
Fei Lung sambil menahan senyum dia berkata,
"Aku beritahu kamu tapi ini rahasia di antara kita.."
"Jatah menyusu ke ibu ku sudah habis, lagipula aku sejak kecil sampai besar menyusu dari macan dan kambing hutan.."
"Yang menyusu dari ibu, hanya ayah ku yang galak di belakang sana itu.."
"Sedangkan bersujud aku rasa tidak perlu, karena perintah yang aku terima hanya melumpuhkan mu.."
"Bukan membunuh mu.."
"Ayo majulah ke la min ganda.."
Ucap Fei Lung dengan wajah lucu dan nakal.
Sui Sian yang tadinya mendengar ucapan Fei Lung, dia terlihat menahan senyum sambil melirik genit kearah Fei Yang .
Tapi di akhir ucapan penutup Fei Lung sepasang alis nya, yang di lukis lentik, kembali berdiri.
Sepasang mata nya berkilat penuh nafsu membunuh.
Dia segera melesat maju sambil berteriak,
"Bocah busuk serahkan nyawa mu..!"
Begitu bergerak Sui Sian langsung mengembuskan setangkai daun Yang Liu menyerang kearah Fei Lung.
Fei Lung meski nakal tapi kemampuannya tidak lah rendah, dengan langkah ringan dia melayang kesana kemari.
Seperti bisa terbang bebas di udara, tanpa menyentuh tanah, dia terus menghindari serangan dari Sui Sian.
Pergerakan Fei Lung jelas sangatlah berbeda jauh dengan pergerakan Siao Huo.
Fei Lung yang bisa muncul menghilang terbang bebas di udara.
Dalam satu kesempatan tahu tahu, dia sudah berada di hadapan Sui Sian, Fei Lung seolah olah ingin mencengkram tenggorokan Sui Sian.
Sui Sian dengan kaget secara reflek, dia mengagkat kedua tangannya keatas untuk menangkis serangan dari Fei Lung .
Karena Sui Sian dia tidak lagi sempat mundur menghindari serangan cepat dan mendadak dari Fei Lung.
Tapi sebelum tangan mereka berbenturan di udara, arah serangan Fei Lung tiba tiba berubah dengan cepat.
Tahu tahu telapak tangannya telah menghantam dada Sui Sian, Sui Sian otomatis langsung mengeluarkan jerit kagetnya.
Di saat mulutnya sedang terbuka itulah, Fei Lung dengan gerakan cepat luar biasa, dia menyentilkan sebutir pil putih kecil, melesat masuk kedalam mulut Sui Sian.
__ADS_1
Pil itu langsung masuk kedalam kerongkongannya, kemudian mengalir masuk tanpa bisa di cegah sampai kedalam.perutnya.
Obat itu langsung larut, di dalam perut Sui Sian.
Dalam waktu sekejab saja Sui Sian langsung menjerit kecil. lalu sambil menggunakan kedua tangan memegangi kepalanya sendiri.
Dia berteriak kesakitan, seperti sangat tersiksa dan menderita keadaan nya.
sesaat kemudian sepasang mata nya mendelik keatas.
Lalu tubuh'nya tumbang kebelakang jatuh tergeletak diam tak bergerak lagi.
Nan Thian di tempat lain, cukup kagum dengan adik iparnya yang nakal tapi sangat hebat dan berbakat itu.
Dia tadi juga sempat mendengar ucapan Fei Lung yang tidak sopan itu.
Dia sempat melirik kearah ayah mertuanya, dia yakin ayah mertuanya pasti juga bisa mendengarnya dengan jelas.
Karena sama dengan dirinya dan Sun er, ayah mertuanya juga memilki kemampuan yang sulit di ukur tingginya.
Tapi Nan Thian mendapatkan ekspresi wajah yang tenang dan sabar dari ayah mertuanya.
Meski putranya bicara tidak sopan, dia terlihat biasa saja. Emosi nya sedikitpun tidak terganggu.
Penampilan wajahnya tetap sama, tidak berubah sedikitpun.
Hanya ada sedikit rona merah saja di sepasang telinga nya.
Nan Thian diam diam semakin kagum dengan pencapaian mertuanya yang semakin tinggi dalam pengendalian diri.
