PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
PERMOHONAN YESE BU HUA


__ADS_3

"Bagaimana menurut pendapat paman sekalian, ?"


"Apabila menurut penilaian ku, dalam hal ini YeSe Bu Hua tidak bisa di persalahkan .."


"Musuh terlalu sakti, bahkan Samsara guru negara kita, dan Empu Ranubhaya juga bukan tandingannya.."


"YeSe Bu Hua, dia bisa mempertahankan 70% kekuatan pasukan inti, untuk di bawa pulang dengan selamat..itu sudah merupakan suatu pekerjaan yang tidak mudah ."


"Menurut ku, dalam situasi seperti itu, kecuali kita memilki orang sakti yang mampu menandingi dan mengalahkan nya.."


"Bila tidak, siapapun yang di tunjuk jadi pemimpin, aku rasa hasilnya akan tetap sama saja.."


Kelima dewan agung menganggukkan kepalanya, mendengar ucapan pembelaan dari Kubilai Khan.


Tapi sesaat kemudian, mereka berlima tetap mengadakan perundingan dengan cara saling berbisik-bisik.


Setelah melalui perundingan yang cukup memakan waktu, akhirnya salah satu anggota dewan agung maju kedepan mewakili keempat rekannya dan berkata,


"Dengan pertimbangan bahwa YeSe Bu Hua telah gagal dalam tugas.."


"Di mana kegagalan tersebut menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi kerajaan Yuan.."


"Demi keadilan, agar tidak menimbulkan omongan di liar sana."


"Kita ini pilih kasih, karena dia adalah anggota keluarga kerajaan.."


"Untuk itu, demi memandang jasa jasanya, dan kesulitannya, seperti yang di sebutkan oleh Yang Mulia tadi.."


"Kami mengambil keputusan hukuman mati ataupun penjara seumur hidup bisa di bebaskan.."


"Tapi hukuman hidup, rajam pantat 20 kali tidak bisa di hindarkan.."


"Di tambah dengan hukuman penjara selama 2 bulan, juga harus di jalani nya ."


"Sedangkan bawahan nya, Jendral Yo Ku dan Empu Ranubhaya masing masing menerima hukuman."


"Penjara masing masing 1 bulan, hukuman rajam pantat masing masing 10 kali.."


"Itulah keputusan kami.."


Ucap perwakilan dewan itu tegas.


Selesai mereka berbicara, YeSe Bu Hua kembali angkat bicara.


"Terimakasih atas keputusan dari para dewan agung, YeSe Bu Hua siap menerima dan menjalankannya.."


"Tapi saya ada sedikit permintaan, sebelum menjalani hukuman, mohon Yang Mulia dan Dewan agung bisa mengabulkan keinginan YeSe Bu Hua ini.."


Raja Kubilai Khan menatap heran ke adik nya dan berkata,


"Katakan saja, apa yang kamu inginkan.."


"Kami akan mendengar dan mempertimbangkan nya.."

__ADS_1


Ucap Kubilai Khan sambil menatap serius kearah adiknya.


YeSe Bu Hua tersenyum tenang dan berkata,


"Aku minta hukuman kedua bawahan ku, di masukkan kedalam hukuman ku.."


"Aku siap menerima rajam 40 kali dan penjara 4 bulan.."


"Mereka hanya bawahan, kesalahan ada di aku, sebagai atasan mereka, aku yang menjadi pengambil keputusan.."


"Jadi bila ada kesalahan seperti saat ini, aku wajib bertanggung jawab penuh.."


Ucap YeSe Bu Hua tegas.


"Tuan putri...!"


Teriak Jendral Yo Ku dan Empu Ranubhaya hampir bersamaan, mereka sedikit kaget dan tidak percaya akan keputusan YeSe Bu Hua tersebut.


Tapi mereka berdua segera mendapatkan gelengan kepala dan senyum penuh arti YeSe Bu Hua, yang meminta mereka tidak ikut campur .


Baik Jendral Yo Ku maupun Empu Ranubhaya, mereka berdua hanya bisa menatap kearah YeSe Bu Hua, dengan tatapan mata penuh rasa haru dan hormat yang mendalam.


Jendral Yo Ku dan Empu Ranubhaya segera berlutut di hadapan YeSe Bu Hua dan berkata,


"Budi besar Tuan Putri hari ini, seumur hidup kami tidak akan pernah lupa.."


"Kami seumur hidup hanya akan mengikuti tuan Putri.."


"Mulai hari ini, nyawa kami adalah milik tuan putri. "


Kubilai Khan, meski merasa khawatir, tapi di sisi lain dia merasa bangga dengan kecerdikan adiknya, yang bisa menarik simpati bawahan untuk mengabdi padanya.


