PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
THIAN YI PULIH


__ADS_3

Sebuah pintu muncul dari balik dinding batu yang bergeser naik keatas.


"Ambil kembali plakat nya, lalu segera masuk kedalam, sebelum pintu tertutup kembali.."


Ucap Thian Yi.


Kim Kim mengangguk cepat, lalu dia mengambil kembali plakat yang menempel di lekukan dinding.


Setelah itu dia langsung melesat masuk kedalam pintu yang terbuka.


Tak lama Kim Kim masuk, dinding batu bergerak turun secara otomatis.


Seluruh ruangan seketika menjadi gelap gulita, Thian Yi kembali berkata dengan suara nya yang halus.


"Di sebelah kanan mu ada batu bergerigi, putar kekanan satu kali."


Kim Kim langsung mengikuti permintaan Thian Yi.


Kim Kim dalam Kegelapan bisa melihat dengan jelas, karena sepasang matanya bisa mengeluarkan cahaya keemasan, seperti sinar bola lampu.


"Kreekkk..!"


Tonjolan batu bergerigi di dinding langsung di putar kearah kanan oleh Kim Kim.


Segera terlihat satu persatu obor yang menempel di sepanjang lorong itu, satu persatu mulai menyala secara otomatis.


Kim Kim tidak mengerti cara kerjanya, dia juga tidak mau banyak tanya.


Hanya melanjutkan langkahnya hingga akhirnya mereka tiba disebuah persimpangan jalan.


Di depan Kim Kim ada dua lorong yang berlawanan arah, Kim Kim terpaksa menghentikan langkahnya di sana.


Menanti petunjuk dari Thian Yi.


Thian Yi kembali berbisik pelan di samping telinga Kim Kim.


"Arah kanan menuju ruang harta pusaka yang kami jaga.."


",Arah kiri menuju ruang peristirahatan keluarga ku.."


"Terserah kamu ingin ke ruangan mana, kedua nya sama sama adalah tempat yang aman."


Ucap Thian Yi pelan.


Kim Kim langsung membelokkan langkahnya menuju arah kiri, yang akan membawa mereka keruangan peristirahatan keluarga Qin.


Kim Kim tidak sadar di detik terakhir ini, justru Thian Yi secara diam diam menguji nya.


Bila dia ambil jalan kanan, tentu dia akan masuk kedalam jalan penuh jebakan dan akan tersesat dan tewas ditempat yang penuh jebakan itu.


Tapi dia memilih jalan kiri maka selamatlah mereka.


Thian Yi sudah mempersiapkan diri mati bersama Kim Kim, bila kedatangan Kim Kim adalah untuk tujuan harta pusaka yang di jaga nya.

__ADS_1


Kini Kim Kim memilih jalan kiri, tentu saja diam diam Thian Yi merasa girang dan lega.


Kim Kim tidak sedang fokus dengan jalan pikiran Thian Yi, sehingga dia sana sekali tidak menyadari apa yang sedang Thian Yi pikirkan.


Dia sedang fokus ingin cepat mencari ruang tenang aman, menyembuhkan luka di dalam tubuh Thian Yi.


Sama persis dengan dulu dia menyembuhkan Nan Thian dulu.


Andai Kim Kim tahu jalan pikiran Thian Yi, yang sampai akhir masih mencurigainya.


Dia pasti akan sangat kecewa dan marah, bukan mustahil dia akan berubah pikiran.


Pergi dari sana tidak akan memperdulikan Thian Yi lagi.


Akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan luas, di dalam sana ada sebuah ranjang giok, yang terus mengeluarkan kabut hawa dingin.


Kim Kim segera membawa Thian Yi menghampiri ranjang tersebut.


Lalu dia membantu menurunkan Thian Yi dengan hati hati.


Lalu menantunya untuk bisa duduk bersila di sana.


Setelah Thian Yi mampu duduk bersila, tidak rebah.


Kim Kim pun ikut naik keatas ranjang batu giok dingin itu.


Kim Kim setelah duduk bersila berhadap-hadapan dengan Thian Yi dia segera berkata,


"Fokus kendalikan sisa kekuatan mu yang ada."


