posisinya, saat muncul lagi, dia sudah berubah menjadi 5.
Mengepung Nan Thian dari lima arah, dua mencengkram pergelangan tangan Nan Thian, dua lagi mencengkram pergelangan kaki Nan Thian .
Sisa yang terakhir mengunci leher Nan Thian dari belakang.
Tidak hanya sekedar mengunci, mereka berlima seperti lintah terus menghisap kekuatan Nan Thian .
Nan Thian terlihat dalam bahaya besar terkunci mati tidak mampu bergerak.
Melihat keadaan tersebut, Kim Kim sudah tidak dapat berdiam diri.
Dia segera mengeluarkan suara raungan penuh kemarahan.
Dengan moncong terbuka lebar dia melesat kedepan siap mencaplok Empu Jayabaya .
Thian Yi yang duduk di punggung nya, juga melesat keangkasa, dengan pedang Ming Yue Cien di angkat tinggi tinggi diatas kepala.
Dia sedang merapalkan energi Ming Yue Sen Kung, sehingga langit tiba tiba menjadi gelap, sebuah bayangan bulan raksasa muncul membayangi di belakang Thian Yi.
Membantu memberikan dukungan energi bulan buat Thian Yi yang sedang bersiap-siap melepaskan Tebasan mautnya mengincar lima Empu Jayabaya yang sedang mengunci Nan Thian .
Nan Thian meski terkunci tidak bisa bergerak, tenaganya juga terus di hisap oleh Empu Jayabaya .
Dia tetap bersikap tenang menghadapi nya, dia bahkan sempat memperhatikan, apa yang sedang di lakukan oleh Kim Kim dan Thian Yi.
Tapi begitu melihat kedua temannya bergerak, Nan Thian malah justru terlihat cemas dan khawatir .
__ADS_1