Kelima Dewan juga ikut menatap kagum kearah YeSe Bu Hua.


Dewan agung yang mewakili rekannya berbicara tadi, dia segera maju kedepan dan berkata,


"Demi keadilan, kami memutuskan mengabulkan permintaan Putri YeSe Bu Hua."


"Selain itu, kami juga memutuskan putri YeSe Bu Hua punya jiwa dan budi luhur, punya tanggung jawab, sebagai seorang pemimpin, dia patut menjadi contoh ."


"Oleh karena itu kami memutuskan mengurangi masa hukuman nya menjadi 30 kali hukum rajam, dengan hukuman 3 bulan penjara."


YeSe Bu Hua segera berlutut di hadapan kakaknya dan Dewan Agung.


"Silahkan berdiri semuanya tak perlu peradatan. "


Ucap Kaisar Kubilai Khan, sambil memberi kode, agar YeSe Bu Hua dan yang lainnya silahkan berdiri.


YeSe Bu Hua dan yang lainnya pun bangkit berdiri.


Setelah bangkit berdiri YeSe Bu Hua pun kembali berkata,


"Satu lagi Yang Mulia, harap Yang Mulia sudi mengabulkan permintaan YeSe Bu Hua ini.."

__ADS_1


Kubilai Khan menatap kearah adiknya dengan wajah cemas dan berkata,


"Apa itu, katakan saja...?"


"Begini Yang Mulia, kedua murid Empu Ranubhaya, mereka tidak mengerti apa apa, mereka juga tidak punya salah.."


"Yang kita butuhkan juga hanya pengabdian Empu, bukan muridnya.."


"YeSe Bu Hua harap Yang Mulia bisa kabulkan permohonan YeSe Bu Hua ini."


YeSe Bu Hua berharap Yang Mulia bisa membebaskan kedua murid Empu, dan menyediakan kapal buat mereka, agar mereka bisa berlayar kembali ke negeri asal Empu. "


Kubilai Khan terlihat ragu, karena kedua murid Empu Ranubhaya yang dia tangkap itu.


Selama ini adalah senjata, yang dia pergumulan untuk memaksa mengancam Empu Ranubhaya, agar bersedia bekerja untuk kejayaan Monggolia.


"Bila kini di lepaskan begitu saja, bila setelah di bebaskan, Empu Ranubhaya melarikan diri, atau memberontak.."


"Bukankah dia hanya akan mendatangkan kesulitan bagi dirinya sendiri.."


Kubilai Khan terlihat ragu ragu untuk memutuskannya.


Melihat hal itu YeSe Bu Hua pun kembali berkata,


"Yang Mulia biarlah YeSe Bu Hua yang menjaminnya dengan nyawa YeSe Bu Hua.."


"Bila Empu Ranubhaya setelah ini, berbuat hal yang mengkhianati Monggolia.."


"Biar YeSe Bu Hua yang menggantikan nya, menerima hukuman mati.."


Ucapan YeSe Bu Hua membuat Empu Ranubhaya sampai sulit berkata-kata, hanya air bening yang tiba tiba memaksa mengalir keluar dari sudut matanya yang sudah tua dan berkeriput .


Empu itu sadar, setelah ini dia akan terikat hutang Budi besar terhadap YeSe Bu Hua, yang seumur hidup pun tidak mungkin bisa dia bayar..


"Setelah ini, seumur hidup dia tidak akan punya harapan untuk kembali ke tanah kelahirannya lagi.."


"Dia hanya bisa mengabdi pada YeSe Bu Hua, hingga maut datang menjemputnya, dia baru bisa terbebas dari hutang Budi hari ini.


Kubilai Khan menatap kearah adiknya dengan tatapan mata khawatir.


"YeSe Bu Hua adik ku, aku harap kamu akan mempertimbangkannya sekali lagi, atas keputusan mu itu.."


YeSe Bu Hua tersenyum dan berkata,


"Aku sudah memutuskannya Yang Mulia, mohon penuhi permintaan ku ini.."


Kubilai Khan menghela nafas panjang, lalu dia segera berkata dengan suara keras,


"Pengawal...!!"


Beberapa pengawal yang menjaga di luar pintu gerbang aula, segera berlari masuk kedalam ruangan.


Terdengar Kubilai Khan berkata dengan suara tegas.

__ADS_1


"Kalian berdua pergi lepaskan Luo Shishan dan Mei Xin, siapkan juga kapal layar besar, untuk mereka berlayar meninggalkan daratan China.."


"Kalian sisa nya, bawa YeSe Bu Hua untuk jalani hukuman rajam 30 kali dan kurungan penjara selama 3 bulan.."


__ADS_2