
Dengan suara dingin sosok itu berkata,
"Kalian berdua mau maju sekaligus lebih baik..!"
"Itu bisa lebih menghemat waktu..!"
Fei Lung terlihat ingin menerjang kearah sosok yang baru muncul itu, tapi lengannya di tahan oleh kakak'nya.
Fei Yung memberi kode agar Fei Lung bersikap tenang, jangan terpancing oleh lawan.
Tetap fokus dan selalu waspada.
Fei Lung paham, dia mengangguk pelan, tidak lagi sembarangan bergerak.
Fei Lung tiba tiba mengeluarkan sebatang pedang cahaya merah
Sedangkan Fei Yung mengeluarkan sebatang pedang cahaya biru.
Di katakan pedang bentuknya memang pedang tapi pedang mereka menyatu dengan telapak tangan mereka.
Ini hanya membuktikan bahwa di tangan mereka aslinya bukan pedang nyata, tapi pedang energi.
Mereka menggunakan pedang energi, sama seperti Fei Yang sebelum menemukan pedang Panca Warna sebagai pedangnya.
Pedang energi adalah senjata paling praktis tapi efektif karena ketajaman dan ketahanan nya, tidak kalah dari senjata pusaka apapun juga.
Sosok bayangan hitam itu sendiri tidak terlalu ambil pusing dengan reaksi sepasang kembar identik itu.
Dia hanya diam diam dari balik lengan bajunya yang longgar, mengeluarkan dua bilah belati kecil, yang mengeluarkan cahaya berkilauan, saking tajamnya saat tertimpa sinar matahari.
Sosok bayangan hitam itu terlihat benar benar sangat tenang, dia terlihat tidak banyak bergerak.
Tapi semua orang yang hadir di sana bisa merasakan tekanan hawa pembunuh yang sangat kuat menyebar dari tubuhnya.
Membuat orang merasa merinding kurang nyaman, bahkan Fei Lung dan Fei Yung merasa nafas mereka sedikit sesak.
Kini ekspresi wajah Fei Yang sedikit berubah, dia terlihat sedikit cemas dan agak gelisah.
Sangat berbeda dengan keadaan sebelumnya yang terlihat santai tanpa beban.
Fei Yang berbisik pelan ke Nan Thian ,
"Thian er bila ada yang tidak beres, kamu urus Yung Er, aku urus Lung er.."
Nan Thian mengangguk pelan dan berkata pelan,
"Baik ayah.."
Setelah itu sepasang mata Nan Thian dan Fei Yang terlihat tidak berkedip menatap kearah sosok itu.
__ADS_1
Fei Yung sendiri yang berhadapan dengan sosok bayangan hitam itu, dia juga terlihat tegang.
Fei Yung memberi kode ke adik nya, agar bergerak menyebar ke dua arah, secara terpisah.
Fei Lung mengerti, dengan hampir berbarengan, mereka berdua sedikit demi sedikit, menggeser langkah kaki mereka saling menjauh.
Setelah masing-masing menempati posisi yang di inginkan, dalam satu kedipan mata.
Fei Lung dan Fei Yung bergerak hampir berbarengan, masing masing dari dua arah melepaskan 4 serangan kearah pria itu.
Tebasan Pedang Tanpa Wujud
Tebasan Pedang Tanpa Perasaan
Tebasan Pedang Tanpa Keinginan
Tebaskan Pedang Tanpa Nama.
4 jurus sekaligus di lepaskan oleh Fei Yung dan Fei Lung secara hampir bersamaan.
Efek dari 4 serangan itu sangat lah dahsyat, tanah hancur berantakan, langit akan dimensi terlihat retak retak oleh serangan yang Fei Yung dan Fei Lung lepaskan.
Tapi sosok yang mereka serang seperti sebuah bayangan yang tidak bisa di sentuh.
Dia melayang hilang begitu saja dari tempatnya, kemanapun serangan itu mengejarnya dia selalu bisa menghilang.
Membuat serangan Fei Yung dan Fei Lung saling bertabrakan sendiri.
Melebihi kecepatan cahaya dan suara, tahu tahu sosok bayangan hitam itu melepaskan serangan belati di kedua tangan nya.
Menyerang Fei Yung dan Fei Lung dalam kecepatan yang sulit di ukur.