Di tengah arena, setelah Sui Sian roboh, Ketua sekte takdir langit Sim Qiao segera bergerak maju menggantikan Sui Sian.
Begitu mendarat ringan di hadapan Fei Lung, Sim Qiao
dia mulutnya mulai terlihat berkomat Kamit membaca mantra.
Sambil menghentak hentakan kaki nya keatas tanah.
Fei Lung yang melihat hal itu, segera berkata,
"Hei kamu datang datang seperti sedang mengunyah ta hi saja.."
"Ta hi apa yang kamu kunyah..?"
"Hei..hei.. pake banting kaki segala.."
"Kenapa ? apa habis mengunyah ta hi kamu jadi sesak buang kotoran..?"
__ADS_1
"Aku ingatkan jangan di sini, bau nantinya tempat ini.."
Ucap Fei Lung sambil berkelakar mempermainkan Sim Qiao.
Sim Qiao tentu mendengarnya dan dia sangat marah, tapi dia tidak bisa menjawab karena sedang fokus berkonsentrasi dengan doa mantra nya.
Hanya orang orang di sekitar tempat itu, tidak ada yang tidak tersenyum melihat sifat nakal dan lucu Fei Lung.
Sim Qiao sesaat setelah berhasil menyelesaikan pembacaan mantra nya, dia baru bergerak maju menyerang Fei Lung dengan sepasang tinjunya yang mendatangkan angin berkesiur kuat.
Fei Lung dengan gerakan cepat menghindari serangan, lalu memberikan totokkan kuat di tubuh ketua Sekte Takdir Langit Sim Qiao.
Totokan kuat Fei Lung berhasil mendarat tepat di sasaran, sayangnya Sim Qiao yang di rasuki oleh roh dewa tenaga besar tubuh baja emas.
Meski dia terpental mundur cukup jauh tapi serangan Fei Lung belum berhasil mengakhiri perlawanan Sim Qiao.
Tubuh Sim Qiao kebal, dia tidak tertotok, juga tidak merasakan sakit apapun.
Fei Lung yang penasaran kembali bergerak cepat maju menyerang Sim Qiao dengan serangan totokan jari yang jauh lebih kuat lagi .
Tapi lagi lagi gagal menotok tubuh Sim Qiao, Fei Lung hanya berhasil membuat Sim Qiao terpental jatuh bergulingan di atas tanah.
Tapi tidak berhasil membuatnya roboh tak bergerak.
Melihat hasil tersebut Fei Lung sekali lagi melesat maju mengejar kearah Sim Qiao, melepaskan satu totokkan tepat di kening Sim Qiao berada diantara kedua alisnya.
Totokkan Jari Fei Lung di sambut dengan tinju yang di ikuti oleh bayangan Dewa Tenaga Besar, Tubuh Baja Emas yang juga ikut melesatkan tinjunya mengikuti pergerakan dari Sim Qiao.
"Blaaarrrr..!"
Benturan keras terjadi, Sim Qiao dan bayangan dewa tenaga besar tubuh baja emas yang mendukungnya.
Secara bersamaan terpental mundur kebelakang.
Sedangkan Fei Lung dia terlihat masih berdiri gagah di posisinya.
Melihat Sim Qiao terpental mundur, Fei Lung tidak menyia nyiakan kesempatan.
Dia segera melesat maju, kembali melepaskan dua totokan jari tunggal tanpa wujud kearah kearah ubun-ubun dan kening Sim Qiao.
Sim Qiao yang sedang terpental mundur kebelakang, dia tidak bisa menangkis ataupun menghindar.
Dia bersama dewa pelindungnya, mengerahkan kekuatan pelindung tubuh untuk menyambut serangan Fei Lung.
Di saat bersamaan dia juga melepaskan pukulan sepasang tinju terarah ke dada Sim Qiao.
Benturan keras dan dahsyat terjadi pada Sim Qiao, membuat Sim Qiao menjerit kesakitan.
__ADS_1
Di saat dia sedang membuka mulut berteriak kesakitan, saat itu sebutir pil, disentil kan masuk kedalam mulutnya.
Sesaat kemudian Sim Qiao langsung mengalami kejang kejang hebat, lalu dia jatuh tergeletak seperti Sui Sian, tidak mampu bergerak.