PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
TINGKAH ANEH


__ADS_3

Pasukan pengawal segera bergerak melindungi YeSe Bu Hua, mereka sudah menghunus senjata.


Karena Jendral Yo Ku sudah memberi kode, agar pasukan nya melindungi YeSe Bu Hua.


Pasukan panah juga bersiaga, mereka siap menembakkan anak panah menghujani Empu Jayabaya.


Tapi Empu Jayabaya menanggapi kepungan pengawal itu dengan dengusan dingin.


Dia tidak ambil pusing, baginya membunuh seluruh pengawal itu, seperti membunuh semut.


Jadi dia tidak ambil pusing dengan kehadiran dan ancaman mereka.


Dia terus melangkah maju dengan tangan terulur kedepan.


Sorot mata sadis terlihat jelas di sepasang mata nya yang cekung kedalam.


Hari ini bila dia tidak dapatkan kitab itu, seisi istana ini.


Dia tidak akan sungkan memusnahkan nya.


Melihat keselamatan adik perempuan kesayangan nya terancam.


Kubilai Khan yang cerdik otaknya. seputar cepat, sesaat kemudian dia berjalan menuruni tangga dan berteriak,


"Empu tunggu..!"


Hulagu tentu saja berusaha ingin mencegah kakaknya mendekati Empu Jayabaya yang sadis dan kejam.


Tapi Kubilai Khan mengibaskan tangan Hulagu, dia mengabaikan nya.


Dia tetap memilih menghampiri Empu Jayabaya dari belakang.


Empu Jayabaya menghentikan langkahnya, dia menoleh kearah Kubilai Khan dan berkata,


"Apa ?! kamu ingin ikut campur..!?"


"Aku ingatkan, siapapun yang mencampuri urusan kitab itu, harus mati..!"


Bentak Empu Jayabaya dengan suara sedingin es


Kubilai Khan tersenyum tenang dan berkata,


"Tentu tidak, karena kitab itu tidak berada di adik ku YeSe Bu Hua.."


"Senior telah salah sasaran, Empu Ranubhaya bekerja pada kami, untuk di tukar dengan kebebasan kedua muridnya.."


"Kini kedua muridnya Mei Sin dan Luo Shishan sedang kembali ke Jawa Dwipa.."


"Coba senior pikir sendiri, apa mungkin kitab itu ada di adik ku ?"


"Padahal adik ku, menjadikan nya tawanan hidup.."


"Apa mungkin Empu Ranubhaya tidak titipkan kitab itu ke muridnya yang kembali ke tanah kelahirannya..?"


"Malah menitipkan kitabnya di adik ku yang menawan nya..?"


"Apa Empu Ranubhaya begitu rendah bekerja pada bangsa yang ingin menahlukkan tanah kelahirannya..?"


"Coba aja senior pikir sendiri.."

__ADS_1


Ucap Kubilai Khan dengan cerdik, sudah mencarikan tumbal untuk menggantikan keselamatan adiknya.


Strategi Kubilai Khan segera membuahkan hasil, Empu Jayabaya mereda dan berkata,


"Maaf aku tadi hampir merusak hubungan baik kita.."


"Baiklah sekarang aku minta di siapkan kapal, untuk berlayar ke Jawa Dwipa.."


"Setelah mendapatkan kitab itu, aku baru akan datang membantu kalian.."


Ucap Empu Jayabaya ingin segera pergi mengejar Mei Sin dan Luo Shishan.


Kubilai Khan menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Sebaiknya senior saat ini fokus menghabisi pendekar China daratan, yang memilki pedang pancawarna itu.."


"Bila tidak kemungkinan semua akan terlambat, senior hanya akan buang buang waktu mengejar yang lemah, meninggalkan musuh yang kuat.."


"Saat kembali senior meski ada kitab juga akan kalah di pemegang pedang kutukan guru senior.."


Kubilai Khan sudah mendengar permasalahan dan keinginan Empu Jayabaya dari adiknya Hulagu Khan sebelumnya.


Dia tahu persis mengapa Empu Jayabaya bersedia meninggalkan sarangnya, jauh jauh datang kemari membantunya.


Di katakan membantunya, lebih tepat nya, dia membantu dirinya sendiri, ingin mendapatkan pedang panca warna dari Nan Thian .


Mendengar ucapan Kubilai Khan, Empu Jayabaya segera berpikir.


Ucapan Kubilai Khan sangat masuk akal.


Akhirnya dia berkata,


"Anggap saja kepala dua orang itu, di titipkan sementara di sana.."


"Nanti baru aku ambil.."