Hanya terlihat cahaya berkeredep dari kedua tangan pria itu yang bergerak.
Tahu tahu ujung belati sudah berada satu Cun di depan tenggorokan Fei Yung dan Fei Lung dalam waktu bersamaan.
Fei Lung dan Fei Yung sampai panik, mereka tidak di beri kesempatan menangkis, ataupun mengelak serangan tersebut.
Mereka saat melihat cahaya berkeredep cepat, mereka sudah sempat mengerahkan energi pelindung.
Tapi energi pelindung mereka tidak mampu menahan laju belati yang di lepaskan sosok bayangan hitam itu.
Energi pelindung mereka tembus begitu saja, oleh belati itu, seakan-akan tidak berpengaruh sama sekali.
Mereka hanya bisa berusaha terbang mundur secepatnya, berusaha mengulur sedikit waktu memperpanjang nyawa.
Fei Yang dan Nan Thian di saat hampir bersamaan mereka berdua juga lenyap dari posisi mereka.
Mereka bergerak lebih cepat dari kilat menyambar, mereka sudah mengerahkan kecepatan maksimal mereka.
__ADS_1
Tapi tetap saja mereka gagal mendahului serangan belati cepat itu.
Tiada cara lain menangkis tidak sempat, memukul rontok belati itu juga tidak akan sempat.
Fei Yang dan Nan Thian secara hampir bersamaan, mereka menggunakan telapak tangan mereka yang terlindungi Chi mereka untuk menyambut dan menahan laju gerak belati itu.
Di saat bersamaan mereka berdua juga menarik kerah baju Fei Yung Fei Lung.
Lalu sepasang kembar itu mereka lempar kearah Li Sun, di mana Li Sun memunculkan cahaya Genta titanium, yang mengeluarkan cahaya berkilauan melindungi Fei Yung dan Fei Lung.
Sehingga kedua pemuda kembar itu kini sepenuhnya aman dan terlindungi.
Kini di arena hanya terlihat Fei Yang dan Nan Thian yang menggantikan posisi Fei Yung dan Fei Lung.
Fei Yang dan Nan Thian secara bersamaan mencabut belati yang menembus telapak tangan mereka dan tertinggal di sana.
Mereka juga dengan kompak membuang kedua belati itu keatas tanah.
Fei Yang menotok beberapa jalan darah di telapak tangannya, lalu menggunakan robekan lengan baju menutupi luka di telapak tangan nya, setelah sebelum nya sudah dia taburi obat luka.
Sedangkan Nan Thian yang tubuhnya sudah melalui tahapan pelatihan khusus, dengan bantuan batu Panca Warna, batu api surgawi dan batu es surgawi yang bergabung jadi satu .
Lukanya bisa regenerasi sendiri, tanpa perlu di obati, hanya butuh beberapa detik saja darah sudah berhenti luka sudah merapat kembali.
Keadaan telapak tangannya sudah pulih total.
Kini baik Nan Thian dan Fei Yang mereka menatap tajam kearah sosok bayangan itu.
Fei Yang segera berkata,
"Siapa kamu sebenarnya, cara turun tangan mu cukup sadis dan keji..!?"
Nan Thian tidak bersuara, karena di sana ada ayah mertuanya yang lebih berhak.
Dia hanya perlu ikuti saja kemauan ayah mertuanya.
Sosok bayangan hitam yang wajahnya tertutup tersenyum dingin di balik topeng nya.
Dia dengan sikap santai menjawabnya dengan suara seperti orang sedang terserang Flu.
"Aku bukan siapa siapa, aku hanya ingat marga ku saja, nama pun aku sudah lupa.."
"Julukan apalagi, kamu boleh panggil aku si tua Li saja.."
"Aku ada di sini, juga terpaksa keadaan..ini bukan mau ku.."
"Tapi mereka bisa memenuhi harapan ku, menebus kesalahan mengambil keputusan 300 tahun yang lalu, jadi kenapa tidak, aku mencobanya..?"
Fei Yang terdiam sejenak dan akhirnya berkata,
__ADS_1
"Kamu Li Suin Hoan, atau biasa'nya di panggil Siao Li Fei Tao, Li Tam Hoa..?"
"Benar..?"