"Nanti bila ada hawa panas yang bergerak ikutkan saja sisa kekuatan dengan nya.."


"Jangan menahannya, biarkan dia bergerak sebebas bebas nya.."


"Paham..!"


Thian Yi mengangguk paham, dia segera mengikuti instruksi Kim Kim.


Menutup mata dan membuka mulut mungilnya yang kemerahan seperti di gincu itu.


Sebaliknya di posisi lain, roh naga emas segera keluar dari tubuh manusia Kim Kim.


Dia segera melesat masuk kedalam mulut Thian Yi menghilang di sana.


Lalu dia langsung bergerak masuk melalui tenggorokan hingga tiba di dalam Dan Tian Thian Yi.


Naga emas berputaran sejenak di dalam Dan Tian, Thian Yi.


Memperbaiki dan memperluas Dan Tian, Thian Yi.


Setelah itu dia baru melesat keluar dari Dan Tian, Thian Yi.


Membawa sisa kekuatan Thian Yi bergerak menelusuri jalan darah menuju kaki, memperbaikinya pelan pelan dengan hawa gaib naga emas nya.

__ADS_1


Naga Emas terus bergerak, setelah selesai hingga area telapak kaki.


Roh naga emas kembali ke Dan Tian, menyimpan hawa yang mulai lancar mengalir di kaki kanan Thian Yi.


Selanjutnya dia berpindah ke nadi dan jalan darah sebelah kiri, dia kembali mengulangi memperbaikinya secara perlahan lahan.


Semua berjalan lancar hingga bagian penghujung tiba di titik syaraf di otak.


Di bagian yang rawan ini, tiba tiba Kim Kim mendengar suara ribut ribut di luar sana dan ada bau asap kebakaran.


Thian Yi mulai terlihat bergetar hebat badan nya, dia sedikit terganggu oleh suara berisik di luar sana.


"Jangan perdulikan keadaan di luar, fokus dengan pengendalian hawa mu.."


"Jangan biarkan ada hawa mu yang bergerak liar dan memisahkan diri dari pergerakan ku.."


Ucap Kim Kim mengingatkan di dalam pikiran Thian Yi.


Thian Yi mengangguk pelan, dia segera menutup panca Indra nya, fokus dengan usaha yang sedang Kim Kim lakukan untuk nya.


Keributan di luar sana semakin lama semakin terdengar jelas, dan semakin mendekati, tempat persembunyian Thian Yi dan Kim Kim.


Tapi Thian Yi dan Kim Kim tidak ambil perduli, mereka tetap berfokus pada penyembuhan Thian Yi.


Setelah beberapa waktu berlalu, di mana keadaan sudah kembali sunyi, hanya tercium bau sangit kebakaran saja.


Kim Kim dan Thian Yi sudah berhasil sepenuhnya menyembuhkan pusat pengendalian syaraf di tubuh Thian Yi, yang terletak di titik Pai Hui Xue, di ubun ubun kepala Thian Yi.


Setelah bagian tersebut berhasil, Kim Kim baru bergerak menyusuri ulang sekali lagi di seluruh titik .meridian di tubuh Thian Yi.


Setelah memastikan semuanya sudah pulih, tidak ada lagi yang tersumbat, Kim Kim kini memeriksa kebersihan organ vital tulang darah hingga sum sum.


Setelah semua berhasil dia murnikan, semua hawa dia giring kembali kearah Dan Tian yang seluas samudera.


Kim Kim berkata di dalam pikiran Thian Yi,


"Kakak Yi,.. buka kembali mulut mu sekarang.."


Thian Yi mengangguk pelan, lalu dia membuka mulutnya kembali.


Sedetik kemudian sebuah cahaya emas melesat keluar dari dalam mulut Thian Yi.


Lalu menyatu kembali kedalam tubuh Kim Kim.


Kim Kim segera bisa bernafas dengan normal lagi, jantungnya kembali berdetak lagi.


Kim Kim perlahan lahan membuka matanya kembali.


Saat melihat Thian Yi kini duduk bersila dalam posisi mengambang di udara.


Mulai kembali di kelilingi hawa Ming Yue Sen Kung.


Kim Kim pun tersenyum puas melihat nya.

__ADS_1


__ADS_2