Empu Jayabaya kini kembali melayang kearah tempat duduknya dan berkata,


"Cepat kalian putuskan kapan akan menyerang,..?"


"Di mana pemuda yang akan jadi lawan ku itu..?"


"Jangan berlama lama, waktu ku tidak banyak.."


Ucap Empu Jayabaya tidak sabaran.


Kubilai Khan langsung tersenyum lebar dan berkata,


"Kalimat itu yang justru aku tunggu ."


"Aku jamin tidak akan lama, besok YeSe Bu Hua adik ku dan Jendral Yo Ku yang akan mengaturnya.."


"Paling lambat lusa tentu sudah bisa berangkat ke Kai Feng.."


Empu Jayabaya mengerutkan keningnya dan berkata,


"Mengapa harus menunggu lusa,?"


"Mengapa tidak hari ini saja langsung berangkat..?"

__ADS_1


Kubilai Khan tersenyum sabar dan berkata,


"Tentu saja tidak bisa, kalau bisa aku juga tidak akan menunggu lusa.."


"Aku juga adalah orang yang paling ingin merebut kota Kai Feng itu kembali.."


"Sayangnya hal itu, tidak mungkin di lakukan.."


"Pertama di Kai Feng kini, Zhu Yuan Zhang dan pasukan besar nya sudah ada di sana.."


"Bila senior berangkat kesana tanpa dukungan pasukan, itu akan menguras fokus dan tenaga senior untuk mengurus pasukan besar Zhu Yuan Zhang.."


"Meski pada akhirnya senior menang, senior akan kelelahan, bila senior sampai di kalahkan oleh pemuda itu karena kelelahan bukannya sangat di sayangkan..?"


"Supaya senior bisa fokus dengan pemuda itu, kami akan memberikan dukungan pasukan besar.."


"Sehingga senior bisa fokus dengan pemuda itu, tanpa perlu memikirkan pasukan besar Zhu Yuan Zhang..."


"Tapi untuk menyiapkan pasukan besar dukungan, itu perlu waktu. Maka nya keberangkatan tidak bisa cepat cepat.."


"Semua perlu persiapan.."


"Selain itu, di pihak pemuda itu masih ada seekor Naga Emas yang sangat kuat, juga ada Thian Yi Pendekar pilih tanding lainnya dari Ming Yue Shan.."


"Untuk itu aku sudah menyiapkan bala bantuan dukungan cadangan , yang akan memberikan dukungan agar senior bisa benar benar fokus dengan Yue Nan Thian .."


Empu Jayabaya mengangguk pelan dan berkata,


"Baiklah tapi sebaiknya bala bantuan dukungan itu, fokus dengan tugas mereka.."


"Jangan mengusik ku, apalagi bikin repot dan menghalangi gerak langkah ku.."


"Bila mereka muncul hanya menganggu, jangan salahkan aku bila mereka ku buat seperti ini..."


Ucap Empu Jayabaya, mengulurkan jari telunjuk dan jempolnya kedepan.


Seekor cecak yang bernasib sial terhisap masuk kedalam jepitan jari jempol dan telunjuknya.


Sekali dia memencetnya matilah cecak malang itu, kepalanya langsung gepeng di pencet jari Empu Jayabaya dengan tanpa perasaan.


Saat Empu Jayabaya membuang tubuh nya keatas lantai, potongan tubuh cecak itu sudah diam tidak bergerak.


Hanya potongan buntut nya yang terlepas, terlihat bergerak gerak diatas lantai.


Kubilai Khan mengerutkan keningnya, sedikit jijik melihat tingkah laku Empu Jayabaya yang aneh keji dan jorok.


Empu itu setelah memencet kepala cecak sampai hancur.


Tangannya yang berlepotan kotoran, dia lap begitu saja, di bajunya.


Lalu dia menggunakan tangan yang sama untuk mengambil sebiji anggur di dekatnya, untuk di masukkan kedalam mulutnya.


YeSe Bu Hua yang melihat hal itu, dia langsung membuang wajahnya, menutupi mulutnya sendiri. dia langsung merasa mual ingin muntah, karena melihat ulah jorok kakek ompong itu.


Empu Jayabaya sendiri tanpa menghiraukan tatapan mata jijik orang di dekatnya.


Dia kembali mengambil anggur untuk di masukkan kedalam mulutnya.


Sesaat kemudian biji biji anggur di ludahkan keluar sesuka hati.

__ADS_1


Lalu dia menggunakan ujung kukunya yang hitam dekil, untuk mengorek sisa makanan yang menempel di rongga gusi nya.


__ADS_2